
Tadi malam Liam tidak langsung kembali ke apartemen nya saat selesai makan malam . Riana berhasil membujuk anaknya tersebut untuk menginap. Al hasil di sinilah Liam . di kamar yang sudah lama tidak di tempatnya . pagi -pagi sekali Ia sudah bersiap untuk melakukan olah raga pagi yang tidak pernah ia tinggalkan , jadi sebelum berangkat ke kantor Liam Selakau menyempatkan untuk olah raga.
Dan di lantai bawah tepatnya di taman samping rumah terlihat pemilik rumah tersebut tengah bersantai menikmati akhir pekan mereka . jika Hendar sedang membaca Koran sambil sesekali menyesap teh hangat yang terhidang , sedangkan istrinya tersebut sibuk menyiram tanaman -tanama kesayangannya .
Tak lama kemudian terlihat Liam turun dari kamarnya dari lantai dua .
" Mau kemana Li " tanya Riana yang melihat putra nya itu sudah bersiap -siap Hendra pun ikut menoleh saat istrinya itu berbicara
" joging keliling komplek dulu mah."
" oh , ya sudah . hati-hati "
" hati -hati " Hendra juga ikut bersuara
" Iya pa .. ma. " jawab Liam sambil keluar meninggalkan rumah besar tersebut .
saat Liam sudah meninggalkan rumah Riana ikut duduk bersama suaminya yang masih sibuk membaca koran .
" Pa .."
" Em .. " jawan Hendra tanpa melihat kearah istrinya.
" Bagaimana kalau kita jodohkan Liam dengan Kaluna ?" tanya Riana , mendengar pernyataan istrinya tersebut membuat Hendra menghentikan bacaannya dan melipat koran tersebut dan menyimpannya di atas meja .
" Kalau Liam mau itu bagus , tapi kalau tidak mau bagaimana ?"
" ini kan cuman keinginan mama , kalau memang Liam tidak mau ya tidak usah mau bagaimana lagi."
" Dan kita juga tidak tau Kaluna . jangan sampai dia sudah punya pacar" tambah Hendra . "
" Bagaiman kalau kita ngomong sama Faisal pa.., dibandingkan perempuan lain jadi menantu kita , mama lebih memilih Kaluna pa , apa lagi kan Kaluna sudah mama anggap putri malam sendiri . lagian selama ini papa liat sendiri kan Liam belum pernah mengenalkan kita dengan orang yang dekat dengannya."
"Hem.." Hendra menghembuskan nafasnya pelan mendengar keinginan istrinya tersebut. jika boleh jujur dirinya pun ingin jika anak dari sahabatnya itu menjadi menantu di keluarganya tapi informasi yang di peroleh dari orang kepercayaannya membuat dirinya ragu jika anak satu-satunya tersebut setuju dengan keinginannya .
" Mama ingat beberapa tahu lalu , papa pernah bilang kalau Liam sedang mencari seseorang ?"
Riana tampak berfikir sejenak
__ADS_1
" Ah iya mama ingat , tapi waktu itu papa tidak bilang kalau Liam sedang mencari siap."
Hendra kembali menghembuskan nafasnya
" waktu itu papa tidak terlalu ambil pusing dengan yang di lakukan anak itu tapi .." kalimat Hendra menggantung membuat Riana penasaran
" Tapi apa pa , memang Liam sedang mencari siapa waktu itu ?"
" Apa malam ingat lagi saat kita masi di luar negri dulu , saat baru tiba Liam berusaha menghubungi pacarnya karena ponselnya tertinggal waktu itu."
" iya mama ingat . saat itu Liam sampai meminta bantuan teman-temannya yang ada disini ". jawab Riana mengingat peristiwa yang sudah lama berlalu tersebut . " Dan yang mama tau Liam tidak berhasil dan yang mama tau lagi kalau pacarnya tidak bisa di hubungi."
" Mama betul . papa pikir setelah itu anak itu sudah menyerah dan melupakannya. tapi ternyata sampai saat ini anak itu mencari perempuan itu." mendengar kenyataan tersebut membuat Riana terkejut . se cinta itu kah anaknya pada perempuan itu sehingga anaknya tersebut sampai bertahun- tahun masih belum bisa melupakannya.
