
Ponsel milik Zana kembali berdering sesaat setelah Gio menjauh dari Zana. Pemilik ponsel itu berbalik menatap pemilik nomor yang tengah mengubungi nomornya . Zana kemudian mengangkatnya .
" Sampai ketemu lagi ." ucap Gio di balik telpon sambil tatapan masih ke arah Zana dan Gio mengedipkan satu matanya dan tersenyum setelah itu masuk kedalam mobilnya .
Mata Zana membulat saat melihat yang di lakukan Gio.
Setelah kepergian Gio dengan banyaknya mata yang memperhatikan sampai laki-laki itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kampus .
" Far, tadi itu betulan orang yang kamu masuki kamar hotelnya pas liburan kemarin?"
Vivi bertanya dengan begitu antusias, ini yang tidak diinginkan Zana, ketika Vivi tau dan melihat orang itu , dia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi kedepannya dan apa yang sudah muncul di kepala sahabatnya ini .
"Far." Vivi mendesak Zana untuk menjawab pertanyaannya .
" Em."
Zana malas menanggapi pertanyaan sahabatnya itu .
" Iih , aku tanya apa itu orangnya ?"
" Iya"
" Kok kamu tidak bilang kalau orangnya seganteng itu sih Far?"
" Karena aku tau apa yang akan kamu pikirkan kalau aku bilang."
mendengar itu Vivi tersenyum penuh makna .
" Vi aku tidak suka caramu tersenyum seperti itu ."
Zana beranjak meniggalkan Vivi yang masih sibuk dengan ide yang sudah dia susun di kepalanya .
" Far , tunggu , jadi hari ini kita tidak jadi kan pergi ke konter hp , soalnya kan hp kamu sudah kembali."
Zana tidak menjawab dia hanya sibuk melanjutkan langkahnya .
***
Setelah memenuhi keinginan sahabatnya untuk membelikan mobil untuk Kaluna , kini Gio kembali berada di ruangan Liam membahas masalah pekerjaan, Liam yang sibuk membaca beberapa berkas di depannya dan Gio entah apa yang sementara di pikirkan asisten dari Liam itu .
" Gi, bagaimana kalau kedepannya kantor kita pindahkan ke hotel yang sementara di bangun."
Liam menunggu jawaban dari pertanyaannya yang lontarkan barusan tapi tidak ada respon dari orang yang di berikan pertanyaan . Liam kemudian mendongakkan kepalanya kearah Gio .
" Lo kenapa senyum-senyum tidak jelas begitu"
" Ya. kenapa ?"
Gio baru tersadar dari lamunannya.
" Cih , saat pulang Lo tuh sudah aneh deh Gi , Lo kenapa sih."
__ADS_1
" Tidak ada apa-apa . memang lu tadi ngomong apaan? "
***
Setelah kelas selesai , Vivi dan Zana melanjutkan kegiatan mereka sesuai dengan rencana saat berangkat tadi yaitu mencari pekerjaan yang tidak terlalu jauh dari kampus mereka.
" Far. danaunya cantik yah?" ucap Vivi saat melewati taman yang memiliki danau yang cukup indah, di sana dapat Meraka lihat beberapa orang tengah bersantai .
Zana melirik kerah samping kemudian kembali fokus ke arah depan mengendarai sepeda motornya .
" Far ."
" Em "
" Itu di sana sepetinya butuh karyawan." Vivi melihat sebuah tulisan di depan sebuah gedung jelas tertulis jika sedang membutuhkan karyawan . Zana yang juga melihat itu kemudian menepikan motornya dan melangkah memasukinya .
" Selamat datang aunty." Suara anak kecil langsung terdengar menyapa Zana dan Vivi saat pintu kaca mereka dorong .
" Hai." Sapa Vivi
Vivi berjongkok mensejajarkan tinggi anak kecil yang ada di hadapnya .
" Apa tempat ini milikmu. adik kecil ? " tanya Vivi sambil mengelus pipi Gyan . Ternyata gedung di masuki oleh Zana dan Vivi ada milik Kaluna dan saat masuk ada Gyan langsung menyambut mereka . Gyan memang selalu berada di ruko milik Kaluna saat pulang sekolah .
" Bukan . ini punya aunty Luna" jawab Gyan sambil menggelengkan kepalanya .
dari arah belakang Gyan terlihat ibu dari anak itu mendekat .
" Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sarah
" Maaf .sebelum tadi Kami kebetulan lewat dan di luar ada tertulis sedang membutuhkan karyawan. kami berencana ingin mengajukan lamaran." ucapan Zana
" Oh , begitu."
