
Ada dua kesibukan malam ini yang terjadi , jika Kaluna dan Liam akan berangkat ke rumah orang tuanya untuk menginap berbeda dengan Gio , asisten pribadi Liam itu tengah di liput rasa bahagia karena setelah beberapa bulan perjuangannya akhir Zana mengiyakan ajakan makan malamnya . Dia akan menjadikan gadis itu menjadi miliknya , Setelah mengenal gadis yang bernama Farzana Aretha itu , dia begitu tertarik karena kepribadian pekerja keras yang dia miliki berbeda dengan perempuan yang selama ini dekat dengannya , dia juga ingin memiliki kehidupan bahagia seperti sahabatnya Liam , memliki teman hidup yang begitu dia cintai , dia ingin menjadikan gadis itu melangkah bersama di dalam hidupnya , meskipun dia yakin tidak mudah meyakinkan Zana , karena dari awal dia tau jika gadis itu tidak suka dengan kehadirannya . Tapi dia akan tetap melakukannya ,
Untuk itu dia berada di sini di sebuah restoran dengan ruangan khusus yang dia siapkan khusus untuk malam ini , dengan penampilan sempurna dia begitu tidak sabar menanti kedatangan Farzana Aretha.
Sedangkan di luar gedung restoran seorang gadis yang baru masuk usian 19 tahun tengah memarkir motornya , datang untuk menyelesaikan masalah dalam hidupnya , meskipun Zana tau jika laki-akki yang akan di temui nya ini memiliki ketertarikan padanya , Zana tidak berfikir untuk menjalani hubungan dengannya dengan predikat laki-laki yang sering di kelilingi dengan wanita dan berakhir dengan mengabiskan malam bersama, dia ingin di cintai oleh laki-laki baik -baik yang bisa di jadikan panutan untuk anak-anaknya nanti. Meskipun ada yang mengatakan jika laki-laki itu baik tapi tetap saja , baik tidak cukup bagi Zana untuk memasukkan laki-laki itu sebagai laki-laki yang harus bersamanya di masa depan . Jika seorang laki-laki yang suka bermain perempuan sudah pasti kebisan itu tidak akan hilang dari hidupnya dan dia tidak bisa membayangkan itu semua . untuk itu dia tidak ingin memilik hubungan apapun dengan laki-laki yang bernama Gio .
Setelah memastikan motornya terparkir dengan aman , Zana melangkah memasuki restoran yang sudah di kirimkan Gio alamatnya , sebenarnya laki-laki itu ingin menjemputnya tapi dia langsung menolak .
Saat tiba di depan pintu restoran, seorang pelayan langsung membukakan pintu untuknya dan mengatakan dia datang kesini atas udang seseorang dan saat dia menyebut namanya pelayan itu langsung mengantarkan Zana ke sebuah ruangan , Zana pun mengikuti langkah pelayan itu hingga ia berhenti di salah satu ruangan .
" Silahkan ." ucap pelayan itu tanpa membuka pintu . Zana mengucapkan terimah . Setalah pelayan pergi Zana membuka pintu ruangan itu dan di sana dia dapat melihat Gio tengah menunggunya.
Dengan tenang Zana melangkah mendekati meja, duduk berhadapan dengan laki-laki yang sudah menunggunya.
***
__ADS_1
Tangan Liam meraba tempat tidur di samping dan tidak menemukan Kaluna di sana , Membuatnya langsung terbangun mencari sosok yang selalu nyaman dalam pelukannya itu . Saat turun di lantai bawah, dia bisa mendengar suara gelak tawa dari arah dapur membuatnya datang mendekat , di sana dia melihat dua wanita yang begitu dia cintai tengah sibuk membuat sesuatu , entah apa yang sedang mereka bicarakan membuat Kaluna selalu saja tertawa .
" Mama serius ?" tanya Kaluna saat Riana menceritakan jika Liam dulu paling kesal jika Riana membawanya ke rumah ini dan akan berakhir menyuruh Liam untuk menjaganya saat masih sangat kecil . Kaluna jadi membayangkan bagaimana wajah Liam saat harus menjaganya waktu kecil dan tidak bisa melakukan apa yang di inginkan suaminya , membuat Kaluna kembali tertawa .
