
Ryan bejalan beriringan dengan Kaluna mendekati Faisal dan Liam . Laki-laki itu masih memesona di usianya yang akan memasuki usia kepala empat .
" Apa kabar nak Ryan?"
"Baik om?"
Setelah menyalami ayah dari Kaluna Ryan beralih menatap Liam. sudah jelas terlihat kilatan mata permusuhan di mata Liam .
Ryan tersenyum sambil mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Liam sekadar nya saja .
ke empatnya kemudian berjalan masuk kedalam kediaman Faisal menuju meja makan . Faisal sengaja mengundang anak dan menantunya itu untuk makan malam karena sudah lama Kaluna tidak mengunjunginya . Ia paham jika anaknya itu sedikit sibuk untuk memulai usahanya . dan untuk Ryan , Karena tau jika Kaluna belum bertemu dengan orang yang selalu dianggapnya sebagai kakaknya itu .
Saat tiba di meja makan Kaluna menarik kursi duduk di samping Liam yang membuat suaminya itu tersenyum , karena laki-laki itu pikir Kaluna akan terus menempel dengan laki-laki yang namanya Ryan itu. Ryan sendiri duduk di hadapan Kaluna dan Faisal di antara keduanya .
" Oh ya Kak , bagaimana kerjaan yang di tawarkan Miss Clara waktu itu apa sudah selesai ?
Hal yang menjadi alasan Ryan tidak pulang bersama Kaluna saat pagelaran waktu itu selesai adalah Miss Clara, yang bertanggung jawab menangani tim make up mereka menawarkan Ryan kerjasama, dengan salah satu desainer atas permintaan desainer itu sendiri . Karena desainer itu akan melaksanakan Show nya dibeberapa negara. Desainer itu ingin Ryan yang me make up model yang akan dia gunakan . Setelah kerjasama itu berakhir Ryan langsung memutuskan kembali ke negaranya . Dia bahagia setelah bertahun -tahun menunggu akhirnya tujuan akan terlaksana sebentar lagi.
Liam melirik ke arah Kaluna mendengar pertanyaan istrinya tersebut. sambil menikmati memasukkan makanan kedalam mulutnya . Hal yang sama juga dilakukan yang lain dengan tetap melanjutkan obrolan .
" Sudah , setelah acara itu selesai aku langsung memutuskan pulang dan juga Miss Clara menitipkan pesan untukmu, katanya kapan kamu bergabung lagi dengan tim"
mendengar itu Kaluna hanya tersenyum .
"Ntahlah kak aku juga tidak tau, untuk saat ini aku hanya ingin berdiri sendiri tanpa terikat."
" Bukanya kamu pernah bilang jika berada di belakang panggung dengan sibuk mempercantik model membuatmu terlihat keren."
__ADS_1
Kaluna Kembali tersenyum karena Ryana mengingat betul kalimat yang pernah di ucapkan ya .
Liam yang mendengar obrolan antara Kaluna dengan Ryan tidak bisa ikut dalam pembicaraan itu, yang membuatnya hanya menjadi pendengar antara keduanya, karena dunia yang orang yang berdua itu bahas sungguh tak ada satupun Ia pahami, berbeda dengan mertuanya , ayah dari Kaluna itu sesekali membalas percakapan Ryan dan Kaluna .
Sebenarnya pikiran Liam saat pertama kali bertemu dengan Ryan , ada yang aneh yang muncul dari pikirannya , jika melihat dari penampilan laki di hadapannya ini sangat tidak terlihat jika dia menggeluti bidang yang sama dengan Kaluna , malah dia melihat laki-laki itu seorang yang memiliki profesi yang sama dengan dirinya , tapi waktu itu saat Kaluna menceritakan tentangnya tak ada satupun hal yang mengarah ke sana .
Makan malam itu hanya diisi obrolan Kaluna dengan Ryan yang mengenang kegiatan Meraka selama di luar negeri , setelah makana malam usai Kaluna mengajak Ryan untuk ngobrol di taman samping rumah sedang Faisal kembali kerang kerjanya karena saat bergabung tadi tiba -tiba laki-laki itu menerima panggilan telepon yang membuatnya harus tidak ada di antara Liam Kaluna dan Ryan .
" Kata Kaluna kamu sakit saat aku memintanya untuk menjemput ku di bandara waktu itu ." Ryan memulai obrolan .
Kaluna tidak ada di antara mereka Ia kembali masuk untuk mengambil cemilan. Jadi yang ada di di kursi taman itu hanya Liam dan Ryan .
