
Liam duduk di belakang meja kerjanya dengan jari telunjuknya tidak berhenti mengetuk- ngetik meja . Ia memikirkan perkataan orang kedua orang tuannya tersebut tentang menjodohkannya dengan Kaluna . bukan kan itu ide paling tidak masuk akal, menikah dengan orang yang bahkan tidak pernah terfikir oleh dirinya . ditambah lagi kapan dia dan bocah yang dulu membuatnya kesal itu terakhir bertemu . dia bahkan tidak bisa sa menghitung itu.
Gio sang asisten yang duduk tepat di hadapannya melirik laki-laki tersebut saat ini sedang memeriksa beberapa berkas yang beberapa saat lalu di antaranya oleh sekertaris bosnya tersebut. melihat tatapan sahabatnya yang terlihat memikirkan sesuatu membuatnya menghentikan aktifitasnya .
"Apa ada masalah?" tanya Gio namun tidak langsung di jawab oleh Liam .
" Gue pusing ?" jawab Liam beberapa saat kemudian .
" Apa ini tentang Elma ?" . tanya Gio lagi . karena dia tau betul masalah yang membuat sahabat sekaligus bosnya tersebut pusing hanya tentang cinta pertamanya itu.
Liam menggeleng .
" Terus"
" Mama pengen ngejodohin gue "
" hah , serius ?" tanya Gio . " memangnya mama Riana mau menjodohkan Lo dengan siapa ?" . karena Gio sudah sangat dekat dengan keluarga Liam , oleh karena itu Gio juga memanggil ibu sahabatnya itu dengan panggilan mama. informasi yang di sampaikan oleh Liam sontak saja membuat Gio kaget karena Ia berfikir bagaimana dengan usaha Liam selama ini dalam mencari Elma , apa akan dia lupakan begitu saja mengingat sahabatnya tersebut adalah anak yang sangat berbakti pada kedua orang tuanya dan setahunya selama menjadi sahabat Liam , laki-laki di depannya ini tidak pernah mengecewakan kedua orang tuannya apa lagi perempuan yang bernama Riana . ia sangat menyayanginya. tapi di sisi yang berbeda Ia tau betul bagaimana hati Liam , hati yang dimiliki laku-laki ini hanya untuk satu perempuan yaitu Elma dan sampai sekarang belum pernah ada yang bisa menggantikan posisi itu .
" Masih ingat dengan anak kecil yang sering banget mama bawa ke rumah ?" tanya Liam
Gio tampak berfikir
" Maksud kamu Luna. Kaluna jeinna? . Gio balik bertanya dengan nada antusias . karena bagaimana dia bisa lupa dengan gadis menggemaskan di matanya tersebut . Ia begitu suka saat anak kecil tersebut sudah melakukan hobinya dan ingatannya langsung tertuju saat dia datang ke rumah sahabatnya tersebut dari melihat wajah Liam sudah di rias oleh Kaluna yang membuat dirinya tidak berhenti untuk tertawa waktu itu.
__ADS_1
" Jadi maksud kamu mama Riana akan menjodohkan kamu dengan Kaluna " .
Liam mengangguk lemah .
" Bukanya anak itu tidak di Indonesia yah?" tanya Gio lagi "
" Kata mama dia sudah ada disini dan mama sudah pernah bertemu "
" dan lo belum pernah ketemu "
Kembali Liam menggeleng.
" terus rencana Lo apa? . apa lo terima atau...? "
" Gue juga nggak tau" Liam melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya tersebut . sambil memijat keningnya. pikirnya sekarang tengah tidak baik -baik saja . mama dan papanya mendesaknya untuk menikah sedangkan orang yang ia inginkan untuk dinikahinya entah keberadaanya. menolak juga percuma dia tidak punya alasan yang cukup bagus untuk menolak . seandainya dia tau keberadaan Elma , Liam akan menolak perjodohan tersebut dan membawa Elma ke pada orang tuanya dan dia sangat yakin orang tuannya tidak akan menolak Elma karena Elma adalah perempuan yang baik . meskipun Elma berasal dari panti asuhan hal itu tidak jadi masalah karena ia tau betul cara pandang kedua orang tuannya yang tidak memandang buruk orang lain hanya dengan melihat latar belakangnya tapi kedua orang tuannya melihat akhlak seseorang .
