Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Mengatakannya pada Elif


__ADS_3

Satu bulan lamanya Kaluna harus terkurung di pulau ini, untuk memenuhi keinginan Daddy dari Elif itu. Menolak pun percuma karena setiap di meminta laki-laki itu seolah tidak mendengarkan permintaanya, ada banyak mereka lakukan seolah Liam sudah membuat jadwal tersusun kegiatan mereka selama ini, salah satunya adalah Liam membawa mereka menaiki kapal pesiar dan hanya mereka yang menjadi penumpangnya dan Liam menyiapkan makan yang sangat romantis di sana dan juga membawa mereka mengelilingi pulau ini yang ternyata begitu indah dan banyak lagi dan malam ini adalah malam terakhir mereka di pulau ini. Selama satu bulan itu Kaluna tidak pernah mau tidur bersama Liam atau mengiyakan laki-laki itu untuk masuk ke kamarnya, karena dia tidak ingin sampai Elif berfikiran aneh jika sampai memergoki mereka . Tapi sepertinya penolakan Kaluna berakhir kali ini karena liam berhasil membujuknya untuk bersamanya malam ini, dan membiarkan elif tidur sendiri, bukan hanya itu laki -laki itu juga berhasil membuat istrinya melakukan suatu yang dia inginkan .


"Aku masih penasaran bagaimana kamu bisa betemu dengan elma." Ucap Liam sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang dengan begitu erat, salah satu tangannya Liam berada di perut kaluna. Ke duanya berada dibawah selimut yang sama tanpa mengenakan apa -apa .


Kaluna yang mendengarkan itu berbalik menghadap Liam. Membuat liam harus melonggarkan pelukannya


Kaluna menatap Liam.


"Kamu penasaran atau memang memikirkannya." Kalimat Kaluna terdengar tidak suka saat Liam kembali mengingat perempuan yang menyebabkan mereka melewati semua ini , meskipun Liam sudah menjelaskan jika dia menikahi wanita itu tidak ada maksud lain selain untuk menolongnya, tapi tetap saja luka yang pernah dia rasakan masih tidak mampu dia lupakan.


Liam yang mendengar nada bicara istrinya sudah terdengar berbeda langsung mencubit hidung Kaluna dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan .


"Ihhhh sakit ." Protes kaluna dan memukul tangan liam yang berada di hidungnya .


"Bukankah sudah aku jelaskan aku sudah tidak memiliki perasaan lagi."


"Terus kenapa masih menanyakannya , masih penasaran dengannya ?" Kaluna kembali berbalik membelakangi liam kalimat kesal tidak berhenti keluar dari mulutnya.


Liam yang mendengar itu bukannya merasa bersalah, malah tersenyum. Jika Kaluna se kesal itu saat dia membahas elma itu berarti cinta istrinya masih utuh untuknya.


tangan Liam berada di bahu Kaluna meminta nya untuk berbalik ke arahnya,


" ihh apaan ." Kaluna menggoyangkan bahunya menolaknya permintaan Liam yang menginginkannya berbalik .


"Berbalik sekarang atau akan aku pastikan elif akan mendengarkan suara teriakan mommy malam ini." Liam tersenyum setalah mengatakan kalimat itu karena seperti biasa Kaluna akan kesal jika dia mengancamnya dengan cara seperti itu .


" Kak Liam apaan sih." kaluna memukuli dada Liam karena kesal dengan kalimat yang baru di ucapkan Liam . Tangan Kaluna baru berhenti saat Liam menagkap tangan Kaluna.


" Kenapa, kamu tidak suka em?"

__ADS_1


Kaluna tidak menjawab dia sungguh malu mendengarkan kalimat Liam barusan. Wajahnya menunduk mengindari tatapan liam yang seolah menggodanya. Melihat itu Liam kembali membaut Kaluna menatap dirinya dengan cara menjepit dagunya. Tangan Liam masih berada di pergelangan tangan Kaluna dia kemudian membawanya menyentuh bibirnya, mencium pergelangan tangan itu berulang kali.


