
Shaynaa membuka matanya pelan kepalanya terasa sangat berat Ia tidak ingat sama sekali apa yang telah terjadi pada dirinya. Yang ia ingat saat itu Ia baru keluar dari sebuah toko di mana selama ini dirinya bekerja dan saat jam bekerjanya telah selesai Adnan. Saat ingatnya tertuju pada kekasihnya tersebut Kaluna ingat sekolompok orang tiba -tiba menyerang mereka berdua dan menghajar Adnan dengan begitu mengerikan dan setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.
“ Ad..nan” Shaynaa berkata lirih dan terbatas -bata . Ia berusaha bangkit dari tidurnya sambil terus memegangi kepalanya yang Ia rasa akan pecah, mata miliknya menangkap sesosok laki-laki yang sudah tidak berdaya, kedua tangannya di ikat ke atas dengan darah tidak berhenti menetes di sekujur tubuhnya.
Ruangan ini begitu menakutkan bagi Shaynaa , ia tidak dapat melihat dengan baik. Shaynaa yakin laki-laki yang di gantung tersebut adalah Adnan . Hanya mereka berdua di ruangan gelap tersebut . Shaynaa berusaha menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendekati laki-laki tersebut dengan cara menyeret tubuhnya.
“Ad..na..n.”
Laki-laki itu berusaha mendongakkan kepalanya . Ia dapat melihat Shaynaa berusaha mendekatinya . Sambil terus berusaha Shaynaa meneteskan air mata menyaksikan ke adaan kekasihnya tersebut . Shaynaa tidak tau orang jahat mana yang melakukan perbuatan mengerikan ini pada dirinya . Ia dan Adnan tidak memiliki musuh , tapi kenapa ada orang begitu kejam memperlakukan mereka berdua seperti ini .
"Shay...”
Adnan sudah tidak sanggup melanjutkan kata Yang keluar dari mulutnya semua tulangnya terasa hancur akibat pukulan yang ia terima.
Di ruangan yang berbeda Seseorang dengan penuh rasa bahagia meyaksikan penderitaan kedua orang tersebut melalui sebuah layar. di tangannya memegang sebuah gelas . sesekali orang tersebut menyesap minuman miliknya .
Setelah puas menyaksikan tontonan tersebut Laki-laki itu kemudian bangkit dan melangkah meninggalkan ruangan yang di dominasi dengan warna gelap. Beberapa Laki-laki lainnya sudah siap dengan perintah yang akan keluar dari mulutnya .
Laki-laki itu adalah Adam Finnerz Ketua mafia dari klan Devil. Apa paling tidak di sukai Adam ? yaitu jika ada yang menyentuh kelurganya . Tanpa ampun Ia akan melenyapkan orang tersebut .
“Kalian bisa menunggu diluar” Perintah Adam sambil melepaskan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya . Semua paham apa yang akan terjadi selanjutnya ketika Putra dari keluarga Finnerz tersebut melepaskan jam tangannya . Aroma Kematian , ketua Devil Mafia tersebut memiliki kebiasaan jika ingin melenyapkan nyawa seseorang Ia akan melepaskan Jam tangan yang selalu melingkar tersebut.
__ADS_1
Saat pintu terbuka aroma darah langsung menyambut saluran pernapasan setiap yang berdiri tepat dihadapan ruangan yang tidak memiliki cahaya tersebut . Percayalah Adam sangat menyukai aroma tersebut. Laki-laki itu begitu menikmati pemandangan yang sudah ia ciptakan . meyaksikan dua pasangan kekasih yang sebentar lagi akan dia jadikan mainannya.
Shaynaa dapat mendengar kedatangan seseorang . Tapi tubuhnya tidak mampu menolongnya hanya untuk berbalik dan menyaksikan siapa yang datang . Entah orang untuk datang untuk menyelamatkannya atau malah akan menambah penderitaannya .
Saat Adam berdiri tepat di samping Shaynaa yang susah tidak berdaya . Adam dengan paksa menarik rambut Shaynaa gadis itu dengan dengan kasar tanpa belas kasih. memaksa perempuan tersebut menatapnya .
“ Ahh” Shaynaa meringis kesakitan . Ia tidak mampu melawan pengaruh obat yang masih begitu menguasai tubuhnya .
