
Pagi -pagi sekali Kaluna sudah memasukkan semua barang-barangnya ke dalam koper. Semalam ia sudah memikirkan semuanya dan memutuskan untuk pulang. Menyelesaikan semua masalah yang membuat hatinya tidak tenang selama ini.
Kaluna meraih HP yang terletak di meja rias dan melakukan panggilan. Beberapa saat kemudian panggilan tersebut diangkat
" Halo " Jawab orang di sebarang sana
" Aku ingin pulang kak ". Jawab Kaluna dengan nada lemah.
" Apa paman sudah tau ? "
" Belum.. Kak Ryan jangan bicara dulu yah dengan ayah " .
" Loh, kok gitu, paman harus tau Kaluna, paman pasti senang jika tau kamu akan pulang". Jawab Ryan, tapi Kaluna tidak merespon kata-kata tersebut Kaluna hanya diam. " Ya sudah kalau kamu tidak mau kalau paman tau, kapan kamu pulang ? " Tanya Ryan lagi karena tidak mau menuntut Kaluna untuk menjawab pertanyaannya.
" Besok Pagi . Hari ini aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ku disini.
" Baiklah, besok Kakak antar kamu ke bandara "
" Terima kasih Kak" .
Kaluna menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur . Lama Kaluna dalam Posisi tersebut kemudian bangkit kembali dia akan menemui miss Clara untuk menyampaikan keinginannya berhenti sementara dari tim, dia pun belum tau sampai kapan.
***
Di bandara. Terlihat dua orang sedang berpelukan erat.
" Terima sih ya kak sudah anterin Kaluna" . Ryan mengacak -acak rambut Kaluna setelah pelukan itu terlepas.
" Kalau sudah sampai kabari Kak "
__ADS_1
"Ok" Jawab Kaluna sambil mangakat jari jempolnya ke atas. Ryan betul -betul memperlakukan Kaluna seperti adiknya sendiri dan Kaluna sangat bahagia di perlakukan demikian. Orang yang awalnya menjadi partner kerjanya itu lambat laun menjadi orang yang sangat dekat dengannya dan menjadi seperti saudara baginya.
Beberapa saat kemudian pesawat yang akan membawa Kaluna sudah memberikan pengumuman akan keberangkatan. Kaluna pun segara melangkah menaiki pesawat tersebut. Di dalam pesawat bayangan masa lalunya kembali datang dan membuat air mata Kaluna kembali jatuh.Kaluna berusaha memejamkan matanya untuk sekedar melupakan kenangan buruknya.
Setelah menempuh penerbangan selamat 21 jam 25 menit akhirnya Kaluna tiba di tempat dimana kenangan saat dia masih kecil. Kaluna merebahkan dirinya di tempat tidur di sebuah hotel. Ia memilih menginap di tempat tersebut. Ia belum ingin menemui ayahnya bahkan memberitahu pun belum, Ia ingin mengunjungi seseorang terlebih dahulu saat pagi menjelang nanti.
***
" Apa kabar ma. Maaf Kaluna baru datang menemui mama. Ade bayi apa kabar " Saat ini Kaluna berada di sebuah pemakaman dan di sana tertulis nama seorang perempuan. Perempuan yang sudah melahirkannya dan seseorang yang membuatnya selalu merasa bersalah dalam hidupnya. Rasa bersalah dan permintaan maaf dengan benar belum pernah Kaluna lakukan setelah peristiwa tersebut. Meskipun selama ini ayahnya tidak pernah mengungkitnya.
Selama tinggal di Luar Negeri Kaluna selalu meminta ayahnya untuk menyekolahkannya di sekolah yang memiliki asrama sehingga ia tidak memiliki interaksi yang begitu sering dengan ayahnya. Kaluna tidak ingin melihat wajah sedih ayahnya meskipun itu tidak di perlihatkan langsung pada dirinya. Kaluna dan ayahnya memutuskan tinggal di Luar Negeri setelah peristiwa menyakitkan itu terjadi yang membuat mama Kaluna meninggal dunia. Faisal meninggalkan Negeri kelahirannya untuk melupakan semua kenangan tentang istri yang begitu ia cintai. Ia berusaha membangun sebuah kehidupan bahagia bersama putrinya. Setelah puluhan tahun seorang sahabat meminta bantuannya dan membuat Faisal kembali tanpa Kaluna.
Saat ini Kaluna tengah duduk di kursi sebuah taman setelah dari berziarah ke makam mamanya. Di sana cukup ramai karena taman ini juga memiliki arena bermain anak-anak sehingga banyak orang tua yang menemani anak-anak mereka untuk bermain , Kaluna ingat bawah mamanya juga sering membawanya ke taman ini ketika akhir pekan. Tanpa Kaluna sadari lagi-lagi air matanya kembali menetes. Hal ini lah yang membuat Kaluna selalu menolak untuk kembali . Tapi saat ini Ia harus pulang untuk menyelesaikan permasalahan hatinya yang lain.
