
Setelah mengatakan sebuah pengakuan yang paling tidak memungkinkan, Kaluna hanya diam . Dia duduk sambil menikmati puding yang ada di depannya sambil sesekali melirik orang yang duduk di sebelahnya.
" Pudingnya enak ma." ucap Liam ." Apalagi warnanya hitam." Liam tertawa sambil menikmati puding yang ada di tangannya
Mendengar itu membuat Kaluna kembali menatap Liam.
" Berhenti membahas warna hitam kak . aku tidak Suka." ucap Kaluna dengan mata melotot
Riana yang mendengar kata-kata yang Kaluna ucapkan merasa heran.
" Memangnya kenapa sayang dengan warna hitam?"
" Tidak ma." Jawab Kaluna yang mengarahkan tatapnya kepada Riana .
" Terus ?" tanya Riana kembali
Kaluna tidak tau apa yang harus di katakan ya .
" Maaf ma aku tinggal sebentar."
Setelah mengatakan itu Kaluna pergi meninggalkan kedua anak dan ibu itu. Sikap Kaluna membuat Riana bertambah bingung , sebenarnya apa yang terjadi pikirnya . Liam yang juga melihat Kaluna pergi jadi merasa bersalah . Liam tidak sejauh itu berfikir jika Kaluna akan betul -betul merasa tidak nyaman.
" Mama Liam susul Kaluna dulu ya."
" Apa ada yang terjadi diantara kalian?"
raut wajah Riana sudah terlihat khawatir .
Liam tersenyum untuk membuat kekhawatiran di wajah mamanya hilang .
" Tidak ma ,hanya salah paham kecil saja."
" Ya sudah, tidak baik kali suami istri marahan apa lagi kalian baru nikah ."
Liam kemudian ikut menyusul Kaluna yang terlihat duduk di balkon . Liam ikut duduk di samping Kaluna.
"Kamu marah?. Maaf jika tadi perkataan ku membuatmu tidak nyaman."
Namun Kaluna tidak menanggapi perkataan Liam , dia tetap tidak melihat kearah suaminya itu. Memang perkataan Liam yang menjadikan candaan tentang pakaiannya itu membuat Kaluna tidak nyaman dan merasa malu.
karena tidak juga di pedulikan oleh Kaluna. akhirnya Liam bangkit dari posisi duduknya dan berjongkok di depan Kaluna. Melihat Liam berada di hadapannya Kaluna langsung menghapus air matanya . karena Liam tidak menyadari jika Kaluna menangis dari tadi.
__ADS_1
" Kamu menangis? Sekali lagi aku minta maaf." Liam menghapus air mata Kaluna, ia tidak menyangka candaan yang di buatnya tenyata membuat perempuan yang ada di hadapnya sedih , Liam tidak bermaksud membuat Kaluna menangis.
" Aku sudah 2 kali membuatmu menangis."
" Salah, bukan 2 kali tapi 3 kali." Jawab Kaluna menanggapi perkataan Liam. Kaluna menghapus jejak-jejak air mata yang masih membasahi pipinya . Liam yang mendengar jawaban Kaluna duduk kembali di sampingnya .
" 3 kali?" tanya Liam bingung pasalnya yang dia ingat Kaluna pertama kali menangis karenanya saat usianya 5 tahun saat itu Kaluna merias wajahnya yang sedang tertidur dan yang kedua saat ini dan ketiganya kapan? "
" Saat liburan kemarin." jawab Kaluna melihat ekspresi Liam yang bingung . " Sepetinya Kak Liam hobi sekali membuat perempuan menangis." ucap Luna dengan tatapan kesal.
Liam menggeleng. " Aku bukan laki-laki seperti itu ,aku tidak membuat mama menangis dan .." Kalimat Liam tertahan .
" Dan siapa ?" Kaluna menuggu kelanjutan kalimat Liam .
Liam ingin menyebut nama Elma tadi , memang selama berpacaran dengan Elma tidak sekali pun dia pernah membuat perempuan itu menangis karena Liam begitu menyayanginya .
Tapi dia tidak akan menyebut nama itu lagi , karena Liam sudah melupakannya saat dia mutuskan untuk menikah dengan Kaluna dan menerima Kaluna sebagai takdirnya .
" Dan siapa kak ?" tanya Kaluna kembali , tapi tetap Liam tidak memberikan jawabnya . dan malah bersusah mengganti topik pembicaraan mereka .
" Cie mantan Kak Liam ya. " Goda Kaluna. Tapi Liam tidak menanggapinya . membuat kaluna kesal juga dia sehatnya penasaran karena kalian tau pasti jika perempuan itu sangat penting , Kaluna tau dari mencerna kata-kata Liam saat pertemuan nya di taman waktu itu.
" Kumu sediri memang tidak punya ?" tanya kembali masih berusaha mengalihkan pembahasan tentang dirinya .
" Masa ?" tanya Liam dengan nda sedikit candaan.
" Aku serius Kak?"
