Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Bertemu lagi


__ADS_3

Farzana Aretha , perempuan yang baru lulus SMA itu saat ini tengah bersiap -siapa untuk berangkat kuliah , seperti biasa setiap paginya Farzana akan menjemput Vivi sahabatnya untuk berangkat bersama .


" Bu, Zana berangkat dulu"


Ibu Dian keluar setelah mendengar suara putrinya di depan pintu kamarnya untuk berpamitan .


" Tidak sarapan dulu nak "


" Nanti di kampus saja Bu bareng sama Vivi ."


Zana meraih tangan ibunya untuk berpamitan .


" Oh ya Bu nanti Zana mungkin pulangnya agak sore , soalnya mau cari Hp dulu . Terus mungkin Zana juga mau cari kerja ."


( Masi ingat part di mana Farzana bertemu Gio di lift , saat itu karena kaget Ia langsung menarik tangan sahabatnya tanpa sadar ponsel miliknya terjatuh dan di dapat oleh Gio)


" Ya sudah kamu hati -hati , tidak perlu cari kerja yang akan menggangu waktu belajar kamu, apalagi kamu kan masih semester awal ."


" Iya Bu nanti Zana cari kerjanya yang tidak terlalu menyita waktu belajar Zana ."


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


setelah mengucapkan salam Zana melajukan kendaraan roda dua miliknya menuju rumah Vivi yang jaraknya hanya beberapa rumah dari rumahnya .


Saat tiba di depan rumah Vivi Zana membunyikan klakson motornya, seperti sudah tau siapa yang datang , Vivi langsung muncul dari dalam rumahnya dan langsung naik ke atas motor tersebut.


" Far"


" em.kenapa? "


" Hari ini jadi cari kerjanya setelah pulang kuliah?"

__ADS_1


" Jadi dong . nanti kita carinya di dekat kampus saja supaya lebih mudah dan juga sebelum itu temani aku dulu cari Hp , kamu tau sendiri ka hp aku hilang ."


"Ok"


Memang saat masih SMA kedua Sahabat itu juga bekerja di salah satu tempat foto copy di dekat sekolah Meraka saat jam pulang sekolah Vivi dan Farzana akan langsung ke tempat kerjaan dan akan kembali saat pukul 8 malam . bukan karena orang tua mereka yang tidak mampu untuk membiayai hidup Meraka tapi baik Farzana maupun Vivi berusaha hidup mandiri dan menurut mereka mengahdirkan uang sendiri itu begitu menyenangkan , apa lagi Farzana yang hanya tinggal dengan ibunya karena ayah Farzana sudah lama meninggal dunia . ibu Farzana berprofesi sebagai seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah menengah atas di mana Farzana pernah belajar bersama Vivi .


"Vi nanti sebelum masuk kelas ke kantin dulu yuk , aku belum sarapan "


" Sama . aku juga .hehehe"


Saat ini Farzana berhenti karena di depan lampu lalu lintas susah berwarna merah. Farzana tidak sadar jika pemilik mobil yang juga berhenti tepat di sampingnya sudah memperhatikannya sedari tadi .


" Hai" sapa pemilik mobil yang memperhatikan Farzana . Dia kemudian melirik dari asal suara itu dan seketika matanya membulat karena yang di samping adalah laki-laki yang pernah di temui nya saat liburan bersama Vivi .


"Hah kenapa om ini ada di sini sih "


Dengan terburu buru saat lampu sudah berwarna hijau Zana memutar gas motornya dengan kecepatan tidak seperti sebelumnya . dan meninggalkan orang yang menyapanya tadi. Vivi yang berada di belakang tidak menyadari .


Saat sudah agak jauh dari posisi ya semula Zana mulai memelankan laju kendaraan, Dia tidak sadar jika pemilik mobil tadi mengikutinya .


Gio tetap mengikuti motor Zana tanpa di sadari terlihat senyum di bibirnya . Saat menemukan ponsel Zana yang tertinggal Gio sering membuka foto-foto dalam ponsel tersebut ada banyak foto-foto Zana di sana yang bisa di lihat Gio , mulai dari foto-foto liburan waktu itu dan saat masih menggunakan seragam sekolah dan ada beberapa foto yang tidak biasa di lihat Gio , yaitu Gatot Zana dan Vivi saat memperlihatkan kedua sahabat itu sedang bekerja dan masih menggunakan seragam sekolah . Foto luar biasa menurut Gio karena tidak semua anak se usia mereka mau menggunakan waktunya untuk bekerja dan biasanya hanya bersenang -senang saja .


