Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Mengikuti dan bertemu


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Farzana akan bersiap siap melakukan aktifitasnya , pagi ini dia tidak akan lagsung berangkat ke kampus , terlebih dahulu Ia akan ke ruko , karena hari ini Zana tidak ada kelas pagi , Ia akan ke kampus saat siang hari karena hari ini kelasnya dari siang dan mungkin akan sampai malam hari .


Untuk pertama kalinya Zana akan berangkat sendiri , Vivi yang selalu bersama dengannya sementara tidak enak badan hari ini , jadi anak itu hanya akan istirahat di rumahnya saja .


Setelah berpamitan dengannya ibunya, Zana kemudian meninggalkan rumahnya mengendari motor miliknya menuju ruko .


" Sepertinya belum ada yang datang ." gumam Zana saat sudah tepat berdiri di depan ruko dan masih tertutup dengan rapat dan masih terkunci .


Zana kemudian meraih kunci ruko tersebut karena baik dia maupun yang lain memang memegang kunci ruko ini masing -masing.


Zana melangkah masuk setelah mendorong pintu kaca ruko tersebut dan mulai membersihkannya , sambil menunggu yang lain datang .


*****


Di apartemen milik Liam , seperti hari -hari sebelumnya Kaluna akan membantu suaminya untuk bersiap -siapa ke kantor dan mempersiapkan dirinya sendiri untuk berangkat ke ruko dan saat ini dia sementara memasangkan dasi untuk Liam . Kaluna menepuk-nepuk jas milik suaminya setelah memastikan penampilan suaminya sudah sempurna .


" Sudah ."


Saat Kaluna akan berbalik, tangan Liam langsung menahan pinggangnya .


" Hai mau kemana ?"

__ADS_1


Kaluna sudah hafal kebiasaan suaminya tapi kali ini sebelum suaminya memulai Kaluna sudah berjinjit untuk melakukannya lebih dulu menyatukan bibir mereka . sontak hal itu membuat Liam tersenyum .


" Sudah " ucap Kaluna .


kemudian Kaluna mengajak Liam untuk keluar dari kamar mereka dan menuju meja makan , meja yang berbentuk lingkaran yang tidak terlalu besar . Liam menarik kursi untuk duduk menunggu Kaluna menyiapkan sarapan untuknya , yang sekarang menyiapkan kopi untuknya dan juga menyiapkan beberapa potong roti yang sudah di berikan selai .


" Sayang , mungkin hari ini aku akan pulang telat , karena aku akan pergi ke lokasi hotel yang kedua , karena tanggal peresmiannya susah sangat dekat dan aku memilih tanggal pernikahan kita ."


kaluna tersenyum mendengarkannya karena Liam memilih hari pernikahan mereka sebagai hari di mana hotel suaminya itu akan di resmikan .


" Aku pikir kak Liam akan menggunakan tanggal lahir kak Liam untuk hari peresmiannya , tanggal yang sebelumnya menjadi password apartemen ini sebelum Kakak Liam menggantinya ." ucapan Kaluna sambil menikmati potongan roti yang sudah tersisa sedikit . "


Kalimat Kaluna seketika membuat Liam mengentikan aktifitasnya yang juga sementara menikmati sarapannya . tatapannya kemudian mengarah kepada Kaluna , ia melihat istrinya itu sedang menatap dirinya .


Liam memilih tidak menanggapi kalimat istrinya dan melanjutkan menghabiskan sarapannya . Kaluna juga tidak menunggu Liam untuk memberikan jawab atas kalimatnya tadi.


Setelah selesai mereka berdua berangkat ke tujuan masing -masing .


Jarak yang yang begitu dekat antara kantor dan apartemen miliknya yang cuman di tempuh kurang dari sepuluh menit membuat Liam tidak membutuhkan waktu lama di perjalanan dan saat ini punya di sudah berada di lobi hotel miliknya, sepanjang jalan semua karyawannya menyapa dan menundukkan hormat padanya . Liam hanya mengangkat tangannya sebagai balasan sapaan untuk mereka, dia masih tetap berjalan sambil memainkan hp miliknya .


