
Seperti sudah menjadi menguntit Untuk putri dan istrinya , Liam selalu mengikuti kemana pun anak dan ibu itu pergi , meskipun hanya melihat dari jauh Liam cukup senang untuk itu , seperti hari ini di akhir pekan , Kaluna biasanya akan mengajak putrinya untuk berjalan -jalan di pusat perbelanjaan dan tempat yang akan dia kunjungi adalah pusat tokoh buku, bukan tanpa alasan Kaluna mengajak putrinya ke sini , dia ingin membuat Elif suka membaca buku di banding pergi mengajaknya ketempat wisata atau tempat bermain di pusat perbelanjaan itu, tapi bukan berarti Kaluna tidak pernah membawa putrinya ke tempat seperti itu , dia juga biasa membawa Elif, tapi tidak sesering dengan tokoh buku , karena sudah terbiasa Elif menjadi suka membaca dan akan sangat bahagia jika Ryan datang mengunjunginya dengan membawakan buku -buku baru dengan gambar -gambar yang menarik .
" Mommy Elif mau ke sana ." menunjuk rak buku favorit nya , dengan koleksi dongeng anak-anak.
" Ya sudah kamu bisa kesan , kalau sudah menemukan buku yang kamu mau kembali kesini , ok ."
" Ok mommy." Elif dengan langkah semangat berjalan menuju rak buku yang berisi buku -buku favorit nya sedangkan Kaluna tetap di tempatnya , ia juga memilih buku Mana yang akan dia ambil.
Elif, saat sedang asyik mencari buku yang akan dia bawa pulang hari ini , tiba -tiba di kejutkan dengan kehadiran seseorang yang waktu itu menemaninya di sekolah saat mommy nya belum datang menjemput .
" Hai Elif ."
Elif mendongak menatap tubuh tinggi yang ada di sampingnya.
" Uncle?"
" Apa kamu kesini dengan mommy mu."
" Iya , mommy ada di sana ." Elif menunjuk rak buku yang jaraknya tidak jauh dari posisinya berdiri. " Apa uncle juga suka baca buku bergambar ?" Karena Elif melihat buku yang sementara di pengan oleh Liam sama dengan buku yang ada di tangannya .
" Bukan untuk Uncle , buku ini untuk putri Uncle dia suka baca buku ." ucap Liam sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Elif . tangannya terangkat memperbaiki rambut Elif dan mengelus kepalanya dengan penuh rasa sayang .
" jadi uncle juga sudah punya anak ?"
" Iya , putri Uncle cantik seperti kamu ."
tangan Liam kini berada di pipi Elif mengelus dia begitu ingin mencium putrinya , Liam pikir Elif akan mengijinkannya jika dia meminta , tapi sebelum keinginannya itu ia sampaikan tiba -tiba sebuah suara membuat dia mengurungkan keinginannya
" Elif ."
Elif berbalik ketika mendengar suara mommy nya .
" Kamu sudah mendapatkan bukunya ?" tanya Kaluna yang saat ini sudah berada di hadapan putrinya . "
Elif mengangguk sambil mengangkat buku yang ada di tangannya kemudian kembali berbalik , mencari uncle yang tadi mengajaknya bicara yang tiba -tiba saja sudah tidak ada. Kaluna yang melihat putrinya seperti sedang mencari seseorang membuatnya bertanya .
" Elif ada apa Sayang?"
__ADS_1
" Mommy , uncle yang menemani Elif di sekolah tadi ada disini , dia juga mencari buku untuk putrinya ."
" Benarkah ? , mungkin Uncle sudah pergi karena sudah mendapatkan buku yang dia inginkan . "
Kaluna kemudian mengajak putrinya meninggalkan tempat itu setelah membayar buku yang di pilih oleh Elif .
Percakapan keduanya dapat di dengar dengan jelas oleh orang yang tengah berdiri balik rak buku tersebut . Liam yang tadi mendengar Kaluna datang langsung pergi. Dan setelah Kaluna dan Elif meninggalkan tempat itu dengan diam-diam Liam mengikuti dari belakang mengikuti kemana keduanya pergi . langkah Liam lagsung berhenti dan dia bersembunyi di balik tiang besar saat menyadari Kaluna berbalik ke arahnya .
" Ada apa mommy?" tanya Elif karena langkah mommy tiba -tiba berhenti dan berbalik ke belakang seperti mencari seseorang .
" Tidak apa -apa sayang , ayo kita pergi ." Kaluna kembali berjalan bersama Elif ."
