
Zana yang berada di dalam kamar mandi hanya duduk, dia tidak berbohong perutnya memang tiba sakit tapi Setelah dia sudah berada di dalam kamar mandi tiba -tiba sakit perutnya hilang. Zana berusaha menenangkan dirinya sebelum keluar dari kamar mandi karena dia yakin Gio sudah menunggunya.
Pintu kamar mandi terbuka di sana dia melihat gio masih berbaring tapi ada hp di tangannya.
"Sudah selesai ?" tanya Gio saat melihat sang istri sudah keluar , Zana mengangguk meskipun dia tidak melakukan apa-apa tadi di dalam sana hanya duduk diam.
Ia kemudian mendekat naik ke atas ranjang.
Gio yang melihat ekspresi gugup Zana hanya tersenyum.
"Ayo tidur, kita akan melakukannya saat kamu sudah siap." kalimat Gio entah mengapa menimbulkan rasa lega di hati Zana, dia takut jika Gio kembali menyentuhnya sakit perutnya akan kembali datang. sebelum memejamkan mata Gio mengecup kening Zana dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Zana yang melihat laki-laki yang sudah tertidur di hadapannya itu juga ikut memejamkan matanya, pasangan pengantin baru itu akhirnya tertidur di malam pertama mereka. berbadan dengan pasangan suami istri di lantai yang Lain .
Liam tidak berhenti mengerang nikmat saat sang istri berhasil memberikan pelayanan terbaik padanya.
"Terimah kasih." ucap Liam sambil menyentuh bibir sang istri
"Sama -sama." jawab Kaluna tersenyum.
Liam kemudian membaringkan tubuh sang istri, tidak lupa sebelum Liam juga ikut berbaring terlebih dahulu Liam akan menyapa calon bayinya dengan cara mengelus purut Kaluna yang masih rata dan mencium nya. Setelah itu ia mencium kening sang istri dan berbaring sambil tanganya melingkar di pinggang Kaluna.
***
Zana terbangun dari tidurnya, ia kemudian melirik ke arah orang yang masih terlelap di samping, Zana tersenyum saat kembali mengingat bagaimana dia tiba-tiba sakit perut saat Gio akan melakukannya. Puas memandangi wajah sang suami Zana beranjak dari tempat tidur untuk ke kamar mandi, dia ingin sudah terlihat rapi saat sang suami sudah bangun .
Bunyi air langsung terdengar saat zana mulai berdiri di bawa guyuran Shower, baru beberapa menit dia menikmati tiba -tiba pintu kamar mandi terbuka tanpa Zana sadari, Gio yang terbangun saat mendengar suara air langsung beranjak dari tempat tidur, Laki-laki itu tersenyum saat melihat penampilan sang istri yang berdiri tanpa mengenakan apa -apa, Gio mengentikan langkah untuk melepas kain yang menutupi tubuhnya.
"Akh" Zana terkejut saat merasakan seseorang menyentuhnya. Dia kemudian melirik kearah belakang dan di sana ia melihat Gio.
"Aku menginginkanmu." Suara Gio terdengar berat berbisik di telinga sang istri hal itu langsung membuat zana memejamkan matanya karena Gio mengulum daun telinga nya yang berhasil menimbulkan rasa geli pada Zana . Kepala zana mendongakkan ke atas saat bibir itu sudah berpindah ke bahunya, lidah suaminya bergerek indah di sana di tambah lagi kedua tangan besar sang suami tidak berhenti menggoda kedua menda kenyal miliknya
"Gi..o" Suara Zana terdengar begitu sensual di telinga Gio yang membuat laki-laki itu sudah tidak tahan dan langsung memutar tubuh sang istri untuk berhadapan dengannya dan dengan cepat Gio langsung melu*mat bibir kecil itu, tubuh Zana terbentur di tembok, dia sepertinya belum mampu mengimbangi kemampuan suaminya yang sudah sangat berpengalaman. Saat bibir Gio yang sibuk di atas kedua tangan laki-laki itu juga tidak tinggal diam satu tangannya masih berada di benda kenyal milik sang istri dan satu lagi turun kebawah.