Saat sudah berdiri di depan lift khusus , pandanganya teralihkan oleh panggilan seseorang .

__ADS_1


Liam menoleh matanya menatap lekat orang berada beberapa langkah dari posisinya berdiri saat ini dan entah kapan perempuan yang rambutnya terurai panjang sudah berada dalam pelukannya dan memeluk tubuhnya begitu erat , terdengar Isak tangis keluar dari perempuan yang berada di pelukannya .


Liam diam membeku , dia berusaha menyadarkan dirinya dengan apa yang terjadi, bahkan hp yang berada dalam genggamannya terjatuh bersama dengan matanya bertemu dengan sosok yang selama bertahun -tahun memenuhi pikirannya.


Sedangkan di ruko milik Kaluna , pemiliknya terlihat sedang melamun saat berkumpul dengan yang lain .


" Kak Luna ..kak " panggil Zana tapi Kaluna tidak sadar atas panggilan itu , sampai Zana menyentuh lengannya .


" Em iya ada apa ?" jawab Kaluna yang tersadar dari lamunannya


" Kak Luna Masih pagi sudah melamun .ngelamunin Pak Liam ya heheh." Kaluna tersenyum mendengar kalimat Zana yang memang tidak salah , entah kenapa tiba -tiba dia memikirkannya .


***


Gio keluar dari hotel milik sahabatnya Liam saat langit sudah berubah menjadi gelap, beberapa jam yang kalau saat dia ke ruangan bosnya itu , terlihat wajahnya tidak terlihat seperti biasanya , tapi saat dia bertanya Liam hanya menjawab Jika dia hanya sedikit lelah saja .


Ia kemudian masuk kedalam mobi miliknya , jika seperti biasanya ia akan lagsung pulang ke apartemen miliknya , malam ini dia akan mengubah jalurnya , menuju ke suatu tempat , ia ingin merubah moodnya malam ini menjadi lebih baik saat seharian ia di sibukkan dengan kerjaan apalagi tinggal beberapa pekan lagi ia akan di sibukkan untuk mempersiapkan peresmian hotel milik bosnya .


Saat ini Gio sementara memarkir kendaraannya di sebuah kampus yang cukup terkenal di kota itu , untuk apa ? tentu saja hanya untuk melihat gadis yang sudah menolaknya , apakah Gio menyerah ? tentu saja tidak , itu bukan dirinya jika menyerah begitu saja . buktinya dia ada di sini menunggu Zana keluar dari gerbang kampus yang tak jauh dari dirinya sementara memarkir mobil . jika ada yang bertanya kenapa Gio bisa tau jika hari ini Farzana akan kuliah sampai malam , itu karena dia sudah sangat tau aktifitas gadis itu , dia mencari tau semuanya .


Sudut bibir Gio terangkat saat melihat seorang pengendara motor melewati gerbang dan dia melihat gadis itu sendiri tidak ada Vivi di sana .

__ADS_1


Gio kemudian mengikuti dengan menurunkan kecepatannya karena melihat motor di depannya juga tidak terlalu cepat . saat sudah menjauh beberapa meter dari kampus . pemilik motor itu berhenti di salah satu minimarket , Gio juga menghentikan kendaraanya , menunggu hingga gadis itu keluar kembali , sesat kemudian ia melihat gadis itu keluar dengan membawa dua kantong plastik di tangannya dan kembali mengendarai motor miliknya . Gio juga ikut menjalankan mobilnya , kedua kendaraan itu kembali berhenti saat keduanya berada di lampu merah . , Pandangan Gio tidak lepas dengan gadis yang berada di atas motor itu .


" Bagaimana aku bisa melepaskan Farzana Aretha jika kamu Selalu membuatku jatuh cinta setiap saat ." Gumam Gio sambil tersenyum saat dia melihat Zana memberikan satu kanton plastik miliknya kepada seorang anak kecil yang tengah berdiri di lampu merah, dia susah hafal kebiasaan gadis itu semenjak dia sering mengikuti secara diam -diam.


__ADS_2