
" Kamu bisa pulang ke rumah, supir ayah akan mengantar" .
Tangan faisal bergerak cepat meraih telpon di atas meja kerjanya dan langsung menghubungi supirnya. Kemudian Faisal meminta Diana mengantar Kaluna ke lobi kantor . Sebelum keluar dari ruangan ayahnya, Tatapan Kaluna tidak lepas dari laki-laki yang membuatnya merasa bersalah selama ini.
" Pulang lah untuk istirahat . Ayah akan pulang setelah pekerjaan selesai. " Faisal kemudian mengantar putrinya sampai di depan pintu ruangannya. Kaluna hanya mengangguk. Kemudian melangkah pergi dari tempat tersebut dengan hati penuh kekecewaan. Untuk kesekian kalinya Kaluna harus pergi tanpa menyelesaikan masalah hatinya.
" Maaf kan ayah Kaluna. " Ucapnya lirih
Faisal kemudian melangkah kembali kemeja kerjanya duduk dan bersandar di tempat tersebut sambil membuang nafasnya kasar. Dia hanya tidak mau mengingat kenangan menyakitkan tersebut.
Di dalam lift bersama dengan Diana Kaluna tidak mengeluarkan suara. Kepalanya tertunduk dengan jari-jari tangannya meremas satu sama lain. Diana yang berdiri tepat di sampingnya sesekali melirik kearah ya tanpa berani bertanya. Perempuan yang sudah 2 tahun menjadi sekertaris ayahnya tersebut dapat melihat kesedihan dari anak bosnya tersebut saat di minta untuk mengantarkan ya menuju lobi kantor. Penasaran. Itulah yang ada di hati Diana. Bukankah setelah sekian lama tidak tinggal bersama dan akhirnya akan tinggal, bukan kah seharusnya rasa bahagia yang di rasakan tapi, kenapa antara anak dan ayah malah menampakkan tatapan yang sedih dari keduanya. Tapi. Dia tidak akan seberani itu untuk bertanya dan menyimpan rasa penasaran nya untuk dirinya saja.
Tiiing
Lift terbuka di lantai satu. Diana keluar terlebih dahulu diikuti Kaluna di belakangnya.
" Silahkan masuk nona"
Diana mempersilahkan Kaluna masuk setelah sekertaris tersebut membukakan pintu mobil.
"Terima kasih" Jawab Kaluna di sertai senyuman.
Kaluna kemudian melangkah masuk. Dan pintu mobil langsung di tutup oleh Diana. Kemudian meninggalkan kantor tersebut .
Di dalam mobil pandangan Kaluna hanya melihat lalu lalang kendaraan yang berpapasan mau pun serah dengannya. Ia tak melepaskan pandangan keluar jendela . Pikirannya hanya mengingat kembali perlakuan ayahnya. Perlakuan yang sama setiap Kaluna akan mulai membahas masa lalu tersebut. Supir yang mengantarnya pulang ke rumah sesekali melirik melalui kaca mobil.
__ADS_1
" Emm. . Maaf nona Kaluna."
Akhirnya suara supir itu keluar. Sudah dari tadi Ia ingin bicara sesaat setelah meninggalkan kantor. Tapi takut mengganggu. Apa lagi saat awal masuk sampai sekarang tatapan dari orang yang dia antar tersebut tampak tidak baik-baik saja.
" Iya.. Ada apa pak.?"
" Kata bapak, untuk barang -barang nona Kaluna yang masih ada di hotel akan di urus sama orang kantor. Jadi kita bisa langsung ke rumah. Supaya nona bisa istirahat. "
" Ah.. Iya pak."
Dia bahkan lupa dengan barang-batangnya sendiri yang masih ada di hotel karena terlalu memikirkan masalahnya.
Mobil yang membawanya tersebut melaju dengan kecepatan sedang melintasi kota yang sedikit macet. Pandangan Kaluna kembali mengarah ke jendela mobil sambil memiringkan sedikit kepalanya ke kaca mobil tersebut. Saat menyadari kalau jalan yang Ia lewati bukan jalan menuju rumahnya Kaluna kembali memperbaiki posisi duduknya dan mengarahkan pandangannya ke arah supir.
" Loh, pak. Bukanya kita akan kembali ke rumah. Ini kan bukan jalannya? "
Supir itu ingat perkataan dari bosnya jika nanti anaknya tersebut menanyakan hal demikian jawab saja kalau rumah tersebut sudah saya jual .
" Saya akan mengantarkan nona Kaluna ke rumah yang baru. Soalnya rumah yang lama susah bapak jual. "
" Kapan? " Tanya Kaluna kaget. Soalnya ayah nya selama ini tidak pernah membahas soal tersebut. Bukankah terlalu di sayang jika rumah yang begitu banyak menyimpan kenangan bagi mereka harus dijual. Meskipun di sana juga awal dari kesedihan mereka. Seketika Kaluna tersadar.
