
Sepanjang jalan menuju ke sekolah putrinya, Liam tidak berhenti menarik sudut bibirnya. sangat terlihat di wajahnya jika dia sangat bahagia mendapatkan apa yang dia inginkan hari ini. Setelah melakukannya di ruang pribadi miliknya, Liam kembali meminta saat mereka berdua mandi bersama untuk membersihkan diri.
" Hai sayang ." Liam dan Kaluna turun dari mobil langsung mendekati Elif yang berdiri dekat gerbang sekolah. Kemudian membawa Elif masuk ke dalam mobil. Keluarga kecil itu melanjutkan perjalanan mereka, menuju tempat Alessia. jarak dari sekolah Elif ke tempat itu memang tidak membutuhkan waktu yang lama karena Liam memang menempatkan Alyssa di panti asuhan yang tidak begitu jauh dari kantornya, agar jika dia ingin mengunjunginya tidak begitu sulit, jika boleh jujur Liam begitu merindukan anak itu, meskipun Alyssa bukan putrinya.
"Kak apa kita tidak berhenti dulu membelikan sesuatu untuk anak itu.?
"Tidak perlu aku sudah menyiapkan untuknya."
"Benarkah?"
"Em. aku meminta Rara untuk menyiapkannya sebelum kamu datang." Liam menatap Kaluna dan tersenyum kemudian melirik Elif yang duduk tenang di bagaian belakang."
"Sayang, bagaimana pelajaran tadi disekolah, apa menyenangkan?"
"Ya. Elif juga punya banyak teman."
"Dad memang kita mau kemana, ini kan bukan jalan untuk pulang." Elif berdiri mendekatkan tubuhnya pada Liam kemudian melingkarkan ke duan tangan kecilnya pada leher Daddy.
"Kita akan ke suatu tempat dulu sayang, sebelum pergi."
kali ini Kaluna yang menjawab.
"Kemana?"
"Kamu akan tau nanti."
Beberapa saat kemudian Liam memasuki halaman suatu bangun yang bertuliskan Panti asuhan tempat di mana Alyssa selama ini tinggal .
Turun dari mobilnya, Kaluna menulusuri setiap tempat yang ada di sana tatapannya menangkap sebuah halaman kecil yang terdapat beberapa mainan di sana, tidak seperti biasa tempat itu akan selalu ramai, berbeda dengan sekarang masih terlihat sepi, mungkin anak penghuni tempat itu masih belum pulang dari sekolah mereka.
"Ayo sayang." Liam menggandeng tangan Kaluna dan Elif berada di gendongannya, mereka berjalan masuk ke rumah itu.
"Pak Liam ?"
Salah seorang pengurus tempat itu, melihat kedatangan Liam dan langsung menyambutnya
"Mari pak masuk ."
Tatapan ibu itu sesekali di arahkan pada Kaluna, Liam yang menyadari itu langsung memperkenalkan siapa Kaluna.
"Perkenalkan ini istri saya."
"Wah , saya baru tau kalau pak Liam sudah punya istri dan apa ini putri anda ?" tanya ibu itu, hal ini merupakan sesuatu yang cukup mengejutkan menurutnya karena selam ini laki-laki yang selalu datang untuk menemui Alyssa tenyata sudah memiliki istri dan anak
__ADS_1
"Iya Bu ini putri saya, namanya Elif,." Kaluna lagsung mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan hal itu juga di lakukan oleh Elif .
"Maaf ya pak Alyssa belum pulang dari sekolah ."
Ucap ibu itu sambil mempersilahkan Liam untuk masuk. mereka kemudian mengobrol tentang perkembangan Alyssa selama ini saat dirinya tidak bisa datang untuk berkunjung.
Ditengah obrolan mereka tiba -tiba terdengar suara dari arah samping
"Uncle?"
Liam berbalik begitupun dengan Kaluna. Alyssa ingin langsung memeluk laki-laki yang begitu dia rindukan itu tapi melihat ada seorang perempuan di dekatnya di tambah lagi seorang anak perempuan yang mungkin sesuai dengannya tengah duduk di pangkuan laki itu membuat Alyssa mengurungkan niatnya, hingga ia hanya berdiri depan pintu .
Melihat itu Liam berdiri Setalah menyerahkan Elif pada Kaluna, ia kemudian mendekati Alyssa dan mensejajarkan tubuhnya.
"Apa kabar ?"
Tidak menjawab, Alyssa menatap Liam kemudian menatap Kaluna juga Elif, seolah bertanya siapa mereka, Liam yang paham arti tatapan itu kemudian menjelaskan pada Alyssa.