" Iya. aku memintanya merawat ku." jawab Liam dengan nada penekanan. Berharap Ryan menyadari posisinya . Liam sudah meras tidak nyaman lama-lama berada di rumah mertuanya sendiri . mungkin jika laki-laki yang sedang duduk di sampingnya ini tidak datang ceritanya akan berbeda .
Ryan yang cukup dewasa dari Liam hanya tersenyum mendengarkan kalimat yang baru Liam keluarkan .
" Kenapa kamu tersenyum . apa ada yang lucu?" ekspresi nya sudah jengah melihat wajah Ryan .
" Maksudmu?"
" Aku tidak tau kamu berfikir bagaimana tenang aku dan Kaluna . yang jelas aku hanya menganggap Kaluna sebagai Adik yang aku sayangi."
Liam mendengarkan ucapakan Ryan . hal yang sama juga di katakan oleh Kaluna Jika dia hanya menganggap Ryan kakak . Tapi apa itu tidak berlebihan mengingat tidak ada hubungan di antara mereka , hanya seorang rekan kerja . tapi melihat bagaimana akrabnya istrinya dengan Ryan membuatnya sedikit tidak percaya . Dia berfikir laki-laki ini menyukai istrinya .
" Aku punya alasan untuk itu." Ryan melanjutkan kalimatnya
" Apa ?" tanya Liam penasaran
__ADS_1
Bukanya menjawab pertanyaan Liam , Ryan malah mengatakan suatu kenyataan yang membuat Liam terkejut.
" Kamu tau , saat Kaluna mengatakan dia akan menikah dengan orang yang di jodohkan dengannya . mungkin aku orang yang paling khawatir . aku takut jika laki-laki itu tidak mencintainya dan hanya mengikuti keinginan orang tuanya."
Liam yang mendengarkan itu sedikit tersendiri karena kalimat yang diucapkan Ryan tidak salah memang . Liam jadi berfikir apa Ryan tau bagaimana sebenarnya hubungan dirinya dengan Kaluna, apa mereka sedekat itu sehingga Kaluna menceritakan semua tentang pernikahannya .
" Tapi melihat bagaiman sikap mu saat pertama kali kita bertemu dan saat aku meminta Kaluna menjemput ku . aku menjadi yakin jika Kaluna berada dengan orang yang menyanginya."
" Kenapa kamu bisa seyakin itu ?"
" Hari dimana aku meminta Kaluna ke bandara . apa kamu benar sakit atau hanya pura-pura sakit? biar aku yang jawab pasti saat itu kamu hanya pura supaya Kaluna tidak datang . jika kamu bertanya kenapa aku bisa tau . karena sehari sebelumnya Kaluna bilang kamu masih sibuk di depan laptop , tapi saat pagi kamu lagsung sakit."
pernyataan Ryan sontak membuat Liam kaget.
" Itu salah satu bukti jika kamu menyangi Kaluna dan hari ini dari cara kamu melihatku saat Kaluna datang menghampiri ku aku bisa melihat kamu tidak suka .
Liam sebenarnya sedikit malu karena ternyata Ryan tau tentang kebohongannya dan tunggu cemburu ? apa dia betul cemburu .
" Boleh aku meminta tolong ?" ucap Ryana
" Apa ?"
Ryan mengutarakan permintaanya kepada Liam dan mungkin ini adalah awal perubahan hubungan Liam dan Kaluna , Saat bagaimana laki-laki itu mengetahui sebuah kenyataan yang tidak ia ketahui sama sekali . Hidup yang dimilik Kaluna selama ini tidaklah mudah, dia bahkan berjanji , jika Kaluna Memang adalah takdir dari hidupnya dia akan belajar mencintai Kaluna dan membuat wanita itu bahagian dan akan selalu ada untuk perempuan itu .
***
Hai para reader , Maaf baru bisa up lagi ☺️, soalnya kerjaan di dunia nyata lagi banyak banget , tempat kerja baru selesai melaksanakan 2 kegiatan yang cukup besar dan juga cukup menguras tenaga dan otak. jadi tidak bisa up selama persiapan acara tersebut.
__ADS_1
Karena sudah selesai semoga kedepannya bisa up setiap hari , oh ya ada yang sudah mengintip novel Author " Balas dendam shaynaa? yang nyangkut sampai episode ke 4 😅. Author hanya ingin menyampaikan jika kisah shaynaa juga akan lanjut , tapi up-nya mungkin tidak sesering Kisah Kaluna . soalnya menulis tentang dunia mafia itu tidak mudah, harus membaca beberapa referensi supaya apa yang author tulis tidak asal-asalan .
author juga mohon dukungannya yah 🥰 , jangan lupa di like ,dan tinggal komentar kalian juga . ok . terimah kasih ♥️♥️♥️♥️