
Ryan menunggu di luar ruangan sambil terus berdoa memohon agar proses melahirkan Kaluna berjalan lancar , Tadi setalah Kaluna mengalami beberapa kontraksi akhirnya Kaluna di masukkan ke ruang bersalin . Ia berusaha mengatur nafasnya dan membuat dirinya setenang mungkin, jika ke banyak orang akan di dampingi oleh suaminya selama proses melahirkan , Berbeda dengan dirinya dia akan berusaha dengan sekuat tenaga yang ia miliki untuk membuat bayi yang ada dalam kandungannya lahir ke dunia. Bohong jika dia tidak takut . jika boleh jujur dia takut, apa lagi ini adalah yang pertama untuknya dan harus sendiri di tempat ini.
Dokter yang khusus membantu persalinan sudah memberi aba -aba padanya untuk tetap tenang dan mengatur tarikan nafasnya.
Dokter tersebut kemudian memeriksa jalan lahir Kaluna dan sudah pembukaan 10 .
" Mari kita mulai nona , dengar aba-aba saya . tarik nafas . dorong Nona ."
Sekuat tenaga Kaluna mulai mengejang dengan keringat mulai bercucuran di keningnya .
Aaaarrgghhh! Aaaaarrrggghh."
" Dorong lagi nona." pinta dokter . Kaluna kembali mengumpulkan tenaganya dan kembali mengejang sesuai instruksi dari dokter .
Aaaarrgghhh! Aaaaarrrggghh."
Kepala bayi itu mulai terlihat membuat dokter kembali meminta Kaluna untuk mengejang
Aaaarrgghhh! Aaaaarrrggghh."
Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi memenuhi ruangan . sudut mata Kaluna basa saat pertama kali mendengar suara tangisan bayi yang baru ia lahirkan .
" Selamat datang sayang , mommy mu sudah menunggumu ." ucap dokter tersebut . Ia kemudian meminta suster untuk menggunting tali pusat dan mengeluarkan plasenta nya . Sebelum membawa bayi itu ke pada Kaluna dokter terlebih dahulu membersihkan dan menyelimutinya .
" Selamat ya nona bayi ananda sangat cantik Seperti Anda ." ucap dokter tersebut sambil meletakkan bayi kecil itu di atas dada Kaluna , meminta Kaluna untuk menyusui bayinya . Kaluna menangis dia masih tidak menyangka jika dirinya sudah menjadi seorang ibu dari putri cantik yang sudah ia lahir kan. Kaluna mengingat kembali kalimat seseorang untuknya . Seseorang yang sudah ia lupakan saat memutuskan untuk pergi .
" Kak Liam ingin anak laki-laki atau perempuan ?"
" Perempuan , aku ingin anak pertama kita Perempuan.
" Kenapa ?"
__ADS_1
" Karena membahayakan ada miniatur dirimu membuatku sangat bersemangat ."
***
Ryan langsung masuk keruangan setelah diizinkan oleh dokter tidak lupa dia mengumandangkan adzan pada bayi kecil itu.
" Bayi kamu cantik sekali " ucap Ryan sambil mengendong nya . Kaluna tersenyum .
" Apa kamu sudah memiliki nama untuknya ?" tanya Ryan sambil menatap Kaluna . Ia kemudian menyerahkan bayi itu kepada Kaluna .
" Elif"
Ryan tersenyum mendengarnya dia tidak pernah berfikir jika Kaluna menggunakan nama adiknya sebagai nama bayi yang baru dia lahiran .
" Kenapa?"
" Karena aku tidak hanya ingin dia menjadi putriku , aku juga ingin dia jadi sahabatku seperti Elif ." ucap Kaluna dia kemudian mengecup pipi putrinya dan mengelus pipi Elif yang begitu lembut . Ryan terenyuh mendengar alasan Kaluna.
" Sudah selesai ?" tanya Ryan
Kaluna mengangguk . Setelah itu mereka keluar meninggalkan rumah sakit . Sampai di depan mobil Ryan menyerahkan Elif kembali ke Kaluna .
" Nona bayi ananda cantik sekali apa boleh saya menyentuhnya ?." pinta perempuan yang duduk di samping Kaluna . Kaluna mendengar itu tersenyum . dan mengiyakan keinginannya .
" Tentu saja boleh ." Kaluna kemudian mendekatnya Elif kepada perempuan itu, Ryan yang sementara menyetir mobil sekali melirik ke arah belakang melalui kaca mobil yang ada di depannya , iya dapat melihat perempuan itu begitu bahagia saat tangannya menyentuh pipi Elif yang Ryan yakini masih tertidur dengan begitu nyenyak .
