Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Liam bangun


__ADS_3

Gio menarik nafasnya begitu dalam , Zana yang ada di samping dapat mendengar jelas apa yang di lakukan laki-laki itu. Saat ini Gio sudah berada di depan ruang rawat Liam , selama Lima tahun terkahir ini , Gio hampir setiap hari menjenguk sahabat sekaligus bosnya . beharap jika akan ada perkembangan yang ia lihat saat menjenguknya , akan ada keajaiban Liam bisa bangun dari komanya Gio juga tidak akan pernah lupa untuk mengajak Liam berbicara hal itu di sarankan dokter padanya , dia akan bercerita mengenai perkembangan perusahaanya maupun Alyssa , anak yang sudah lama tidak ia temui. Jika hari -hari sebelumnya dia akan bercerita seputar Masalah itu , kali ini dia datang untuk menyampaikan kabar yang begitu ingin di dengar oleh Liam .


Ceklek


Pintu ruang rawat terbuka , di sana dia bisa melihat tubuh tidak berdaya Liam yang tengah berbaring dan di pasangkan alat medis yang tidak sedikit . Gio masuk, tidak lupa ia menarik tangan Zana untuk ikut masuk bersamanya .


" Li apa kabar ? "


Gio duduk di samping Liam di ikuti oleh Zana yang ada di dekatnya .


" Li aku datang ke sini untuk menyampaikan sesuatu , di sampingmu ada Zana , kamu tahu dia kan , aku sudah pernah bercerita tentangnya padamu ."


Zana menatap Gio saat laku-laki ini menyebut namanya , dia tidak menyangka jika Gio sudah bercerita tentangnya pada laki-laki yang tengah terbaring di depannya .


" Li , kemarin Zana pergi ke negara X karena pekerjaan dan apa kamu tau , Zana bilang dia melihat Kaluna di sana ."


Tiiiiiiiinnn


Tiba -tiba grafik monitor milik Liam terjadi lonjakan hal itu menandakan Liam merespon kalimat Gio .


Gio yang memperhatikan monitor itu mengalami perubahan langsung berdiri dan memencet tombol untuk memanggil dokter . tidak butuh waktu lama dokter sudah berada di ruangan itu.


" Apa yang terjadi ?" tanya dokter saat baru tiba di ruangan Liam . Tidak menunggu jawaban dari Gio dokter itu memperhatikan monitor.


" Aku mengajaknya bicara dok ."


" Sepertinya pasien merespon kata-kata anda , sebaiknya anda lanjutkan apa yang anda sampaikan tadi ."


Gio melanjutkan apa yang ia lakukan , dia susah begitu senang saat Liam merespon kata-katanya , itu berarti dia mendekat apa yang ia katakan , sungguh pengaruh Kaluna begitu besar .


" Li apa kau mendengar ku, jika kamu mendengarkan ku , Cepat buka matamu , Kaluna saat ini ada di Italia di kota X ."


Tiiiiinnnnnn

__ADS_1


Tatapan Gio kembali ke monitor yang terus menunjukkan lonjakan .


" Ayo pak , lanjutkan cerita anda .pasien merespon baik kata-kata anda ."


" Dan apa kamu tau Kaluna sudah memiliki anak yang usianya mungkin sudah Lima tahun , kamu tahu kan maksudku , itu artinya anak itu adalah anak kalian, "


Gio meminta hp milik Zana .


" Li , coba lihat dia sangat cantik ." Gio memperlihatkan foto Elif . " Namanya Elif . Elif Eilaria Darel , bahkan Kaluna menggunakan namamu di belakang nama anak kalian . "


Tiiiiiinnnn


monitor terus saja berbunyi tapi Liam tidak menunjukkan tanda -tanda akan sadar .


" Dok , kenapa dia tidak kunjung membuka matanya ?" tanya Gio yang mulai putus asa , padahal dia berharap Setelah mendengarkan cerita tentang Kaluna dan putrinya, Liam akan memiliki keinginan untuk sadar kembali tapi liat dia masih memejamkan matanya .