" Apa .."
" Saya Sarah." sepeti sudah paham dengan apa yang akan di katakan Zana Ibu dari Gyan itu langsung memperkenalkan nama sambil mengulurkan tangannya .
" Saya Farzana."
Ucap Zana sambil membalas uluran tangan Sarah .
" Dan ini sahabat saya Vivi ."
Vivi juga ikut menyalami Sarah
" Aku Gyan"
Gyan ikut memperkenalkan namanya
ketiganya tersenyum mendengar itu .
__ADS_1
Zana dan Vivi kemudian di antar oleh Sarah ke ruangan Kaluna .
" Aku pikir kak Sarah pemilik tempat ini." ucap Zana . saat menuju ruangan Luna ketiganya sambil mengobrol dan di situ Zana dan Vivi tau jika Sarah juga bekerja di sini dan."
" Bukan.Kalian akan bertemu pemiliknya dia ada di dalam ."
Sarah mengetuk pintu ruangan Kaluna dan membukanya
" Luna."
Kaluna yang sedang merapikan beberapa peralatan make up miliknya berbalik kearah sumber suara .
" Iya Kak "
" Ini ada yang pengen ketemu . katanya mau ngelamar kerjaan."
" Silahkan masuk ."
Sarah menutup kembali pintu tersebut setelah Zana dan Vivi masuk dan duduk .
ketiganya saat ini duduk berhadapan .
" Sebelum itu perkenalan nama saya Zana dan ini sahabat saya Vivi"
Zana mengulurkan tangannya begitu juga dengan Vivi dan Kaluna membalasnya dengan senyum di wajahnya begitupun dengan Zana dan Vivi
" Saya Kaluna Jeinna . kalian bisa memanggil saya Kaluna. Apa kalian masih kuliah?"
melihat usia keduanya masih sangat mudah Kaluna bisa menebak jika kedua perempuan
yang di hadapannya ini masih kuliah .
" Iya kakak. apa bisa saya panggil dengan sebutan itu ?" tanya Zana
Kaluna tersenyum mendengarnya dan mengangguk .
" Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan kalian kuliah atau tidak yang jelas saat kalian bekerja nanti baik kuliah kalian atau pun pekerjaan kalian tidak ada yang kalian nomor duakan. Karena saat kalian memilih bekerja saat kuliah itu berarti kalian sudah siap bertanggung jawab atas keduanya."
Vivi dan Zana mendengarkan setiap penjelasan dari Kaluna
" Saat ini saya sedang mencari orang bisa bisa menggunakan kamera untuk mendokumentasikan hasil make up saya dan yang menguasai media sosial sebagi tempat promosi nantinya. Jika pun kalian belum mahir saya yakin kedepannya jika terus di dunia ini kalian akan bisa juga pada akhirnya ." kata-kata Kaluna ter jedah dan kemudian dia melanjutkannya ." Apa kalian memenuhi syarat itu?"
kedua sahabat itu tersenyum.
***
Gio kembali ke apartemen miliknya . Entah kenapa setelah bertemu kembali dengan Zana waktu di kampusnya dia selalu memikirkan perempuan itu . Tidak Mungkin bukan dari situ awalnya tapi saat ponsel milik Zana terjatuh dan dia mendapatinya karena ponsel itu tidak memiliki pengaman atau Zana yang lupa memberikannya, Gio dengan leluasa membuat dan melihat foto-foto di dalamnya dan untung saja tidak ada foto yang aneh-aneh milik Zana .
Karena pikirannya di penuhi oleh perempuan itu , Ia jadi tidak konsentrasi tadi saat membahas masalah pekerjaan
Gio melangkah memasuki kamar mandi setalah membersihkan badanya . Gio keluar dan mendekati dapur . Sama seperti Liam Gio juga hanya tinggal sendiri. Karena orang tua Gio tinggal di luar negeri, setelah Ayahnya meninggal ibu Gio menikah lagi dan tinggal di negara suaminya. Gio sudah berulang kali di minta oleh ibu dan ayah sambungnya itu untuk ke sana , dan mengurus perusahan ayah sambungnya tapi Gio menolak dengan alasan belum siap untuk tinggal di luar negeri dan menetap di sana .
__ADS_1
Gio membuka kulkas dan mengambil satu botol air mineral lalu duduk meneguk nya sambil mainkan ponsel miliknya . sesekali laki laki itu tersenyum melihat isi ponsel itu , karena saat ini Gio tengah melihat foto -foto Zana yang di ambil dari ponsel perempuan itu tanpa sepengetahuan miliknya tentunya.
"Cantik" Gumam Gio