Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Balas dendam Kaluna


__ADS_3

Sebuah permintaan Liam membuat Kaluna harus berada di tempat ini , laki-laki itu meminta istrinya menemaninya mandi karena ingin punggung di gosok , tapi permintaan Liam tidak hanya sampai di situ karena saat ini Kaluna juga harus berada di dalam buthb bersama dengannya padahal dia sudah menolak karena dia susah mandi, tapi Liam tidak peduli dia tetap menarik istrinya untuk masuk kedalam , setelah drama gosong menggosok punggung selesai Kaluna kini sudah berada di atas pangkuan suaminya memenuhi keinginan laki-laki ini dengan menautkan bibirnya sambil tanganya juga ikut menelusuri tubuh istrinya, puas menikmati bibir istrinya sesapan Liam turn di leher mulus istrinya menikmati setiap inci di arah sana , mata Kaluna hanya terpejam menikmati setiap sapuan lidah suaminya , dengan tanganya berada di rambut Liam. mengigit bibir bawahnya karena kenikmatan yang sungguh luar di tambah tangan suaminya juga ikut melakukan tugasnya di bagian terdalam tubuhnya .


ahhhhhh..de..Sahan Kaluna keluar Ia semakin mendongak kan kepalanya keatas saat bibir Liam berpindah ke bawah membuat Kaluna semakin meremas kuat rambut suaminya . bibir Liam bergerak sempurna menikmati miliknya di bawah sana secara bergantian membuat Kaluna semakin tidak tahan dan membenamkan wajah Liam di sana , menuntun agar suaminya semakin lama disini , karena sungguh dia juga begitu menikmati semuanya .


benda kenyal itu Kembali naik menyesap bibir Kaluna dan di bawah sana Kaluna bisa merasakan milik suaminya sudah siap menyatu dengan miliknya .


Liam kemudian merubah posisi Kaluna menahan tubuh istrinya dan satu tanganya berpegangan pada buthb , dengan sekali hentakkan di bawah sana menyatu dengan sempurna .


ahhhh, de..Sahan Kaluna kembali terdengar , Ia mengeratkan pelukannya pada suaminya saat di bawah sana mulai bergerak sempurna dan juga juga Liam kembali menautkan bibirnya dengannya, tautan itu terlepas saat Liam mengentakkan dengan kasar miliknya , dan membuat Kaluna mengeluarkan suara yang begitu indah di telinganya . Liam tersenyum melihat wajah istrinya yang sudah tidak berdaya . Membuatnya semakin bersemangat ..


" ka.k mama menunggu." ucap Kaluna lirih dia berharap Liam segera menyelesaikannya , dia tidak mungkin membuat mertuanya menunggu lama di bawah sana .


" Sebentar sayang ." Liam semakin mempercepat gerakannya membuat ruangan itu di penuhi de.sahan keduanya dan buthb yang di penuhi air itu tumpah membasahi lantai kamar mandi . hingga keduanya berteriak bersama .


Keduanya lagsung berpelukan begitu erat dengan nafas memburu .


Kaluna Duduk di depan meja rias sambil merapikan kembali penampilannya , ini kedua kalinya dia melakukan hal yang sama di waktu yang hanya berselang beberapa jam , karena memenuhi permintaan suaminya ,


Liam tersenyum saat baru keluar dari kamar mandi menatap Kaluna yang terlihat di pantulan cermin dan dibalas oleh Kaluna , ia kemudian mendekat sambil mengeringkan rambutnya .


" Terimah kasih ." Liam mencium puncak kepala Kaluna .


" Aku bantu keringkan ?" Kaluna menatap wajah Liam yang berada di atasnya .


" boleh ."


Kaluna kemudian beranjak membuat Liam duduk ditempatnya tadi kemudian mulai mengeringkan rambut suaminya.


" Bukan disini . tapi disini ." Liam menuntun Kaluna untuk duduk di pangkuannya , mengapit kedua pahanya , Kaluna menurut . kemudian melanjutkan mengerikan rambut Liam . tangan Liam melingkar di pinggang Kaluna dan membuat tubuh itu semakin merapat ke tubuhnya .


" Jadi kapan kamu akan balas dendam ? em ." ucap Liam saat Kaluna telah selesai mengerikan rambutnya namun masih duduk di pangkuannya .

__ADS_1


" Emm.. sepetinya tidak jadi ." ucap Kaluna yang tampak pura - pura berfikir , dia tau kenapa suaminya ini begitu ingin , dia ingat jika bukan hanya cubitan yang di tunggu suaminya tapi ciuman dan Kaluna tidak berfikir untuk melakukanya .


" Kenapa? kamu menjadi orang pemaaf sekarang ."


" sepertinya begitu ."


" Kalau begitu biar aku yang melakukanya." Liam kemudian mencium wajah kalian bertubi -tubi membuat Kaluna kaget dengan susah payah dia menahan wajah Liam untuk berhenti .


" Kak stop. Aku sudah kelamaan ninggalin mama di bawah ."


