
Farzana tiba di ruko , perjalannya tidak jauh antara kampus dan ruko tempatnya bekerja , karena dari awal dia memilih bekerja disini karena selain dia butuh, juga lokasinya tidak jauh dari kampus.
Setalah mendorong pintu kaca , seperti biasa dia akan di sapa dengan suara menggemaskan milik Gyan .
" Hai aunty Zana hai aunty Vivi "
" Hai Gy" sapa Zana dan Vivi bersamaan
" Bunda mana ?" tanya Vivi soalnya dia tidak melihat keberadaan Sarah di balik meja yang menjadi tempat dimana biasanya dia akan menerima pelanggan .
" Aku di sini Vi " Suara Sarah membuat Vivi mengarahkan pandangannya ke pemiliknya , terlihat wanita itu baru keluar dari kamar kecil dan kembali melangkah ke mejanya yang tidak jauh dari pintu masuk. Vivi melangkah mendekat sambil tatapannya mengarah ke Farzana yang masih mengobrol dengan Gyan .
" Hari ini apa ada yang datang?" tanya Vivi sebenarnya dia ingin langsung bertanya apa tida ada yang menelpon tapi urung dia lakukan.
" Ada." jawab Sarah " Permintaanya cukup aneh sih , katanya dia membutuhkan jasa seorang fotografer untuk mendokumentasikan kegiatannya ." hal wajar jika Sarah berfikir demikian pasalnya tempat ini hanya menerima jasa make up tapi ada orang yang ingin mencari jasa fotografer disini , ya meskipun di sini ada Farzana yang bertugas melakukan pemotretan tapi kan tetap saja kemampuan Zana pasti kalah jauh dengan seorang fotografer profesional , meskipun hasil jepretan Zana lumayan bagus.
" Memangnya kenapa . apa kamu kenal orangnya ? " tanya Sarah , Vivi langsung menggeleng , dia tidak mungkin mengiyakan pertanyaan Sarah karena jika sampai sabatnya itu tau , tamat riwayatnya .
" Tidak kak, aku hanya tanya , kan biasnya aku memang selalu tanya Jika baru tiba ."
" Iya juga sih . kira -kira Farzana mau tidak yah Vi soalnya kan ini pertama kalinya ."
Vivi tidak menjawab dia hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu . Sarah kemudian beralih melihat Farzana yang masih betah dekat dengan putranya .
" Coba tanyakan langsung saja kak , siapa tau dia tertarik . lagian kan untuk dua hari ini kak Luna tidak ada jadi otomatis Kamera nya pasti menganggur .
__ADS_1
" Apa lagi dia mau bayar sampai 10 juta ." ujar Sarah .harga yang terdengar tidak wajar menurutnya tapi orang di balik telpon itu sepetinya akan melakukan kegiatan yang cukup penting dari caranya menjelaskan . Tapi meskipun begitu Sarah tidak langsung mengiyakan permintaan orang itu dia butuh persetujuan Farzana sebagai orang yang akan melakukan tugas tersebut .
" What ? serius? ." Vivi kaget mendengar nominal yang akan di bayarkan orang itu.
" Gila apa dia sekaya itu? tapi jika di perhatikan dari penampilannya dan mobil yang nya wajar sih." batin Vivi , karena dia sangat tau siapa yang ingin menggunakan jasa temanya itu . karena dia sendiri yang menawarkan kepala laki-laki yang membuat temanya kesal .
" Kak aku ke tempat ku ya kalau begitu , soalnya masih ada beberapa foto yang harus aku up ." setelah mengatakan itu Vivi lebih dulu meninggalkan meja Sarah .
" Farzana ." panggil Sarah .
" Iya kak ." iya langsung mendekat " Ada apa ? Sarah mulai menjelaskan tentang tawaran pekerjaan itu kepada Zana . gadis itu sempat kaget tadi saat mengetahui jumlah bayaran yang siap orang itu keluarkan demi menggunakan jasanya , apa lagi dia bukanlah fotografer profesional . tapi dia juga tidak mungkin menolak karena orang itu meminta melalui tempatnya bekerja .
" Bagaimana apa kamu setuju ? jika kamu setuju aku akan langsung menghubunginya ." sejenak Zana berfikir dan langsung mengiyakan pekerjaan itu .
