
Hari ini Kaluna tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan . iya tengah menikmati akhir pekannya sambil sesekali mencoba beberapa make up di tokoh yang ia masuki . beberapa hari setelah peristiwa permintaan maafnya di dengarkan oleh ayahnya hatinya merasa kelegaan yang luar biasa , dalam menjalani hari -hari pun Kaluna sangat menikmati seperti yang di lakukan sekarang ini . meskipun ayahnya sibuk di kantor Kaluna dan tak jarang hanya bertemu saat malam sudah larut . Kaluna tidak mempermasalahkannya karena ia tau itu adalah kewajiban ayahnya. saat tengah asyik melihat-lihat koleksi make up dia sebuah tokoh perhatian Kaluna beralih ke sebuah kerumunan orang , di sana terlihat seorang yang menggunakan seragam yang Kaluna yakini adalah pegawai tokoh tersebut tengah memberi penjelasan ke beberapa ibu -ibu yang ada di depannya tentang keunggulan dari produk make up-nya . melihat keseruan yang terjadi di sana . Kaluna tidak menyianyiakan hal tersebut Ia pun ikut mendekat dan menyaksikan pegawai tokoh tersebut menawarkan produk make up-nya dan sebagai pembuktian dia meminta salah satu dari ibu -ibu yang hadir tersebut sebagai modelnya . tampak antusiasme ibu -ibu yang ingin di buat cantik dan berlomba-lomba mengacungkan tangan untuk di tunjuk maju ke depan . Kaluna yang yang posisi berdirinya berada di bagaian belakang hanya menikmati pemandangan tersebut . ia jadi ingat saat dirinya masih kecil dulu ketika Dia di Anjak mamanya jalan-jalan di pusat perbelanjaan Ia akan sangat antusias saat ada kegiatan seperti yang sekarang ini Ia perhatikan . Mungkin Kaluna tidak menyadari jika seharian dia berjalan -jalan dia hanya berusaha mengulang kenangan saat ia masih kecil dulu ketika mamanya ada . Puasa menyaksikan demo make up , Kaluna melangkahkan kakinya kembali menelusuri Mall tersebut , Ia hanya menikmati tanpa berfikir untuk membawa pulang sesuatu yang ada di dalamnya . hingga tiba -tiba ponsel Kaluna berdering Ia kemudian mengambil ponsel tersebut yang Ia simpan di dalam tasnya .
"Halo ayah. "
" Luna , Kamu ada di mana? soalnya tadi ayah telpon ke rumah katanya kamu lagi keluar "
" iya ayah Luna lagi di Mall."
" Ayah mau ajak kamu makan malam di luar. nanti supir ayah yang akan menjemput kamu."
" ok " jawab Kaluna . dan panggilan itu pun berakhir .
***
Saat malam di akhir pekan Liam mengendarai mobilnya menuju kediaman orang tuannya . Ia berusaha memenuhi keinginan Ibunya yang beberapa hari lalu memintanya untuk datang berkunjung . betul kata mamanya Dia sudah lama tidak berkunjung ke rumah tersebut akhir-akhir ini karena di sibukkan dengan beberapa pekerjaan dan juga masalah pencarian nya dengan Elma. perempuan beruntung yang begitu di cintai olehnya meskipun sudah bertahun tahun tidak tau kabarnya .
Saat tiba di depan gerbang sebuah rumah yang cukup besar itu Liam membunyikan klakson mobilnya.
saat pagar rumah itu terbuka Liam di sambut oleh penjaga gerbang rumah orang tuannya .
" eh den Liam "
" Apa kabar pak Aryo?. "
" Baik . den Liam sendiri apa kabar , sudah lama tidak balik ke rumah. Ibu den Liam pasti kangen.
" iya pak ini juga mau ketemu mama. ya sudah saya jalan dulu pak Aryo "
Liam kemudian mengendarai mobilnya yang jarak antara gerbang terpaut beberapa meter . dan pak Aryo menganggukkan kepalanya sesat ketika mobil Liam akan pergi.
saat memasuki rumah tersebut Liam langsung di sambut oleh Mamanya . Riana langsung memeluk putra satu-satunya tersebut . pelukan penuh kerinduan antara anak dan ibu . saat pelukan itu terlepas Riana memanggil suaminya .
" Pa .. Liam sudah datang. Hendra yang berada di ruang kerjanya mendengar teriakan istrinya tersebut langsung keluar dari ruangan tersebut . Liam yang melihat papanya berjalan mendekat juga ikut berjalan mendekat dan langsung memeluk papanya .
"Apa kabar nak ? tanya Hendra
" Baik pa" jawab Liam
ketiganya Melangkah ke meja makan.
" Bagaimana perkembangan hotel yang akan kamu bangun?" tanya Hendar sambil menyuapi makanan masuk kedalam mulutnya .
" Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala berarti."
__ADS_1
" Bagus itu " jawab Riana
" ini juga semua atas doa mama sama papa"
" papa bangga sama kamu. jika nanti kamu butuh bantuan kamu bisa menghubungi papa."
" Iya pa. tapi ada Gio kok yang selalu bisa bantu Liam " .
" Ah .. Iya nak Gio mama kangen lo sama dia . kenapa tidak sekalian kamu ajak kesini tadi".