Kaluna meraih HP yang ia simpan di dalam tasnya dan menelpon ayahnya yang sampai sekarang belum tau akan kepulangannya. Saat panggilan itu tersambung
" Halo"
" Iya ayah Kaluna ada di sini " Belum sempat pak Fasial menyelesaikan kalimatnya Kaluna sudah tau ayahnya tersebut akan menanyakan apa. " Maafin Kaluna karena tidak mengabari ayah kalau Kaluna pulang "
" Iya tidak apa-apa . Kamu sekarang di mana? .. Ayah jemput sekarang "
" Tidak usah . Ayah pasti sedang sibuk Sekarang nanti Kaluna yang akan ke tempat ayah "
" Ya sudah ayah tunggu " Dan panggilan itu pun berakhir .
Di tempat lain di sebuah ruangan kantor setelah melakukan panggilan laki-laki tersebut langsung menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya . Kabar kedatangan putrinya tentu membuatnya senang karena sudah berapa tahun ini dia kembali ke negaranya tapi putrinya tersebut tidak mau ikut pulang bersamanya dengan alasan masih ingin belajar dengan hobi yang sekarang menjadi profesi putrinya tersebut. Laki-laki itu adalah Faisal ayah dari Kaluna Jeinna. Meskipun Faisal tinggal terpisah dengan putrinya , tapi Faisal tetap selalu mendatangi putrinya tersebut jika pekerjaan bisa ia tinggalkan. Tatapan laki-laki itu beralih ke sebuah foto yang selalu menemani dirinya saat bekerja. Seorang perempuan yang tengah memangku anak perempuan yang masih berusia 1 tahun.
"Naya Maaf. Aku belum bisa menjadi ayah yang baik untuk anak kita Kaluna" . Faisal meraih foto tersebut dan mendekapnya seolah itu adalah tubuh istrinya yang sangat ia rindukan. Pesan terakhir yang Naya katakan sebelum ia pergi untuk selama-lamanya akibat peristiwa tersebut masih sangat jelas di ingatannya.
__ADS_1
" Jangan marah dengan Luna " Naya mama dari Kaluna berusaha berbicara sambil menahan rasa sakit di tubuhnya. Akibat dari kejadian tersebut Naya mengalami pendarahan hebat . " Pa.. " Panggil Naya karena suaminya tersebut tidak menjawab permintaannya " Matanya hanya mengeluarkan cairan bening tanpa berniat untuk membalas setiap ucapan istrinya. Naya tau jika waktunya tidak banyak dan dia juga tau kalau saat ini suaminya berusaha menahan amarah dalam dirinya. Untuk itu Naya memohon untuk jangan pernah membenci putri mereka karena peristiwa ini.
Tok.. Tok.. Tok...
Faisal tersadar dari lamunannya. Tatapannya kemudian mengarah pada pintu yang baru saja di ketuk.
"Bapak memanggil saya? ". Tanya perempuan yang telah berdiri di depan pintu yang berprofesi sebagai sekretaris. Saat Faisal selesai berbicara dengan putrinya Ia menelpon sekretarisnya.
" Putri saya akan datang. Tolong siapa beberapa makanan ringan " Mendengar permintaan dari bosnya sekretaris yang bernama Diana itu langsung tersenyum bahagia.
" Hah, serius pak nona Kaluna akan datang ? " Tanya Diana dengan antusias.
" Iya. Kenapa?.. Kamu tidak sabar bertemu dengan putriku? " Tanya pak Faisal yang melihat ekspresi bahagia dari sekertaris nya yang masih berusia 27 tahun tersebut. Meskipun Diana belum pernah bertemu sebelumnya tapi Dia sedikit tau jika putri dari bosnya adalah seorang MUA profesional yang berkarir di New York.
" Iya Pak. Saya tidak sabar bertemu seorang make up artist profesional. Kalau bisa saat saya menikah nanti saya ingin nona Kaluna yang berias wajah saya. Saya akan memamerkan pada teman-teman saya kalau wajah saya di rias sama MUA internasional heheheh.. " Mendengar keinginan sekertaris nya itu membuat pak Faisal tertawa
" Iya.. Iya.. Kamu bisa minta jika kalian bertemu".
" Maaf Pak kalau permintaan saya sedikit berlebihan . Kalau begitu saya permisi dulu pak ". Diana menutup pintu setelah pamit untuk menyiapkan permintaan dari bosnya tersebut.
Bersambung....
Hay kak! 😊
Novel MAAF AKU YANG HARUS PERGI on going yah
Jadi Author mengharapkan dukungan untuk kak semua ☺. Dan jangan lupa di like dan tinggalkan komen kalian pastinya tanda 💕💕💕💕 Author tunggu maaf ya permintaan Author banyak banget 😄😄😄
Tambahkan ke rak novel favorit 😍💕 juga.
__ADS_1
Terima kasih 😘💕