" Aku akan melakukannya kak "
" Wah Far , langsung di transfer semuanya" setelah Farzana setuju dengan tawaran itu , Sarah langsung menghubungi orang itu dan tidak butuh waktu lama pembayarannya langsung masuk dan di bayaran seluruhnya . "
" Benarkah ? tanya Zana tidak percaya . tapi setelah Sarah memperlihatkan bukti itu dia menjadi yakin dan harus melakukan pekerjaan itu . " Kapan Kak aku harus mendokumentasikan kegiatannya ?"
" Katanya besok. kamu bisa langsung menemuinya , alamat yang akan aku kirimkan ke hp mu. katanya dia seorang asisten dan bosnya sedang melakukan perjalanan bisnis jadi semua tugas di serahkan kepadanya dan dia butuh mendokumentasikan semua kegiatannya itu untuk di serahkan kepada bosnya ketika pulang nanti. "
Sedangkan itu di sebuah ruangan terlihat seseorang tengah tersenyum setelah menerima panggilan .
***
__ADS_1
Farzana tiba tempat yang di kirimkan oleh Sarah setelah ia menyetujui pekerjaan kemarin. Ia langsung ke meja resepsionis saat baru masuk tadi .
" Kak Maaf .."
" Farzana yah?" tanya perempuan yang sementara berdiri di belakang meja resepsionis. " Kening Zana berkerut, belum juga dia menyelesaikan kalimatnya ternyata perempuan yang ada di hadapnya sudah lebih dulu mengenalinya
"Tapi dari mana orang ini tau, apa mungkin kak Sarah yang memberi tau orang itu?." batin Farzana .
" Iya kak."
" Tunggu sebentar yah .? perempuan itu menghubungi seseorang , mungkin orang yang meminta Zana mendokumentasikan ke kegiatannya .
Setelah panggilan itu terputus ,Farzana di minta untuk langsung ke atas dengan mengikuti seseorang yang akan mengantarnya menuju ruangan orang yang akan dia dokumentasikan .
Farzana tiba di ruangan itu dan di persilahkan duduk , karena pemilik ruangan ini akan segara datang. Farzana mengikuti arahan orang yang mengantarnya tadi dia duduk di salah satu kursi di depan meja pemilik ruangan itu Tas kameranya di letakkan di atas pangkuannya . Sambil menunggu pandangan gadis itu mengitari ruangan yang cukup luas menurutnya . hingga seseorang membuka pintu membuat Farzana berbalik , gadis itu langsung beranjak dari kursinya .
" Kau ." Ternyata orang yang akan dia dokumentasikan kegiatannya adalah laki-laki tua yang menyebalkan .
" Tidak perlu melihat ku seperti itu. matamu itu bisa lepas karena setiap melihatku kau akan melotot seperti itu ." Ujar Gio sambil melangkah dengan Santai melewati Zana dan duduk di kursinya . Tidak memilih untuk duduk kembali gadis itu malah berdiri dan sepertinya dia sudah berfikir untuk tidak mengambil pekerjaan ini.
" Duduklah . bahkan kita belum memulai wajahmu sudah tidak nyaman begitu ."
" Apa kau pikir aku mau melanjutkan perkejaan ini ?" nada kesal sudah terdengar dari cara bicaranya. Dari pada dia menambah Masalah di hidupnya, Dia lebih baik menolak perkejaan ini , seandainya di atau lebih awal jika laki-laki menyebalkan ini yang akan menggunakan jasanya , tentu saja dia akan langsung menolak kemarin tawaran Sarah .
Setelah mengatakan itu Farzana berbalik dengan langkah kesal menuju pintu , tapi sebelum dia memutar ganggang pintu itu sebuah kalimat membuatnya berhenti .
__ADS_1
" Farzana Aretha, seorang pegawai yang tidak profesional, menolak pekerjaan hanya karena masalah pribadi , sepertinya alasan itu cukup membuat tempat mu berkerja mendapatkan penilaian buruk jika sampai aku menyuruh wartawan menulis berita tentang itu ."
Gio tersenyum penuh kemenangan setalah gadis yang ada di hadapannya itu berbalik , meskipun memperlihatkan wajah yang sudah sangat kesal terhadapnya . Sungguh dia hanya mengancam tadi dan tidak mungkin berani melakukannya , Karena Gio tau siapa pemilik tempat itu. saat pertama dia melihat sebuah alamat yang di berikan Vivi padanya .