Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Akan percaya


__ADS_3

Hari peresmian pembangunan hotel kedua akhirnya tiba, beberapa wartawan dari berbagai media juga sudah mulai meliput acara tersebut . Orang yang paling sibuk dalam persiapan acara ini tentu saja adalah Gio , karena Liam sangat mengandalkan asisten sekaligus sahabatnya . Semua yang berperan dalam acara itu sudah tiba di lokasi lebih tepatnya di Aula hotel , turut hadir dalam acara peresmian ini adalah beberapa dari kalangan pejabat pemerintahan salah satunya menteri Perekonomian. Hotel bintang 6 kedua di Indonesia dan ke 47 di dunia yang memiliki 36 lantai, di bangun oleh Liam mengusung konsep modern luxury dengan di balut keberagaman budaya Indonesih.


Setalah penandatanganan Prasasti oleh beberapa pejabat dan di akhir oleh Liam sendiri , kemudian di lanjutkan dengan sambutan -sambutan , Liam mengucapakan banyak terimah kasih kepada para karyawan L.A.D Group yang sudah membantu dalam mensukseskan pembanguan hotel ini dan tentunya harapan Liam hotel ke duanya ini dapat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di negaranya. setelah menyampaikan sambutannya Liam turun dari atas panggung dan langsung mendatangi beberapa rekan bisnisnya tidak lupa ada Kaluna yang selalu setiap mendampinginya .


" Selamat Pak Liam atas peresmian hotelnya . saya sungguh kagum dengan Anda di usia yang masih sangat mudah sudah berhasil membangun hotel sebesar ini ." puji salah satu rekan bisnis Liam sambil menjabat tangannya.


" Bentul itu , Tuan Hendra anda pasti bangga sekali dengan putra Anada ." Hendra tertawa yang saat ini juga ikut bergabung dengan para rekan bisnis putranya , laki-laki yang sudah berumur itu tentu saja sangat bangga dengan putranya bukan hanya saat ini dia baru bangga , bahkan sudah dari dulu saat Liam masih usia sekolah , Liam Selalu menjadi yang terbaik di sekolahnya .


Liam yang mendapat pujian itu tidak lupa mengucapkan terimah kasih.


Liam kemudian kemudian mendatangi reka bisnis yang lain .


" Kamu duduk saja dulu dengan mama ." Liam menunjuk dengan arah pandangan mata , meminta Kaluna untuk duduk dengan Riana dia tidak ingin Kaluna kelelahan Jika terus mendampingin untuk mendatangi rekan bisnisnya.


" Kak Liam tidak apa -apa sendiri ." tanya Kaluna yang masih setiap melingkarkan tanganya di lengan suaminya .


Liam tersenyum sambil mengelus pipi Kaluna ." tidak apa-apa ."


Kaluna Kemudian mendatangai di mana mertuanya itu duduk dan ikut bergabung di sana .


" Sayang . Liam mana?" tanya Riana saat menyaksikan Kaluna sudah ada di dekatnya dan duduk di sampingnya .


" Kak Liam masih mengobrol dengan yang lain , papa juga."


Riana kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan suami dan putranya di sana dia melihat Liam sementara menghadapi media untuk memulai wawancara .


" Ya sudah kamu di sini saja dengan mama ."


Kaluna mengangguk .


" Sayang . terimah kasih ya sudah Mau menemani Liam . Riana meraih salah satu satang Kaluna , membawanya ke pangkuannya. Dia sungguh bahagian melihat bagaiman kehidupan pernikahan putranya dengan anak dari sahabatnya, dia berfikir putranya tidak menerima Kaluna karena dia tau Jika Liam sebelum perjodohan ini dia putuskan, belum bisa melupakan seseorang , meskipun dia tidak tau siapa perempuan itu dan hal itupun dia ketahui hanya dari suaminya . tapi melihat bagaimana putranya memperlakukan Kaluna , dia t tidak perlu memikirkan hal itu. Riana yakin putranya sudah melupakan perempuan itu dan sangat bahagian dengan Kaluna perempuannya yang sudah dia anggap putrinya sendiri.