"Terus. Laki-laki yang selalu kamu temani berbalas pesan itu siapa?"
Kaluna nampak kebingungan dengan pertanyaan itu .
" Laki-laki?"
"Iya . aku pernah melihatmu berbalas pesan dengannya. kamu terlihat bahagia sekali saat mendapat pesan darinya."
Kaluna tampak berfikir dan langsung tersenyum karena tahu siapa yang di maksud Liam . karena begitu bersemangat ingin membahas laki-laki yang selalu berbalas pesan dengannya Kaluna langsung memutar posisi duduknya yang sebelumnya menghadap ke depan kini menghadap ke arah Liam . Liam bisa melihat pancaran kebahagiaan di wajah Kaluna menambah rasa penasarannya tentang laki-laki itu.
" Maksud kak Liam itu kak Ryan?"
Liam hanya mengangkat bahunya mendengar nama itu .
__ADS_1
" Memang laki-laki seperti apa dia? apa dia begitu penting."
" Tentu saja . Kak Ryan itu orang yang selalu ada untukku." jawab Kaluna dengan tersenyum bahagia . Entah kenapa Liam merasa tidak suku mengetahui bahwa ada laki-laki yang membuat kaluna begitu bahagia dan saat membahas dirinya terlihat senyum begitu manis di wajah Kaluna.
" Kalau dia sepenting itu kenapa tidak menikah dengannya malah menikah denganku." ucap Liam dengan nada ketus.
" ih , apaan sih kak Liam . aku cuman menganggap kak Ryan itu sebagai kak."
" Terus dia juga memang menganggap kamu adik?"
" Tentu saja."
" Terus apa dia juga tau kalau kamu sudah menikah."
" Tentu saja."
Jawaban Kaluna sedikit melegakan bagi Liam , setidaknya laki-laki itu tau jika Kaluna sudah memilki suami .
"Memang kalian ketemu Dimana?" tanya Liam kemudian , dia begitu penasaran dengan sosok yang bernama Ryan itu .
" Di New York, saat ada Show , saat itu aku dan kak Ryan satu tim , aku begitu senang stelah sekian lama aku hanya sendiri orang Indonesia dalam tim itu , terus kak Ryan datang dan di situ kita berdua mulai akrab."
Liam mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Kaluna, tapi ada yang mengganjal dalam dirinya , saat Kaluna mengatakan satu tim , bukanya Kaluna selama ini menggeluti bidang make up , jika mereka satu tim apa laki -laki itu juga memiliki profesi yang sama . karena penasaran dengan asumsinya Liam akhirnya bertanya .
" Jadi kalian satu profesi?"
Kaluna mengangguk . Tapi kenapa malah membuat Liam tersenyum , dia ingin tertawa sebenarnya tapi takut membuat kalau marah lagi padanya . karena sepetinya kalian sudah lupa dengan masalah yang dia perbuat tadi.
" Kak Liam kenapa senyum -senyum begitu."
" Tidak . Orang yang namanya Ryan itu pasti begini ya." Liam mempraktikkan gaya gemulai." hal itu sontak membaut Kaluna tertawa terbahak -bahak .
" Apaan sih Kak Liam , mana ada Kaka Ryan bergaya seperti itu. Kaka Ryan itu cowok banget. em bentuk tubuhnya saja sepetinya lebih bagus dari kak Liam ."
" Benarkah ?" tanya Liam
Kaluna mengangguk
Dan malam yang semakin larut itu hanya membahas satu nama yaitu Ryan . Liam menjadi penasaran bagaimana sosok laki-laki itu sebenarnya dan bagaimana dia begitu menyayangi Kaluna, hal itu membuatnya tidak berhenti mengorek informasi dari Kaluna sama membuat Kaluna mengantuk dan tanpa sadar tertidur di bahunya. Liam melihat itu tersenyum tangannya terangkat untuk memperbaiki rambut Kaluna yang terurai menutupi wajahnya kemudian menyelipkannya ke telinga kaluna. Liam kemudian merubah posisi Kaluna masuk kedalam pelukannya Liam begitu memperhatikan wajah Kaluna , ini pertama kalinya di menatap wajah itu dengan jarak yang begitu dekat.
Liam kemudian mengangkat tubuh Kaluna dengan cara bridal style, tanpa membuat perempuan itu terbangun . Membawanya masuk kedalam kamar miliknya . sebenarnya Liam ingin membawa kalian tidur bersama Riana ,tapi kamar mamanya sudah tertutup dan tentu saja orang yang berada di dalam sudah terlelap.
__ADS_1
Setelah membaringkan Kaluna di tempat tidur. Liam berjongkok mendekatkan wajahnya pada Kaluna tangannya terangkat mengelus pipi Kaluna .
" Aku tidak tau sedekat apa kamu dengan laki-laki yang bernama Ryan itu ., tapi mulai sekarang aku akan menggantinya menjadi laki-laki yang selalu ada untukmu." sebelum beranjak Liam mengecup kening Kaluna dan menutup tubuh itu dengan selimut .