
Kaluna tiba di apartemen saat malam sudah sangat larut , saat dia membuka pintu apartemen, dia mendengar suara seseorang membuat Kaluna melangkah mendekati suara itu , di sana dia melihat Liam tengah duduk di sofa dengan tv yang menyala , laki-laki itu belum menyadari kehadirannya istrinya .
" Kak Liam belum tidur ?" ucap Kaluna membuat Liam berbalik . Kaluna kemudian juga ikut duduk di sampingnya .
" Kamu sudah pulang ? aku malas di kamar sendiri ." Liam menyandarkan kepalanya pada bahu Kaluna . tangan Kaluna mengelus pipi Liam . Dia tersenyum mendengarkan alasnya suaminya belum tidur .
" Karena aku sudah pulang . ayo kita ke kamar aku sudah sangat mengantuk ."
keduanya beranjak . Liam lebih dulu berbaring karena Kaluna harus membersihkan dirinya terlebih dahulu , saat Keluar dari dalam kamar mandi dia melihat suaminya sudah berbaring di bawah selimut. Merasa sangat lelah dan sudah sangat mengantuk Kaluna juga ikut masuk kedalam selimut dan mulai memejamkan matanya , sebelum Kaluna betul-betul masuk ke alam mimpinya sebuah tangan besar lagsung melingkar di perutnya , masuk kedalam baju tipis yang dia kenakan , hangat itu yang di rasakan Kaluna saat tangan besar itu menyentuh kulit perutnya .
Kaluna kemudian melirik ke arah belakang
" Kak Liam belum tidur ?" tanya Kaluna karena tangan suaminya bergerak mengelus perutnya.
yang di tanya hanya menjawab
" Em"
Karena melihat mata Liam terpejam Kaluna juga ikut memejamkan matanya ikut tertidur. di luar sana langit semakin gelap mungkin beberapa jam lagi akan berganti menjadi pagi tapi sebelum itu terjadi Kaluna terbangun dari tidurnya karena Merakan ada yang bergerak di Atas tubuhnya , matanya pelan terbuka dan di sana dia melihat suaminya tengah sibuk melakukan sesuatu pada bagian tubuhnya secara bergantian hingga ia harus menggigit bibir bawahnya karena rasa nikmat yang di ciptakan oleh suaminya, bahkan dia baru sadar jika baju tidur yang ia kenakan sudah melorot turun ke perutnya .
Tangan Kaluna terangkat mengelus rambut suaminya , membuat sang pemilik menghentikan aktivitasnya . Dia mendongakkan kepalanya menatap istrinya .
" Aku mengganggu yah." ucap Liam dengan wajah tersenyum , Kaluna juga ikut tersenyum .
" Kak Liam menginginkannya ? tanya Kaluna.
" Apa boleh ?" tanya Liam kembali dan di anggukan oleh Kaluna . Liam semakin tersenyum lebar . Ia kemudian mensejajarkan wajahnya dengan Kaluna
" Tapi aku ingin seperti di kantor ." Liam berbisik di telinga Kaluna membaut Perempuan itu tersenyum dengan Rona merah di wajahnya . Kaluna kemudian bangkit dari posisi tidurnya untuk memenuhi keinginan suaminya . berpindah ke tas tubuh Liam yang sudah siap dengan menyadarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur dan mulai menaik turunkan miliknya .
Tangan Kaluna yang semula berada di pundak suaminya berpindah meremas rambut Liam dengan kuat saat laki-laki itu memainkan bagian tubuh Kaluna secara bergantian yang juga ikut bergerak seirama dengan gerakan Kaluna di bawah sana . Kaluna mendongakkan kepalanya ke atas sambil memejamkan matanya kuat saat suaminya mengigit bagian itu .
__ADS_1
Langit di luar sana Akan segera berganti tapi Kaluna masih belum selesai melayani suaminya . entah sudah berapa lama di berada di posisi itu , hingga ia sudah merasa kram pada kedua kakinya.
Liam yang melihat wajah Kaluna yang sudah kelelahan merubah posisi mereka , membawa Kaluna berada di bawahnya , menuntun kedua kaki Kaluna agar melingkar di pinggang, Liam kemudian mulai mengerakkan miliknya. Hingga mereka mencapai pelepasan bersama.
Liam belum pelepasan miliknya di bawah sana . harapan dan doa tidak lupa Liam ucapkan setiap melakukannya berharap akan ada yang hidup di rahim istrinya .
setalah melepaskan milik nya Liam mengecup purut Kaluna tepat di pusarnya . Kaluna bisa merasakan bibi hangat suaminya yang menyentuh kulit perutnya , dia tau Liam sangat berharap dia akan segara hamil begitupun dirinya .
Liam kemudian bangkit dari tubuh Kaluna dan kembali mensejajarkan wajahnya , dia bisa melihat wajah lelah istrinya dan keringat yang memenuhi wajah itu serta rambut yang berantakan . Liam merapikan rambut Kaluna dan menghapus keringat di wajah istrinya . satu kecupan lain berikan di kening Kaluna .
