Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Hari yang menyebalkan


__ADS_3

Setelah mendapat ancaman dari Gio , Zana tidak punya pilihan lain selain menyelesaikan pekerjaannya , Sungguh dia yakin hari ini akan menjadi hari paling menyebalkan menurutnya .


" Apa kau akan berdiri disitu selamanya? " ujar Gio . saat ini mereka sedang di besement hari ini Gio akan mengunjungi lokasi proyek pembangunan hotel kedua sahabatnya itu , untuk memantau perkembangannya. Hal itu juga menjadi tugas pertama bagi Zana mendokumentasikan semua yang Gio lakukan .


Dengan langkah malas Farzana membuka pintu bagian belakang mobil tersebut dan memilih duduk di sana .


" Apa kau pikir aku ini supir ? keluar dan duduk di sini ." Gio menunjuk kursi di sampingnya


" Hah." Zana kembali membuka pintu itu dan duduk di samping Gio tanpa menoleh ke sampingnya , tatapannya tetap lurus ke depan . dia betul-betul berharap hari ini berakhir dengan cepat. berbeda dengan Zana justru Gio menampilkan ekspresi bahagia karena berhasil membuat gadis di sampingnya ini mengikuti permainannya .


" Gunakan ini. " Gio memasangkan Zana helem proyek sebagai keamanan . Farzana hanya diam saat Gio memasangkan helem itu di atas kepalanya , dia memang tidak bisa menggunakan sendiri helem itu karena tanganya sibuk memegang kamera , dengan jarak begitu dekat Zana bisa mencium aroma tubuh Gio dan wajah laki-laki itu , ini pertama kalinya Farzana menatap lekat wajah di depannya ini . meskipun ini bukan pertama kalinya tubuh mereka berdekatan karena saat dima dia menerobos masuk ke kamar hotel milik gio waktu itu laki-laki ini sempat menghimpit tubuhnya , tapi Zana tidak begitu memperhatikan dia hanya berdiri bagaimana bisa lepas dari himpitan tubuh laki-laki ini.


" Kenapa ? mulai terpesona denganku ." Farzana tersadar dari lamunannya saat mendengar kalimat yang baru di ucapkan Gio . Dia memang melamun tadi mengingat penyebab dia harus berurusan dengan laki-laki yang ada di hadapannya ini, dan itu di sebabkan oleh dirinya sendiri untuk itu dia menyesali apa yang sudah dia lakukan waktu itu.


" Cih . percaya diri sekali ." gumam Farzana ,


" Tentu saja aku percaya diri." Gio telah memasangkan helm kepada Zana kemudian semakin mendekati wajah itu , " Kamu tau tidak ada perempuan yang tahan dengan pesonaku dan mereka akan rela naik ke tas ranjang yang sudah aku siapkan ." lagi Farzana mendengar kalimat menjijikan keluar dari mulut yang ingin sekali dia cakar , dia jadi berfikir apa laki-laki dewasa pikirannya hanya itu sesuatu berbau mesum . mendengarkannya saja sudah membuatnya merinding . karena sudah sangat kesal Zana mengentakkan kakinya ke salah satu kaki Gio


Pakk


"Aww" Gio memekik kesakitan karena Zana betul -betul menggunakan seluruh tenaganya untuk menginjaknya . Melihat ekspresi Gio yang kesakitan Zana langsung mengabadikan ekspresi menyenangkan itu di matanya .


" Apa kau sudah gila ." geram Gio . ini kedua kalinya gadis ini melakukan kekerasan terhadap nya " Dan apa yang kau lakukan tadi kau mengambil gambar saat aku kesakitan ? "


" Aku memang harus gila , untuk menghadapi orang gila seperti mu . bukankah aku datang ke sini Memang di tugaskan untuk mendokumentasikan semua kegiatanmu , jadi apa yang aku lakukan tadi bukan suatu kesalahan aku hanya menjalankan pekerjaanku saja." Zana tersenyum bahagia melihat orang yang sedang kesakitan di hadapannya .


" Menyingkir dari hadapan ku ." Farzana mendorong tubuh Gio yang masih menunduk memegangi kakinya yang kesakitan , dia bahkan sampai melepas sepatunya untuk melihat keadaan jari-jari kakinya , dia khawatir jika kakinya itu sampai cidera atau bahkan patah.


" Hai gadis gila mau kemana ? Kau bahkan belum menjalankan pekerjaanmu " panggil Gio karena Zana sudah melangkah meninggalkannya ."


Zana berbalik dan membalas ucapan Gio


" Kau saja hanya berdiri disitu , apa aku harus memotret mu dengan ekspresi dan posisi tidak jelas seperti itu."


Sungguh Farzana mulai jengah dengan semua ini , Jika saja laki-laki itu tidak mengancamnya dia tidak mungkin ada disini.

__ADS_1


" Kenapa juga dia bisa tau aku bekerja sana ?" Farzana mulai berfikir , dari mana laki-laki itu tau tempat dia bekerja ." dengan terbuat menggerutu Zana memilih duduk di salah satu kursi kosong yang tak jauh dari posisi Gio berada , menunggu laki-laki menyebalkan itu memanggilnya kembali , karena sepetinya laki-laki itu masih kesakitan di sana dan itu sungguh membuat Zana puas .


