Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Pertemuan


__ADS_3

Sebuah bola mengarah ke Kaluna .


"Hai aunty , bisa aku mengambil bolaku ?" seorang anak laki-laki mendekati Kaluna untuk meminta bola yang di gunakan bermain berada di tangan Kaluna .


" Ini " jawab Kaluna memberikan bola tersebut .


" terima kasih aunty"


" sama- sama " jawab Kaluna sambil mengelus kepala anak tersebut yang terlihat menggemaskan .


ketika anak tersebut sudah melangkah beberapa langka Ia kemudian berbalik dan menatap Kaluna .


" Apa aunty hanya sendiri ? " tanyanya


Kaluna tersenyum dan menganggukkan kepalanya . anak kecil tersebut kemudian kembali mendekati Kaluna dan duduk di sampingnya .


" apa aunty ingin Gyan temani ?"


" jadi nama kamu Gyan "


" em " jawabnya


" Apa kamu juga sendiri?" tanya Kaluna melihat tidak ada orang dewasa yang bersama anak yang tengah mengajaknya mengobrol.


" Ah , Gyan lupa bunda pasti mencari Gyan dari tadi " Gyan menepuk jidatnya mengingat ia sudah lama meninggalkan bundanya yang tadi dia hanya meminta izin untuk mencari bolanya yang dia tendang terlalu jauh .


tidak lama kemudian terdengar suara panggilan yang memanggil namanya . Gyan kemudian bangkit


" ah itu suara bunda "


Kaluna ikut mengedarkan pandangannya mencari sumber suara tersebut .


" Bundaaa" teriak Gyan saat melihat bundanya, ia kemudian berlari menuju arah wanita yang terlihat cemas pencari dirinya .


" Gyan , kok bunda tunggu dari tadi Gyan tidak kembali?"


Kaluna yang melihat kedekatan ibu dan anak tersebut menjadi terharu. ada rasa iri yang tiba-tiba datang dalam dirinya . Kaluna tidak berhenti memperhatikan keduanya dan sesekali Kaluna melempar senyuman kearah keduanya karena terlihat Gyan mengarahkan pandanganya kerah dirinya dan juga menunjuk.


"Maafin Gyan bunda. soalnya tadi Gyan lagi temani aunty cantik yang ada di sana" Gyan menunjuk ke arah Kaluna dan ibu Gyan mengarahkan pandangannya ke arah Kaluna dan Kaluna tersenyum mendapat tatapan tersebut .


" Soalnya Aunty cantik cuman sendiri bunda" Gyan melanjutkan kalimatnya. " ayo bunda kita ke aunty. " ajak Gyan sambil menarik tangan mamanya .


"Aunty .. aunty .. ini ini bundanya Gyan." ucap Gyan penuh semangat .


" Maaf yah .. Pasti putra saya menganggu anda tadi . dia memang seperti itu selalu senang dengan orang yang baru ia kenal apalagi kalau menurutnya orang itu baik."


" oh .. tidak kok ."


" Perkenalkan nama saya Sarah" mama Gyan mengulurkan tangannya

__ADS_1


" Kaluna " jawab Kaluna membalas uluran tangan tersebut .


Dan obrolan kedua perempuan yang berbeda usia tersebut berlangsung hangat di tambah tingkah Gyan diantara mereka yang begitu menggemaskan. bocah laki-laki yang baru berusia 8 tahun tersebut ternyata seorang yatim . ayah Gyan saat Gyan masih berusia 5 tahun . mendengar fakta tersebut Kaluna merasa memiliki nasib yang sama dengan dirinya jika Gyan kehilangan ayahnya dia kehilangan mamanya saat usiannya tidak jauh berbeda dengan Gyan .


" Bunda .. temani Gyan main "


" Gyan belum bosan mainnya" tanya Sarah sambil mengelus pipi putranya . bukan tanpa alasan Sarah berkata demikian karena sudah sejak tadi putranya tersebut bermain bola.


" Bagaiman Kaluna aunty yang temani Gyan main " Kaluna menawarkan diri .


mendengar hal tersebut Gyan langsung mengangguk dengan semangat dan mereka berdua meninggalkan Sarah yang duduk di bangku . ibu dari Gyan tersebut hanya menyaksikan Kaluna dan putranya bermain bola berdua , Gyan yang menendang bola dan Kaluna yang menjadi kiper nya dan terkadang mereka bergantian . karena terlalu bersemangat Gyan menendang bola tersebut sedikit kencang dan membuat bola tersebut terlempar cukup jauh .


" Bola milik siapa Li ? tanya Gio yang baru datang , karena sebelumnya Gio pergi membeli minuman .


ternyata bola milik Gyan menggelinding sampai ke arah Liam yang masih duduk di bangku taman tersebut .


" Tidak tau " jawab Liam mengambil bola tersebut dan melihat di sekelilingnya .


Gio kembali duduk di samping Liam sambil menyerahkan sebuah botol minuman dingin .