Sebenarnya Gio ingin mencari pemilik ponsel tersebut , tapi tidak pernah Ia lakukan karena pekerjaan di kantor begitu banyak menyita waktunya apa lagi saat ini hotel yang sementara di bangun oleh Liam sudah mulai berjalan . Tapi siapa sangkan hati ini dia melihat lagi perempuan yang di panggilnya anak kecil itu .


Mobil Gio masih mengikuti kemana Zana pergi , sesekali laki-laki itu melirik jam di pergelangan tangannya untuk memastikan jika dia masih punya cukup waktu , karena saat ini dia di minta oleh Liam mencarikan mobil untuk istrinya .


Motor Zana memasuki gerbang sebuah kampus, Sebelum menuju gedung yang di tempatnya kuliah ia dan Vivi terlebih dahulu menuju kearah kantin dan sudah pasti Gio ikut masuk ke kampus tersebut mengikuti kemana Zana pergi .


Zana kemudian memarkir motornya dan melangkah memasuki Kantin dan langsung memesan makanan . Gio turun dari mobilnya dan juga masuk di kantin yang sama di mana Zana berada, Saat baru turun dari mobil Gio sudah menjadi pusat perhatian mahasiswa. Langkahnya memasuki Kantin kampus di ikuti tatapan mahasiswa , tanpa di sadari oleh Zana karena saat ini Gio datang dari arah belakang perempuan itu. Saat sudah berada di depan Zana Gio langsung menarik kursi dan duduk berhadapan , Vivi yang posisi duduknya di samping Zana sudah jelas kebingungan entah siapa yang ada di hadapannya ini kenapa tiba-tiba ikut bergabung dengan dia dan Zana ,jika ada yang bertanya bagaimana ekspresi Zana , dia yang sementara menikmati es teh manis yang baru datang langsung tersedak tidak menyangka orang yang berusaha di hindari nya tadi di lampu merah tenyata mengikutinya sampai di kampus .


" Hai senang bertemu kembali. "


Ucap Gio santai tidak sadar jika kedua perempuan di hadapnya ini terlihat tidak menunjukkan sikap sesantai dirinya. Vivi yang kebingungan dan Zana yang kesal .

__ADS_1


Vivi melihat kearah sahabatnya melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Zana Dia rasa sahabatnya ini kenapa dengan laki-laki yang duduk dengan mereka .


" Far dia siap?" Vivi berbisik di telinga Zana . Gio yang mendengar itu langsung menjawab .


" Apa sahabatmu ini tidak cerita jika saat kalian liburan dia sudah menerobos masuk kamar hotel orang."


Vivi yang mendengar itu jelas terkejut


" Gila ternyata ini orangnya , ini yang di katakan om-om , iya sih umurnya terlihat sudah terlihat lebih tua. tapi ganteng banget".


" Hei , tidak perlu melihatku seperti itu , aku mengikuti mu hanya ingin memberikan ini ."


Gio mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku nya , saat ini penampilan Gio jelas membuat orang yang duduk di sekelilingnya terpesona karena laki-laki itu menggunakan kemeja putih dengan lengannya di gulung sampai siku dan bagian kerah bajunya sedikit terbuka . tapi itu tidak berlaku bagi Zana karena saat pertama kali laki-laki ini duduk di depannya wajahnya sudah tampak kesal .


Zana melihat ponsel yang di letakkan Gio de depannya dan menyadari itu adalah miliknya .


"Seharusnya kamu berterima kasih. bukan malah melihatku sepeti itu ."


Zana tidak merespon setiap kata yang di keluarkan oleh Gio .


Gio kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dan terdengar ponsel milik Zana berbunyi .


" Itu nomor milikku mungkin suatu saat kamu ingin mengucapkan terima kasih karena aku sudah mengembalikan ponselmu."


Tiba tiba Gio meraih minuman milih Zana dan meminumnya sampai habis." Anggap saja minuman ini sebagai ucapan terimah kasih karena sudah menggunakan kamar mandi milikku waktu itu."


Gio kemudian beranjak pergi tapi setelah beberapa langkah dia kemudian berbalik berbisik di telinga Zana dari arah belakang


" Jangan pernah berfikir untuk mengganti nomor atau apapun itu untuk menghindari ku karena aku bisa datang ke sini kapan saja .ok . karena kamu masih punya hutang padaku ."


( Jangan bilang ya kenapa panggilan Farzana itu ada dua kadang di panggil Zana dan kadang di panggil Far . biar Author jelaskan. hanya ibu Zana yang menggunakan panggilan itu sedangkan teman-temannya menggunakan panggilan Far.)


...Visual Farzana Aretha...

__ADS_1



__ADS_2