
Saat ini Liam tengah duduk di sofa ruang tamu apartemen nya sambil menunggu istrinya keluar dari kamar yang sementara sedang bersiap -siapa .
Ceklek
Pintu kamar terbuka memperlihatkan Kaluna yang sudah siapa dengan penampilannya . dia kemudian mendekat dimana suaminya sementara sedang menunggunya . Saat melihat istrinya keluar dari kamar Liam langsung beranjak dari duduknya .
" Maaf ya aku sudah membuat kak Liam menunggu ." ucapan Kaluna yang sudah berdiri di depan suaminya .
Liam menatap penampilan istrinya yang begitu cantik malam ini dan itu membuatnya sedikit kesal , karena Kaluna tidak bisa mendampinginya untuk pergi bertemu dengan Tuan Jon , orang yang sudah berinvestasi dalam pembangunan hotelnya , orang itu datang ke Indonesia dan mengajaknya bertemu.
Kaluna harus pergi menghadiri acara ulang tahun perusahan Ryan , sebenarnya Kaluna sudah ingin membatalkan kedatanganya ke sana dan memilih menemani suaminya , tapi Liam menolak karena dia tau bagaimana posisi laki-laki itu dalam hidup istrinya selama ini , dan laki-laki itu juga pasti sangat menanti kehadiran Kaluna , meskipun hatinya selalu di landa rasa cemburu pada laki -laki itu , tapi dia tidak akan pernah memutuskan hubungan Kaluna dengan Ryan .
" Kamu cantik sekali malam ini." ucap Liam sambil membawa Kaluna merapat ke tubuhnya , satu tanganya berada di pinggang istrinya dan tangan yang lain berada di pipi Kaluna .
" Terimah kasih ." ucap Kaluna dengan senyum yang sangat manis , dia begitu bahagia mendapat pujian dari orang yang sudah menempati hatinya ini .
__ADS_1
" Apa kak Liam yakin tidak ingin aku temani ?" tanya Kaluna dengan pertanyaan yang sebenarnya sudah dia tanyakan tadi " Aku akan menjelaskannya pada kak Ryan nanti , Kalau aku menemani kakak ."
Liam menggeleng ." Tidak perlu , aku bisa pergi sendiri , lagian kata mu anak-anak di ruko juga di undang kan . jika kamu tidak jadi datang pasti mereka juga tidak akan datang ." Sebenarnya ada hal lain yang membuat Liam tidak ingin Kaluna ikut dengannya , dia tidak ingin Orang yang berinvestasi di perusahaan itu memperhatikan istrinya , dia sangat ingat saat pertama mereka bertema dan Kaluna ikut dengannya , bagaiman orang itu menatap istrinya dengan tatapan yang dia sangat tau arti tatapan itu sebagai seorang kaki-laki dan itu membuatnya sangat tidak nyaman . untuk itu dia tidak ingin Kaluna ikut dengannya dan lebih memilih Kaluna pergi ke cara itu .
keduanya kemudian melangkah keluar dari apartemen , seperti biasa Liam tidak akan melepaskan genggam tangannya pada Kaluna sampai mereka tiba di besement apartemen. Di sana sudah ada Gio yang menunggu mereka .
" Gio yang akan mengantar kamu ke sana sekalian menjemput pegawai mu di ruko. jadi kamu tidak perlu bawa mobil. Aku takut kamu akan lelah nanti jika acaranya sampai larut ." meskipun sedikit terkejut tapi Kaluna bahagia karena suaminya begitu memperhatikan hal seperti ini .
Liam kemudian membukakan pintu bagian belakang untuk Kaluna dan sebelum Kaluna masuk kedalam mobil , seperti biasa suatu kebiasaan Liam yang tidak pernah ia lupakan yaitu mengecup bibir istrinya .