Setelah mengatasi rasa sakitnya Gio menyuruh Zana melakukan tugasnya . Gadis itupun dengan profesional melakukan semua yang di inginkan Gio meskipun kesal di hatinya tidak hilang . Gio yang begitu serius mengamati setia perkembangan pembangunan hotel itu membuat Zana tanpa sadar kagum gaya Gio yang cool saat memberikan arahan kepada pekerja dan saat mengobrol dengan kordinator pembangunan betul -betul tidak memperlihatkan sifat menjengkelkan menurut Zana , membuat dia juga begitu sirius menjalankan tugasnya sampai selesai . Hingga langit sudah terlihat mulai menggelap Gio akhirnya menyuruhnya pulang setelah tiba di kantor .


Di rumahnya saat malam semakin gelap ,Farzana duduk di sebuah kursi dengan meja kecil di hadapannya , dia melihat kembali foto -foto yang di ambil tadi . Tanpa sadar bibirnya terlihat tersenyum saat melihat foto Gio yang sementara kesakitan sambil memegangi kakinya . Ekspresi Gio sangat lucu di mata Zana , jika laki itu selalu terlihat keren tapi ketika dia menginjak kaki laki-laki itu , wajahnya langsung berubah menjadi kesakitan dan itu sangat lucu menurutnya .


" Belum tidur ?" suara ibunya yang terdengar dari arah belakang membuat Zana menghentikan aktifitas nya dia langsung mematikan karena miliknya.


" Eh ibu , kapan ibu masuk kok Zana tidak sadar."


" Baru saja . ibu lihat lampu kamar kamu masih menyala dan kamar kamu juga belum tertutup sempurna . Jadi ibu memilih masuk ."


Wanita yang sudah akan pensiun dari pekerjaannya itu duduk di bibir tempat tidur putrinya .


" Tadi itu siapa ?" tanyanya keran dia sempat melihat sekilas tadi foto yang sementara di perhatikan oleh putrinya .


" Ibu melihatnya?"


" Tentu saja , bahkan ibu melihat kamu sampai tersenyum tadi saat melihat foto itu." Zana menjadi malu sendiri dengan di dirinya , kenapa juga dia tidak sadar jika ibunya masuk ke kamarnya dan melihat dia sementara mengamati foto -foto milik laki-laki itu , dan apa tadi yang di katakan ibunya dia bahkan tersenyum saat melihat foto itu. ah dia betul-betul mengutuk tindakannya .


Zana langsung menggeleng cepat ,


" Bukan Bu. Dia hanya client Zana, dia hanya ingin mendokumentasi kan kegiatannya dan meminta Zana melakukannya."


" Benarkah?"


" Iya ."


" Tapi laki-laki di foto itu tampan loh Zana ."


" Iya sih ." sadar dengan ucapan yang baru di ucapkan ya Farzana langsung menutup mulutnya , Entah apa yang akan di pikirkan oleh ibunya sekarang."


" Jadi kamu suka ?"


" Tuh kan ibu mulai berpikir aneh-aneh." batin Zana .

__ADS_1


" Ya . nggaklah bu. tidak semu laki-laki tampan Zana harus suka . lagian Zana tidak mau pacaran. ."


" Kenapa , kamu sudah kuliah Lo Zana , anak se - usiamu sudah biasa punya pacar ." wanita ini tau jika sampai sekarang putrinya itu tidak pernah dekat dengan laki-laki .


" Zana malas , buang-buang waktu , Zana cuman mau fokus belajar dan kerja , terus menjadi orang sukses biar bisa membuat ibu bangga ." Zana memeluk tubuh ibunya dan di balas dengan hangat wanita itu . meskipun hanya hidup berdua , kebahagian Zana tidak pernah berkurang . setelah obrolan kedua anak ini itu selesai Zana memutuskan untuk tidur ibunya pun sudah pergi beberapa menit yang lalu .Farzana baru akan menjamin matanya tapi kembali terjaga stelah sebuah notifikasi masuk ke hp milik ya . pesan itu tentu saja dari kaku-laki menyebalkan


" Akhir pekan aku ingin melihat hasil kerjamu ."


" Iya" jawab Farzana singkat


" Apa kau tidak tau cara berkomunikasi dengan client mu ."


tangan Zana mengetik dengan cepat di seri dengan kekesalan setiap kata-kata yang dia tulis .


" Kenapa? kau tidak suka , kalau begitu aku sangat bersyukur .


" Siapa bilang aku tidak suka . Bahkan aku sangat suka ." tidak lupa Gio berikan emoticon 😘😘😘 di akhir kalimatnya .


" Menjijikkan." gumam Zana , dia tidak membalas pesan itu , dia bisa ikut gila seperti laki-laki itu.


" Kau tidak membalas pesan ku ? apa kau sedang tersenyum bahagia sekarang , aku bahkan hanya mengirim gambar seperti itu kau sudah bahagia. "


" Huh ." Farzana berusaha menghirup oksigen begitu banyak berusaha membuat hatinya sabar menghadapi orang ini .


" Aku mau tidur , jangan menggangguku."


" Benarkah ?, aku jadi membayangkan ikut tidur di samping mu sambil memeluk mu kemudian meremas salah satu milikmu pasti sangat menyenangkan."


" Gilaaaa"


balasan singkat Farzana , sungguh emosinya sudah di ubun-ubun laki-laki itu betul -betul melecehkannya , ingin rasanya dia berada di aman laki-laki itu sekarang dan menendang miliknya .


Setalah membalas pesan itu Farzana langsung mematikan hp dan memilih untuk tidur . laki-laki sungguh berhasil menguji kesabarannya .


Sementara itu laki-laki yang sedang berbalas pesan dengannya tengah tertawa terbahak-bahak suara tawanya Sampai memenuhi kamarnya .

__ADS_1


__ADS_2