Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Tinggal bersama


__ADS_3

Setelah pulang dari liburan Liam membawa Kaluna tinggal di apartemen miliknya . karena mereka berdua bukan pasangan suami istri pada umumnya sudah jelas mereka tidur di kamar yang terpisah. tentu saja hal itu tidak di ketahui oleh orang tau mereka . entah apa yang akan terjadi jika mereka tau , apa lagi Riana ibu dari Liam itu pasti sangat sedih , jika pernikahan putranya dengan anak sahabatnya itu tidak sesuai dengan apa yang dia harapkannya.


Baik Liam mampun Kaluna bukan tidak menerima pernikahan ini ,mereka hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan . Mungkin di sisi Kaluna dia hanya menjalani kemana takdir pernikahan akan membawanya .Tapi Liam tidak sesederhana itu , Ada hati miliknya yang harus dia sembuhkan terlebih dahulu . setelah tau jika orang selalu dia simpan dengan sempurna di hatinya ternyata sudah pergi .


Saat kembali dari liburan Kaluna dan Liam tidak langsung pulang ke Apartemen tapi terlebih dahulu pulang ke rumah Riana , selain ingin memberikan beberapa oleh-oleh , Liam juga menyampaikan keinginannya untuk membawa Kaluna tinggal bersamanya , tidak lupa hal itu juga di sampaikan pada Faisal ayah Kaluna dan mertua Liam , baik orang tua Liam maupun Kaluna tidak mempermasalahkannya , karena sebelum berangkat Riana meminta jika Liam dan Kaluna tinggal bersama Meraka.


" Pagi -pagi sekali Kaluna sudah bangun dari tidurnya , dia melirik jam di atas nakas masih menunjukkan jam 5 pagi , sudah menjadi kebiasaanya untuk selalu bangun cepat dan mempersiapkan segala yang berkaitan Masalah pekerjaannya dirinya masih tinggal di luar negeri, menjadi bagian salah satu produk makeup ternama dunia , menjadikan dirinya berusaha melakukan segala sesuatu dengan sempurna apalagi jika sudah berurusan dengan merias wajah orang .


Saat membuka pintu kamar miliknya mata Kaluna melirik kamar yang di sebelahnya , penampilan Kaluna pun sudah rapi untuk bersiap menuju tempat di mana Ia akan memulai pekerjaannya . kamar di sebelah terlihat belum ada pergerakan. Kaluna menuju dapur Ia berniat untuk menyiapkan sarapan .


Di hari pertama tinggal bersama , Kaluna memilih untuk membuat sarapan pagi ini yaitu nasi goreng dengan telur dadar yang di gulung dan di tengahnya Kaluna selipkan sebuah sosis kemudian di potong kecil-kecil. Tidak lupa Kaluna juga menyiapkan sarapan untuk Liam , sebuah pesan tertulis di samping piring itu . sama seperti saat malam pertama Kaluna juga menulis sebuah pesan di sebuah note .


Setelah selesai sarapan Kaluna berangkat . Saat berangkat waktu masi menunjukkan jam setengah 6 pagi . Kaluna sengaja berangkat ketika hari masih agak gelap , hari ini adalah hari pertama dia akan memulai pekerjaannya dan masih banyak yang harus di selesaikan jadi dia memutuskan untuk berangkat pagi-pagi sekali.


Satu jam setelah kepergian Luna , Liam keluar dari dalam kamarnya juga sudah memakai pakaian kantor , dia masih bisa mencium aroma sisa-sisa hasil memasak Kaluna tadi. Saat menuju dapur Liam melihat ada satu porsi nasi goreng di atas meja makan dan sebuah catatan kecil di sana .


'Maaf ya kak , kaluna pergi duluan soalnya masih banyak yang harus Luna selesaikan. oh ya nasi gorengnya semoga kak Liam suka."


Liam tersenyum membaca pesan itu , Ia kemudian menarik kursi dan menikmati nasi goreng yang sengaja di siapkan Kaluna untuknya .


" Em. enak . "


***


Kaluna sampai di tempat kerja miliknya dengan menggunakan kendaraan online , Dia belum berfikir untuk membeli kendaraan pribadi karena selama ini Kaluna di antara oleh supir yang bekerja di rumahnya , karena sekarang di sudah tidak tinggal di sana otomatis Kaluna tidak bisa lagi menggunakannya dan tidak juga ingin merepotkan orang yang bekerja dirumahnya itu.