" keluar ?" jawab Liam singkat dan melangkah meninggalkan ruangannya.
" Kalau begitu gue ikut ?"
" Ra titip kantor dulu yah " ucap Gio pada sekertaris bosnya tersebut
" ok "
__ADS_1
Gio menyusul Liam . Saat tiba di parkiran Liam melemparkan kunci mobil pada Gio .
" Lo yang bawa mobilnya "
Gio membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi dan Liam duduk di kursi penumpang di samping Gio. dan mereka meninggalkan kantor tersebut .
" Kita kemana" tanya Gio
" Ketempat biasa" jawab Liam
Dan Gio pun melajukan kendaraan milik Liam ketempat yang biasa Liam kunjungi saat pikirannya tidak tenang .
Dan disinilah mereka berdua duduk di sebuah kursi sambil menatap sebuah danau yang . mungkin jika ada yang melihat dua entah apa yang di pikirkan oleh orang -orang karena biasanya orang yang datang ke danau ini adalah sepasang kekasih yang tengah menikmati danau yang di kelilingi dengan taman yang bisa menenangkan hati pengunjungnya . mungkin beberapa tahun lalu danau ini belum semeriah saat ini saat dimana Liam dan Elma menjadikan taman di danau tersebut tempat mereka menghabiskan waktu bersama dan tentu saja Gio sahabatnya tidak tau se istimewa apa danau ini bagi Liam . Gio hanya tau jika Liam ingin menenangkan pikirannya dia akan mendatangi danau ini .
***
Di tempat yang berbeda Kaluna tengah sibuk membersikan sebuah ruko yang rencananya akan ia gunakan tempatnya bekerja . Dimana dia akan menerima pelanggan yang akan menggunakan jasanya untuk di rias. Kaluna memutuskan untuk menetap di negara kelahirannya dan meninggalkan karir yang sudah ia bangun dengan susah paya di luar negeri , tapi itu adalah pilihan yang sebanding dengan menghangat nya hubungan dia ayahnya. Kaluna lebih memilih untuk tetap menggeluti hobinya tersebut tanpa berada dalam suatu hubungan kerja . karena mengingat selama ini dia bergabung dengan salah satu brand make up yang cukup terkenal di dunia . saat memutuskan untuk pulang pun Kaluna sudah di tawari untuk tetap berkabung dengan brand tersebut meskipun nabati kedepannya tidak sesering saat dia di luar negeri tapi, Kaluna memutuskan untuk menyudahi kontrak kerja samanya dan inilah keputusan yang telah di ambilnya.
" Akhirnya selesai juga" ucap Kaluna setelah selesai membersihkan ruko tersebut. sebenarnya Faisal sudah meminta beberapa pelayan di rumah mereka untuk ikut bersama Kaluna untuk membantu putrinya tersebut . tapi Kaluna menolak dengan alasan dia mampu menyelesaikan sendiri karena menurutnya pekerjaan tersebut bukalah sesuatu yang berat. Ia sudah terbiasa melakukan berbagai kegiatan sendiri jadi untuk hal membersihkan merupakan hal yang tidak begitu sulit bagi Kaluna .
Kaluna melangkah meninggalkan Ruko yang akan di jadikan tempat kerjanya tersebut . tanpa menggunakan kendaraan Kaluna berniat mengunjungi taman yang cukup ramai saat ia lewati tadi . Karena jarak antara ruko miliknya tidak begitu jauh dan bisa di tempuh dengan hanya dengan berjalan kaki .
Saat tiba di taman tersebut terlihat beberapa pengunjung yang sedang menikmati pemandangan yang ada di sana meskipun hati ini bukanlah akhir pekan .
__ADS_1
Kaluna memilih duduk di sebuah kursi sambil memperhatikan beberapa anak-anak yang sedang bermain .
" Hem .. apa kabar yah dia sekarang ?" gumam Kaluna .