
Liam langsung melepaskan Kaluna dari Kungkungan nya setelah paham maksud dari perkataan Kaluna. Liam kemudian menelpon kembali nomor yang sudah berapa kali menghubunginya tadi yang tidak dia sadari sama sekali , jika Kaluna tidak bilang mungkin Liam tidak akan tau , dan ternyata yang menelponnya adalah Gio.
Kaluna sendiri buru -buru mengenakan pakaiannya dan duduk menunggu Liam menyelesaikan panggilannya . Kaluna bisa mendengar pembicaraan Liam dengan orang di balik telpon yang ia yakini adalah asisten pribadi suaminya . Dari yang ia dengar Gio menyampaikan jika ada investor yang akan menanamkan saham pada pembangunan hotel milik Liam tapi orang itu tidak bisa datang ke Indonesia ,jika bisa Liam yang mendatanginya dan Liam mengiyakan hal itu .
Liam memang sengaja mencari investor dari luar untuk pembangunan hotel keduanya , karena dengan begitu dia akan lebih mudah untuk mengembangkan usaha pembangunan hotel miliknya jika bekerja dengan orang luar .
" Kak Liam kapan berangkatnya ?"
Karena tau jika Liam akan pergi, Kaluna sudah berencana akan pulang ke rumah ayahnya, dia tidak mungkin nyaman tinggal di apartemen , ya meskipun saat di luar negeri dai sudah terbiasa tinggal sendiri tapi setelah menikah Kaluna jadi terbiasa tinggal bersama seseorang dan jika kembali seperti di kehidupannya yang dulu meskipun. itu hanya beberapa hari , tetap saja akan membuatnya tidak nyaman.
" Jika orang yang akan berinvestasi itu tidak punya jadwal lain , mungkin lusa."
Kaluna mengangguk anggukan kepalanya .
" Kenapa ?"
" Aku hanya berencana pulang ke rumah ayah jika ka Liam pergi ."
" Siapa bilang aku akan pergi sendiri . Kamu akan ikut bersama ku ."
" Aku." Kaluna menunjuk dirinya .
" Memang di ruangan ini ada orang lain?"
" Kalau aku ikut , bukanya akan merepotkan Kak Liam nantinya . "
" Justru jika kamu ikut akan membantu."
Kaluna bingung dengan kalimat Liam , membantu? dalam hal apa dia akan membantu , dia bahkan tidak mengerti sama sekali tentang investasi.
" Tapi kak aku tidak paham tentang investasi ."
Liam tersenyum melihat ekspresi Kaluna tampak kebingungan .
" kamu tidak akan membantuku dalam hal itu, tapi kamu akan membantuku dalam hal lain?" ujar Liam sambil tersenyum penuh arti .
" Apa? " tanya Kaluna yang bertambah bingung semakin tidak mengerti kata-kata Liam yang semakin tidak jelas .
Bukannya memberi penjelasan Liam malah meninggalkan Kaluna yang tengah duduk di sofa dengan wajah kebingungan .
***
Di hari dimana Liam akan berangkat , laki-laki itu berhasil membuat istrinya untuk ikut dengan alasan membutuhkan bantuan istrinya . sebenarnya Kaluna sudah beberapa kali Menanyakan pada Liam , memang bantuan seperti apa yang di butuhkan Liam, tapi suaminya itu hanya menjawab
" Nanti kamu akan tau ."
__ADS_1
Demi menemani suaminya dan membatu seperti yang di katakan, Kaluna meminta Sarah yang bertanggung jawab di ruko , memastikan jika ada client yang agar menyampaikan jika dia tidak bisa menerima job sampai dua hari ke depan.
" Sudah siap?"
" Em"
Liam dan Kaluna tiba di bandara setelah Gio mengantar mereka .
Di atas pesawat Liam tidak pernah melepaskan tatapannya pada Kaluna membuat perempuan itu bingung sendiri.
" Apa ada sesuatu di wajahku ?" tanya Kaluna sambil menyentuh wajahnya .
" Tidak ada. tidurlah perjalanan kita masih panjang.
Kaluna menurut . betul kata Liam perjalanan mereka membutuhkan beberapa jam untuk tiba di negara B , membuat Kaluna memutuskan untuk tidur . Liam baru membangunkan Kaluna saat pesawat akan mendarat.
Kaluna sedikit tercengang saat tiba di hotel yang Liam pilih di luar perkiraannya .
Bukan kah ini hanya perjalanan bisnis ? kenapa harus memesan kamar dengan pasilitas yang begitu lengkap, yang paling luar biasa di dalam kamar hotel yang di pesan suaminya tersedia kolam renang, bahkan mereka hanya menginap dua hari disini apa ini tidak terlihat berlebihan .
" Kak apa ini tidak terlalu berlebihan." meskipun Kaluna bukan dari keluar sederhana, bahkan apa pun yang dia inginkan bisa Faisal penuhi , tapi hidup Kaluna tidak seperti itu, dia lebih suka hidup biasa saja .
" Tidak" Jawab Liam .
Kaluna kaget bukan karena jawaban Liam tapi posisi tubuh Laki-laki itu tepat berada di belakangnya dengan kedua tanganya memeluk erat perut. ini pertama kalinya Liam memeluknya dari belakang dan Kaluna merasa terlindungi .