" Iya ma. Kaluna Juga mau berterima kasih karena sudah mengizinkan Kaluna menemani kak Liam ." balas Kaluna


apa yang di lakukan Kaluna saat ini selalu di perhatian oleh Liam, karena setelah sesi wawancara dengan beberapa wartawan tadi dia tidak langsung mendatangi istrinya dan mamanya tapi masih mendatangi rekan bisnis yang lain , meskipun begitu tatapan Liam sesekali melihat ke arah diaman Kaluna berada .


Sebenarnya Liam penasaran tentang apa yang sementara di bicarakan Kaluna dengan mamanya karena dia melihat sesekali mamanya mengelus wajah istrinya dan Kaluna terlihat mengangguk kepalanya .


" Ma, Kaluna ke toilet sebentar ya. "

__ADS_1


" Mau mama temani ."


Kaluna menggeleng ." tidak usah ma , Kaluna bisa sendiri."


Kaluna kemudian melangkah keluar dari Aula menuju ke toilet . Saat masuk ke toilet Kaluna melihat jika toilet itu sepi , ia kemudian masuk ke salah satu pintu WC .


" Pak Liam hebat ya , masih usia segitu sudah bisa bangun hotel bintang 6 . " ucap salah satu perempuan di lehernya tergantung sebuah name take , .


" Iya kamu bener banget aku saja kagum dengannya . uh. beruntung banget sih yang jadi istrinya , sudah tampan , baik, kaya lagi ." Kalimat perempuan yang lain . ke duanya baru masuk setelah Kaluna menutup pintu WC yang ia masuki .


" Mungkin aku akan di hajar oleh istrinya jika dia tau saat aku mewawancarainya tadi aku hanya fokus melihat wajahnya ." tertawa mengingat kejadian saat mewawancarai tadi.


" Apa tadi kau melihatnya. istri dari pak Liam ?" tanya salah satunya


" Tentu saja ." jawabnya sambil merapikan menampilkannya di depan kaca wastafel.


"Kamu tau, aku penasaran dengan satu hal ."


" apa?"


" Apa kamu masih ingat saat kita juga meliput peletakkan batu pertama hotel ini , sebuah rumor beredar jika tanggal pembanguan hotel ini itu sangat istimewa pagi pemiliknya, pak Liam sengaja memilih tanggal itu."


" Ah , iya aku ingat , katanya sih, itu tanggal jadian pak Liam dengan cinta pertamanya . Apa yang saat ini jadi istrinya adalah cinta pertamanya ?" yang di tanya hanya mengajar bahu tidak tahu .


Setelah memastikan keduanya sudah keluar . Kaluna juga keluar dan meninggalkan toilet . Kembali bergabung dengan mertuanya dan di sana juga sudah ada Liam dan papa mertuanya .


Kaluna duduk di dekat suaminya . Setelah beberapa jam , akhirnya acara itu selesai .


Di dalam mobil , Liam sesekali melirik ke samping. melihat Kaluna yang hanya diam tapi Liam tidak ingin bertanya , mungkin saja Kaluna lelah dengan acara tadi .


Saat tiba di apartemen Kaluna langsung masuk dan membersihkan dirinya di kamar mandi tanpa banyak bicara membaut Liam sedikit bingung .


" Ada apa em ? aku perhatikan saat kembali dari toilet di hotel tadi kamu tidak banyak bicara ." tanya Liam yang kini memeluk tubuh Kaluna dari belakang , keduanya sudah berada di tempat tidur saat ini ." Apa ada yang menggangu pikiranmu ?" tanya Liam kembali sambil memberikan ciuman di leher Kaluna yang terekspos di depannya , mata Kaluna terpejam, menikmati sentuhan lembut bibir suaminya di sana. Ia kemudian berusaha berbalik , Liam yang menyadari itu mengentikan aktifitasnya dan melonggarkan pelukannya .


Keduanya saling menatap dengan jarang yang begitu dekat .


" Ada apa ?" tanya Liam lagi sambil mengelus pipi Kaluna dengan jari jempolnya .


" Apa kak Liam betul mencintaiku ?"

