
Liam berdiri di depan sebuah jendela kaca yang cukup besar , Ia baru kembali menemui seseorang, seseorang yang cukup penting untuk ia temui sebelum semuanya ia mulai .
" Aku akan membiarkanmu untuk membawanya jika dia mau. Tapi jika dia menolak , kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan, menjauh dari hidupnya dan jangan pernah muncul di hadapannya lagi ."
Kalimat yang cukup membuat Liam menegang, bisa-bisanya orang itu memberikan penawaran padanya. Tapi dia juga tidak punya pilihan lain dan mungkin ini adalah kesempatannya untuk membaut semuanya kembali pada tempatnya, dia sudah merencanakan semuanya dan cukup baik sejauh ini .
Langkah pertama yang ia lakukan adalah kembali ke tempat di mana putrinya berada sekarang .
Saat jam masih jauh menunjukkan waktu pulang sekolah Liam sudah menunggu di sana , menunggu Elif keluar dari gerbang dan dia bisa melihat putrinya itu dari dekat .
Tringggg
Seperti biasa saat lonceng sudah terdengar , anak -anak akan berhamburan keluar dari gedung itu, menunggu orang tua mereka datang menjemput . Hal yang sama pun di lakukan oleh Elif, dengan tas sekolah di belakang punggung nya dia berdiri di sana , mengarahkan pandangannya ke segala arah berharap mommy nya sudah datang menjemput , tapi sepertinya kali ini sang mommy untuk pertama kalinya datang terlambat karena dia tidak menemukan keberadaannya , Elif memilik duduk di sebuah bangku yang memang di khususkan untuk menunggu bagi siswa.
" Halo, Bagaimana apa kamu berhasil melakukannya ?"
Liam yang sementara melakukan panggilan tidak melepaskan pandangannya pada putrinya yang sedang duduk, dia sebenarnya merasa bersalah harus melakukan ini , meminta anak buahnya untuk membuat Kaluna terlambat datang menjemput Elif dengan cara membocorkan ban mobil di tempat yang jauh dari bengkel, karena dengan cara itu dia bisa menemui putrinya
Setalah mendengarkan jawaban dari anak buahnya, Liam kemudian turun dari mobi dan berjalan mendekati Elif , anak itu sedang mengagungkan kakinya untuk menghilangkan rasa bosan karena menunggu mommy nya . Hati Liam berdebar saat jarak antara dia dan Elif semakin dekat .
" khem"
Liam berdehem dan duduk tepat di samping Elif, gadis berambut panjang dengan poni itu mendongakkan kepalanya melihat orang yang baru duduk di sampingnya kemudian tatapannya kembali ke arah depan seolah tidak peduli dengan orang yang baru duduk di dekatnya . Liam tersenyum melihat ekspresi putrinya yang terlihat cuek, menurutnya apa yang di lakukan Elif terlihat menggemaskan di matanya .
"Emm, apa yang datang menjemputmu belum datang ?" Liam akhirnya mulai beratnya
Mendengar pertanyaan yang sepertinya di tujukan kepadanya membuat Elif kembali mendongakkan kepalanya dan mengangguk .
" Apa uncle juga sedang menunggu ?" tanya Elif balik
" Em yah , aku juga sedang menunggu seorang , tidak masalah kan kalau uncle duduk di sini,"
" Em "
Jawab Elif singkat
" Apa Daddy mu yang biasa datang menjemputmu?"
__ADS_1
Elif menggeleng
" Bukan , Tapi mommy , mommy yang selalu datang menjemput ku,"
" Benarkah?"
" Em"
" Kenapa , apa Daddy mu sibuk sampai tidak bisa menjemputmu ketika pulang sekolah ?"
Liam menunggu jawaban apa yang akan keluar dari bibir putrinya .
" karena Daddy tidak tinggal bersama ku dan mommy."
" Kenapa ?" tanya Liam kembali .
" Kata mommy ada yang membutuhkan Daddy, jadi Deddy tidak bisa tinggal bersama aku dan mommy."