Saat tangannya sudah ingin mendorong pintu kaca tersebut sebuah notifikasi masuk ke ponselnya , Kaluna meraih alat komunikasi tersebut yang ia simpan di dalam tas miliknya , dapat di lihat itu adalah pesan dari Liam suaminya


" Terimah kasih sarapan" dengan tanda emoji tersenyum di akhir kata .


Kaluna ikut tersenyum. Kemudian masuk lagi pesan dari orang yang sama


" Kamu berangkat menggunakan apa . kenapa tidak menungguku , aku bisa mengantarmu lebih dulu sebelum ke kantor. Mulai besok sebelum ke kantor aku akan mengantarmu dulu."

__ADS_1


Tangan Kaluna mengetik untuk membalas pesan itu sambil berjalan masuk ke dalam ruko miliknya .


" Tadi aku menggunakan taksi online. Jarak kantor Kak Liam dengan tempat ku cukup jauh. Nanti kak Liam bisa terlambat ke kantor kalau seperti itu"


Pesan yang baru di ketiknya langsung di kirim Kaluna dan langsung mendapat balasan kembali dari Liam


" Ya sudah . nanti pulang jam berapa?


" Belum tau kak . kenapa ?"


" Tidak ada apa-apa . Jangan terlalu lama pulang nya ."


Kaluna hanya membaca pesan itu tampak membalas lagi , dia masih punya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan .


Sedangkan orang yang berbalas pesan dengan Kaluna saat ini sudah berada di atas mobil menuju kantor dan masih menunggu pesan yang baru dia kirim menerima balasan. Tapi melihat status pesan Kaluna sudah tidak online lagi Liam beralih menghubungi asisten pribadinya .


" Gi , lagi diaman ?"


" Di kantor . memang dimana lagi "


" Wiih. ada yang perhatian nih sama istri . enak ya jadi Kaluna, baru beberapa hari jadi istri sudah di kasi mobil."


Sambil tertawa Gio menggoda sahabat sekaligus bosnya itu.


" Sudah selesai bicaranya."


" Is , Ngak asik banget sih lo di ajak bercanda."


" Malas gue . mending Lo lakuin apa yang gue minta "


"Iya" .


Panggilan itu pun berakhir . Liam juga sudah sampai di kantor. ia kemudian berjalan meninggalkan besement setelah selesai memarkir mobilnya . Ia kemudian menuju lantai tertinggi kantor miliknya menggunakan lift khusus.

__ADS_1


" Saat tangannya meraih gagang pintu dan membuka ruangan, di sana sudah terlihat Gio duduk sambil membaca berkas yang ada di tangannya .


" Hay Li , serius Lo gue harus nyariin mobil untuk Luna ."


" Iya ."


Liam duduk sambil melepas jas nya dan menyimpannya di pelang kursi miliknya .


" Kenapa tiba-tiba ."


" soalnya tadi Luna berangkat duluan ke tempat kerjanya dan dia cuman naik taksi online ."


" Loh , kenapa tidak di antar ."


" Ya niat gue juga gitu tapi , Kaluna berangkatnya pagi-pagi banget gue belum bangun dan gue juga udah bilang ke dia setiap berangkat biar gue antar dulu baru ke Kantar . Tapi dia tidak mau ."


" Ya sudah , gue akan pergi tapi sebelum itu nih berkas yang perlu lu tanda tangani dulu "


Gio menyerahkan beberapa kertas ke dapan Liam kemudian beranjak meninggalkan ruangan tersebut .


**


Gio sementara menuju perjalanan untuk memenuhi permintaan Liam saat tapi mobil yang dia kendarai harus berhenti Karan di depan terlihat lampu merah.


Di dalam mobil Gio menyalakan musik, sesekali laki- laki itu ikut bernyanyi . sambil jarinya mengetuk getuk kemudi mobil miliknya , Saat tengah asik , Gio tidak sengaja mengarahkan pandanganya ke arah samping dan dia melihat perempuan yang masih punya urusan dengannya itu juga sedang menunggu lampu berubah menjadi hijau . perempuan itu tengah berada di atas kendaraan roda dua miliknya. Gio tersenyum karena posisi Farzana tepat di samping mobil Gio.


Laki-laki itu itu menurunkan kaca mobilnya .


" Hai" Gio menyapa Farzana membuat perempuan itu menoleh .


"Hah kenapa om ini ada disini sih"


Karena tidak mau berurusan lagi dengan Gio , Farzana langsung men gas motor miliknya sebelum Gio menangkapnya .

__ADS_1


Gio melihat Farzana pergi dengan terburu -buru membuatnya tertawa .


" Ternyata kau tinggal di kota ini juga ya"


__ADS_2