
Seperti janjinya dengan Elma waktu itu , akhir pekan ini Liam akan menemuinya , untuk menepati janjinya . setalah hampir satu pekan berperang dengan pikirannya , Liam akhirnya memutuskan apa yang menurutnya baik dan Ia yakin itu adalah pilihan terbaik dan tidak akan dia sesali seumur hidupnya . Bahkan dia sudah memberi tahu Kaluna jika dia akan pergi , Tapi dia hanya mengatakan jika dia ada urusan pekerjaan karena tidak mungkin dia jujur tentang hal itu . cukup dia selesaikan tanpa Kaluna harus tau .
Kaluna yang saat ini menyaksikan suaminya sementara berdiri di depan cermin , sementara bersiap -siapa untuk pergi . Liam akan keluar kota sesuai apa yang di katakan tadi malam , tapi entah mengapa kepergian Liam kali ini membaut hatinya sedikit terusik , Dia tidak tau apa yang salah , dia juga tidak mampu menemukan penyebabnya, hanya saja perasaanya tidak tenang . Ini bukan kali pertama Liam pergi, tapi kenapa dia merasa kepergian Liam kali ini membuatnya tidak rela , dia tidak ingin Liam pergi, jika bisa, dia ingin menahan suaminya untuk tidak pergi , tapi alasan suaminya pergi adalah Masalah pekerjaan dan tentu saja dia tidak memiliki alasan yang cukup bagus untuk meminta Liam tidak pergi.
" Ada apa ?" tanya Liam saat menyadari tangan Kaluna melingkar di perutnya dan menyandarkan kepalanya di punggung nya , tapi Kaluna tidak menjawab dia hanya semakin mengeratkan pelukannya . Liam meraih tangan Kaluna dan melepaskan pelukannya, memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Kaluna , Kedua tangan Kaluna kemudian Ia kecup satu persatu , kemudian menatap wajah Kaluna
" Apa ada yang mengganggu pikiran mu?" lagi Kaluna tidak menjawab dia hanya kembali memeluk tubuh Liam .
" Aku takut ." akhirnya Kaluna mengungkapkan apa yang semangat di rasakan oleh hatinya , kalimat Kaluna sontak membuat Liam menegang . apa ini naluri Kaluna sebagai istrinya , karena dia harus membohongi istrinya . tapi dia harus melakukannya dan itu membuatnya bersalah .
" Kenapa ?" tanya Liam
" Aku juga tidak tau kak , aku hanya merasa ketakutan ."
Saat Liam mengatakan akan pergi , perasaan Kaluna masih bisa saja seperti biasa , tapi saat pagi tadi ketika Liam mulai siap -siapa , perasaanya sudah tidak tenang dan membuatnya ketakutan , dia takut akan terjadi sesuatu dengan suaminya .
Liam melonggarkan pelukan Kaluna kemudian meraih wajah yang sementara bersandar di dadanya mengarahkan wajah itu untuk menatap dirinya . Liam mengecup kening , mata , hidung dan bibir Kaluna , untuk memberikan rasa nyaman pada istrinya , jujur jika bisa, dia juga tidak ingin pergi , tapi jika dia tidak pergi masalah ini tidak akan selesai dan dia tidak ingin Kaluna sampai tau tentang Elma .
__ADS_1
Iya. Elma seseorang yang merupakan masa lalunya yang juga begitu berarti di hidupnya , hadir kembali dan begitu mengharapkan dirinya. Tapi dia sudah memutuskan , sebuah keputusan untuk membuat Kaluna Jeinna tetap berada di tempatnya , menempati hatinya .
Mata Liam tidak berhenti menatap wajah Kaluna terlihat jika wajah itu semangat mencemaskan dirinya , tanganya bergerak mengelus pipi Kaluna berusaha memberikan Kaluna nyaman pada sentuhannya .
" Aku hanya pergi sebentar . jadi tidak perlu takut ." Liam kembali mendaratkan kecupannya di kening Kaluna .
