
SAH
Secara bersamaan orang mengucapkan kata itu setelah Liam melafalkan ijab kabul yang di saksikan Bu Anna dan beberapa staf rumah sakit .
Elma yang sekarang ini dia tas tempat tidur rumah sakit tersenyum bahagia karena saat ini dan kedepannya dia tidak akan mendengarkan kata-kata menyakitkan dari orang-orang.
" Selamat ya nak , setelah bertahun-tahun akhirnya Kalian bisa bersama ." ucap Bu Anna yang saat ini duduk di samping Elma .
" Iya Bu." jawab Elma .
Dia tidak menyangka jika sekarang Liam sudah menjadi suaminya, orang begitu dia cintai , cinta yang tidak pernah hilang apa lagi berkurang di dalam hatinya . Pandangan Elma sekarang beralih menatap laki yang sudah menjadi suaminya .
***
Beberapa bulan kemudian .
Untuk memudahkan memantau Elma Liam membawa Elma untuk tinggal tidak jauh dari apartemen miliknya , setidaknya dia tidak harus menempuh berjam-jam perjalanan jika ingin mengunjungi Elma , untuk itu Liam membelikan Elma rumah dan menyewa asisten rumah tangga untuk menemani Elma apa lagi usia kandungan Elma sudah memasuki 8 bulan . Elma tidak pernah Bertanya kenapa Liam belum mengatakan kepada orang tuanya tentan keberadaanya , dia berfikir mungkin Liam butuh waktu untuk mengatakannya , mengingat anak yang dia kandung bukan anak Liam
" Bagaiman keadaan anak kami dok" tanya Liam pada dokter kandungan . saat ini Elma sedang berbaring di ranjang rumah sakit ia baru saja selesai di periksa."
Elma yang menyaksikan bagaiman Liam begitu bersemangat menanyakan keadaan bayi yang di kandung merasa bahagia , bahkan bayi ini bukan miliknya . Dia jadi ingin segara mengandung anak ke duanya bersama Liam , laki-laki yang begitu dia cintai .
Sedangkan itu Liam , setiap menemani Elma memeriksakan kandungannya , dia selalu berharap suatu hari nanti dia dan Kaluna yang akan datang kesini , menemani Kaluna memeriksa kandungan , mengetahui bagaimana perkembangan anaknya .
" Bayi Bu Elma dan pak Liam baik-baik saja ,semua hasil bagus dan bayinya juga sehat ." dokter memberi penjelasan .
Setelah selesai memeriksa kandungan Liam dan Elma ke luar .
" Li besok teman SMA ku menikah , apa kamu bisa menemaniku ke sana ?"
Liam tampak berfikir . mereka melangkah keluar dari rumah sakit .
" Aku akan mengecek jadwalku dulu , jika tidak sibuk aku akan menemanimu ." ucap Liam sambil membantu Elma berjalan .
Dari arah Pintu rumah sakit , ada sepasang mata menatap pasangan suami istri itu .
" El , kamu duduk di sini dulu aku akan mengambil vitamin untukmu ."
Elma mengangguk dan duduk di kursi stelah
Setelah selesai Liam mengantar Elma pulang dan dia sendiri kembali ke kantor ,
Dia sedikit terkejut saat membuka pintu ruangannya di sana sudah ada Gio duduk di sofa .
" Ada apa kenapa menatapku seperti itu " Liam ikut duduk di hadapan Gio .
__ADS_1
Gio yang semula diam sambil terus menatap Liam akhirnya bersuara.
" Aku melihatnya ."
" Melihat apa , aku tidak mengerti"
Gio mencondongkan tubuhnya ke depan menatap sahabatnya , dia butuh penjelasan atas apa yang baru saja dia lihat saat di rumah sakit .
Gio yang rutin mengecek kesehatannya di rumah sakit karena selama ini dia begitu suka mengonsumsi alkohol, tapi beberapa hampir satu tahun ini dia sudah meninggalkannya . tanpa sengaja melihat Liam dan Elma dan yang membuat ia kaget adalah purut Elma yang membesar. Untuk itu dia sengaja menunggu Liam di ruangnya dia butuh mendengarkan penjelasan dari sahabatnya ini .
" Aku melihat kamu dan Elma di rumah sakit ."
Deg
" Apa kalian sudah menikahdan Elma sementara hamil anakmu ?" tanya Gio lagi." Jadi itu penyebab kamu sering pergi tiba-tiba sampai istrimu sendiri sering kebingungan mencari mu ."
Rentetan pertanyaan yang di kayaknya Gio kepada liam di disertai dengan nada kesal. Dia masih tidak percaya dengan apa yang tadi dia lihat ,
" itu bukan anak ku." ucap Liam membaut gio mengernyit kan alisnya ,
" Maksudmu"
Liam menceritakan semuanya pada Gio tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Elma . membuat mata Gio syok .
" Apa ?" jadi Elma .."