Tangan Kaluna mengelus rambut Liam yang berada di samping wajahnya , karena saat ini Liam tengah membenamkan wajahnya di ceruk lehernya menikmati aroma tubuh yang sekarang menjadi kesukaannya .
***
Pagi-pagi sekali Liam sudah bersiap menemui orang itu , tidak lupa dia membawa Kaluna ikut bersamanya . istrinya itu sudah seperti sekertaris yang berjalan di sampingnya . hanya saja jika seorang sekretaris jika berjalan dengan bosnya akan memilik jarak berbeda dengan yang ini , Liam tidak pernah melepaskan genggaman tangannya .
Saat tiba di tempat suaminya melajukan pertemuan , entah mengapa dia hanya menjadi pendengar dari keduanya , dia juga bingung apa pentingnya dia disini , dia bahkan sudah bersiap jika ka sewaktu-waktu Liam membutuhkan bantuannya dan dia juga tidak tau jenis bantuan seperti apa yang di butuhkan Liam , tapi sejauh pembicaraan mereka berdua Liam hanya sesekali menatap ke arahnya , tanpa mengatakan apa -apa.
" Terimah kasih tuan Jon anda sudah bersedih berinvestasi di pembagian hotel saya ." Liam menjabat tangan laki-laki itu .
" Sama -sama tuan Liam, saya harap kerja sama ini bisa saling menguntungkan." Tatapan Jon beralih ke arah Kaluna, Kaluna hanya tersenyum dan sedikit mengangguk-angguk kepalannya .
" Perkenalkan ini istri saya " paham arti tatapan Jon Liam langsung melingkarkan tanganya di pinggang Kaluna .
"Benarkah ? aku pikir perempuan cantik ini tadi adalah sekertaris anda ."
mendengar pujian rekan suaminya Kaluna tersipu malu .
" Kalau begitu saya permisi , karena masih banyak yang harus saya selesaikan ."
__ADS_1
" Oh iya silahkan ." setelah kepergian Jon , Liam juga meninggalkan tempat pertemuannya dan tetap menggandeng tangan Kaluna.
" Kak untuk apa kita kesini!? tanya Kaluna karena saat ini Liam membawanya ke sebuah toko brand terkenal di negara itu ."
" Ini waktunya kamu membantuku ." jawab Liam
Liam meminta pramugari toko tersebut melayani istrinya . Kaluna hanya menuruti keinginan suaminya , tidak mudah Kaluna menyelesaikan pemilihan gaun di toko itu karena Liam selalu menggelengkan kepala laku-laki itu tidak suka .
Gelengan kepala Liam berhenti setelah Kaluna mengenakan gaun malam polos berbahan satin dengan tali kecil di kedua bahunya .
" Kak sebenarnya kita mau kemana , kenapa aku harus mengganti pakaianku?"
Kaluna sungguh di buat penasaran karena dari keluar toko tadi Liam sama sekali tidak mengatakan apa-apa dan hanya memintanya mengikuti kemana laki-laki ini pergi ."
" Nanti kamu juga akan tau." lagi jawaban Liam sama seperti sebelum mereka berangkat .
" Kak..emm."
Kaluna tidak melanjutkan kalimatnya bibirnya sudah di bungkam oleh suaminya dengan cara paling mudah.
Tangan Liam secara bersamaan menekan sebuah tombol untuk menutup pembatas antara kursi supir dan penumpang , karena sekarang mereka sementara dia atas mobil .
" itu hukuman karena kamu terlalu banyak
bertanya ."
" Tapi .."
lagi , Liam kembali membuat Kaluna diam dengan menyatukan bibir mereka dengan durasi yang cukup lama. Liam baru melepaskan pungutan nya setelah Kaluna memukul dadanya .
" Kak aku bisa mati kerena tidak bernafas ." protes Kaluna . Dada Kaluna naik turun berusaha menarik oksigen sebanyak mungkin . Dia bahkan sudah terbiasa menerima serangan tiba -tiba dari suaminya .
" Itu juga hukuman karena sudah tersenyum dengan laki-laki lain ."
" Apa kak Liam tidak suka ."
" Apa ada laki -laki yang suka jika istrinya memberikan senyuman yang begitu manis pada laki-laki lain bahkan laki-laki itu sampai terpesona ."
Kaluna menyentuh wajah Liam
" Apa kak Liam akan melakukan hal yang sama ? tidak tersenyum dengan perempuan lain selain aku." tanya Kaluna menatap Liam dengan dalam .
" Tentu saja " Jawab Liam yakin
Kaluna masuk kedalam pelukan Liam setelah mendengarkan jawaban laki-laki itu .
__ADS_1
"Aku mencintai mu kak" ucap Kaluna dalam hati , di belum berani mengatakannya langsung apa lagi laki-laki yang sementara membalas pelukannya itu dengan hangat tidak pernah menyatakan perasaanya . meskipun selama ini Liam selalu menunjukkan perhatiannya , perlakuan Liam menyatakan jika dia adalah milik laki-laki ini , tapi tetap saja Kaluna butuh sebuah pengakuan untuk lebih meyakinkan dirinya .