"Jadi wanita sepeti dirimu yang suka menggoda milik orang lain," Adam memaksa Shaynaa untuk mendengarkan setiap kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki tersebut .dengan tangannya tetap berada di rambut Shaynaa. Shaynaa tidak berhenti meringis kesakitan akibat cengkram kuat tangan laki-laki ini pada rambut panjang nya
Semua kata -kata yang keluar laki-laki yang ada di hadapannya tersebut membuat Shaynaa tidak mengerti sama sekali . otaknya tidak mampu berpikir dengan baik .
Setelah melepaskan rambut Shaynaa Adam berdiri mendekati Adnan yang terus menundukkan kepalanya . laki-laki itu sudah tidak mampu melakukan apa-apa . Shaynaa melihat langkah Adam mendekati kekasihnya tersebut , entah apa yang akan di lakukan ya Shaynaa sama sekali tidak tau. Bahkan penyebab Dia dan Adnan berada di tempat ini pun masih membuatnya kebingungan .
Seketika nafas Shaynaa tercekat saat menyaksikan Adam mengeluarkan sebuah benda dari balik tubuhnya . Shaynaa berusaha menggunakan sisa kekuatannya untuk menyelamatkan kekasihnya , tapi sekuat apapun Shaynaa melakukannya Ia tidak akan mampu menyelamatkan orang yang paling di sayangi nya tersebut.
“ No” suara Shaynaa terdengar lirih .air mata sudah mengalir di pipinya .
Tapi Adam tidak menghiraukan permohonan yang terdengar pilu tersebut
“ Seharusnya kamu menjaga kekasih mu itu untuk tidak menjadi pelacur” Adam berbisik di telinga Adnan sambil sebuah belati di buat menari di atas wajah Adnan dan seketika Adam merobek wajah Adnan .
__ADS_1
“ Aaagggghh” Adnan berteriak kesakitan.
Darah Adnan mengenai wajah Adam . bukannya kasihan Adama malah tersenyum puas menyaksikan hal tersebut . Shaynaa hanya bisa menangis menyaksikan apa yang tejadi dengan kekasihnya, dia berusaha menyeret tubuhnya untuk mendekat untuk menolong Adnan .
Permainan Adam Tidak sampai disitu , hati iblis yang bersarang pada diri Adam akan membuat suatu yang lebih mengerikan dari sebelumnya . laki-laki itu kemudian manarik rambut Adnan membuat kepala Adnan mendongak dan
Blasss ... satu tusukan bersarang di tubuh Adnan .
“ Aaagggg” Shaynaa berteriak histeris .
Dia mungkin tidak akan bisa bernafas dengan baik setelah ini . Bisa di bayangkan bagaimana sakitnya Shaynaa melihat satu-satunya orang yang menjadi Sandaran hidupnya pergi meninggalkannya tanpa mengetahui kesalahan apa yang kekasihnya tersebut lakukan . Adnan yang di kenalnya adalah laki-laki yang sangat baik yang begitu menyayanginya , melindunginya dan Selalu ada untuknya dan Laki-laki itu adalah segala-segalanya baginya baginya harus mati dengan cara begitu kejam . Shaynaa hanya berteriak histeris tanpa mampu mengeluarkan kata-kata .
Adam memotong tali yang mengikat tubuh Adnan membuat tubuh yang sudah tidak bernyawa itu terjatuh dan berguling ke arah perempuan yang tengah menangis histeris .
" Ad...nan," Shaynaa masih bersusah memanggil nama kekasihnya berharap kekasihnya masih hidup . tangan Shaynaa menyentuh wajah Adnan yang susah di penuhi darah begitupun dengan tubuh laki-laki itu .
Adam yang menyaksikan itu tertawa dengan sangat puas , bahkan suara tawanya memenuhi ruangan yang begitu gelap, tapi sepertinya Shaynaa tidak mempedulikannya, dia masih berusaha menegakan tubuhnya untuk membangunkan kekasihnya .
Adam mendekat dan berdiri di samping Shaynaa , lalu tiba -tiba Adam menginjak tubuh Adnan yang susah tidak bernyawa . sontak hal itu membaut Shaynaa memohon kepadanya untuk tidak melakukan itu.
" Sekarang giliran mu wanita j*lang ." bisik Adam di telinga Shaynaa sambil menarik rambutnya , memaksa tubuh itu untuk mengikuti langkahnya .
__ADS_1