Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Pertengkaran di tempat tidur


__ADS_3

Liam berdiri di depan pintu kamar yang di tempati Elif dan Kaluna tidur malam ini , malam sudah mulai semakin tenggelam saat Liam berdiri di tempatnya . Dia berfikir untuk masuk tapi takut jika yang di dalam sana masih terjaga , takut jika Kaluna belum tidur dan akan melihatnya masuk .


Ceklek


Akhirnya dia memilih masuk setelah lama berfikir . Liam bernafas lega saat melihat dua perempuan yang begitu Ia cintai dan rindukan sudah terlelap . Dengan langkah pelan Liam mendekat ketempat tidur takut jika langkahnya sampai membangunkan ke duanya .


Saat sudah berada dekat, Liam dengan hati-hati duduk di bibir ranjang duduk di sisi yang dekat dengan Kaluna . Di terus saja menatap wajah yang sudah tertidur itu.


" Maaf ." lirih Liam berkata ." Aku tau kesalahan yang sudah aku perbuat tidak pantas mendapat maaf dari mu , Tapi bisa kah Elif tau jika aku adalah ayahnya , aku ingin putriku mengenalku dan aku ingin kamu tau hanya kamu perempuan yang aku cintai , aku sangat mencintaimu Kaluna Jeinna ." Liam kemudian mengecup kening Kaluna dan dengan langkah cepat meninggalkan kamar itu.


Setelah pintu itu tertutup Liam duduk bersandar di daun pintu dan menangis . Di dalam kamar sudut mata Kaluna juga mengeluarkan cairan bening dengan mata yang masih terpejam .


***


Di vila ini hanya ada Kaluna Liam dan Elif , selain mereka bertiga tidak ada siapa -siapa di salam vila , orang suruhan Liam hanya akan terlihat jika laki-laki itu memanggilnya dan tidak ada yang tau orang itu muncul dari mana .


Karena dari awal bangun Elif sudah mengeluh lapar padanya membuat Kaluna harus mendekat ke arah dapur untuk membaut sesuatu. setelah sarapan ia siapkan Elif langsung menyantap masakan mommy , Elif sungguh sangat lapar . Sedangkan itu Kaluna belum menyentuh makanan sama sekali , Dia memikirkan Liam karena laki-laki sampai sekarang belum terlihat sama sekali jadi saat awal dia dan Elif keluar dari kamar ini dia dan Elif duduk di meja makan dia belum melihat laki-laki itu.


" Apa dia masih tidur ?"


Mungkin setelah laki-laki itu keluar dia akan langsung memintanya untuk memulangkannya dengan Elif ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dan Elif juga harus kembali ke sekolah mengingat Elif tidak masuk hari ini karena Liam mengurung mereka berdua di pulau ini.


Setelah selesai sarapan Kaluna masih belum melihat Liam untuk turun ke bawah , dia sungguh ingin jika laki-laki itu turun menemuinya , arah mata Kaluna sesekali melihat ke lantai atas tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari lantai itu. Akhirnya sambil menunggu, Kaluna memutuskan duduk di sofa ruang utama sambil menemani Elif , yang juga sibuk membuka buku bergambar yang baru ia dapatkan tadi malam sebagai salah satu hadiah ulang tahunnya.


" Mommy bacakan Elif buku yang ini ." Elif kemudian berbaring di pangkuan Kaluna menunggunya untuk membacakan buku bergambar itu sambil mengelus rambut panjang Elif yang sementara berbaring di pangkuannya . semua aktifitas keduanya tidak lepas dari pantauan Liam yang melihat itu semua dari cctv , Liam sengaja tidak turun Sampai sekarang Karena dia tau Kaluna akan meminta sesuatu yang tidak akan pernah ia kabulkan . Untuk itu dia lebih memilih tetap berada di kamar miliknya , menyaksikan semua aktifitas Elif dan Kaluna , karena semua ruangan di vila ini memiliki cctv . saat tengah asyik menyaksikan aktifitas Kaluna dan putrinya , tiba -tiba Liam melihat Kaluna beranjak dari duduknya dan mengajak Elif berbicara , Liam tidak tau apa yang mereka bicarakan , tapi dia melihat kaluna meninggalkan Elif dan berjalan menuju lantai atas , Dia penasaran apa yang ingin di lakukan kaluna , tapi saat Kaluna sudah berada di lantai yang saat ini ia berada , tiba -tiba Liam meninggalkan sofa di mana ia duduk tadi, dia melihat Kaluna sementara berjalan munuju kamarnya .

__ADS_1


Saat mendengar Pitu kamarnya di buka Liam langsung memejamkan matanya , berbaring membelakangi Kaluna yang saat ini berdiri di dekat pintu . Liam ingin tau kenapa Kaluna masuk ke sini , jika istrinya itu datang untuk memintanya mengembalikannya dengan Elif Liam akan tetap pura-pura untuk tidur dan mengaggap tidak mendengarkan apa yang akan dia sampaikan , Liam masih menunggu Kaluna untuk bersuara .