__ADS_1
"Emmm." Zana melepas penyatuan bibir itu, dia rasanya tidak sanggup menahan tubuhnya untuk tetap berdiri. . Tangan sang Suami begitu liar bergerak di bawah sana. tapi di tetap memberikan akses dengan sedikit melebarkan kedua kakinya sambil kedua tanganya mengalung di leher Gio
"Aakkhhhh." Zana sampai pada pelepasan pertamanya Gio begitu puas melihatnya dengan cepat menangkap tubuh Zana yang hampir terjatuh.
"kita lanjutkan di tempat tidur."
Hap
Gio menggendong tubuh sang istri seperti kuala keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur, dengan pelan Gio membaringkan sang istri. kedua kaki Zana.
"akkkhhh." Zana meremas kuat kedua sesi bantal saat merasakan bagian sensitif di bawah sana tengah di nikmati sang suami..
Gio seolah memperlihatkan kemampuannya pada sang istri dalam hal membuat wanita puas dengan sentuhannya. Semakin lidahnya bergerak dibawah sana Zana semakin dibuat gila. Zana bisa merasakan sesuatu di tubuhnya akan segera keluar .
"Akkkkhhh ..Giioo akuu, ingin keluarr ahhhh"
Dan benar saja cairan itu menyembur, Gio tersenyum karena lagi-lagi sana mendapatkan pelepasan nya Dia memberikan Zana untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu karena setalah ini adalah gilirannya.
"Sudah siap?"
Zana mengangguk lemah.
Dengan pelan gyio mengarahkan miliknya di bawah sana .
"Ahhhh.ssstt." Zana meringis di bawah sana terasa sakit, Gio yang mendengar itu mengentikan sejenak gerakannya
Kemudian mengajak sang istri saling membelit lidah, dan di bawah sana juga akan melakukan tugasnya, Gio ingin mengalirkan rasa sakit sang istri dengan memberikan rangsangan
Akhhhh,
akhirnya di bawah sana menyatu dengan sempurna dan dengan pelan Gio mulai menggerakkan pinggulnya. suara Zana yang awal terdengar meringis berganti dengan de..Sahan
__ADS_1
Tapi beberapa saat kemudian aktivitas pasangan pengantin baru itu sedikit terganggu dengan sebuah deringan posel milik Gio, yang membuat laki-laki itu kesal , bisa-bisanya ada yang menganggu dirinya, dengan terpaksa dia harus mengangkatnya karena di sana tertulis nama mamanya , Gio mengangkat telpon itu tanpa menghentikan aktifitasnya, tapi Gio bergerak pelan agar suara desa..han sang istri tidak terdengar
"Kamu belum turun."
"Belum, aku masih belum selesai."
"Memang apa yang kamu lakukan ini sudah sangat siang Gio, mama menunggu mu dibawa untuk sarapan ."
"Mama ingin tau apa yang aku lakukan?
"Iya ."
Karena pertanyaan mamanya itu Gio tiba-tiba menghentakkan pinggulnya dengan sangat kasar .
"Aaakhhhh ahhhh..suara desa.han Zana terdengar memenuhi kamar itu Gio tidak berhenti menghentakkan miliknya agar suara itu bisa di dengar dengan jelas oleh mamanya .
"ya ampun Gio."
setelah mengatakan itu wanita itu lantas mematikan panggilannya
Gio langsung melempar hp dan kembali menatap Zan yang sudah basa dengan keringat begitu pula dengan.
"Sebut namaku baby." ucap Gio sambil terus mengegerkan pinggulku dia ingin desa.han istrinya juga menyebut namanya . tapi Zana tidak melakukanya.
"Aku menuggu sayang ." Gio kembali menghentakkan mikirnya dengan kasar
"ahh..Giiioooo."
Gio tersenyum, di kemudian semakin mempercepat gerakannya hingga merasakan Zana akan kembali mendapatkan ******* nya begitupun dirinya.
"Aaarrrrgggg." Gio mengerang saat sampai pada pelepasan nya. Ia angsung mejatuhkan tubuhnya di atas Zana berusaha mengatur deru nafasnya begitupun Zana, Wanita itu terlihat sudah tidak berdaya.
__ADS_1