Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Malam pertama


__ADS_3

Saat ini Liam dan Kaluna berada di dalam elevator yang akan mengantar mereka berdua menuju kamar . Sedangan Kedua orang tua Liam yaitu Riana dan Hendra juga menginap di hotel milik putranya tersebut hanya saja berada di lantai yang berbeda hal yang sama juga di lakukan oleh Faisal ayah dari Kaluna tersebut juga ikut menginap dan memilih lantai yang sama dengan sahabatnya yang sekarang sudah menjadi besannya.


Saat pintu terbuka dan Liam melangkah keluar Ia dapat melihat Kaluna agak kesulitan dengan gaun pengantin yang di kenakan nya . Tanpa berkata apa -apa Liam langsung membantu Kaluna mengangkat bagian bagian belakang gaun tersebut yang cukup panjang dan berat penyabar Kaluna sedikit kerepotan . Kaluna tersentuh atas kepedulian laki-laki yang sudah menjadi suaminya tersebut .


" Terimah kasih kak." ucap Kaluna


Liam tersenyum.


Setelah tiba di kamar mereka Kaluna langsung masuk kedalam kamar mandi


untuk membersihkan dirinya . Liam yang juga melakukan hal yang sama . Melepas pakaian yang di gunakan saat resepsi tadi .Liam menunggu Kaluna keluar dari kamar mandi untuk bergantian membersihkan diri .


Tidak lama kemudian Kaluna keluar dari kamar mandi Liam yang menyadari Kaluna keluar langsung berbalik karena sekarang ini posisi berdiri Liam membelakangi kamar mandi.


Mata Liam fokus memperhatikan Kaluna dari atas sampai ke bawah pasalnya Kaluna sekarang ini mengenakan piyama dengan lengan panjang begitupun celananya dengan gambar kartun .


" Apa dirinya sementara menikahi anak-anak. Ah dia lupa jika jarak antara usiannya dengan Kaluna terpaut cukup jauh." batin Liam


" Kak , Luna sudah sudah selesai . kak Liam bisa masuk . Tadi juga Luna sudah siapkan air hangatnya . " ucap Kaluna sambil sibuk mengerikan rambutnya berjalan menuju meja rias .


" Ya sudah, Kak masuk dulu." setelah berkata begitu Liam masuk kedalam kamar mandi tersebut dan Kaluna sibuk melakukan rutinitas nya di depan meja rias.


Setelah selesai Kaluna mengambil bantal dan selimut di kasur tersebut dan memilih tidur di sofa panjang tepat di depan tempat tidur. Tidak membutuhkan waktu lama karena rasa lelah seharian dengan aktifitas Kaluna sudah masuk ke alam mimpinya .


Liam yang juga telah selesai . saat keluar dari kamar mandi melihat Kaluna sementara tertidur di sofa . Liam mendekat dan tanpa sengaja sebuah note terletak di atas meja tepat di samping Kaluna . sebuah pesan yang sengaja di tulis Kaluna sebelum tidur tadi .


" Maaf ya Kak . Luna tidur duluan . Kak Liam tidak perlu merasa tidak enak dengan Luna."


Setelah membaca pesan yang di tinggalkan Kaluna untuknya , Liam kembali meletakkan note tersebut ke tempatnya dan mengangkat tubuh Kaluna dengan ala bridal dan membawanya menuju tempat tidur . Dengan Punuh kehati-hatian Liam meletakkan Kaluna. Tanpa terganggu sama sekali Kaluna tetap melanjutkan tidurnya. Liam Kemudian berjongkok di samping Kaluna menatap wajah yang tengah terlelap tersebut. Kemudian tangan Liam terangkat mengelus rambut Kaluna .

__ADS_1


" Maaf. Membuat kita berdua terjebak dalam pernikahan ini." tangan itu masih terus mengelus rambut Kaluna sambil tetap menatap wajah Kaluna .


Meskipun Ia sadar jika pernikahan dirinya dan Kaluna hanya untuk menyenangkan orang-orang yang mereka sayangi tanpa ada perasaan sama sekali.


Ia tau hatinya untuk siapa, Tapi mengecewakan perempuan yang begitu Ia sayangi juga tidak mungkin Ia lakukan .


Liam kemudian bangkit dan tidur di mana sebelumnya Kaluna tidur .


***


Saat pagi menjelang Kaluna terbangun setelah cahaya matahari menerpa wajahnya Melawati sela-sela gorden yang tidak tertutup sempurna . Kaluna merenggangkan tubuhnya berusaha untuk membuatnya nyaman setelah seharian kemarin di sibukkan dengan acara pernikahan . saat menatap sekeliling kamar tersebut Kaluna baru sadar , posisi tidurnya sudah berpindah .