__ADS_1


Jujur mengingat kembali obrolan dua perempuan di toilet tadi membuat Kaluna terganggu dan membuat dia berfikir laki-laki yang ada di hadapannya ini masih menyimpan nama dari masa lalunya , bukan tanpa alasan Kaluna berfikir seperti itu , saat kembali bergabung tadi, dia mencari informasi di hpnya tentang tanggal awal pembangunan hotel ini dan di sana tertera tanggal yang tidak asing untuk dirinya , dia hafal tanggal itu , itu adalah password apartemen Liam, sebelum di ganti menjadi tanggal pernikahan mereka. Meskipun sudah terganti tapi dia masih ingat jelas jika password sebelumnya masih di gunakan bahkan setelah mereka melakukannya pertema kali , Kaluna berfikir jika Liam masih menyimpan nama itu meskipun sudah menyentuhnya . Hal itu yang membuat dirinya menjadi tidak yakin dengan pertanyaan cinta suaminya sehingga tiba -tiba dia menanyakan pertanyaan tadi.


Kaluna menatap lekat wajah di depannya menunggu jawaban . Mendengar pertanyaan Kaluna Liam tersenyum , tangan yang semula berada di pipi Kaluna kini berpindah di hidung istrinya , Liam mencubit hidung itu sambil mengerakkan nya ke kanan dan kekiri .


" Pertanyaan apa itu . kamu sudah tahu jawabnya ." sambil tanganya masih berada di hidung Kaluna membuat kepala Kaluna ikut bergerak ke kanandan kekiri


" Aku serius ka."


berusaha melepas tangan suaminya di hidungnya . tangan itu berpindah ke pinggang dan menarik dirinya semakin merapat pada tubuh suaminya .


" Aku juga serius sayang . memang ada laki-laki yang bisa menyentuh Perempuan yang tidak mereka cintai em ? "


" Ada ." jawab Kaluna ." laki-laki yang hanya menggunakan perempuan sebagai pemuas nafsunya saja ."


Liam sungguh tidak suka mendengar kata-kata seperti itu keluar dari bibir Kaluna ia kemudian mengapit dagu Kaluna.


"Jadi kamu berfikir aku laki-laki seperti itu ?"


Kaluna menggeleng


" Tidak ."


" Lantas kenapa tiba -tiba menanyakan hal itu ."


" Aku hanya ingin bertanya karena ..." kalimat Kaluna berhenti saat Liam langsung menyatukan benda kenyal itu menyesap bibir Kaluna yang begitu Liam sukai , Kaluna bisa merasakan lidah Liam menerobos masuk ke rongga mulut nya , menggodanya untuk membalas , Kaluna yang mudah hanyut dengan sentuhan suaminya, memejamkan matanya dan ikut membalas sesapan itu . hingga ia merasa sudah ke habisan oksigen memundurkan kepalanya berniat untuk menyudahi tapi tengkuknya langsung di tangan oleh Liam , dia tidak membiarkan bibir istrinya lepas dari bibirnya dan semakin menikmati beda kenyal itu , dia sudah tidak tahan untuk tidak menikmatinya saat dia mengapit dagu Kaluna , tatapannya lagsung beralih di bibir terbelah milik Kaluna sehingga tanpa persetujuan pemiliknya dia langsung memakan bibir yang begitu menggodanya .


Tangan Kaluna memukul bahu Liam , meminta untuk di lepaskan , karena merasa dia Sudah kesulitan bernafas .


huuuufffff


Akhirnya Liam melepaskannya , dia bisa melihat dada Kaluna naik turun dengan begitu cepat berusaha mengirup udara sebanyak-banyaknya .


" iiiihhh Kakak bibir ku bengkak." protes Kaluna sambil memukul dada suaminya .


" Aku bisa membuatnya lebih bengkak jika kamu masih bertanya tentang pertanyaan tidak jelas seperti tadi ."Liam menghapus jejak yang di tinggal dari bibir bawah Kaluna .


Kaluna mengerucutkan bibirnya membuat Liam tersenyum karena ekspresi Kaluna terlihat menggemaskan di matanya . " Sudah tidak perlu cemberut begitu , aku akan mengulanginya lagi jika kamu masih cemberut begitu . Sudah sebaiknya kamu tidur ."


" Kaluna kembali ke posisi awal tadi berbaring membelakangi suaminya ."

__ADS_1


Tangan Liam kembali memeluk tubuh Kaluna . tapi sebelum itu dia menurunkan tali kecil di bahu Kaluna membuat bahu mulus Kaluna tidak terhalang apapun kemudian Liam menempelkan bibirnya di sana.


Kaluna bisa merasakan itu , bibirnya tersenyum , dia akan melupakan perkataan dua perempuan tadi dan percaya dengan cinta suaminya .


__ADS_2