
Kaluna dan yang lainnya sudah berada di acara tersebut dan tengah duduk di sebuah meja bersama yang lainnya , menikmati acara yang ternyata sangat ramai dengan kehadiran beberapa rekan bisnis milik Ryan dan tentu saja Kaluna baru mengetahui semua itu jika ternyata kakak dari sahabat masa kecilnya itu memiliki perusahan yang sangat besar yang bergerak di bidang produksi makanan , dan sudah memilik cabang tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri . tentu saja hal pasti membuat Ryan sibuk untuk mengurus semuanya Tapi laki-laki itu masih punya waktu untuk mewujudkan keinginan Elif .
Saat pertama masuk ke gedung ini Kaluna tidak langsung menyapa Ryan , dia memilih duduk terlebih dahulu , karena dia bisa melihat bagaiman laki-laki tengah sibuk berbicara dengan beberapa rekan bisnis dan Kaluna tidak ingin mengganggu , dia akan mendatangi Ryan nanti .
jika Kaluna, Vivi dan Sarah juga anaknya tengah menikmati acara tersebut sambil menikmati makanan yang tersaji di meja mereka , berbeda dengan dua orang yang berlian jenis kelamin Zana dan Gio terlihat sepeti orang asing yang tidak pernah saling mengenal.
" Apa kau akan terus diam ?" Akhirnya Gio mengeluarkan suara membuat Zana mengarahkan pandanganya ke laki-laki yang tengah duduk di sampingnya .
" Maaf jika aku sudah menggangu waktumu selama ini." ucap Gio kembali , sebarnya kata itu sudah dia katakan saat malam ketika mereka berdua bicara . Dia yang datang ke cara itu dengan persiapan dengan begitu sempurna , malah berakhir pata hati karena mengalami penolakan , itu untuk pertama kalinya bagi Gio di tolak olah seorang perempuan, karena selama ini justru Perempuan yang menawarkan dirinya padanya.
Zana hanya mendengarkan setiap kata yang di ucapkan Gio tanpa mengeluarkan kata apapun . sampai terdengar MC acara menyampaikan jika acara akan segera dimulai , di mulai dengan menampilkan video awal berdirinya perusahaan Ryan dan bagaimana dia bisa membangun perusahan miliknya sampai sebesar ini saat Ryan sudah berbicara di depan para rekan bisnisnya dan para pegawainya , dia mengucapkan banyak terimah kasih atas dukungan dan kerja keras mereka Selama ini .
Kaluna yang melihat itu tersenyum.
Hingga Ryan menyelesaikan sambutannya dia kemudian turun dari atas panggung dan lagsung menghampiri Kaluna .
" Kenapa tidak langsung menghampiriku tadi , saat datang ?"
Ryan yang sudah duduk di samping Kaluna .
" Aku tidak mau menggangu kakak Ryan."
" Aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang ." ucap Ryan .
" Siapa ? " tanya Kaluna penasaran
Ryan kemudian mengubah arah pandanganya ketempat lain dan mencari sosok itu , dan dari arah yang ia liat terlihat seorang perempuan yang menggunakan dress warna hitam berjalan ke arahnya . saat tiba Ryan langsung mempersilahkan perempuan itu duduk bergabung dengannya .
__ADS_1
Kaluna mengarahkan pandanganya ke arah Ryan , seperti mencari jawaban . tapi bukan Ryan yang menjawab rasa penasaran Kaluna tapi , perempuan itu yang perkenalan dirinya langsung pada Kaluna .
" Perkenalkan aku Elma " Kaluna membalas ukuran tangan itu .
" Oh jadi ini yang kak Ryan ceritakan waktu itu, desainer asal Indonesia yang mengajak Kak Ryan bekerjasama ." melihat kerah Ryan dan di anggukan oleh laki-laki itu ." aku Kaluna ." keduanya saling memperkenalkan diri.
" Kamu tau Luna , mungkin jika dia tidak mengatakan kamu sudah menikah , aku pasti masih berfikir sampai sekarang jika Ryan itu menyukaimu, karena dari cara dia memberikan perhatiannya padamu itu , aku pikir itu sudah sangat berlebihan ." ucap Elma karena dia Memang sedikit tau bagaiman Ryan memperlakukan Kaluna . Ryan yang mendekatkan itu tidak heran karena semua orang di sekitarnya yang tau hubungannya dengan Kaluna akan berfikir demikian. padahal dia menyanyi kalau seperti menyangi Elif , adiknya yang merupakan sahabat masak kecil Kaluna , dekat dengan Kaluna membuat Ryan merasakan Elif masih ada di antara mereka .
" Benarkah ." balas Kaluna . Elma mengangguk .