Tidak lama kemudian terlihat Gyan mendekati mereka .


" Li ada anak kecil " ucap Gio . Liam memang tidak melihat Gyan karena arah datangnya Gyan dari arah belakang Liam yang tengah duduk di samping Gio tapi cara duduknya sedikit di miringkan ke arah Gio.


mendengar perkataan Gio , Liam berbalik dan melihat Gyan dan arah belakang Gyan terlihat juga Kaluna .


" Ini bola kamu ?" tanya Liam sambil mengambil bola tersebut yang berada dekat dengan kakinya dan mendekati Gyan .


Gyan kemudian berbalik dan langkah ke arah Kaluna yang mengikutinya dari tadi . Kaluna yang melihat Liam menyerahkan bola kepada Gyan saa.mendekat mengucapkan terimah kasih dan meminta Gyan melakukan hal yang sama .


" terimah kasih uncle"


"Sama -sama boy."


kemudian Gyan dan Kaluna meninggalkan tempat tersebut . saat beberapa langkah Kaluna berbalik dan Liam masih di posisinya, Kaluna tersenyum dan di balas oleh Liam .


Di dalam hati Kaluna berfikir . Ia merasa pernah melihat orang tersebut sebelumnya .


Gio yang menyaksikan dua manusia berbeda jenis kelamin tersebut saling melempar senyuman juga ikut tersenyum .


" Mau jadi pebinor ?" ucap Gio saat Liam kembali duduk di sebelahnya .


" Maksudnya " jawab Liam yang tidak mengerti arah pembicaraan Gio .


" Maksud gue , lu ngapain tebar pesona sama ibu anak itu? .


" Kapan gue tebar pesona ?" jawab Liam


" Terus , tadi lu ngapain senyum-senyum karena dia ? "

__ADS_1


" Jadi maksud Lo gue harus buang muka gitu saat orang ngajakin gue senyum . orang perempuan itu sendiri yang senyum duluan , ya gue balaslah " jawab Liam yang sedikit ketus ,Ia tidak terima dengan pikiran Gio yang meyebutnya pebinor .


" ok..ok. tidak usah sewot gitu juga kali jawabannya "


" Habisnya otak Lo sudah tidak beres " saat mengucapkan kalimat tersebut Liam memukul kepala Gio menggunakan botol air minum yang sebelumnya sudah ia habiskan isinya .


"Aw" Gio meringis .


" Gila ya Lo Li . Ke biasan banget mukul kepala gue kalau lagi kesal ."


" habisnya lo rese .


Liam bangkit meninggalkan Gio .


" Mau kemana?" tanya Gio


" Balik ke kantor . sudah nggak mood gue di sini "


Gio mengikut Liam yang sudah beberapa langkah meninggalkan dirinya . sebelum Liam membuka pintu mobil miliknya dari kejauhan Ia melihat Kaluna dan Gyan masih asik bermain bola. Gio yang baru tiba memperhatikan arah pandangan sahabatnya itu dan kembali tersenyum .


" Sudah jangan diliati terus " ucap Liam . Liam yang tidak sadar jika Gio memperhatikan dirinya saat ia memperhatikan Kaluna menjadi salah tingkah . dan langsung masuk kedalam mobil yang di ikut oleh Liam .


" Jangan berfikir aneh ya"


" Terus gue harus berfikir bagaimana , saat seorang laki-laki yang sibuk memperhatikan perempuan yang sudah memiliki anak yang otomatis perempuan tersebut pasti memiliki suami."


" Gue cuman merasa k kalau wajah ibu anak itu tidak asing" .


" Alla alasan bilang aja Lo suka "


mendengar jawaban sahabatnya tersebut membuat Liam kembali kesal .


" Lo mau gue pecat " ucap Liam .yang sebenarnya hanya sebuah candaan . " sudah jalankan mobilnya . otak lo harus di bersihkan ".


" Iya .. iya. "


Gio kemudian menancap gas dan meninggalkan taman tersebut .


" Li " panggil Gio


" em " jawab Liam


" ibu anak itu cantik kan " ucap Gio sambil tertawa . Ia bermaksud kembali menggoda sahabatnya tersebut .


Liam membulatkan matanya ke arah Gio


" mau beneran gue pecat " ucap Liam ketus


Gio hanya tertawa menggapai perkataan Liam . karena ia tau Sahabatnya itu tidak akan serius dengan perkataannya.

__ADS_1


Saat pertama kali melihat Liam tersenyum ke arah Kaluna. Gio memikirkan suatu hal . sebuah kenyataan bahwa sahabatnya tersebut bukan tidak bisa melupakan cinta pertamanya hanya saja Liam tidak berusaha membuka hati menerima kenyataan . penyebabnya hanya satu Liam terlalu tenggelam dengan kenangan masa lalu dan tidak membuat kenangan baru karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan membuatnya hanya berputar pada kenangan yang yang terus berulang .


__ADS_2