Setelah meyakinkan Kaluna akhirnya Liam meninggalkan apartemen miliknya , dia sudah menetapkan hatinya untuk tidak membawa Elma kembali di hidupnya, Meskipun nantinya Elma pasti akan sangat kecewa saat mengetahui kenyataan tentang dirinya , tapi dia akan berusaha menjelaskan pada perempuan itu dan berharap Elma akan menerimanya karena lain Liam tau Elma adalah perempuan yang baik , jadi Elma pasti menerima jika dia dan dirinya memang tidak di takdirnya Tuhan untuk bersama .
***
Sedangkan itu Kaluna, setelah kepergian suaminya , entah mengapa hatinya Sampai sekarang tidak tenang dan dia tidak tau apa penyebabnya , hanya saja sekuat apapun dia mencoba berusaha untuk tenaga dan berfikir positif tapi tetap saja perasaan takut itu akan muncul tiba -tiba saat pikirannya kembali pada Suaminya . Karena khawatir akan ada sesuatu terjadi dengan Liam , Kaluna sempat meminta Liam untuk membawanya ikut , tapi di tolak olah suaminya dan memintanya untuk di apartemen saja menunggunya untuk kembali, alhasil setiap jam dan bahkan hanya beberapa menit ia akan kembali menghubungi Liam dan saat mendengar suara Liam perasaanya akan kembali tenang.
setelah bersiap -siapa Kaluna meninggalkan apartemen menuju kediaman ayahnya , mungkin dengan ke sana dia bisa lebih menenangkan perasaanya sambil menunggu kepulangan Liam .
Saat susah melewati gebang rumahnya dari arah dalam mobil Kaluna bisa melihat ayahnya yang sementara duduk di teras sambil sibuk membaca koran , ketika menyadari kehadirannya laki-laki itu langsung melipat koran yang sementara ia baca dan meletakkan dia atas meja yang ada di sampingnya .Senyum di wajahnya lagsung terlihat saat menyadari kedatangan putrinya .
Kaluna keluar dari mobil dan lagsung berlari kecil masuk kedalam pelukan ayahnya .
__ADS_1
" Sudah lama sekali kamu tidak mengunjungi ayah sayang , apa kamu begitu sibuk , sehingga tidak pernah menjenguk ayah ." Faisal membawa Kaluna duduk di dekat kursi . jika boleh jujur memang dia sedikit sibuk dengan pekerjaannya di ruko apalagi jobnya sudah mulai banyak yang berdatangan .
" Maaf kan Kaluna ayah , Kaluna memang akhir-akhir ini banyak kerjaan di ruko . "
" Liam mana , kok kamu kesini sendirian ?"
" Kaka Liam lagi ada kerjaan di luar kota , jadi Kaluna hanya sendiri kesini .
Faisal mengangguk anggukkan kepalanya .
"
Sedangkan itu di tempat yang berbeda , Liam sudah tiba di alamat yang di kirimkan Elma padanya . Tapi saat sebelum berangkat dan Tiba di tempat ini Liam sudah beberapa kali menghubunginya, tapi tidak ada jawaban dari Elma Bahkan nomor Elma tidak bisa di hubungi sama sekali , meskipun begitu Liam tetap datang untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Elma.
Alamat yang di berikan Elma adalah sebuah ruang sederhana yang di huni beberapa orang , tapi tidak lagi berfungsi sebagai panti asuhan , tapi masih di huni beberapa orang . saat mobil Liam masuk ke halaman dan sudah melangkah turun dari mobilnya, semua mata mengarahkan pandangan ke arahnya . tak terkecuali seseorang yang saat ini akan masuk kedalam mobil , tapi ketika melihat ke kehadirannya , dia berjalan mendekat dengan wajah sedih dia berjalan begitu pelan ke arah laki-laki itu dan saat sudah semakin dekat wanita itu memeluk Liam dengan wajah yang terlihat sedih dan sesaat kemudian suara tangisnya langsung terdengar .
" Nak, Kenapa kamu baru datang, Elma sudah terlalu lama menunggumu, Elma ada di rumah sakit dia ..." seakan tidak mampu melanjutkan kalimatnya , wanita itu hanya menangis di pelukan Liam .
__ADS_1
Liam kebingungan , memang ada apa dengan Elma , kenapa dia harus di rumah sakit .