Mendaftar itu Liam menghentikan kelakuannya , betul yang di katakan Kaluna mereka sudah terlalu lama di dalam kamar , dia yakin mama pasti sudah menunggu dibawah .


Kaluna langsung meninggalkan kamar itu setelah Liam melepaskannya , untuk turun lebih dulu ke bawah karena saat ini suaminya itu masih menggunakan jubah mandi .


Saat sudah berada di tangga dan mulai melangkah turun rasa malu tiba -tiba muncul pada dirinya , entah apa yang akan di pikirkan oleh mama Riana jika melihatnya baru turun setelah beberapa jam tadi, padahal mama mertuanya itu tau betul jika dia keatas tadi untuk menyuruh suaminya mandi , tapi yang terjadi adalah dia juga ikut melakukannya .


Dengan langkah pelan Kaluna tetap menuruni tangga sambil merapikan rambutnya , menyembunyikan tanda yang sudah di ciptakan Liam di lehernya .


" loh sayang , Liam mana kok tidak ikut turun ."


" Kak Liam masih siap -siapa ma ." jawab Kaluna . Riana hanya mengangguk mendengar jawab Kaluna .


Kaluna kemudian ikut bergabung dengan Riana yang duduk di karpet berbulu sedang menonton acara televisi sambil menikmati buah yang ada di depannya . puding yang mereka buat tadi belum membeku , mungkin akan menjadi makanan pendamping siang nanti.


Tidak lama kemudian Liam juga sudah turun dan ikut bergabung, tapi tidak dengan posisi duduk , putra Riana itu memilih berbaring dengan menjadikan paha istrinya sebagai bantal dan mengambil salah satu tangannya dan meletakkan di wajahnya , meminta Kaluna mengelus bagian itu. Riana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah putranya .


" Ma , papa mana ? kok dari pertama Luna turun , aku belum melihat papa?" tanya Kaluna sambil tanganya bergerak mengelus pipi suaminya.


" Papa kalau akhir pekan seperti ini pasti ada di taman belakang , mengurusi tanamannya mungkin sebentar lagi muncul ." jawab Riana sambil mengupas kulit jeruk yang ada ditangannya .


" kak Liam mau makan buah apa? "

__ADS_1


" Terserah kamu." jawab Liam dengan mata tertutup dia hanya menikmati gerakan tangan Kaluna yang begitu lembut di wajahnya .


Kaluna memilih buah yang sama dengan Riana , ia mengupas buah jeruk dan membuat tanganya sudah tidak berada di wajah Liam , mata Liam terbuka saat tidak merasakan lagi tangan istrinya , dia melihat Kaluna sementara mengupas jeruk untuknya


Sementara itu terlihat Hendra masuk ke dalam rumah melalui pintu samping , dia tangannya terdapat peralatan kebun .


" Semuanya berkumpul disini ."


Kalimat itu membuat semua menoleh ke arah sumber suara , Liam yang melihat ayahnya berdiri di dekatnya langsung merubah posisi duduk di samping Kaluna.


" Papa ngak ikut gabung ?"


" Sepertinya papa harus membersihkan diri dulu. jika ingin bergabung dengan kalian ." Hendra menunduk melihat keadaan tubuhnya."


" Mau mama bantu pa " Riana berdiri


" Boleh."


" Mungkin papa ingin mandi bareng seperti yang di lakukan anak papa ." tatapan Riana mengarah ke putranya dia bermaksud menggoda anak dan menantunya ini


Sontak kalimat Riana membuat pasangan suami istri itu menatap Riana dengan tatapan serius .


" Kok mam bisa tau ." tanya Liam , pasalnya dia masih ingat mamanya berada di bawah saat dia dan Kaluna di atas tadi .


" Mama tadi sempat naik ke atas Karena ada yang ingin mama tanyakan sama Kaluna, mama liat pintu kamar kalian yang tidak tertutup sempurna jadi mama berniat langsung masuk , eh mama mala mendengarkan teriakan kalian dari arah kamar mandi ."


mata Kaluna membulat sempurna , malu ? tentu saja dia sangat malu, dia kemudian menatap Liam dengan tatapan membunuh , karena dialah penyebab semua ini , memaksanya dirinya untuk menemaninya mandi .


Sepersekian detik kemudian Kaluna memberikan pukulan pada suaminya itu secara bertubi -tubi .


Hendra dan Riana menyaksikan itu pun tertawa kemudian melangkah meninggalkan keduanya , membiarkan Kaluna melampiaskan kekesalannya terhadap suaminya .

__ADS_1


" Ini semua gara-gara kak Liam ." memukul suaminya dengan menampilkan wajah kesal, Liam berusaha menahan setiap pukulan Kaluna .


" Tapi kan kamu juga menikmatinya sayang , kamu bahkan menyebut namaku tadi ." bukanya berhenti Kaluna semakin mengencangkan pukulannya mendengar kalimat terakhir suaminya .


__ADS_2