Setelah menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai . Selama Ryan dan Kaluna menetap di negar ini Ryan dan Kaluna tidak pernah tinggal di tempat yang sama. Ryan membelikan khusus untuk Kaluna sebuah mansion yang terletak di salah satu kota di negara Italia . sedangkan dia sendiri tinggal di pusat kota negar itu , bukan tanpa alasan Ryan memilih negara ini , karena perusahan milik Ryan memang memiliki beberapa cabang di beberapa negara dan salah satunya ada Italia , setelah memutuskan untuk menetap di negara ini, Ryan memindahkan perusahaannya yang di sini sebagai pusat dari bisnisnya dan untuk di negaranya sendiri dia memercayakan orang yang sudah lama bekerja dengannya mengurus perusahan tersebut.
Meskipun tidak tinggal di tempat yang sama Ryan selalu rutin datang ke tempat ini apalagi saat Kaluna tengah hamil hampir setiap hari Ryan datang dan tak jarang juga ia menginap .
" Apa Elif masih tidur ?"
__ADS_1
" Iya. tidurnya nyenyak sekali kak . Dia bahkan tidak terganggu sama sekali saat Naina mengelus wajahnya , Naina adalah salah satu pelayan di Mension Kaluna dan sekarang pelayan itu tengah sibuk menurunkan barang -barang dari bagasi mobil untuk membawanya masuk .
" Apa kak Ryan akan lagsung pulang ?" tanya Kaluna saat sudah masuk ke dalam mansion. Ryan melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya .
" Mungkin 30 menit lagi ." ucap Liam kemudian .
Kaluna kemudian membawa Elif masuk ke dalam kamar dan meletakkannya di dalam box bayi yang sudah tersedia di dalam kamarnya, bukan hanya box saja tapi semua sudah di persiapkan olehnya dan terlebih Ryan , laki-laki itu lebih antusias menyabut bayi yang akan di lahirkan kan Kaluna. jika ibu pada umumnya akan menyiapkan sesuai dengan jenis kelamin bayinya berbeda dengan Kaluna Karena Kaluna tidak tau jenis kelamin bayinya karena dari awal dia memang tidak ingin dokter memberi tahunya , untuk itu dia memilih warna yang tidak mengkhususkan pada satu jenis kelamin dan barang -barang yang dia siapkan juga hanya seperlunya berbeda dengan Ryan dia membeli semua . salah satu contohnya mainan, Ryan membelikan boneka dan juga mobil -mobilan dan masih banyak lagi bukan kamar yang sudah siap Elif tempati susah penuh dengan mainan anak-anak .
setelah ini Kaluna pasti akan di sibukkan untuk mengumpulkan barang -barang yang khusus untuk laki -laki dan menyumbangkannya. sesuai dengan apa yang di katanya Ryan waktu itu , Jika bayi yang dia lahirkan perempuan maka semua benda yang susah Ryan belikan yang khusus untuk laki-laki maka di sumbangkan saja begitupun sebaliknya .sebelum keluar Kaluna meninggalkan Elif yang sementara terlelap , Kaluna mengecup wajah itu dengan penuh kasih sayang .
Lalu Kaluna kembali keluar untuk menemani Ryan yang sementara duduk di ruang tamu .
" Terimah kasih ya kak untuk semuanya ." ucap Kaluna Setalah duduk di sofa berhadapan dengan Liam yang di batasi oleh meja kaca yang cukup besar .
Ryan tersenyum . " Kamu itu adikku jadi sudah seharusnya , seorang kakak harus selalu ada untuk adiknya."
Apa yang membuat Kaluna Selakau bersyukur , yaitu ke hadiran Ryan dalam hidupnya , meskipun semua orang yang dia sayangi pergi , tapi Masi ada Ryan yang tidak meninggalkannya .
Sedangkan itu di negara kelahirannya. seorang laki-laki baru selesai mengadakan pertemuan di salah satu pusat perbelanjaan yang cukup besar . terlihat laki-laki itu berhenti melangkahkan kakinya di salah satu tokoh . Cukup lama dia berdiri di sana melihat isi dari tokoh tersebut dari arah luar hingga salah satu pelayan menghampirinya .
" Apa anda ingin membeli mainan untuk ananda tuan .?"
pertanyaan itu sontak membuat laki-laki itu tersadar dan lagsung menggelengkan kepalanya .
" Tidak. aku hanya ingin melihat saja ."
Ia kemudian melangkah kembali meninggalkan tempat itu . orang itu adalah Liam , dia juga bingung dengan dirinya sendiri kenapa tiba -tiba di berhenti di tempat itu .
🌺🌺🌺
Selamat pagi untuk kakak semua ☺️ , Akhirnya Kaluna melahirkan dengan selamat ya .
__ADS_1
Untuk yang penasaran dengan Elma , di harapkan tetap bersabar karena Author masih menyimpan dengan rapi part yang membahas apa yang terjadi dengan Elma . jadi Kakak semua di harapkan tetap bersabar .