" Terimah kasih ." ucap Liam
" Sama -sama ."
" Maaf , karena sudah memintamu melakukannya padahal aku tau kamu pasti sangat lelah ." Kaluna tersenyum sambil tanganya mengelus rahang tegas Liam yang di tumbuhi bulu-bulu halus .
" Kapan pun kak Liam menginginkannya, aku akan melakukannya ." jawaban Kaluna membuat Liam bahagia dan menyatukan bibir mereka , Kaluna membalas ciuman itu membuka mulutnya membiarkan lidah suaminya menikmati setiap sudut rongga mulut nya. Liam baru menyudahi ketika Merasakan Kaluna sudah kesulitan bernafas .
Liam kemudian duduk bersandar di tepat tidur kemudian menuntun Kaluna melakukan yang sama , tapi bersandar di dadanya . mereka berdua memilih mengobrol sambil menunggu waktu untuk melakukan kewajiban.
" Bagaiman pertemuannya dengan Tuan Jon ."
" Bisa saja , kami tidak membahas apa-apa hanya makan malam." jawab Liam sambil tanganya mengumpulkan rambut Kaluna dan membawa ke salah satu bahu Kaluna . Liam kemudian memberikan kecupan -kecupan di bahu yang tidak di halangi oleh rambut istrinya
" Benarkah "
" Em, hanya saja di menanyakan keberadaan mu karena tidak datang bersamaku ." entah mengapa kalimat terakhir suaminya memunculkan ide di dalam otak Kaluna bermaksud untuk mengajari suaminya .
" Sepertinya Tuan Jon merindukan ku. karena waktu itukan dia begitu terpesona denganku" ucap Kaluna sambil tersenyum ia ingin lihat wajah kesal suaminya sama seperti waktu itu . Liam mengentikan gerakan bibirnya di setelah mendengarkan kalimat yang baru di keluarkan oleh istrinya .
" Kau bilang apa ." nada kesal sudah terdengar di telinga Kaluna dari arah belakang karena dia masih dalam posisi bersandar di dada suaminya . "
__ADS_1
karena kesal dengan kata-kata Kaluna Liam meremas kuat sesuatu di balik selimut tebal yang tertutup .
" aww...kak . sakit." Kaluna memukul paha Liam .
" Aku bisa membuat bibir mu bengkak jika sampai kamu mengeluarkan kata-kata seperti itu lagi." ucap Liam masih dengan nada kesal . Kaluna memutar sedikit tubuhnya menatap Liam di belakangan .
" Iya maaf ." ucap Kaluna dengan wajah tersenyum sambil mengelus pipi Liam yang masih memperlihatkan ekspresi kesal . kemudian kembali ke posisi semula.
" Kak Liam tidak bertanya tentang pesta kak Ryan ." Memilih membahas yang lain untuk menghilangkan rasa kesal di hati suaminya
" Untuk apa? aku tidak tertarik, yang penting aku tidak mendengarkan laporan Gio jika kamu di peluk oleh laki-laki itu "
" Jadi Kak Liam menyuruh Kak Gio hanya untuk memata-matai ku ."
" Tentu saja , kalau dia ikut hanya untuk mengantarmu , aku juga bisa melakukannya , aku bisa mengantarmu dulu sebelum bertemu dengan Tuan Jon ."
Kaluna berbalik dengan menatap Liam . " memang kak Liam tidak percaya padaku . aku kan sudah bilang tidak akan melakukannya "
" Aku percaya padamu , tapi aku tidak percaya pada laki-laki itu . kenapa ? kamu mau marah . aku akan mengigitmu jika menatapku seperti itu ."
" Aww ..kak , kenapa mengigit bahuku ."
" Kalau tidak mau aku mengigit di tempat lain , lebih baik kamu berhenti menatapku seperti itu ."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Hai reader , terimah kasi sudah meluangkan waktunya mengikuti kisah Kaluna ,Elma dan Liam , ada pesan nih untuk para reader βΊοΈ , Jagan pernah mengatakan jika Elma itu adalah pelakor yah , Elma bukanlah antagonis , dia hanya hadir untuk menagih janji Liam di masa lalu . Dan ada yang penasaran siapa yah kira-kira yang ngeliatin Elma saat di lift , kalau itu author masih menyimpannya ..
Sekedar info , sebenarnya Bab ini susah di up bersama dengan Bab sebelumnya , tapi Di tolak terus sama NT padahal sudah Author revisi sampai 2 kali tapi tetap saja di tolak . mungkin adeganya terlalu π₯π₯π₯π₯π€, sampai Author harus merubah adegan di bab ini hampir semuanya sudah sepeti buat bab baru karena bab sebelumnya tidak di setujui heheheh.
Ets ...satu lagi jangan lupa tinggalkan dukungannya yah , komentar like dan Vote nya . terimah kasih π₯°π₯°π₯°
__ADS_1