Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Kejahilan Kaluna


__ADS_3

Kaluna terbangun dan matanya lagsung menatap wajah yang masih tertidur di dekat wajahnya itu, karena saat ini kepala Kaluna berada di atas dada terbuka suaminya , matanya menatap wajah itu dengan lekat dan sebuah ide tiba -tiba muncul di otaknya , senyum jahat lagsung terlihat di bibirnya . Kaluna kemudian bangkit dari dada Liam, dengan susah paya dia melilitkan selimut ke tubuhnya karena saat ini dia tidak memakai apapun , kaluna berjalan begitu pelan ,menuju meja rias dan mengambil sesuatu di sana , kemudian kembali lagi , jalannya sudah seperti pencuri .


" Aku ingin lihat apa kesal mu sama waktu itu ." batin Kaluna setelah sudah berada di atas tubuh suaminya, bertumpu dengan kedua lututnya , saat tangannya yang satu sibuk menahan selimut di tubuhnya agar tidak melorot , satu tanganya lagi memegang sesuatu yang akan dia gunakan untuk menjahili wajah suaminya .


Satu tarikan garis warna merah berhasil Kaluna ciptakan di bibir Liam dengan sangat sempurna membuat dia tertawa tanpa mengeluarkan suara . kurang puas Kaluna kemudian memberikan hiasan di kelopak mata Liam dan berhasil membuat dia tertawa Kemabli , saat Kaluna ingin mempertegas alis suaminya , tiba -tiba mata itu terbuka .


" Sudah puas ?"


Kaluna sontak kaget ditambah Liam tiba -tiba membanting tubuhnya ke samping dan menindihnya .


" Sepetinya kamu begitu bahagia mengulang kembali dosa mu beberapa tahun lalu."


Kaluna tertawa karena ternyata Liam paham maksudnya dan mengikat kekakuannya di masa lalu. saat itu dia pernah melakukan hal yang sama saat Liam juga sedang tertidur


" kak Liam cantik ." Kaluna kembali tertawa melihat wajah suaminya yang sudah berhasil dia rubah .


kemudian dia berusaha mendorong dada suaminya, " Kakak aku mau siap -siapa ke ruko ."


" Cih..setelah melakukan kan kesalahan , kamu pikir aku akan melepaskan mu Kaluna Jeinna."


" Jadi Kakak ingin memarahiku seperti waktu itu."


"Tidak , karena memarahiku sepertinya tidak mempan , buktinya kamu melakukanya lagi. aku akan melakukan cara lain ." ucap Liam dan dengan cepat dia menarik selimut yang menutup tubuh Kaluna dan lagsung membenamkan wajahnya di bagian tengah tubuh istrinya . Kaluna reflek meremas rambut Liam dengan kuat sambil menggigit bibir bawahnya . karena bibir Liam saat ini bergerak begitu indah secara bergantian di sana membuat Kaluna tidak tahan dan hanya mampu mengeluarkan suara yang begitu indah di telinga suaminya .


Hingga setelah satu jam Liam baru menyelesaikan hukuman atas dosa yang sudah di perbuat Kaluna .

__ADS_1


" Kak nanti aku berangkat sama anak-anak di ruko ke acaranya kak Ryan, tidak mungkin kan mereka berangkat dengan taksi . nanti sampai di sana mereka ke kebingungan." Liam menggeleng tetap di hadapan Kaluna karena saat ini istrinya itu sementara mekaainakn dasi untuknya .


" Kamu akan berangkat denganku . mereka nanti di antar supir dari kantor ." Kaluna tersenyum dengan tawaran suaminya .


memang mereka di undang juga?" tanya Liam. Kaluna mengangguk


" Saat Kaka Ryan datang hari itu, dia juga bilang sekalian anak-anak di ruko juga ikut."


Tiba -tiba ingatan Liam kembali saat dimana dia sangat kesal karena laki-laki bernama Ryan itu memeluk istrinya, dia tidak ingin itu terjadi di acara itu nanti.


" Kaluna , kamu ingatkan apa yang tidak aku sukai saat kamu bertemu dengan laki-laki itu ."