" Apa ayah menjualnya karena peristiwa tersebut? " Batin Kaluna. Hal itu kemudian menambah rasa bersalah dalama dirinya Kaluna. Air matanya tanpa sadar jatuh mengenai pipinya.
Hening. Itu yang terjadi sepanjang perjalanan . Hingga mobil yang membawa Kaluna melewati gerbang dan memasuki sebuah rumah yang cukup besar yang di dominasi dengan chat putih berlantai dua.
__ADS_1
" Silahkan nona! "
Pintar supir tersebut . Mempersilahkan Kaluna untuk keluar setelah membukakan pintu. Kaluna melangkah keluar sambil tatapannya mengitari sekitar rumah baru yang akan Ia tempati. Dari arah pintu rumah tampak pelayan yang spontan membuat Kaluna berlari.
" Mba Tia . " Kaluna berlari masuk kedalam pelukan pelayan rumahnya tersebut. Kaluna tidak menyangka salah satu pelayan di rumahnya sebelumnya masih bekerja sampai sekarang.
" Nino Kaluna Kanapa baru pulang. Ini sudah terlalu lama." Suara pelayan yang usianya sudah melewati setengah abad itu terdengar serak karena di iringi tangisan. Sambil membalas pelukan nonanya yang sudah lama tidak pernah bertemu.
Setelah peristiwa yang berusaha di lupakan untuk penghuni rumah lama tersebut. Perempuan itu tau bagaimana hubungan Tuan dan nona mereka. Terkadang saat malam Ia biasa mendengar tangisan anak kecil yang begitu memilukan dan kemana ayah anak tersebut yang seharusnya membujuk dan menenangkannya. Tuanya berada di ruangan kerjanya. Gadis itu terntu sangat merindukan kehangatan dari ayahnya yang sudah tidak di dapatkan semenjak kepergian mamanya.
Setelah hari pemakaman. Tuanya lebih banyak menghabiskan waktu ruangan kerjaan. Faisal saat itu berusaha mengalihkan rasa sedih dan kecewa terhadap putrinya dengan lebih fokus mengurus pekerjaannya. Bahkan tak jarang laki-laki tersebut berusaha menghindar setiap putrinya mendekat. Hal seperti itulah yang selalu pelayan itu saksikan . Nona Kaluna kecil memang berbuat suatu kesalahan. Tapi pantaskah gadis kecil itu untuk dibenci dan di lupakan oleh ayahnya sendiri?. Perlakuan yang di dapat oleh Kaluna dari ayahnya di ketahui oleh Handra sahabatnya, yang membuat dirinya marah dan berusaha menasehati Faisal. Mengingatkan untuk kembali hidup mengikhlaskan Naya dan memperhatikan putrinya. Setelah malam itu Faisal memutuskan untuk pindah ke luar Negeri dan membawa Kaluna. Untuk melupakan semuanya Faisal memutuskan untuk menjual rumah tanpa Kaluna ketahui.
Setelah kepergian tuanya. Tia kembali ke kampung halamannya. Tapi beberapa tahun kemudian Tuanya kembali ke negaranya dan memintanya kembali bekerja dengannya. Tentu saja hal tersebut membuat perempuan tersebut sangat senang dan langsung memenuhi keinginan tuannya tapi, satu yang membuatnya sedikit kecewa nona mudanya ternyata tidak ikut kembali bersama.
Dan hari ini dia mendapat kabar bahwa gadis kecil yang begitu ia sayangi dan rindukan itu tengah di perjalanan menuju di mana dirinya berada.
Setelah pelukan keduanya terlepas dan saling menghapus air mata kerinduan . Keduanya lalu sama -sama melangkah memasuki rumah tersebut dengan perasaan haru. Di dalam hatinya Kaluna sangat bahagia karena pelayan yang sebelumnya bekerja di rumah mereka yang lama masih tetap bekerja bersama mereka. Setiap langkah mereka saat memasuki rumah hanya ungkapan kerinduan yang terucap dari bibir keduanya.
Bersambung....
Hay kak! 😊
Novel MAAF AKU YANG HARUS PERGI on going yah 
Jadi Author mengharapkan dukungan untuk kak semua ☺. Dan jangan lupa di like dan tinggalkan komen kalian pastinya tanda 💕💕💕💕 Author tunggu maaf ya permintaan Author banyak banget 😄😄😄
__ADS_1
Tambahkan ke rak novel favorit 😍💕 juga.
Terima kasih 😘💕