
Sesuatu tidak di duga Kaluna jika mobil yang membawanya tadi ternyata berhenti di hotel tempat dia dan Liam menginap . sebesar apapun dia penasaran tapi bibirnya berusaha ia tahan untuk tidak kembali bertanya , karena dia tahu Liam akan kembali melakukan hal yang sama seperti di mobil tadi . Akan sangat melakukan jika tiba -tiba laki-laki yang setia menggenggam tangannya itu melakukannya saat ini juga , ada banyak orang disini , dan itu akan menjadi tontonan .
Dari pada mendapat masalah Kaluna memilih diam .
" Kenapa diam , ayo jalan." ujar Liam karena Kaluna hanya berdiri tidak bergerak sama sekali .
" Ah , iya ." Kaluna berjalan di samping Liam dengan tanganya masih berada dalam genggaman laki-laki itu.
Kaluna terdiam sejenak saat menyaksikan pemandangan yang ada dihadapinya setelah masuk ke dalam kamar hotel . Sebuah meja kecil tertata begitu cantik di salah satu sudut ruangan tersebut , sebuah makan malam sudah Liam siapkan , meminta pegawai hotel menyampaikan semuanya saat dia dan Kaluna keluar . Kaluna tidak menyangka Liam bisa seromantis ini , dia bahkan menunggu adegan selanjutnya seperti yang biasa dia lihat di film-film yang dia tonton.
" Tidak perlu menatapnya terlalu lama aku sudah lapar , ayo kita makan."
" cih .. dasar tidak romantis , aku bahkan menunggu kata-kata indah keluar dari bibinya tadi ." gumam Kaluna mengikuti langkah Liam.
Bukannya perlakuan romantis yang dia dapat Liam justru dengan Santi berjalan menuju meja kecil itu sambil menarik tangannya dan memintanya duduk di salah satu kursi . Kaluna mulai menikmati makannya yang terhidang di hadapnya , jujur dia juga lapar . sebenarnya saat pertemuan tadi mereka juga menikmati beberapa makanan di sana , tapi tenaganya terkuras habis saat Liam memintanya untuk memilih gaun .
Liam sesekali tersenyum sambil menikmati makan malam ini , sambil menatap ke arah Kaluna , tapi perempuan yang ada di hadapannya ini tidak menyadari sama sekali karena terlalu menikmati makanan yang sudah ia siapkan .
Sebenarnya dia mendengar kata-kata Kaluna tadi yang begitu kecil tapi tidak di hiraukan .
Dia akan mengabulkan permintaan Kaluna tapi bukan dengan kata-kata tapi perbuatan.
"Mau berdansa ? "
pertanyaan Liam membuat Kaluna melirik kenakan dan ke kiri setelah makan malam itu berakhir
" Kak Liam mengajakku berdansa bahkan di ruangan ini tidak ada musik sama sekali."
" Memang ada aturan jika ingin berdansa harus ada musik." Liam berdiri menarik tangan Kaluna , menuntun ke duan tangan itu ke lehernya dan tanganya sendiri berada di pinggang ramping Kaluna dan merapatkan tubuh mereka , Jarak yang begitu dekat di ciptakan Liam membuat Kaluna bisa merasakan hembusan nafas Liam .
Bukannya memulai gerakan , Liam hanya fokus menatap wajah cantik milik Kaluna . Dari mata hidung dan berakhir di bibir terbelah milik Kaluna , bibir yang sering dia nikmati tanpa permisi pada pemiliknya. Sepertinya dia akan mengulangi kebiasaan itu.
Mata Kaluna terpejam saat tiba -tiba Liam menyatukan bibir mereka, dia bahkan membuka mulut ya untuk mempersilakan Liam menikmati pangutan yang telah di mulai oleh laki-laki ini.
__ADS_1
" Sudah Mulai terbiasa ? em ." ujar Liam saat ciuman itu terlepas , ibu jari Liam mengusap bibi bawah Kaluna .
" Aku harus belajar , karena ada seseorang sering menyerang dengan tiba -tiba ."
Liam tertawa mendengar kalimat Kaluna. Hidungnya kini menempel di hidung Kaluna dan memainkannya . kemudian Liam kembali menyesap bibir Kaluna .
" Apa sudah selesai ?" tanya Liam tepat di telinga Kaluna setelah pangutan itu kembali terlepas . Mengerti arah pertanyaan Liam Kaluna tersenyum sambil mengangguk pelan .
Liam mengangkat Kaluna ala bridal style kemudian kembali menyatukan bibirnya . membawa Kaluna menuju tempat dimana dia akan menciptakan hubungan yang sesungguhnya .
Liam meletakkan Kaluna di atas tempat tidur , kemudian dia juga ikut naik dan mendidih tubuh Kaluna .