Dan obrolan ketiganya berlanjut , Elma yang seperti seorang narasumber menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan oleh Kaluna , istri dari Liam Abian Darel itu begitu antusias mendengarkan cerita Elma saat bagaimana dia memulai karir nya diluar negeri dan tak ketinggalan cerita tentang perjalanannya dengan Ryan saat melakukan show pertamanya .
Hingga pesta itu berakhir .
" Apa kau tidak rindu berada di backstage" ucap Elma .
Rindu, tentu saja Kaluna merindukan Susana di belakang panggung saat show besar itu di adakan. tapi dia sudah memilih dan tidak akan pernah menyesali pilihannya .
" Hem .. sepetinya tidak bisa ,karena setelah ini aku mungkin akan langsung kembali ." balas Elma dengan menampilkan wajah sedih , karena setelah melewati obrolan panjang , dia tau sedikit bagaiman perempuan yang begitu disayangi oleh Ryan ini , dia memiliki kepribadian yang membuat orang dengan mudah menyayanginya .
" Benarkah, padahal aku senang berkenalan dengan kak Elma ." panggilan yang di pilih Kaluna karena dia tau jika Elma memang lebih tua darinya .
" Tapi kamu tenang saja , kan masih bisa komunikasi , aku berharap di show ku selanjutnya akan di dampingi dua MUA hebat ."
" Aku menunggu untuk itu , aku akan dengan senang hati membantu ."
" Aku sudah seperti orang asing diantara kalian ." Ryan tiba -tiba berusaha .emabuat ekam dan kalian mengarahkan pandanganya ke sumber suara tersebut . ah iya saking asiknya mereka mengobrol dia jadi melupakan laki-laki ini yang semangat beriri di samping mereka . membuat Elma dan Kaluna tertawa .
__ADS_1
" Kalau begitu aku pulang dulu . " ucap Elma
" Apa kak Elma lagsung kembali ke kota X " mengingat malam sudah sangat larut
" Tidak , aku menginap di salah satu hotel di kota ini , mungkin besok aku akan kembali ."
Setelah berpamitan , Elma meninggalkan gedung pesat itu dan kembali memesan taksi lewat aplikasi miliknya . begitupun dengan Kaluna dia pamit pada Ryan dan tak lupa para karyawan nya juga melakukan hal yang sama .
" Hay boy terimah kasih sudah datang ."
" Sama-sama uncle." ucap Gyan pada Ryan yang sementara mengelus rambut anak yang masih duduk di sekolah taman kanak-kanak itu . Tatapan Ryan kemudian beralih kepada Sarah ibu dari Gyan dan tersenyum Sarah membalas senyuman itu .
Setelah berpamitan Kaluna dan yang lainnya kembali yang di antar oleh Gio.
Saat pesta akan di mulai tadi Gio tidak berada di dalam dia memilih keluar gedung untuk menyibukkan dirinya , dia tidak ingin karena ke hadirnya perempuan itu jadi tidak leluasa. sampai pesat itu berakhir Gio tidak masuk dan lagsung menunggu di mobil
" Kak kalian minta tolong ya , yang lainnya diantar juga ." ucap Kaluna pada Gio , kali ini Kaluna yang duduk di samping laki-laki itu .
" Kalau aku tidak perlu kak Luna , nanti aku bisa memesan taksi saat tiba di ruko , ." ucap Zana cepat , diantara yang lain rumahnya yang memiliki jarak paling jauh , dan sudah pasti dia akan berdua saja di atas mobil ini .
Gio hanya mendengar kalimat yang di keluarkan Zana , dia tau perempuan itu berusaha menghindarinya dan yang lain juga ikut mendengar saja .
" tidak bisa Far , ini itu sudah sangat larut , dan sangat berbahaya , aku tidak mau sesuatu terjadi pada kalian , jadi biarkan kakak Gio yang mengantar kalian " ucapan Kaluna sudah tidak bisa di bantah membuat Zana menerima .
Orang pertama di antar oleh Gio tentu saja Kaluna , kemudian Sarah dan Vivi , meskipun jarak antar rumah Vivi dan Zana hanya berapa meter tapi tetap saja bagi Zana berdua di dalam mobil .
" Terima kasih." Ucap Farzana kepada Gio saat mobil sudah berada tepat di depan rumahnya .Zana kemudian meraih pintu dan berusaha membuatnya tapi tidak bisa .Ia kemudian menatap laki-laki yang duduk di depannya
__ADS_1
" Berita tahu aku , bagaiman caranya supaya kamu bisa melihatku ." ucap Gio yang memang sengaja mengunci pintu mobilnya saat sudah bersua dengan Zana .
" Kamu tidak perlu melakukan apa-apa . aku sendiri yang akan melihatmu jika takdir memang mengiginkannya ." ucap Zana jawaban jawab itu Gio membiarkan Zana keluar , tidak lupa Zana mengucapkan terimah kasih sebelum Gio melaju pergi .