
Di akhir pekan Kaluna dan Liam memilih menghabiskan akhir pekan mereka hanya di apartemen. Kaluna yang sibuk dengan sosial medianya dan Liam yang sibuk di depan laptop miliknya . keduanya duduk di ruang tamu sambil menonton tv.
Kaluna sibuk melihat perkembangan dan tren make up yang sedang di minati di negaranya , karena tidak mungkin dia mengaplikasikan Tren make up di luar negeri saat ini . jadi dia beberapa hari yang lalu sudah sibuk melihat-lihat melalui akun media sosialnya .
Saat tengah sibuk men scroll media sosialnya tiba -tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel Kaluna .
" Halo ma."
"....."
" Iya . Luna sama Kak Liam ada di apartemen kok .
" ..."
" Mama sudah ada di bawah ?. mau Kaluna jemput ma?"
Dan telpon itu berakhir .
"Mama?" tanya Liam
" Iya katanya mau kesini dan sudah ada di bawah".
Keduanya kembali sibuk dengan urusan masing -masing , namun sepersekian detik kemudian Liam dan Kaluna saling menatap . seperti sudah paham dengan tatapan masing masing keduanya kemudian beranjak.
"Aduh gimana ni kak , kalau mama tau kita tidur di tempat yang berbeda." raut wajah Kaluna sudah terlihat panik , dia tau jika sampai Riana tau tentang bagaimana sebenarnya pernikahan mereka pasti wanita itu sangat sedih.
" Kamu tenang. jangan panik gitu mama tidak akan tau." Jawab Liam " Selama mama tidak masuk ke kamar kamu dia tidak akan tau." lanjutnya .
" Memang tadi mama bilang apa?"
"cuman bilang pengen kesini."
" Semoga saja mama ngak nginap."
" Semoga saja." .
Di tengah pembicaraan Kaluna dan Liam suara bel berbunyi dan sudah pasti itu adalah Riana .
"itu pasti mama."
Liam melangkah menuju pintu. Tanpa sadar Ia menggenggam tangan Kaluna untuk ikut bersamanya . Kaluna hanya menatap tangan yang sudah berada dalam genggaman itu dan mengikuti langkah Liam .
Saat pintu Liam buka .
" Mama." sapa Luna di berusaha melepas tangannya dari Liam untuk menyalami mama mertuanya tapi tak kunjung di lepaskan oleh Liam . Luna kemudian berbisik pada suaminya .
" Kakak lepas tanganku dulu."
Liam langsung menatap tangannya dan merasa heran kenapa bisa tangan Kaluna berada dalam genggaman nya , Liam kemudian melepaskannya .
__ADS_1
Riana yang melihat itu tersenyum . Dalam pikiran wanita itu mengatakan bahwa Liam begitu menyayangi Kaluna.
Setelah tangannya terlepas Kaluna langsung meraih tangan Riana kemudian menciumnya kemudian mengajaknya masuk .
" Kok mama tidak bilang-bilang kalau mau kesini . Kan Liam bisa jemput " Liam yang berjalan di belakang mengikuti langkah kedua wanita itu .
" Tidak perlu repot-repot sayang kan mama bisa di anterin supir. kalian sudah makan?"
Liam dan Kaluna menggeleng . memang keduanya masih sibuk tadi dengan pekerjaan masing -masing dan Kaluna belum menyiapkan makan siang untuk mereka berdua .
" Bagus kalau begitu . mama bawa makan dari rumah jadi kita bisa makan sama -sama ."
Kaluna langsung mengambil Box makanan yang di bawa oleh mertuanya tersebut.
" Kalau begitu saya siapkan ya mama."
" Kita siap kan sama -sama."
Setelah semua makanan Kaluna dan Riana siapkan mereka bertiga makan bersama . Saat tengah asyik menikmati makanan .
" Oh ya sayang mungkin mama akan menginap di sini."
"Apa?"
Satu kata yang keluar dari mulut Kaluna dan Liam secara bersamaan . Riana yang mendengar itu kaget dan kebingungan .
Liam dan Kaluna saling menatap dan kemudian menggeleng .
" Apa kalian tidak mau kalau mama nginap di sini?"
" Eh , bukan begitu ma." jawab Kaluna
" Terus?"
" Begini ma, maksudnya kami itu . kalau mama nginap di sini terus papa bagaimana , papa jadi sendirian dong di rumah."
" Oh iya mama belum kasi tau ke kalian .kalau papa itu lagi kelaur kota dan pulangnya besok ."
Mendengar penjelasan itu , entah mengapa makana yang masuk ke dalam mulut Liam dan Kaluna menjadi tidak enak lagi.
Ting
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Liam . disan jelas siapa pengirimnya . Liam kemudian menatap Kaluna dan Kaluna memberi kode agar membaca pesan itu .
" Kak . bagaiman ini , kalau mama nginap . mama tidur dimana?"
" Tidur di kamar kamu . mau dimana lagi, di sini cuman ada dua kamar."
