Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Alasan Ryan selama ini


__ADS_3

Hari yang ditunggu -tinggu Ryan selama ini akan tiba , hari dimana dia bisa menepati janjinya kepada adik kecilnya . hari ini saat matahari susah mulai menyapa Ryan sudah siap untuk pergi ketempat Kaluna , menjemput perempuan itu Dia bahkan meminta sekretaris untuk mengosongkan jadwalnya hari ini , meminta semua di alihkan di hari esok karena dia akan menemui seseorang .


Sebelum meninggalkan kamar miliknya Liam meraih sebuah foto yang selalu ada di atas nakas di samping tidurnya .


"Hari ini aku akan membawanya untukmu."


Ryan mengelus foto itu dan meletakkannya kembali kemudian keluar meninggalkan kamar miliknya, berjalan menuruni tangga , di bawah sana sudah berjejer beberapa pelayan untuk mengantar kepergiannya hari ini, semua pelayan rumah ini tau bahwa hari ini adalah hari istimewa sekaligus hari yang akan membuat seisi rumah ini bersedih . semua pelayan menundukkan kepala saat Ryan melewatinya .


" Apa anda butuh sopir hari ini tuan ?" tanya kepala pelayan


" Tidak perlu . aku yang akan membawa sendiri mobilnya ." meskipun sudah menebak jawaban dari tuannya sang pelayan tidak akan pernah absen mengatakan hal itu. Ryan memang tidak pernah ingin di antar sopir setiap tahun dan di tanggal yang sama dengan hari ini .


" Baik tuan ." kepala pelayan itu menunduk kemudian di ikuti pelayan lain . Ryan meninggalkan kediamannya menuju apartemen milik Liam yang jaraknya cukup jauh.


Kaluna yang sementara di apartemen di buat penasaran dengan Ryan , dia tidak di beri tau mau kemana mereka hari ini , karena saat terakhir Ryan menghubunginya laki-laki itu hanya mengatakan untuk di temani ke suatu tempat , tanpa memberitahukannya di mana tempat itu.


Sambil menunggu Ryan datang menjemputnya Kaluna menyiapkan sarapan untuk Liam yang akan berangkat ke kantor .


" kak Liam susah mau berangkat ?"


" Iya . Ryan belum datang menjemputmu?"


Liam melangkah mendekati meja di mana sudah Kaluna siapkan sarapan untuk mereka .


" Belum . Kak Liam betul tidak tau alasan kak Ryan ingin menjemputmu hari ini."


" Dia hanya bilang ingin mengajakmu ke suatu tempat ."

__ADS_1


Setelah menikmati sarapan Liam pamit pada Kaluna .


Beberapa saat setelah kepergian Liam , sebuah pesan masuk di ponsel Kaluna di sana jelas tertulis pesan itu dari Ryan yang mengatakan jika di ada di bawah menunggu Kaluna . Kaluna langsung megambil tas miliknya dan turun ke bawah .


" Kak Ryan " sapa Kaluna saat tiba di dekat laki-laki itu , yang duduk menunggunya .


Ryan berdiri dan langsung mengajak Kaluna.


" Memang kita mau kemana ?" tanya Kaluna saat mobil sudah meninggalkan apartemen. Ryan menoleh


" Nanti kamu akan tau."


Kaluna tidak bertanya lagi sampai mereka tiba di suatu tempat .


" Pemakaman?" ujar Kaluna dalam hati . Kaluna sungguh di landa rasa penasaran, kenapa Ryan mengajaknya ke pemakaman , apa dia hanya ingin di temani , kalau hanya itu , kenapa tidak mengatakannya saja .


Saat memasuki gerbang Kaluna dapat langsung melihat deretan makam dengan simbol suatu agama . langkahnya terus mengikuti Ryan yang berjalan di depannya . sampai pada akhirnya laki-laki itu berhenti di salah satu makam .


Kaluna memperhatikan tulisan nama di makam itu dan mencoba mengingat dan langsung menutup mulutnya sambil melihat Ryan dan makam itu secara bergantian. Di makam itu tertulis sebuah nama yang begitu ia kenal , bahkan saat kembali negaranya di mana Kaluna sementara duduk di taman dia mempertanyakan diaman dia sekarang .


" Dia ingin bertemu denganmu." ucap Ryan lirih sambil meletakkan buket bunga di makam Elif .


Mata Kaluna sudah memerah menahan air mata yang siapa dia tumpahkan


15 tahun lalu


Ryan memasuki ruang perawatan milik Elif , adik perempuannya itu menderita leukemia limfoblastik akut sajak 1 tahun terkahir saat usia Elif 7 tahun , semenjak itu Elif harus berada di rumah sakit untuk menjalani pengobatan . Wajah yang dulunya begitu cerah dan menggemaskan berubah menjadi sedih dan pucat , Elif meskipun usianya masih sangat kecil dia tau jika sakitnya akan membuatnya berpisah dengan kakaknya. Pertemuannya dengan seorang gadis kecil yang usianya lebih mudah darinya saat Elif meminta perawat rumah sakit menemaninya untuk berjalan-jalan, Kaluna memperhatikan anak yang hampir seusianya tengah duduk di atas kursi roda dengan wajah pucat . Kaluna yang tengah duduk di kursi antrian bersama mamanya , berdiri menghampiri Elif . Naya memperhatikan Kaluna mendekati anak kecil itu .

