
Liam semakin memperdalam ciumannya dia bahkan menahan Tengkuk Kaluna agar ciuman itu tidak terlepas . Kaluna hanya diam mematung mendapat serangan tiba -tiba dari Liam . perempuan itu bahkan masih berusaha menyadarkan dirinya bahwa ini hanya mimpi , mimpi yang sama waktu itu . Ia waktu itu Kaluna pernah bermimpi Liam melakukan hal yang sama seperti sekarang ini , dan saat terbangun dari tidurnya dia begitu malu bisa-bisanya dia memiliki mimpi seperti itu . Kaluna tidak tau jika waktu itu pun bukanlah mimpi .
Hingga saat Liam menyudahi ciuman itu , wajah Kaluna masih nampak kebingungan . Dia masih berusaha menetralisir debaran jantungnya . Liam menatap ekspresi Luna yang terlihat lucu di matanya , membaut laki-laki itu tersenyum. Tangan Liam yang sebelumnya berada di belakang telinga Kaluna berpindah mengelus pipinya. Meraka saling menatap satu sama lain .
"Kaluna Jeinna, Mari menjalani pernikahan ini dengan benar"
Satu kalimat yang membuat kaluna tersadar dari pikirannya dengan apa yang sedang terjadi. kalimat Liam begitu terdengar indah di telinga nya . Meskipun pernikahan mereka tidak di dasari cinta satu sama lain, tapi di dalam harapan Kaluna, pernikahan ini suatu saat nanti bisa membawakan suatu kebahagiaan untuknya . Selama hidupnya Kaluna belum pernah dekat dengan laki-laki lain dia terlalu sibuk dengan dunianya hanya untuk mengalihkan luka hatinya selama ini , saat ayahnya belum bersikap sehangat dulu lagi .
Kaluna tidak menjawab , perempuan itu hanya menampilkan senyumnya suatu penggambaran jika hatinya bahagia mendengarkan kalimat itu di ucapkan oleh Liam . Liam ikut tersenyum dan menarik Kaluna masuk ke dalam pelukannya , memberikan sebuah kecupan di kening Kaluna .
Tidak ada alasan untuk menolak hubungan ini , Kaluna bukan orang asing di hidupnya , dia perempuan yang di sayangi mamanya dan papanya , dan tanpa sadar dia sudah memberikan ruang untuk nama Kaluna di hatinya .
***
Satu bulan setelah kalimat itu diucapkan Liam , membuat hubungannya dengan Kaluna mulai berubah , dari yang sebelumnya mereka tidur terpisah kini Kaluna tidak lagi turun di mana saat sebelumnya dia tidur di kamar yang satunya ,kini kamar itu hanya di isi beberapa barang Kaluna yang berkaitan dengan pekerjaannya , merubah kamar itu menjadi sebuah studio untuknya jika tidak sedang di ruko.
Liam juga sering memberikan perhatian kecil untuk Kaluna dari mulai menanyakan kabar, mengingatkannya untuk tidak melewatkan makan siang jika sedang sibuk dengan job yang malai berdatangan. bukan hanya itu bahkan terkadang Liam sengaja menjemput maupun mengantar Kaluna, padahal jarak antara kantor Liam dengan apartemennya begitu dekat hanya berjarak 10 menit , tapi jarak itu berubah menjadi beberapa menit karena Liam lebih dulu menjemput Kaluna . Dari semua perhatian yang Liam lakukan sungguh membuat Kaluna tersentuh . seperti hari ini , Liam kembali menunjukkan perhatiannya dengan meluangkan waktunya mengajak Kaluna untuk makan siang bersama .
" Kaluna ada di dalam Vi?" tanya Liam saat masuk kedalam ruko . Liam memang sudah mengenal semua orang yang bekerja dengan istrinya karena Liam bukan kali ini saja pernah datang ke ruko tapi sudah beberapa kali.
" Eh pak Liam , ada , Kak Luna ada di studio. mau saya antar pak?
"Tidak perlu ."
Liam melangkah menuju lantai dua , karena letak studio Kaluna ada di lantai dua , studio yang dia gunakan untuk mengambil foto jika sudah merias wajah model miliknya , beberapa pekan ini Kaluna menambah lagi pegawainya , untuk ia jadikan model sebagai bahan promosi di sosial media miliknya, yang di kelola oleh Vivi dan Farzana menjadi foto maupun videografi Kaluna .
" Sayang."
Kaluna menoleh mendengar suara itu, dari saat itu pun Liam sudah merubah panggilan padanya .