" Mama bisa tau dong kalau kayak gitu . semua barang aku kan ada disitu . Kak Liam bagaimana sih, terus aku tidur di mana ?
__ADS_1
" Kenapa sayang?"
Tanya Riana, wanita itu melihat menantunya terlihat tidak tenang .
" Ngak apa-apa kok mah."
Kaluna melanjutkan makannya , Liam yang duduk berhadapan dengannya tersenyum karena ekspresi yang di tunjukkan Kaluna begitu lucu di matanya .
Selesai makan mereka bertiga Rania langsung membawa beberapa piring menuju wastafel Kaluna dan Liam membereskan sosial makanan di meja makan .
" Kak bagaiman ini ?" Kaluna masih terlihat panik dengan rencana Riana untuk menginap . Dia bicara dengan suara berbisik, takut jika Riana mendengar pembicaraan mereka .
" Begini saja kamu pindahin barang -barang kamu ke kamar aku. Nanti kamu minta tidur sama mama , bilang saja kamu pengen tidur sama mama."
Saran yang di berikan terdengar masuk akal di telinga Kaluna . Saat Urusan meja makan selesai Kaluna bergegas menuju kamar yang selama ini di tempati untuk tidur , baru beberapa langkah menuju kamar tersebut Riana sudah memanggilnya .
" Luna ." panggil Riana
" Iya ma ." jawab Kaluna sambil berjalan kembali menuju arah dapur karena Riana masih berada di dapur . Lima yang duduk di sofa tamu hanya menatap Kaluna yang terlihat dari raut wajah perempuan itu seperti meminta tolong . Iya Kaluna meminta pertolongan pada Liam untuk memikirkan bagaimana caranya dia bisa segera memindahkan barang -barangnya , jika seperti ini yang Riana selalu memanggilnya, entah kapan Ia bisa memindahkan barang -barangnya tanpa sepengetahuan Riana. saat ini sebenarnya adalah kesempatan untuk Kaluna , karena Riana sementara berada di dapur jadi dia bisa leluasa untuk memindahkan barang -barang miliknya ,Tapi saat Riana sudah berada di ruang tamu dia susah tidak tau bagaiman cara memindahkan barang miliknya karena sudah pasti akan ketahuan karena posisi ruang tamu berhadapan dengan kedua kamar tidur tersebut. makanya saat dia di panggil tadi dia sudah memperlihatkan wajah memelas nya tadi pada Liam sebagai tanda membutuhkan pertolongan .
Liam tau jika Kaluna sedang butuh bantuannya tapi salah mengartikannya.
Liam kemudian menuju kamar Kaluna untuk mengemasi barang-barangnya dan memindahkan ke kamarnya, Karena melihat Kaluna sepertinya tidak bisa melakukannya . setelah memisahkan semuanya dan tanpa tertinggal satupun. Liam kembali duduk di sofa . dari darah dapur juga sudah terlihat Kaluna dan mamanya membawa puding , Ia Riana memanggil Kaluna untuk membuat puding tadi dan menunggu puding itu mengeras baru membawanya ke ruang tamu untuk di nikmati bersama .
Kaluna duduk bersebelahan dengan Liam dan di hadapan Riana. saat baru mendudukkan tubuhnya Kaluna langsung meraih ponsel miliknya .
" Kak Bagaimana ini, barang-barang ku masih belum aku pindahkan."
"Kamu tenang saja . semuanya sudah aku pindahkan."
" Hah? Kak Liam sudah memindahkannya? . Semuanya ?"
" Iya. dan aku baru tau jika kamu suka memakai dalam warna hitam. soalnya tadi saat aku pindahkan hampir semuanya dalaman milikmu berwarna hitam." dengan emoji tertawa di akhir kalimatnya
Saat menerima balasan pertanyaan sontak Kaluna melihat kearah Liam yang duduk di sampingnya dan apa yang di lakukan laki-laki itu sekarang? dia tersenyum sambil menarik turunkan alisnya .
Karena kesal dan merasa menerima pelecahan Kaluna spontan meraih bantal yang ada di sampingnya dan langsung memukuli Liam . Liam yang mendapat pukulan itu hanya tertawa meskipun berusaha menahannya dengan tangannya .
Kaluna lupa jika ibu dari laki-laki yang sementara menerima amukannya itu menyaksikan perlakuannya
Riana yang menyaksikan itu heran . wanita itu kebingungan melihat apa yang terjadi di depannya .
" Kaluna ada apa?"
Kaluna yang mendengar suara itu langsung berhenti dan berbalik menatap Riana .
" Eh itu ma , ada nyamuk besar di badanya kak Liam." ucap Kaluna dengan senyum di paksakan .
Riana yang mendengar alasan menantunya itu bertambah kebingungan . berbeda dengan Liam laki-laki itu malah kembali tertawa mendengar alasan paling tidak masuk akal yang di ucapkan Kaluna .
__ADS_1