" Hati-hati ." ucap Liam setelah cuman itu terlepas dan Kaluna masuk ke dalam , Gio yang berdiri di depan pintu kemudian menjadi penonton adegan romantis pasangan suami istri itu . Liam kemudian menutup pintu di ikuti oleh Gio yang juga masuk kedalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi, sesaat kemudian Gio meninggalkan apartemen itu di ikuti mobil Liam kemudian .
Butuh setengah jam Gio mengendarai mobilnya untuk sampai . Dari dalam mobil Gio bisa melihat Gadis yang sudah menolaknya nya tengah berdiri di depan ruko dan sialnya penampilan Zana begitu manis di mata Gio membuatnya semakin tidak bisa berpaling dari gadis itu meskipun dirinya sudah di tolak . Farzana memberikan alasan yang tidak bisa di sanggah oleh Gio . Sebuah alasan yang membuat Zana tidak bisa memberikan kesempatan pada dirinya.
" Ayo masuk ." Kaluna membuka pintu mobil
__ADS_1
Meminta Sarah , Zana dan Vivi untuk masuk tidak ketinggalan Gyan yang juga ada diantara mereka . Mereka kemudian melangkah mendekati mobil itu , Zana yang berjalan paling belakang masuk ke dalam, mau tidak mau harus duduk di bagaian depan di samping Gio karena bagaian belakang sudah terisi penuh , Zana belum menyadari siapa yang ada di belakang kursi kemudian mobil yang akan dia naiki , dia berfikir itu adalah supir yang sengaja diperintahkan oleh bosnya untuk mengantar mereka , karena melihat Kaluna duduk di bagaian belakang .
Tapi setelah dia duduk dan melihat siapa yang duduk di samping membuat Zana terkejut dan salah tingkah , dia memang sudah tau jika Kaluna mengenal Gio , saat waktu di hotel untuk pertama kalinya melihat suami Kaluna , tapi dia tidak menyangka jika laki-laki ini yang akan mengantar mereka , jadi dia dengan sentai memilih duduk Bagain depan.
Ekspresi yang di tampilkan Farzana jelas sangat berbeda dengan Gio , laki-laki itu tersenyum ketika mengetahui Zana yang duduk di sampingnya , dia bisa melihat wajah yang begitu manis sepanjang perjalan menuju ketempat acara . selain Gio ada satu lagi orang yang ikut bahagia mengetahui kenyataan ini , siapa lagi kalau bukan Vivi sahabatnya , dia yang sudah setuju jika sahabatnya itu dekat dengan Gio , setelah melihat laki itu tidak pernah lelah mengejar sahabatnya meskipun sabatnya itu sudah mengatakan menolak laki-laki itu tapi sejujurnya dia masih berharap akan ada hal lain yang terjadi , apa lagi setelah mengetahui fakta jika antara Gio dan suami bosnya saling mengenal membuat Vivi semakin yakin.
" Kita berangkat sekarang?" ucap Gio di tujukan untuk semua tapi pandangannya ke arah Orang tengah duduk di sampingnya yang Bakan tidak melihat kearah ya , Farzana hanya melihat kearah depan , meskipun dia sadar jika laki-laki di sampingnya ini tengah memperhatikan dirinya .
Gio kemudian kembali melajukan mobil ke tempat acara yang akan mereka datangi .
Sedangkan itu Elma yang juga akan menghadiri acara yang sama juga tengah bersiap -siapa, dia sudah berada di kota ini saat sore hari dan memilih menginap di salah satu hotel . Saat berada dalam lift untuk turun ke bawah , sepasang mata langsung memperhatikannya bahkan saat pintu lift itu terbuka dan kakinya melangkah masuk mata itu tidak lepas menatapnya hingga Elma keluar dan pintu lift tertutup kembali .
Elma kemudian memesan kendaraan melalui aplikasi .
Kembali ke Susana mobil milik Gio saat tiba di lokasi acara , Zana tidak pernah sekali pun menatap orang yang ada di sebelahnya hingga ia turun dari mobil tersebut .
__ADS_1
visual Farzana Aretha