" Maaf , aku pernah menyakiti ini dan juga membentakmu." Mengingat saat itu dia penah menarik paksa tangan kaluna dan membentaknya malam itu, dia tidak menyangka jika malam itu adalah saat terkahir dia melihat wajah istrinya . Kaluna hanya diam. Wajahnya kembali tertunduk. Liam menarik kaluna masuk ke dalam pekukannya , memeluk tubuh itu begitu erat sambil kata maaf tidak berhenti ia ucapkan .


***


Hari ini adalah hari di mana keluarga kecil itu akan meninggalkan pulau diamana mereka mengabiskan waktu satu bulan lamanya, Liam tidak berhenti bersyukur karena apa yang dia inginkan sudah dia dapatkan maaf dari kaluna dan sebentar lagi dia akan mengatakan yang sebenarnya pada putrinya , siapa dia sebenarnya dia berharap Elif akan mau menerimanya .


"Kamu yakin, kamu sendiri yang ingin menjelaskannya pada Elif?"


"Iya. aku ingin aku sendiri yang melakukannya." Kaluna yang sementara ini duduk di salah satu kursi di samping vila menyaksikan Liam berjalan menuju putri mereka. Kaluna yang melihat dari jauh tidak tau sama sekali apa yang sementara ini di katakan Liam pada Elif , yang bisa dilihatnya hanya Liam yang membawa Elif duduk di sebuah ayunan dan mengajak Elif mengobrol layaknya orang dewasa. kaki Elif menjuntai ke bawah .


" Apa Elif bahagia selama di sini?"


Liam memulai obrolannya .


" Em, karena ada mommy."


Elif mengangguk.


" Uncle, bukan kah waktu itu uncle bilang akan bawa Elif bertemu Daddy."


Liam yang semula duduk di samping Elif kini berjongkok di hadapannya .


" Jika Uncle adalah Daddy Elif apa Elif akan senang ?"


"Kalau uncle Daddy nya Elif, kenapa baru menemu Elif?"


tangan Liam mengelus rambut Elif.

__ADS_1


" Maaf waktu itu Daddy lagi sakit jadi belum bisa menemui Elif ."


Liam menjelaskan penyebab dia baru menemui Elif sakit adalah jawab Liam, dia tidak bisa kemana-mana dan harus berbaring di rumah sakit selama ini .


" Jadi Uncle betul Daddy Elif ."


Liam mengangguk.


" Maaf, Jika Daddy baru menemui mu sekarang."


Elif masih tampak kebingungan dan tidak percaya. jika orang yang dia panggil Uncle adalah Daddy nya.


" Apa Elif mau melihat foto pernikahan Daddy dan mommy mu ?"


" Mau ." jawab Elif antusias. Liam mengeluarkan hp miliknya dan membuka galeri di hpnya, di sana Elif bisa melihat foto sang mommy dan seseorang laki-laki yang wajahnya mirip dengan laki-laki yang ada di hadapannya , Elif secara bergantian melihat foto itu dan wajah laki-laki yang ia panggil Uncle dan sama itu kesimpulan Elif dalam benaknya .


" Jadi Uncle beneran Daddy Elif ?"


" Iya sayang ." Elif langsung memeluk Liam dia tidak menyangka jika Daddy betul-betul menemuinya , Elif begitu bahagia akhirnya doa nya di kabulkan oleh Tuhan dia bisa bertemu dengan Daddy nya.


" Daddy Elif rindu ." suara Elif sudah tidak seperti biasa dia menangis .


" Daddy juga sangat merindukan Elif .maaf Daddy baru bisa menemui mu dan mommy ."


Kaluna yang tidak tau apa yang sebenarnya mereka bicarakan ,tapi sekarang ini dia melihat Elif memeluk Liam dia yakin Liam sudah mengatakan apa yang menjadi impian putrinya selama ini .


****


Genggaman Liam tidak lepas dari Kaluna mulai mereka meninggalkan vila itu hingga berada di helikopter yang akan membawa mereka kembali ke kota. Elif yang ada di pangkuan Liam dan Kaluna yang dia minta bersandar di bahunya dan sesekali dia mencium punggung tangan Kaluna yang tidak lepas dari genggamannya .

__ADS_1


" Terimah kasih ." ucap Liam


__ADS_2