Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Siapa perempuan itu


__ADS_3

" Kak a..pa belum se..lesai." Suara Kaluna terputus -putus karena tubuhnya terhentak karena gerakan Liam di atas tubuhnya , Setelah melaksanakan kewajiban bersama , Kaluna harus memenuhi keinginan suaminya. Matahari di luar sana sudah mulai terlihat padahal mereka melakukan saat langit masih gelap .


" Sebentar sayang ."


Liam sudah mengatakan kalimat yang sama tiga puluh menit yang lalu, tapi buktinya belum juga selesai , dia masih tetap menguasai tubuh istrinya , perempuan yang berada di bawah kungkunannya itu hanya pasrah . Bukan karena tidak suka , dia hanya tidak mau jika suaminya terlambat ke kantor , itu sama saja memberikan contoh yang tidak baik untuk para karyawan nya.


Aaaaggghhh...Liam mengerang saat sampai pada pelepasannya , tubuhnya ambruk di atas tubuh Kaluna , sebelum menegakan tubuhnya Liam kembali menyesap leher Kaluna hingga meniggalkan jejak Di saja .


" sssstttttss.. " Kaluna meringis sambil matanya terpejam karena Liam menyesapnya begitu kuat. Setelah ini dia akan bekerja keras untuk menutupi tanda yang cukup banyak di berikan suaminya di lehernya . Jika tidak dia akan menjadi bahan tertawaan di ruko .


Tiga puluh menit kemudian.


Liam keluar dari kamar dengan buru -buru bahkan dasinya belum terpasang dengan sempura, dia melangkah mendekati istrinya yang tengah menyiapkan sarapan sambil membenarkan posisi dasinya.


" Sayang aku berangkat sekarang ya."


Kaluna berbalik , " Kakak Liam sudah mau berangkat . Tapi kan kakak belum sarapan ." Kaluna mendekat membatu Liam yang terlihat kesusahan masang dasi .


" Aku ada rapat pagi ini jika sarapan aku pastikan akan terlambat ."


" Kan tadi aku sudah mengingatkan , tapi kak Liam selalu saja bilang sebentar."


" Mau bagaiman lagi , aku suka ." ucap Liam tersenyum menunggu Kaluna merapikan dasinya .


" Ya sudah nanti aku antar kekantor sarapannya . "


" em. kalau begitu aku pergi yah ," sebelum pergi Liam mengecup bibir Kaluna dan keluar dari apartemen. sedangkan kaluna melanjutkan pekerjaannya , sama seperti suaminya mungkin dia akan terlambat datang ke ruko jadi dia akan menelpon Sarah nanti.


Kaluna keluar dari kamar mandi dan mulai bersiap -siapa berangkat ke kantor bekal untuk Liam juga sudah dia siapkan dia Atas meja di dapur . Setelah memastikan penampilannya , Kaluna keluar dari kamar dan mengambil bekal itu kemudian meninggalkan Apartemen , di dalam mobil Kaluna menghubungi nomor Liam , tapi tidak ada jawaban . Mungkin suaminya masih rapat sesuai apa yang di katanya tadi .


Hanya beberapa menit Kaluna akhirnya tiba , dia langsung masuk kedalam , semua orang yang bekerja di hotel itu menunduk hormat saat melihat kedatangannya, Kaluna membalas sapaan itu dengan tersenyum . Dia kemudian masuk kedalam lift sebelum pintu tertutup terdapat 2 orang perempuan yang juga ikut bergabung , Kaluna memundurkan sedikit tubunya ke belakang.


" Kenapa kamu tidak datang di peresmian tadi malam?" tanya salah seorang di antara mereka .


" Badanku kurang sehat ."

__ADS_1


" Apa ada sesuatu yang menarik tadi malam?" tanyanya balik .


" Tidak ada juga sih , sama seperti biasa hanya saja istrinya pak Liam juga hadir ."


" Benarkah ." terdengar antusias karena jujur mereka sebelumnya belum pernah melihat istri dari bosnya tersebut .


mereka tidak sadar jika orang yang mereka bicarakan sementara ada di belakang .


" Terus , bagaimana , istrinya pak Liam cantik tidak yang aku dengar dia seorang make up artist dan sebelum datang ke Indonesia dia selalu ikut acara -acara besar di sana . "


" Cantik , cantik banget malah , tapi ."


" Tapi kenapa."


" Aku kepikiran dengan perempuan yang pernah aku lihat ."