Kaluna mengangguk. tentu saja dia sangat paham, dia masih ingat kejadian diaman Liam melampiaskan kekesalannya malam itu , mereka baru saja selesai melakukannya , tapi karena kesal saat mengetahui Ryan memeluknya , dia harus membayar kekesalan suaminya ini dengan harga yang sangat mahal , dia harus bangun dengan tubuh di penuhi dengan tanda di mana -mana dan rasa perih di bagian tubuhnya .


"Aku tidak boleh memeluk dan dipeluk oleh kakak Ryan , tidak boleh di sentuh juga" . jawab kalian dengan lesu , menguraikan semua yang tidak boleh ia lakukan


Liam tersenyum kemudian mengelus kepala istrinya dan berkata " anak pintar ." Kaluna membuang nafasnya kasar mendengar kalimat suaminya , dia susah sepeti anak kecil yang mendapat pujian dari orang dewasa .


Setelah memastikan semuanya , Liam dan Kaluna keluar dari apartemen, dengan tanganya menggema erat tangan istrinya .


" Oh ya kak , kenapa password apartemen di ganti ? tanya Kaluna , dia baru ingat mengatakan hal ini pada suaminya .


" Aku hanya ingin menggantinya dengan tanggal pernikahan kita."


" Memang tanggal sebelumya tanggal apa?" tanya Kaluna penasaran .

__ADS_1


Ting ...


pintu lift terbuka


Liam tidak menjawab pertanyaan Kaluna yang menurutnya tidak penting, dia hanya langsung menarik tangan istrinya itu menuju parkiran apartemen di mana mobil mereka terparkir secara berdekatan . Kaluna juga sepetinya tidak terlalu menunggu jawab dari Liam . buktinya saat pintu lift tadi terbuka pikirannya lagsung teralihkan .


Saat sudah sudah di depan mobil Liam menyapa wajah Kaluna sambil mengelus pipinya dan tidak lupa dia mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi kebiasaan sebelum mereka berpisah ke tempat kerja masing -masing .


" Hati-hati" ucap Liam saat Kaluna sudah berada di salah mobil . Kaluna tersenyum saat sebelum meninggalkan. apartemen itu .


Liam menarik nafasnya den membuangnya dengan kasar . Mengingat pertanyaan Kaluna tadi sempat membuat dadanya bergemuruh, dia tidak mungkin mengatakan jika itu adalah tanggal jadiannya dengan orang yang pernah ada di hidupnya . entah apa yang akan di pikirkan Kaluna , apa lagi dia baru mengubahnya jauh setelah hubungan mereka menjadi normal .


karena sudah terbiasa mengahadapi Masalah , Liam berhasil menguasai ekspresi wajahnya saat Kaluna mengatakan itu dan langsung membuat kalau melupakan pertanyaannya .


***


Kaluna masuk kedalam ruko miliknya , di sana susah ada Zana , Vivi dan Sarah hanya kurang satu orang yaitu Gyan , seperti biasa anak dari Sarah itu masih di sekolah di jam seperti ini dan akan lagsung ke sini jika susah pulang ,


" Kak Luna tumben datang lebih lama , biasanya juga paling cepat datang dari kita ." ucap Vivi yang tengah sibuk berdiskusi dengan Sarah tentang foto-foto yang sudah siap yang post ke media sosial." Kaluna hanya tersenyum sambil melangkah mendekat.


" Maaf , tadi ada masalah sedikit." jawab Kaluna asal , dia tidak mungkin kan bilang yang sejujurnya jika penyebab dirinya terlambat karena menerima hukuman dari suaminya akibat kejahilannya . entah apa yang akan dipikirkan oleh Vivi , dia bisa mencemari otak Vivi masih suci dan bersih .


" Ya ampun kak , kenapa harus minta maaf kan tempat ini milik Kak Luna . aku hanya heran saja tadi karena ini pertama kalinya kakak terlambat ," berbeda dengan Vivi Sarah justru tersenyum , ibu dari Gyan itu menangkap sesuatu yang sangat jelas di matanya , dia lagsung berfikir jika penyebab Kaluna datang terlambat hari ini pasti karena harus memenuhi keinginan suaminya . karena tanda pada leher Kaluna masih sangat baru . sebagi seorang perempuan yang sudah pernah menikah dia tau persis tanda apa itu .


...Visual Kaluna Jeinna...

__ADS_1



__ADS_2