" Oh ****."
" Jadi Elma tidak tau sama sekali kalau kamu udah nikah ."
" Iya ."
" Kamu akan menyakiti dua perempuan sekali Gus Li kalau sampai mereka tau."
" Tapi waktu itu aku tidak tau harus bagaimana lagi , Elma hampir saja meloncat dari gedung rumah sakit ."
" Ok . anggap saja kamu sedang membantunya . Tapi bagaiman Jika nanti Kaluna tau, apa dia akan mengerti apa lagi kamu dengan Elma pernah memiliki hubungan di masa lalu.
" Kaluna tidak akan pernah tau , dan sebelum Kaluna tau aku akan menyelesaikan semuanya , mengatakan pada Elma Sampai anak itu lahir . "
Iya itu rencana Liam , Setalah Elma melahirkan dia akan lagsung bicara dengannya dan tetap menjadi ayah dari bayi yang di kandung Elma meskipun mereka bukan lagi suami istri .
Selama pernikahan dengan Elma , Liam hanya mengunjungi Elma di waktu-waktu tertentu saja, dia juga sangat jarang menginap di rumah yang sudah dia belikan untuk Elma dan untung saja Elma tidak pernah bertanya alasnya , meskipun menginap sampai sekarang Liam tidak pernah menyentuh Elma.
***
__ADS_1
Sedangkan itu di ruko milik Kaluna , terlihat Kaluna baru keluar dari ruangannya dia berjalan mendekati Sarah .
" Kak, bagaiman untuk besok apa sudah di konfirmasi ." tanya Kaluna
" Sudah . saya sudah menghubungi client nya lagsung katanya dia jadi menggunakan jas disini ." Kaluna menggung
" Kalua begitu aku harus menyiapkan perlengkapan untuk besok , karena sepertinya aku harus bekerja keras karena Vivi dan Zana tidak bisa ikut ."
" Apa aku saja yang menemanimu , kamu akan kerepotan jika sendiri " Sarah menawarkan tapi Kaluna langsung menolak , dengan alasan ada Gyan yang harus di jemput stelah pulang sekolah , dia takut akan lama menyelesaikan pekerjaannya .
Besok untuk pertama kalinya Kaluna akan bekerja sendiri untuk merias salah satu calon pengantinnya di sebuah hotel , tapi sekarang ini bukan hotel milik Liam tapi hotel yang berbeda . Vivi yang selalu menjadi asistennya dan Zana yang bertugas mendokumentasikan tidak bisa hadir Karana dia harus mengikuti ulangan di kampusnya .
Setelah merapikan semua perlengkapan yang akan digunakannya untuk besok Kaluna kembali ke apartemen .
Sampai di apartemen Kaluna langsung menyiapkan makan malam sebelum Liam pulang , entah mengapa sudah beberapa bulan ini suaminya sering pulang malam , jika di tahun pertama pernikahan mereka, Liam akan pulang saat matahari akan terbenam Jika pun dia pulang larut itu pun sangat jarang , tapi Kaluna menakluaminya mungkin Liam betambah sibuk karena hotel yang dia bangun menbuatuhkan perhatian lebih .
Bip
Pintu apartemen terbuka , Kaluna lagsung menghampiri suaminya .
" Kak Liam sudah pulang ."
Kaluna meraih punggung tangan Liam dan menciumnya dan di balas Liam dengan mengecup kening istrinya . Liam kemudian menatap wajah perempuan yang ada di hadapannya , setiap melihat senyum Kaluna , ada rasa bersalah di hatinya , bersalah karena sudah membohongi istrinya .
" Ada apa ?" tanya Kaluna karena melihat ekspresi berbeda dari suaminya . Liam hanya menggeleng . tanganya berada di pinggang Kaluna membuat tubuh keduanya menempel
" Kalua begitu Kaka Liam bersihkan diri dulu baru kita makan bersama . aku sudah menyiapkan semuanya ." pandangan Liam mengarah ke meja makan di sana sudah tersedia beberapa masakan ."
" Sepertinya kamu juga belum membersihkan diri ." melihat baju yang di kenakan kaluna masih sama dengan taid pagi . "
" Aku akan menggunakan kamar mandi di kamar yang satunya ."
Hap
" Kak ." Kaluna kaget karena tiba tiba Liam menggendong nya membuat Kaluna harus melingkarkan kedua kakinya di pinggang suaminya
" Kenapa harus seperti itu , kita bisa mandi bersama ."
Liam kemudian melangkah masuk ke dalam kemar dengan Kaluna yang masih dalam gendongannya .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Hai kak semua terima kasih ya masih setia dengan kasih mereka ..☺️ sepertinya part yang di tunggu -tunggu akan segera hadir
Kira -kira apa yang akan di lakukan Liam saat Kaluna mengetahui semuanya dan apa yang terjadi dengan Elma
__ADS_1
ada yang bisa menebak ??? ☺️☺️