" Dia masih ada urusan tadi sepulang dari kantor." jawab Liam yang memang saat akan berangkat rumah orang tuannya mengajak sahabat sekalian Gus asistennya tersebut untuk berkunjung kerumahnya . sebagai Sahata sejak SMA Gio sudah mengenal baik kedua orang tua Liam dan tak jarang perlakuan mama Liam ke sahabatnya tersebut seperti perlakuan pada dirinya.
" Li Kamu ingat tidak dengan Luna anaknya Faisal?" tanya Riana
" Maksud mama om Faisal? "
" Iya " .
" Yang tinggal di luar negeri kan ma ? " tanya Liam lagi
" Iya . anaknya Faisal kan cuman satu. ya cuman Kaluna. "
" Liam tidak mungkin lupa ma . dia kan sudah buat Liam kesal setengah mati . gara-gara merias wajah Liam saat tidur". jawab Liam sedikit ketus mengingat kejadian konyol tersebut.
Riana menatap suaminya
" iya . tapi kamu cantik lo Li saat berdandan "
Hendra sengaja menggoda anak satu-satunya tersebut .
" Pa.. " Intonasi suara Liam terdengar tidak suka dengan pernyataan papanya .
" ok..ok . papa minta maaf ".
" Sudah ..sudah. mending makanya di lanjutkan." kata Riana .
***
Di sebuah restoran terletak di pusat kota sebuah mobil berhenti . mobil yang membawa Kaluna ketempat di mana sang ayah sedang menunggunya untuk makan malam . mungkin ini untuk pertama kali untuk anak dan ayah tersebut .
" Silahkan nona Kaluna"
Supir sang ayah yang di beri tugas untuk menjemputnya membukakan pintu dan memintanya untuk keluar .
__ADS_1
" Terimah kasih pak." jawab Kaluna di iringi dengan senyum .
Kaluna melangkah memasuki restoran tersebut saat tepat di depan pintu . pelayan restoran tersebut langsung membuka pintu kaca tersebut .
"Maaf ...."
" Kaluna." ucapan Kaluna sambil tersenyum belum juga pelayan restoran tersebut menyelesaikan kalimatnya Kaluna langsung menyebut namanya . Dan pelayan tersebut langsung mengerti dan mengantar Kaluna menuju meja yang di sana sudah ada seorang laki-laki yang usianya sudah melewati setengah abad .
" Silahkan." sang pelayan mempersilahkan Kaluna untuk duduk setelah menarik kursi tepat di depan laki-laki yang sudah menunggunya .
" Terimah kasih ." jawab Kaluna sambil duduk di kursi tersebut . Faisal hanya mengangguk kepalanya saat pelayan tersebut memohon undur diri.
" Ayah mengajakku makan malam di tempat semewah ini . padahal kita bisa makan malam di rumah bersama . "
mendengar kalimat putrinya yang sedikit mengandung protes membuat Faisal tersenyum .
" Yah , Ayah hanya ingin menikmati kebersamaan bersama putri ayah yang tertinggal beberapa tahun ini."
" ayah" suara Kaluna terdengar sedih . Ia kemudian menyentuh punggung tangan ayahnya .
" Maaf kan ayah . yang tidak menyadari kesedihan putri ayah ."
Kaluna langsung menarik tangannya yang semula berada di atas tangan ayahnya . kemudian Ia melipat kedua tangannya di perutnya .
" Maaf ya ayah . Kalian kesini ingin makan malam . bukan untuk bersedih." Kaluna memasang wajah pura -pura cemberut . dia tidak ingi ayahnya melanjutkan pembahasan yang akan membuat mereka berdua menjadi sedih . Faisal yang memperhatikan wajah putrinya yang justru terlihat lucu pun tergelak .
" Ok . mari kita menikmati makan malam ini ." Kaluna tersenyum melihat perubahan ayahnya . dan mereka berdua mulai memakan makanan yang sudah tersaji di meja .
" oh yah sayang , mungkin ayah belum pernah bilang ke kamu soal ini. "
" soal apa yah ?"
tanya Kaluna sambil memasukkan potongan daging kecil kedalam mulutnya .
" Tempat ini dan meja ini adalah tempat di mana ayah melamar mama kamu." mendengar pernyataan ayahnya membuat Kaluna mengentikan aktifitas makannya dia terlihat lebih tertarik mendengar kalimat yang baru keluar dari mulut ayah ya ketimbang makanan yang ada di hadapannya .
" oh yah , ayah serius "
Faisal menganggukkan kepalanya .
" Wah ayah ternyata romantis sekali. "
" Iya dong ." Faisal membanggakan dirinya . jadi nabati kalau ada laki-laki yang dekat dengan mu dia harus lebih romantis dari ayah.
__ADS_1
" heheheh" Kaluna hanya tertawa mendengarkan keinginan ayahnya pasalnya sampai sekarang dia belum pernah dekat dengan seseorang . dia terlalu sibuk dengan hobinya yang menjadi profesinya tersebut . satu-satunya laki-laki yang sejauh ini dekat dengannya adalah Kakak Ryan nya dan hubungan mereka tidak mungkin menjadi pasangan kekasih karena dia sudah mengaggap laki-laki yang memiliki profesi yang sama dengannya tersebut sebagai kakak begitu sebaliknya dan apa lagi usia mereka terpaut sangat jauh mereka lebih cocok di sebut ponakan dengan paman .