" Iya , jika sudah sangat kesal dia biasanya mencubit pipimu sampai kamu menangis dan saat itu mama pasti memarahinya dan meminta membujuk kembali." Kaluna kembali tertawa mendengar cerita Riana , dia tidak menyangka jika dia adalah orang yang membuat laki-laki itu kesal menjalani hari harinya jika dia datang ke rumah ini.
" Sepetinya aku harus membalas semua perbuatan kak Liam ma, karena sering mencubit pipiku , Kaluna juga mau mencubit pipinya sampai dia kesal ." ucap Kaluna sambil terus tertawa , dia tidak sadar jika orang yang mereka bicarakan sementara berada di belakangnya dan melangkah mendekatinya , Liam bisa mendengar dengan jelas keinginan Kaluna membuat dia tersenyum .
" Seharusnya mama juga bilang kalau aku juga sering mencium pipi bulatnya sampai di menangis karena tidak suka." Suara Liam sontak membuat Kaluna kaget karena keberadaan Liam yang tiba-tiba dan langsung bersuara , di tambah lagi tangan laki-laki itu melingkar sempurna di perutnya . " Jadi, kamu punya misi balas dendam sekarang?" ucap Liam berbisik di telinga Kaluna ." jika ingin mencubit pipiku kamu juga harus menciumnya karena dulu aku pun begitu . itu baru balas dendam sempurna. " tangan Liam semakin memeluk erat Kaluna dari arah belakang kemudian membenamkan wajahnya di ceruk leher Kaluna , menghirup aroma yang begitu menekankan dirinya .
" Em ..aku bangun karena kamu tidak ada di sampingku." dengan nada terdengar manja Liam semakin membenamkan wajahnya di sana . Rian yang menyaksikan itu tersenyum bahagia melihat bagaiman putranya yang begitu mencintai Kaluna .
" Kak lepas ." pinta Kaluna dengan suara lirih , pasalnya dia malu dengan apa yang di lakukan Liam padanya , bukan hanya tanganya yang melingkar begitu erat di perutnya tapi bibir laki-laki ini juga sedang bekerja di lehernya , sedangkan Riana meyaksikan itu dari jarak yang begitu dekat sambil tersenyum melihat tingkah anak laki-lakinya. tapi Liam tidak peduli hingga mengharuskan Kaluna melakukan sesuatu .
"aww" perut Liam kesakitan karena cubitan istrinya baru saja mendarat di sana . membuatnya dengan terpaksa menghentikan aktifitasnya dan pelukannya juga ikut terlepas
__ADS_1
" sayang kenapa aku di cubit?"
Kaluna berbalik
" Kak Liam tidak malu ? mama liatin dari tadi ." ucap Kaluna dengan nada kesal . sambil tatapnya di arahkan kepada mertuanya yang seolah tidak melihat adegan romantis menantu dan anaknya . dia hanya sibuk membuat puding .
" Mending kak Liam mandi sana ."
" Tidak mau ."
Sontak kalimat Liam membuat Rina tertawa karena Liam sudah seperti anak kecil yang menolak saat di suruh mandi .
" Li , kamu ini apa-apaan sih , sudah jadi suami masa seperti anak kecil ." Riana menggeleng sambil terus sibuk melakukan aktifitasnya .
Bahkan perkataan mamanya pun tidak Liam pedulikan membuat Kaluna tambah kesal , pekerjaannya jadi terganggu akibat suaminya yang tiba -tiba bertingkah seperti anak kecil , yang tidak mau di minta untuk mandi .
__ADS_1
" Kak Liam apa-apaan sih . sudah sana mandi , jangan disini ." Kaluna masih saja berusaha mengusir suaminya dan tetap saja Liam tidak mau , Dangan terpaksa Kaluna menarik tangan Liam untuk meninggalkan dapur membawanya kembali ke kamar .