Liam mengecup kening, mata , hidung dan berakhir di bibir , tangan Kaluna terangkat mengalungkannya pada leher Liam , menuntun laki-laki itu memperdalam ciumannya.
" Ahhhh" Kaluna tidak mampu menahan de..sah.nya saat bibir Liam turun menyesap lehernya dan meninggalkan jejak di sana.
Tangan Liam tidak tinggal diam , dia berusaha melepas gaun malam Kaluna dan dengan begitu mudahnya gaun itu terlepas dari tubuh istrinya . Dia juga melepas kain yang menutupi tubuhnya .
Kemudian bibir Liam kembali bergerak indah di setiap inci tubuh Kaluna , memberikan tanda di sana . Kaluna hanya mengigit bibir bawahnya menerima setiap sentuhan di tubuhnya . cara Liam melakukanya begitu lembut , membuat hatinya senang dan merasa bahagia . setelah puas membiak tanda di tubuh istrinya .
" Aku akan mulai , mungkin ini akan terasa sakit. kamu bisa menggigit ku untuk menghilangkan rasa sakit itu."
Kaluna hanya mengangguk lemah .
Saat Liam berusaha menyatukan tubuhnya , dia dapat melihat wajah kesakitan Kaluna dan menjadi tidak tega
dia mengentikan usaha menyatukan tubuh mereka .
"Apa sangat sakit ?"
Kaluna hanya menganggu pelan , bahkan Liam bisa melihat sudut mata Kaluna yang mulai basah .
" Aku akan berhenti " ucap Liam . sungguh dia tidak tega menyakiti perempuan ini .
__ADS_1
Namun Kaluna menggeleng , dia tidak mungkin mengecewakan suaminya untuk kedua kalinya .
Liam kembali berusaha melakukan penyatuan itu
" Gigit aku untuk menghilangkan rasa sakitnya " Kaluna menuruti permintaan Liam , dia mengigit bahu Liam saat laki-kaki ini berusaha memasukinya
" Aaakhhh"
Satu hentakan membaut Liam berhasil menyatukan tubuh mereka , Kaluna tidak sanggup menahan rasa sakitnya hingga gigitan di bahu suaminya terlepas . Liam langsung membungkam bibir Kaluna untuk mengalihkan rasa sakit yang sudah di berikan pada istrinya . Antara rasa nikmat yang ada di bawa sana dan rasa perih saat kuku -kuku Kaluna menancap sempurna di tubuhnya di tambah Kaluna menggigit bahunya keduanya menyatu dengan sempurna.
Tapi di tengah rasa sakit yang di ciptakannya , Liam tersenyum saat Merasakan sesuatu yang segar mengalir membasahi miliknya . Dia tidak menyangkan Kaluna yang lama tinggal dia luar negeri tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang di sana dan tetap menjaga sesuatu paling berharga miliknya . Ia kemudian bergerak pelan membiasakan Kaluna terlebih dahulu . setalah merasakan Kaluna sudah mulai nyaman , gerakan Liam berubah menjadi menuntut . sambil tanganya menghapus air mata Kaluna .
" Kak" bisik Kaluna lirih saat Liam sudah menguasai tubuhnya entah berapa lama
Liam paham , dia kemudian menautkan jari-jari miliknya pada jari Kaluna memberikan Kaluna kekuatan .
" Aku aku akan menyelesaikan nya "
setelah mengatakan itu Liam mempercepat gerakannya dan setalah sampai pada batasnya Liam menge..ran..g
enggggkkkkk.. tubuh Liam ambruk di atas Kaluna , nafasnya memburu . Kaluna bisa merasakan detang jantung Liam yang begitu kentara . Tangan Kaluna terangkat mengelus rambut Liam .
Tidak ada malam paling indah saat ini bagi Kaluna , setelah beberapa bulan menikah , mereka baru menciptakan malam pertama yang begitu indah , perlakuan Liam yang begitu lembut dan tidak mau menyakitinya membuat Kaluna semakin mencintai laki-laki ini.
Tidak lama Liam mengangkat tubuhnya dan kembali menyatukan bibirnya . setelah penyatuan itu terlepas Liam mengecup kening mata dan hidung kalian seperti saat sebelum mereka melakukannya . Kaluna begitu menikmati setiap sentuhan Liam matanya terpejam saat satu persatu bagian wajahnya di berikan kecupan yang begitu indah .
Tangan Liam mengusap keringat di wajah Kaluna dan merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik milik istrinya .
" Terimah kasih. I love you."
" Love you to"
Kalimat yang di tunggu Kaluna akhirnya keluar begitu indah di telinganya. Kaluna tersenyum dan membalas ucapan itu .
__ADS_1
Liam merebahkan tubuhnya di samping Kaluna kemudian menarik Kaluna masuk kedalam pelukannya .