Dokter itu juga tidak tau harus memberi penjelasan apa pada Gio , dia juga berharap ada keajaiban, pasien ini bisa sadar dari komanya , tapi sepertinya tidak ada tanda -tanda jika pasien akan sadar .


Di tengah rasa frustasinya, Gio tiba-taba mencengkram kerah baju yang di kenakan oleh Liam . hal itu sontak membuat Zana membulatkan matanya . Dia kagetan dengan apa yang sekarang laki-laki ini lakukan .


" Liam Bangun, aku akan mencabut semua pelayan ini jika kamu tidak mau bangun , apa kamu tidak mau bertemu putrimu hah, ? kau harus Bagun b*doh." Gio membentak tubuh Liam yang tidak bergerak sama sekali , dokter yang menyaksikan itu lagsung manarik tubuh Gio , meminta laki-laki itu melepaskan pasien di takut hal ini akan membahayakan."


Dengan paksa Gio di tarik oleh Zana untuk keluar ruangan saat sudah dekat dengan pintu


" Gi..o"


Gio berbalik saat mendengarkan namanya di sebut dengan begitu lirih , dia melihat mata Liam terbuka dan menatap kearahnya .


Dokter yang menyaksikan itu kaget , karena Liam akhirnya terbangun dari koma nya , dengan cepat dokter itu lagsung memeriksa Liam . Gio tidak jadi keluar dia kembali mendekati Liam .


" Li , kamu sadar ."


" E..lif apa benar yang kamu katakan ?"

__ADS_1


" Maaf pak Gio mungkin sebaiknya anda keluar saya harus memeriksa pasien ." Dokter meminta Gio untuk keluar dari ruangan ini agar dia bisa fokus untuk memeriksa Liam . Gio yang tadinya tidak mau akhirnya berhasil di bujuk oleh Zana .


Ia kemudian melangkah keluar .


" Gi ..kamu belum menjawab pertanyaannya ?"


" Iya ." Jawaban singkat Gio membuat Liam menarik ujung bibirnya , Gio sudah berada di luar ruangan setelah dokter memintanya untuk segera keluar .


Jadi benar dia sudah memiliki seorang putri , itu berarti Kaluna hamil saat dia pergi, mengetahui fakta itu , Liam meneteskan cairan bening di sudut matanya , selain dia bahagia karena sudah memiliki seorang anak dia juga merasa bersalah karena membuatkan Kaluna melalaui semuanya sendiri.


***


Setelah mengetahui putranya sudah sadar dari Gio , Riana dan Hendra langsung datang ke rumah sakit , dia bahakan masih tidak percaya dengan apa yang Gio sampaikan beberapa jam yang lalu . wanita yang sudah melahirkan Liam itu tidak henti-henti ya menangis di ruangan putranya , dia begitu bahagia melihat Liam sekarang sudah sadar .


" Mama mau sampai kapan menangis,"


" Jangan melarang mama menangis nak , mama menangis karena bahagia . karena kamu sudah sadar ."


Liam yang kembali di periksa oleh dokter merasa bersalah kepada kedua orang tuanya , karena sudah membuat mereka khawatir dengan apa yang terjadi pada dirinya .


" Bagaimana kondis putra saya dok?"


Hendra mendekati dokter setelah melihat telah selesai memeriksa Liam .


" Sangat Baik , ini adalah sebuah keajaiban , pak Liam bisa bangun setelah koma selama lima tahun dan semua organ tubuhnya juga berfungsi dengan baik."


" Jadi kapan anak saya bisa pulang ?" tanya Hendra kembali ."


" Mungkin beberapa hari ke depan karena pihak rumah sakit terlebih dahulu akan melakukan terapi pada tubuh pak Liam, untukmu melatih otot-ototnya , biar bagaimana pun putra bapak koma begitu lama dan semua aktifitas tubuhnya terhenti dan mengalami kekakuan."


Setalah menjelaskan menjelaskan kondisi Liam dokter tersebut keluar .


Sedangkan itu Gio yang kembali masuk ke ruangan Liam bisa menyaksikan keharuan yang terjadi di dalam ruangan ini.

__ADS_1


__ADS_2