" papa Serius?" tanya Riana yang belum percaya .
hendra menganggukkan kepalanya .
" Dengan mengetahui hal ini apa mama yakin Liam mau di jodohkan." mengingat kenyataan yang di alami putranya tersebut yang belum bisa melupakan pacarnya Yang sudah tidak ia ketahui keberadaan nya.
***
" sayang , kamu tidak mau melanjutkan hobi mu itu di sini?" tanya Faisal kepada putrinya merujuk pada hobi Kaluna di dunia per make up an. "atau kamu mau kembali lagi ?" sambungnya . sambil membuat lubang untuk ditanami biji jagung
" em.. tidak yah , Kaluna nggak kepikiran untuk kembali , kalau masalah hobi sih kan Kaluna bisa menyalurkannya di Mana saja . Kaluna punya rencana mau buka jasa make up saja". jawab Kaluna yang melajukan hal yang sama dengan ayahnya .
" Maaf Tuan . ini tanaman jeruk ya mau di tanam di bagaian mana?" tanya salah satu pelayanan yang juga ikut melakukan aktifitas berkebun .
" Di pinggir di sudut sana saja Din karena kalau tanaman yang pohonnya yang akan tumbuh besar sebaiknya di tanam di bagian pinggir supaya tidak menggangu tanaman lain."
" Baik tuan " pelayan yang bernama Adin tersebut menganggukkan kepalanya dan meninggalkan tempat tersebut menuju tempat yang di harapkan kepadanya untuk menampakan pohon jeruk .
" oh ya sayang masala keinginanmu tadi ayah sangat setuju ."
" terimah kasih yah"
" sama -sama sayang."
__ADS_1
***
Liam baru saja memasuki rumah orang tuanya setelah melakukan lari pagi .
" Li , sudah pulang ."
" iya ma .. papa mana kok nggak keliatan ?"
" papamu lagi diruang kerjanya. mau sarapan dulu atau mau mandi dulu ?" tanya Riana yang akan melangkah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka . sebenarnya di dapur pelayan rumah mereka sudah menyiapkan hanya saja Riana Baisa menambahkan beberapa jenis makana jika menurutnya masih ada yang kurang yang di sediakan oleh asisten rumah tangga ya tersebut.
" Aku mandi dulu deh mah , gerah banget nih ." jawab Liam sambil mengibas-gibas bajunya yang sudah basa oleh keringat .
" ya sudah . mama tunggu di meja makan , sekalian mama mau panggil papa dulu .
Liam mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya di lantai atas rumah tersebut .
Setelah putranya tersebut pergi Riana melangkahkan kakinya menuju ruang kerja suaminya yang kebetulan berada di lantai bawah .
" Pa , sarapan yuk "
Hendra yang melihat istrinya langsung berdiri keluar dari ruangan tersebut . kedua orang tua yang sudah memasuki usian setengah abad tersebut berjalan beriringan menuju meja makan tangan Riana berada di lengan suaminya.
" Pa . nanti bahas yang tadi yah"
" Yang tadi apa ma " tanya Hendra yang agak kebingungan dengan pertanyaan istrinya tersebut .
" itu loh pa yang masalah kita mau jodohin Liam dengan Kaluna."
" Loh kok papa sih yang harus ngomong. seharusnya mama dong."
" Ya mama juga bakalan ngomong .Tapi papa dulu yang mulai yah "
" iya..iya.. itu anaknya sudah datang "
Melihat Liam yang sudah mendekati meja makan obrolan Riana dan Hendra berhenti seketika . Liam duduk berhadapan dengan Riana . Liam kemudian meraih roti yang sudah Riana olesi dengan selai kacang . entah sajak kapang Riana mengolesinya mungkin saat dia berbicara dengan suaminya tentang keinginannya tersebut . tatapan Riana tertuju pada suaminya yang memberikan isyarat untuk memulai rencana mereka tersebut . Liam tidak memperhatikan apa yang sedang di lakukan kedua orang tuanya tersebut dia hanya sibuk menguyah rotinya. sampai akhirnya Hendra memulai percakapan membuat tatapan Liam tertuju pada kedua orang tuanya .
" Li " sahut Hendra memulai percakapan
__ADS_1
" iya pa "