" Maksud mu , perempuan yang memeluk pak Liam di depan lift, yang kamu ceritakan waktu itu satu bulan yang lalu ? "


" Em , aku pikir perempuan itu istrinya karena saat itu aku liat pak Liam langsung membawanya ke ruangan . jadi aku seperti sedang memergoki adegan romantis pasangan suami istri waktu ." jawabnya


terlihat dekat dengan seorang perempuan sampai berita pernikahannya datang , jadi setelah tidak sengaja melihat bosnya di peluk seorang perempuan dia langsung berasumsi jika perempuan itu adalah istri bosnya .


" Tapi bukan perempuan itu yang kamu lihat , tadi malam? ." yang di tanya mengangguk."


" Atau jangan-jangan itu selingkuhannya pak Liam lagi."


Plakkk


" Awww.. kenapa kau memukulku ." protes


" makanya kalua bicara mulutnya di jaga , kau tidak sadar jika lift ini ada cctv nya ." Dia langsung menutup , segara keluar setelah sampai di lantai tempatnya bekerja


Lagi, Kaluna harus mendengar sesuatu yang mengusik hatinya , saat di hotel dia sudah berusaha melupakan apa yang di dengarnya tapi saat ini .


" Memeluk , perempuan , siapa? ." Kaluna masih berusaha berfikir positif jika itu rekan kerja suaminya . Tapi tetap saja kepalanya tidak bisa menerima kenyataan jika ada perempuan yang memeluk suaminya dan apa lagi suaminya membawa Perempuan itu masuk keruangan ya. Sampai lift terbuka dan melangkah keluar dia masih terus memikirkan perkataan itu .

__ADS_1


" Selamat pagi bu " sapa salah satu staf Liam yang bertugas Di depan dengan ruangannya . Kaluna membalas sapaan tersebut.


" Bapak ada di dalam ?"


" Maaf Bu , Pak Liam masih di ruang rapa ,apa ada suatu yang penting ?"


" Tidak , saya hanya ingin mengantarkan ini ." Kaluna mengangkat paper bag di tangannya .stelah itu masuk kedalam ruangan suaminya dan menyimpannya di atas meja kerja suaminya tidak lupa Kaluna mengirimkan sebuah sebuah pesan .


Karena juga harus buru -buru ke ruko Kaluna lagsung keluar dari ruangan itu . Kaluna melakukan panggilan setelah berada di dalam mobil


Sedangkan itu Liam dan Gio baru saja menyelesaikan rapat dan menuju kembali ke ruangannya . Saat mendekat staf yang tadi bertemu Kaluna mengatakan jika Kaluna tadi datang .


Karena Memang sudah tau jika Kaluna akan datang jadi Liam tidak kaget dia masuk ke dalam ruangannya di belakan Gio ikut masuk di atas menai dia bisa melihat ada sebuah paper bag.


" Enak ya punya istri . ada yang urus ." Gio duduk di sofa


" Makanya nikah ."


Gio tertawa mendengarkan perkataan Liam . dia menang berusaha kembali mendekati Zana , setelah malam itu hubungan keduanya sudah terlihat normal.


Liam ikut duduk di sofa di depan Gio setelah mengecek bekal yang di berikan istrinya dia juga baru membaca pesan yang di kirimkan oleh Kaluna . Saat akan menyimpan hp sebuah panggilan masuk , dia tau siapa yang menelponnya itu.


Liam kemudian menggeser tombol berwarna hijau dan mendengarkan suara orang yang di seberang sana .


" Apa ? " Gio tersentak kaget saat mendengar menjawab telpon karena Liam sedikit berteriak karena kaget.


" Baik saya akan ke sana Bu ." Liam langsung mematikan panggilan itu kemudian dengan langkah cepat meraih kunci mobilnya . Gio yang melihat itu kebingungan


" Li , lu mau kemana? "


" Sorry gue kayak Gue harus Titi kerjaan kantor ke Lo , sialnya gue harus pergi ." Liam sudah akan keluar ruangan itu tapi Gio kembali menahannya


" Kenapa , apa ada masalah ?"


" Nanti gue cerita ." hanya kalimat itu yang di katakan Liam yang menambah rasa penasaran Gio.

__ADS_1


Liam kemudian kelaur dari ruangan meninggalkan Gio dengan wajah penasaran. dengan langkah terburu buru Liam bergegas menuju basement, di sana Kaluna yang baru selesai menerima melakukan panggilan melihat suaminya ke laur dan terlihat jika sedangan terburu -buar , baru saja ia akan memanggil tapi mobil Liam sudah meninggalkan area basement. Karena khawatir Kaluna mencoba menghubungi Liam tapi tidak ada jawab.


__ADS_2