"Dia istri dan anak Uncle."
Liam membawa Alyssa mendekat ke Kaluna dan juga Elsa.
***
Karena terlalu fokus memikirkan Alyssa, membuat Kaluna tidak sadar seseorang tengah melangkah mendekatinya.
"Sedang memikirkan apa ?"
Suara Liam membaut Kaluna tersadar dari lamunannya. Kaluna melirik melihat Liam yang sudah membenamkan wajahnya di ceruk leher nya, tangan Kaluna mengelus rambut tebal milik Liam.
"Kamu belum menjawab pertanyaan-ku." Liam mengencangkan pelukannya sambil menghirup aroma tubuh Kaluna.
"Kak, kenapa aku merasa wajah Alyssa seolah tidak asing di mataku, aku berfikir Jika aku sudah pernah melihat wajah yang mirip seperti itu sebelumnya."
Kaluna berusaha berbalik, Liam yang menyadari itu langsung melonggarkan pelukannya.
"Maksud mu?, laku-laki br*gsek itu . Kamu mengenalnya?"
"Aku tidak bilang begitu kak, aku hanya bilang wajah yang di miliki Alyssa , sepertinya aku sudah pernah melihat."
"Dimana ?"
"Aku tidak tau."
__ADS_1
"Kalau begitu berhenti mengingatnya." nada suara Liam sudah berubah mengetahui istrinya sementara mengingat laki-laki lain hal itu membuatnya kesal."
"Kenapa kak Liam jadi marah padaku." Kaluna juga ikutan kesal kerena merasa di bentak olah Suaminya.
Ia kemudian meninggalkan Liam dari tempat di mana dia sedari tadi berdiri. Liam yang merasa melakukan kesalahan langsung mengikuti langkah istrinya yang sudah masuk ke dalam meninggalkan balkon apartemennya.
"Sayang, aku bukan marah padamu, aku hanya kesal saja kamu memikirkan laki-laki lain."
Berusaha membujuk istrinya. Tapi sayang Kaluna tidak peduli dia semakin mempercepat langkahnya, namun langkahnya itu tiba -tiba terhenti dan berganti dengan tubuhnya yang melayang. Liam membopong tubuhnya dan dengan langkah lebar Liam membawa tubuh kaluna ke tempat tidur dan membanting nya dan dengan cepat Liam langsung menindihnya
"Aww kak sakit." proses Kaluna dengan nada kesal sambil memukul dada liam dengan kerasa .
"Jangan berbohong sayang kamu tidak mungkin kesakitan." Liam semakin merapatkan tumbuhnya membuat kaluna berusaha mendorong tubuh suaminya. Hingga akhirnya
"Aaarrrrgg" Liam beterika kesakitan saat deretan gigi kaluna menancap sempurna di dadanya, tidak ada pilihan lain, Liam membanting tubuhnya ke samping.
"Sayang kenapa menggigitku."
"Salah sendiri." Kaluna akan meninggalkan tempat tidur karena masih kesal degan suaminya. Namun dengan cepat liam menarik kakinya dan menyerat tubuhnya itu kembali berada di bawahnya.
Liam kemudian membuka bajunya
"Mau kemana em, setelah melakukan ini kau mau pergi begitu saja." Liam menunjukkan bekas gigitan kaluna pada dadanya yang sangat jelas terlihat. Hal itu sontak membuat Kaluna tertawa. Sambil menyentuh bekas gigitan itu.
Liam yang melihat Kaluna tertawa lepas, juga ikut tersenyum.
"Kamu cantik jika tertwa seperti ini."
Ucapan Liam sontak membuat kaluna diam seketika tatapan mereka bertemu. Liam menundukkan wajahnya namun dengan cepat Kaluna menghentikan gerakan suaminya
"Kenapa?" Tanya liam heran.
"Kita sudah melakukannya berulang kali tadi di kantor apa kak liam tidak bosan."
Liam tersenyum .
"Tidak akan. Justru aku ingi terus melakukannya,
Setelah mengatakan itu liam , tangan liam bergerak cepat melepaskan kain tipis yang menutupi tubuh Kaluna, dan langsung membenamkan wajahnya di sana.
Sontak hal itu membuat Kaluna mendongakkan kepalanya ke atas saat lidah suaminya bergerak indah di bagian sensitif tubuhnya.
"Meden..desahlah aku suka mendengarkannya." ucap Liam yang sudah dipenuhi kabut gairah saat melihat Kaluna mengigit bibir bawahnya.
__ADS_1
sepertinya malam ini akan semakin panjang untuk pasangan suami istri itu.