" Kenapa bisa disini . bukannya tadi malam aku tidur di sofa . tatapan mata Kaluna langsung mengarah ke sofa tempatnya tidur semalam . Di sana terlihat masih ada bantal dan selimut yang Ia gunakan tadi malam.


" Apa mungkin." belum selesai Kaluna menjawab pertanyaan dirinya sendiri Liam ke luar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap .


" Semuanya sudah menunggu di bawah untuk sarapan." ucap Liam yang melihat Kaluna sudah terbangun , karena saat masuk kamar mandi tadi Kaluna masih tidur."


Sedangkan itu di tempat yang berbeda tapi masih dalam satu hotel yang sama. Riana, Hendar dan Faisal tengah duduk menikmati sarapan pagi mereka sambil menunggu Kaluna dan Liam yang masih belum turun .


" Mama sudah mengubungi Liam kalau kita sudah menunggu di bawah ." tanya Hendra sambil menikmati sarapannya hal yang sama di lakukan oleh Faisal ."


"Sudah dong pa." Jawab Riana. " Papa maklum dong mereka kan pengantin baru." Lanjutnya.


Dari jarak yang tidak begitu jauh orang yang menjadi pembahasan ke tiga orang tua tersebut sementara berjalan menuju mereka .


" Pagi pa , ma , ayah . Sapa Kaluna, hal yang sama di lakukan oleh Liam , mereka berdua kemudian duduk dan ikut menikmati sarapan yang sudah tersaji di depannya .


" Pagi sayang." Jawab Riana

__ADS_1


" Bagaiman sayang tidur kamu nyenyak?" tanya Riana pada Kaluna yang duduk di sampingnya . Pertanyaan tersebut mengarah pada hal umum yang dilakukan sepasang pengantin baru saat malam pertama . Tapi Baik Kaluna maupun Liam tidak mengerti arah pembicaraan Riana .


" Bandan Kaluna masih pegel ma." Jawab Kaluna polos . karena memang acara kemarin membuat tenaganya terkuras habis .


Mendapat jawaban seperti itu dari menantunya tersebut tidak berhenti mengembangkan senyumnya . bahkan pikirannya sudah jauh melayang . Seorang cucu sepertinya akan cepat dia miliki . sambil membayangkan hal tersebut Riana mengarahkan pandanganya kepada putranya tersebut


" Apa Liam begitu bersemangat melakukannya ? sampai putranya ini membuat tubuh istrinya kesakitan."


Riana semakin melebarkan senyumnya . sepertinya wanita yang susah melewati setengah abad umurnya tersebut menemukan kenyataan yang sangat mengagumkan . menyadari bahwa Liam maupun Kaluna tidak saling menolak satu sama lain .


Padahal kenyataanya kedua pengantin tersebut malah tidur terpisah di malam pertama mereka.


Liam yang sementara menikmati makannya tidak sengaja menangkap wajah bahagia mamanya yang masih mengembangkan senyumnya.


" Mama kenapa senyum - senyum?" tanya Liam .


" Tidak ada apa-apa."


" Oh ya Li , Kalian mau kemana untuk bulan madu nanti?" tanya Riana balik


Mendengar pertanyaan dari mertuanya tersebut membuat mata Kaluna seketika mengarah pada Liam . Bulan madu ? Kalimat yang akan sangat menyenangkan jika mereka menikah atas dasar cinta tapi. Terlintas dalam pikirannya saja tidak apa lagi melakukannya .


Liam yang mendapat tatapan dari Kaluna seolah mampu menerjemahkannya .


" Kayaknya Liam sama Kaluna belum kepikiran deh ma . soalnya mama tau sendiri kan sementara ini Liam lagi sibuk dengan hotel yang sementara proses begitupun Kaluna pasti juga masih sibuk untuk mempromosikan kerjaan nya. iya kan sayang."


Kaluna yang sementara minum seketika tersedak mendengarkan panggilan dari suaminya tersebut sementara Liam hanya tersenyum melihat ekspresi Liam . Iya memang bermaksud menggoda Kaluna .


***

__ADS_1


Hay kak semua , terima kasih banyak untuk Yang sudah meluangkan waktunya membaca karya Author Maaf Aku yang harus pergi, mohon dukungannya Jagan lupa untuk meninggalkan komentarnya yah sebagai penyemangat untuk author 🥰 .


__ADS_2