__ADS_1


" Kamu sakit?" tanya Kaluna pada Elif , Kaluna dengan wajah polosnya menyentuh pipi Elif. Elif hanya tersenyum mendapat perlakuan Kaluna , ini pertama kalinya saat dia keluar dari ruangannya ada orang yang memperhatikan dirinya selain kakaknya .


" Nama kamu siapa ?"


" Kaluna "


"Aku Elif."


kedua anak itu saling berjabat tangan.


Setelah perkenalan itu Kaluna dan Elif menjadi dekat , Kaluna tidak akan lupa untuk menemui Elif di Kamar saat menemani mamanya memeriksa kandungan dan bahkan ia dengan khusus meminta supir mengantarnya untuk menemui Elif. Elif yang sebelumnya begitu bosan dengan suasana rumah sakit menjadi senang dan terlihat ceria kembali, dia bahkan tidak seperti orang yang sedang sakit .


yang paling menyenangkan terkadang Kaluna sengaja membawa perlakuan make-up miliknya untuk menghilangkan wajah pucat Elif , merias wajah itu menjadi cantik . kedekatan Elif dan Kaluna membuat sang kakak begitu senang , saat mengetahui dari perawat Elif jika Elif sering di kunjungi oleh anak seusia dengannya sekarang berteman dengannya , Ryan bisa dengan tenang mengurusi perusahaan miliknya , Kaluna dan Ryan jarang bertemu karena saat Kaluna datang, Ryan masih sibuk di kantor Kaluna akan pulang dari rumah sakit jika sudah menjelang sore hari dia hanya bertemu dengan kakak temanya itu beberapa kali .


Hingga suatu hari dimana Kaluna datang ke rumah sakit dengan wajah ketakutan dan menangis, dia berada dalam dekapan seorang wanita . Elif yang melihat itu ingin mendapat tapi sesat kemudian dia menyaksikan ada banyak orang di sana membuat Elif mengurungkan niatnya, Elif sedih melihat sahabatnya itu menangis . dia bisa melihat wajah ketakutan orang-orang di sana


" Nona Elif ini waktunya istirahat." ujar seorang perawat yang di tugaskan khusus untuk mengurus Elif .


Hingga setelah hari itu Kaluna tidak pernah lagi datang mengunjunginya , hal itu membuat Elif kembali seperti dulu , terlihat sedih tidak ada lagi wajah ceria yang bisa di lihat orang. Ryan yang melihat Elif sedih berusaha mencari keberadaan Kaluna , hingga ia menemukan kenyataan jika Kaluna sudah pindah keluar negeri setelah kepergiaan mamanya .


Saat Elif mengenal Kaluna , adiknya itu bahkan terlihat tidak sakit sama sekali karena Kaluna selaku membuatnya tertawa sibuk bermain. Tapi kepergian Kaluna yang tidak pernah lagi kembali membuat kesehatan Elif kembali menurun dan semakin memburuk hingga akhirnya Ryan harus merelakan adik satu-satunya itu pergi meninggalkannya , hanya satu yang tidak bisa Ryan lupakan yaitu nama Kaluna , adiknya itu selalu menyebut nama itu, dia sangat merindukan sahabatnya dan ingin bertemu .


Hingga kepergian Elif , Ryan masih berusaha untuk mewujudkan permintaan adiknya , bertahun-tahun Ryan mencari keberadaan Kaluna, Hal yang membuatnya kesulitan adalah dia tidak tahun Nagara mana yang di tempati sahabatnya adiknya itu berada. Bahkan Ryan sampai menyewa seorang detektif untuk mencari keberadaan Kaluna dan berhasil , informasi yang di peroleh oleh orang sewaannya bahwa Kaluna ada di negara Amerika dan sekarang menjadi seorang make up artis .


Mengetahui itu Ryan langsung terbang ke negara itu meninggalkan urusan perusahaannya . Dia bisa menyaksikan bagaimana Kaluna hidup di negara itu. Ryan berusaha mencari cara untuk dekat dengan Kaluna dan membuatnya pulang ke Indonesia , karena Ryan tau sampai sakarang Kaluna tidak pernah pulang ke negaranya .


hanya satu cara yang bisa Ryan lakukan untuk dekat yaitu menggeluti dunia yang sama dengan yang Kaluna jalani . sampai akhirnya dia berhasil dengan tujuannya.

__ADS_1


__ADS_2