Jawaban Elif membaut Liam terdiam , dia tidak menyangka jawab seperti itu yang akan dia dengar dari putrinya . Dia bahkan mencoba menabrak tadi , Elif akan menjawab jika dia yang pergi meninggalkannya . Tapi ternyata dia salah .
" Apa kamu tidak merindukan Daddy mu?"
Melihat Elif hanya diam , membaut Liam mengganti pertanyaannya , dia sadar jika Elif tidak memiliki jawaban untuk pertanyaannya .
" Jika Daddy mu nanti datang dan mengajakmu ikut bersamanya dan mommy apa kamu mau?"
" Apa Daddy akan sayang dengan Elif sama seperti mommy?"
" Tentu saja." Jawab Liam cepat.
" Kalau begitu Elif mau ."
Liam tersenyum mendengar jawaban putrinya .
Di tengah obrolan ayah dan anak itu , sebuah notifikasi pesan masuk ke hp milik Liam .
" Ibu anak itu akan tiba sebentar lagi Tuan ."
__ADS_1
Setelah membacanya, Liam berpamitan pada Elif .
" Uncle akan pergi sekarang."
Liam berdiri , dia tidak ingin sampai Kaluna melihatnya, belum saatnya perempuan yang begitu Ia rindukan itu mengetahui ke hadirnya .
" Apa orang yang Uncle tunggu sudah datang?"
" Iya , tadi dia mengubungi Uncle . Sebelum Uncle pergi apa boleh Uncle memeluk mu ?"
Elif nampak terdiam mendengar permintaan Liam yang menurutnya adalah orang asing baginya .
" Kalau Elif tidak bisa tidak apa - apa , kalau begitu uncle pergi dulu ." wajah Liam nampak kecewa , padahal dia berharap putrinya mengiyakan keinginannya , tapi dia mengerti pasti Elif tidak nyaman bagaimana pun putrinya akan menganggap dirinya adalah orang asing . Liam berbalik untuk meninggalkan tempat itu tapi tiba -tiba sebuah tangan mengehentikan langkah nya , membuat Liam kembali berbalik
" Uncle boleh meluk Elif "
Posisi Elif yang tadinya duduk kini berdiri . Ia mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah uncle yang meminta untuk memeluknya .
Mendengar jawaban Elif , Liam langsung mensejajarkan tubuhnya dengan Elif , bahagia ? tentu saja Liam sangat bahagia, dia langsung memeluk putrinya dengan begitu erat , Elif juga ikut membalas . di balik punggung Elif , Liam meneteskan air mata bahagia dan sebelum melepaskan pelukan itu , Liam menghapus air matanya dia tidak ingin Elif melihatnya , sebelum meninggalkan tempat itu Liam mencium puncak kepala Elif begitu lama .
" Terima kasih ." ucap Liam , dia kemudian meninggalkan tempat itu dengan cepat, Takut jika Kaluna melihatnya .
Setelah beberapa saat setelah kepergian Liam , Kaluna juga sudah tiba dan lagsung menghampiri putrinya yang terlihat duduk sendiri menunggunya.
" Sayang maafkan mommy ya karena terlambat menjemput mu , ban mobil mommy bocor. , "
" Tidak apa -apa mommy , Tadi ada Uncle yang menemani Elif ."
" em Uncle , siapa ? " tanya Kaluna
" ah Elif tidak tau namanya mom ."
" Ya sudah Ayo kita pulang ."
Kaluna tidak terlalu menanggapi siapa orang yang menemani putrinya, mungkin orang itu salah satu orang tua yang datang menjemput anak mereka , apalagi Elif tidak mengatakan jika orang itu menganggu nya .
Kaluna melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan tidak jauh dari tempatnya tadi Liam masih di sana melihat Kaluna juga Elif .
__ADS_1
" Elif , Daddy berharap kamu bisa membatu Daddy mendapatkan maaf dari mommy mu ."
Liam juga ikut meninggalkan tempat itu setelah Ia sudah tidak melihat mobil Kaluna , dia bersyukur karena keinginannya terpenuhi hari ini , berdekatan dengan putrinya dan bisa memeluk dan mencium putrinya .