__ADS_1
" Kak , sudah datang?."
Kaluna mendekati Liam .
" Belum selesai?" tanya Liam soalnya saat Liam masuk keruangan ini Kaluna masih sibuk mengarahkan modelnya saat melakukan pemotretan .
"Sebentar lagi . tidak apa-apakan. "
sebelumnya Liam sudah mengabarkan Kaluna jika dia akan datang menjemputnya untuk makan siang bersama .
Liam tersenyum dan mengangguk kemudian duduk di sofa . Kaluna kembali mengarahkan modelnya berganti dengan mengecek hasil foto yang di ambil oleh Farzana , memilih mana yang akan di up di sosial media . beberapa saat kemudian Kaluna kembali mendekati Liam .
"Sudah selesai ?" Liam berdiri .
"Iya." jawab Kaluna Kemudian meraih tas miliknya .
" Iya kak . " Jawab Zana yang masih fokus melihat hasil jepretan nya .
" Ayo ." ucap Liam dan meraih tangan Kaluna melangkah bersama keluar dari studio tersebut . tangan itu tidak terlepas sampai Liam membuka kan pintu untuk untuknya . Kemudian Liam juga ikut masuk kedalam mobil duduk di belakang kemudi dan meninggalkan ruko milik Kaluna .
" Kamu mau makan apa?" tanya Liam menatap kerah Kaluna kemudian kembali menatap ke arah jalan .
" Yang ngajakin keluar siapa ?" seharusnya kak Liam yang menentukan tempatnya bukan aku."
" Mungkin kamu ingin makan sesuatu?."
Kaluna menggeleng . "Aku ikut kak Liam saja"
" Ya sudah "
__ADS_1
Liam melanjutkan mobilnya menuju salah satu restoran yang menyajikan makanan khas salah satu kota yang terkenal memiliki makanan yang terkenal di dunia dan di juluki sebagai makanan terenak .
Kaluna sudah mulai makan makanan yang ia pesan , berbeda dengan Liam , dia malah sibuk memperhatikan istrinya . Sadar akan tatapan Liam , Kaluna bertanya
"Kak Liam kenapa?"
sambil tetap menikmati makanan yang terhidang di hadapannya .
" Tadi aku perhatikan saat di studio , kamu sangat bersemangat." saat menuggu di studio Liam tidak berhenti memperhatikan Kaluna yang begitu profesional mengarahkan modelnya dan sesekali memperbaiki make up nya hal itu membuat Liam Kagum terhadapnya, Liam jadi ingat bagaimana Kaluna sangat menyukai dunia nya itu pekerjaan yang sudah menjadi cita-cintanya saat masih kecil , Liam juga tidak akan pernah lupa saat Kaluna menjadikan wajahnya sebagai media percobaan dan membuatnya kesal dan memarahi Kaluna habi-habisan Hinggan membuat Kaluna menangis .
" Semua orang pasti sangat senang kak, jika melakukan apa yang mereka sukai . sama seperti Kaluna , Luna pikir Kak Liam tau betul bagaimana cintanya Kaluna dengan dunia ini . Waktu itu kan kak Liam pernah jadi salah satu modelnya Kaluna ." ucap Kaluna dan melanjutkan menikmati makannya , tapi sesat kemudian terdengar gelak tawa darinya
Entah mengapa dia tidak akan pernah melupakan kenangan itu , kenangan yang membuatnya kesal dengan laki-laki yang ada di hadapannya tapi sekarang menjadi suaminya . Liam memperhatikan Kaluna yang sedang tertawa Tanpa Kaluna duga Liam malah mencubit hidungnya dan menggoyang-goyangkan ke kiri dan ke kanan
" Awww..Kak"
"Jangan mengingatnya "
" Kok Kakak tau ."
" Ekspresi wajah mu saja sudah mudah di tebak . apa yang kamu pikirkan . "
" Masa ? Kalau begitu sekarang coba tebak aku lagi memikirkan apa ?." Kaluna melipat tangannya di meja dan mencondongkan mendekati Liam .
Liam yang melihat itu tersenyum . Karena yang di pikiran sekarang berbeda dengan yang ada di pikiran Kaluna , jika Kaluna menanti jawaban dari Liam. laki-laki itu malah memperhatikan bibir milik Kaluna , bibir yang susah dua kali ia nikmati .
Kaluna menanti jawaban Liam , Tapi sesat kemudian Kaluna membenturkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil menyentuh bibirnya melihat ke sekeliling .
Liam yang melihat itu hanya tertawa .
__ADS_1