" Maaf aku masuk , karena tadi aku sudah mengetuk Tapi tida ada jawab ." ucap Kaluna . " Apa kamu masih tidur , dari tadi aku menunggumu untuk turun aku dan Elif ingin kembali."


Liam mendengar setiap kata -kata Kaluna , sesuai dugaannya Kaluna meminta sesuatu yang tidak ia inginkan .


Melihat Liam tidak menunjukkan respon sama sekali , membuat Kaluna yakin jika Liam masih tidur , dia kemudian mendekat berniat membangunkannya , dia tidak bisa tinggal lebih lama di pulau ini .


Tangan Kaluna menyentuh bahu Liam , menggoyangkannya agar Liam bangun , tapi tetap saja Liam tidak bangun . membuat Kaluna menyerah, mungkin memang sebaiknya dia menunggu Liam sampai bangun , dia merasa Heran sendiri sejak kapan laki-laki ini susah untuk di bangunkan .


Kaluna kemudian berbalik berniat akan meninggalkan tempat itu , tapi langkahnya terhenti saat tanganya di tahan , Ia kemudian berbalik melihat Liam yang masih dalam ke adaan berbaring menggenggam pergelangan tangannya dan sesat kemudian laki-laki itu menariknya


" Aaauww."


" Lepas ." pinta Kaluna dengan terus memberontak


" Kali ini aku tidak akan melepaskan mu dan jangan menggunakan Elif untuk mengancam ku ."


" Aku bilang lepas ."


" Jika kamu tidak mau diam aku akan melakukan apa yang kuinginkan sekarang "


Sepetinya ancamnya berhasil membaut istrinya diam dan menatapnya dengan sifat mata yang tajam .


" Memang apa yang kamu inginkan ? bercinta denganku dan mengatakan aku mencintaimu." Kaluna mengatakan dengan wajah dipenuhi rasa kebencian di hatinya."

__ADS_1


" Apa kamu tau , kebodohan ku delapan tahun lalu adalah mempercayai ucapan mu ." lagi kaluna mengeluarkan apa yang terpendam di dalam hatinya , mungkin dulu dia hanya diam melihat penghianatan di lakukan Liam padanya , tapi tidak dengan sekarang . dadanya naik turun meluangkan semua rasa amarah di hatinya .


" Dan sekarang kamu datang ingin mengatakan pada putriku jika kamu adalah ayahnya , apa kamu juga akan bilang tentang semua kebohongan yang kamu lakukan ."


Liam hanya mendengarkan semua kalimat yang di keluarkan oleh Kaluna dia bisa melihat raut wajah Kaluna yang di penuhi amarah dia tidak berniat untuk untuk menimpali kalimat Kaluna .


Setelah mengatakan itu Kalina langsung membuang wajahnya , karena posisi nya sekarang begitu dekat dengan Liam bahkan tubuhnya menempel pada laki-laki ini , hal itu membuatnya tidak nyaman .


Liam yang melihat Kaluna menatap ke arah lain menyentuh dagu Kaluna meminta menatap ke arahnya . Tapi saat tangan Liam tidak lagi berada di sana Kaluna kembali membuang pandangannya . tidak menyerah Liam kembali membuat wajah itu menatapnya .


" Aku ingin bicara padamu , jadi tatap lawan bicaramu."


Kaluna tidak peduli dia tetap tidak mau menatap ke arah laki-laki yang ada di depannya .


Karena permintaanya tidak di pedulikan dengan paksa Liam membuat wajah itu kembali menatapnya dan tanpa di duga Liam menyatukan bibirnya dengan bibir Kaluna , sontak hal itu membuat Kaluna langsung menutup rapat bibirnya dia bisa Merasakan lidah laki-laki ini menyentuh permukaan bibirnya berusaha menerobos masuk kedalam mulutnya , Kaluna berontak , dia berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh Liam yang sementara memaksa dirinya untuk membalasnya . Karena tidak berhasil mendapatkan yang ia inginkan Liam mengigit bibir Kaluna membuat Kaluna dengan terpaksa menyerah membuat bibirnya terbuka dan dengan cepat lidah Liam menerobos masuk menikmati setiap inci mulut istrinya . Kaluna masih terus memberontak atas apa yang di lakukan Liam padanya , dia berusaha menjauhkan kepalanya dari Liam tapi lagi-lagi tidak bisa karena Liam menahan Tengkuk nya .


Ciuman itu terlepas saat Liam sudah puasa menikmati bibir istrinya yang ia rindukan, tapi sepertinya Liam belum betul-betul menyudahinya dia kemudian kembali mendekatkan wajahnya menjilati bibir bawa istinya menikmati jejak yang tertinggal di sana .


" Dasar Br*ngsek , berani sekali kamu melakukanya padaku ."


" Aku akan melakukan hal lain jika kamu tidak bisa di ajak bicara . "


Liam kemudian menekan sesuai yang tidak jauh dari jangkauannya .


" Bawa putriku keluar dari vila ini , karena aku ingin bicara dengan mommy nya ." perintah Liam .

__ADS_1


__ADS_2