Kaluna bingung dengan apa yang saat ini dia rasakan , dia tiba -tiba saja merasakan kehadiran seseorang di dekatnya . tangannya menyentuh dadanya yang tengah berdebar. Dia bingung sendiri apa yang tejadi pada tubuhnya .
Saat sudah berada di dalam mobil Kaluna menarik nafasnya dalam - dalam kemudian membuangnya perlahan untuk membuat rasa nyaman pada dirinya .
" Apa mommy baik-baik saja ?"
Kaluna mantap putrinya yang tengah duduk di sampingnya .
Kaluna kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat parkiran , Liam yang sudah mengikutinya dari tadi juga masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.
***
Liam kembali ke tempat dimana ia tinggal semalam tinggal di negara ini , dia masuk ke ruangan dan duduk bersandar di kursinya sambil memejamkan matanya . hingga suara ketukan pintu terdengar , orang itu masuk setelah di persilakan dan lagsung menundukkan kepalanya saat posisi berdirinya sudah di depan Liam .
" Jadi hari ini informasi apa yang kau dapatkan tentang putriku ?" Liam masih pada posisinya duduk bersandar dengan mata masih terpejam .
Orang itu meletakkan berkas di atas meja tepat di depan Liam .
" Putri anda nona Elif akan ulang tahun tiga hari ke depan ." mendengar itu Liam lagsung menegakkan posisi duduknya .
" Benarkah ?" senyumnya langsung mengembang . Dia sudah mulai memikirkan hadiah apa yang harus di berikan pada putrinya untuk pertama kali .
" Apa anda perlu bantuan saya untuk menyiapkan sesuatu untuk nona Elif tuan ?"
" Tidak perlu , aku sendiri yang akan menyiapkannya, kamu boleh pergi sekarang ."
__ADS_1
orang itu menunduk sebelum berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan itu .
Liam mengetuk meja dengan jarinya sambil memikirkan hadiah apa yang harus Ia berikan kepada putrinya dan Ia bisa menyerahkannya secara langsung .
***
" Jadi Putri mommy ingin hadiah apa saat ulang tahun nanti?"
Tanya Kaluna sambil duduk di dekat Elif yang sementara berbaring , putrinya itu sudah siap untuk tidur .
" Mommy apa orang itu masih membutuhkan Daddy?"
Bukannya menjawab Elif malah menanyakan pertanyaan yang membuat alis Kaluna berkerut, karena tiba -tiba Elif menanyakan hal yang tidak pernah Ia bicarakan setalah dimana Elif menanyakan tentang Daddy nya .
" Kenapa Elif tiba-tiba bertanya seperti itu?
" Elif , hanya ingin bertemu Daddy,"
Keinginan Elif jelas membuat Kaluna kebingungan dan juga sedih , bukan karena merindukan laki-laki itu, karena dia sudah melupakan laki-laki itu saat memutuskan pergi, tapi dia sedih kerena sampai sekarang Elif tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Dia sadar sebanyak apapun cinta yang dia berikan kepada putrinya , tapi tetap saja Elif pasti membutuhkannya dari ayahnya. Tapi dia harus bagaimana , laki-laki itu sendiri yang menginginkannya. Dia tidak mungkin datang dan memohon jika putrinya juga membutuhkannya, dia tau jawabnya , laki-laki itu pasti tidak mau karena dia bisa melihat dengan jelas istrinya hamil saat itu . mungkin saat ini dia sudah bahagia dengan istri dan anak mereka .
Elif bukan tanpa alasan menanyakan itu kepada mommy nya , dia jadi ingat perkataan Uncle yang bertemu dengannya di sekolah dan di tokoh buku , jika seorang Daddy akan menyayanginya seperti mommy nya selama ini , hal itu menurutnya sangat menyenangkan apa lagi dia bisa melihat itu pada teman-temannya . membaut Elif semakin ingin bertemu orang yang bisa di panggil Daddy.
" Mommy?"
Elif menunggu jawaban mommy nya karena Kaluna hanya diam tidak memberikannya jawaban .
" Elif , dengarkan mommy, mungkin orang itu masih membutuhkan Daddy , jadi Daddy masih menemaninya ."
" Apa seperti itu?"
Kaluna melirik jam di atas nakas di samping tempat tidur putrinya .
" Ok , Sepertinya putri mommy harus tidur sekarang Karena besok harus ke sekolah , kamu tidak mau kan terlambat bangun ?"
Elif mengangguk .Kaluna memilih menyudahi obrolannya , dia tidak ingin Elif beratnya lebih jauh dan dia akan bingung memberikan jawabnya .
Kaluna kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh putrinya dan sebelum beranjak Kaluna mengecup kedua pipi Elif .
__ADS_1