
Sesuai dengan perkataan dokter, Liam harus melakukan terapi untuk memulihkan semua bagian anggota tubuhnya yang sudah tidak di gerakkan selama bertahun -tahun , jadi selama dua pekan Liam melakukan apa yang di katakan dokter . Dia begitu bersemangat melakukannya , dia harus cepat sehat kembali karena ada hal penting yang harus ia lakukan .
Setelah semua rangkain terapi itu ia lakukan , hari ini Liam mengunjungi tempat yang sudah lama tidak ia datangi. Saat mobilnya masuk ke halaman rumah itu dengan mudah mengenali sosok yang anak kecil yang ia cari dengan mudah ia kenali , karena anak itu berbeda dengan anak yang lain , anak yang lima tahun lalu sudah ia putuskan menjadi tanggung jawabnya. Jika Ia melihat Alyssa Liam membayangkan Elif di benaknya, putrinya yang bahkan tidak pernah ia lihat dan tidak juga ia ketahui.
Liam keluar dari dari mobilnya melangkah mendekati Alyssa yang tengah bermain dengan teman-temannya, Saat ia mulai dekat dari Posisi Alyssa , anak itu menatapnya seperti seolah berusaha mengenali dirinya, saat Alyssa mulai sadar siapa yang ada di hadapannya , Ia langsung mengembangkan senyumnya , anak itu mengenali Liam , tidak mungkin dia tidak mengenali laki-laki yang selalu datang menemuinya saat usianya memasuki satu tahun pertama.
meskipun Liam sudah tidak pernah datang melihatnya semenjak kecelakaan itu , tapi Gio dan Zana menggantikan tugas itu, bukan hal muda bagi Gio maupun Zana saat pertama datang mengunjungi Alyssa , karena anak itu seolah mencari sosok lain, Setiap Gio menggendongnya Alyssa , anak itu seolah ingin mengatakan jika bukan orang ini yang selalu datang menemuinya, jika sudah begitu , Alyssa akan mengarahkan pandangannya ke pintu rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya, menunggu orang yang biasa mengunjunginya muncul di pintu ,Gio yang melihat tingkah Alyssa seolah paham .
" Apa kau mencarinya ?"
kalimat Gio yang selalu dia katakan ketika membawa Alyssa ke gendongan nya . " Maaf jika aku yang datang , kamu tenang saja saat dia sudah sembuh dia akan datang
mencari mu . Alyssa hanya bisa diam mendengarkan kalimat Gio karena dia belum paham apa yang di katakan Gio waktu itu
" Aku membawakan hadiah untukmu."
Gio mengeluarkan sesuatu dari dalam sebuah goodie bag, dan memberikannya pada Alyssa, sontak anak itu langsung mengerakkan tubuhnya karena senang, dia kemudian mengambil benda yang sengaja di bawa Gio untuknya, Alyssa langsung mendaratkan bibir basahnya pada benda itu , itu adalah bingkai foto yang menampilkan wajah Liam yang cukup besar , meskipun hanya dalam bentuk foto Alyssa bisa mengenali laki-laki yang ada di foto itu .
Dan selama ini , Alyssa tidak pernah jauh dari foto yang di berikan Gio padanya, foto itu tersimpan begitu baik di dekatnya di mana Ia tidur . Untuk itu Alyssa tidak akan pernah lupa dengan wajah Liam, setiap Gio datang Gio akan mengatakan padanya jika Liam akan datang, dia hanya di minta untuk menuggu dan sepertinya waktu menunggu Alyssa sudah selesai ketika matanya menangkap sosok yang begitu ia rindukan selama ini .
Alyssa langsung berlari menghampiri laki-laki yang begitu Ia rindukan .
Liam menyambut kedatangan Alyssa dengan mensejajarkan tubuhnya . Anak yang memiliki mata berwarna biru itu langsung masuk ke dalam pelukannya .
" Apa kabar?"
Alyssa tidak menjawab dia hanya semakin mengeratkan pelukannya .
" Apa pekerjaan uncle sudah selesai , uncle Gio bilang Uncle sibuk bekerja jadi belum bisa menemui ku ." Liam tersenyum mendengarkan Alyssa bercerita . Setelah pelukan itu terlepas
__ADS_1
" Iya , uncle banyak pekerjaan jadi baru bisa menemui ."
Liam kemudian mengajak Alyssa masuk ke dalam , Ia ingin bertemu pengurus panti asuhan tempat Alyssa tinggal .
" Saya Sangat bersyukur pak Liam sudah sembuh, saya juga sempat kaget saat mendengar kabar itu dan meminta anak -anak selalu mendoakan bapak ."
" Iya Bu , terimah kasih untuk doanya , saya datang kesini untuk melihat Alyssa dan mungkin akan pergi lagi untuk beberapa waktu ."
" Pak Liam tidak perlu mengatakan itu , itu sudah tugas kami menjaga dan merawat anak-anak di sini ."
Setelah percakapan yang cukup lama Liam dan pengasuh panti asuhan itu . Liam berpamitan pulang , tidak lupa Ia juga melakukan hal yang sama pada Alyssa .
" Apa uncle akan lama ?"
" Tidak , kali ini Uncle tidak akan lama, setelah urusan Uncle selesai uncle akan lagsung menemui mu lagi . "
Liam kemudian meninggalkan panti asuhan itu
***
Liam kemudian meraih hp miliknya menatap foto yang memenuhi layar hpnya , seorang anak perempuan , yang di katakan Gio jika itu adalah putrinya, saat mengetahui itu dia ingin langsung berlari memeluk putrinya , meminta maaf karena telah menyakiti hati ibunya, dia tidak tau apakah nanti Kaluna akan memaafkannya atau tidak , yang jelas dia akan berusaha mendapatkan maaf Kaluna dan putrinya .
Liam memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam saat melewati ruang tamu yang berada tepat di depan kamarnya, Liam berhenti sejenak, tempat di mana dia pernah meminta Kaluna untuk tetap berada di dekatnya dan berjanji menghilangkan kesedihan yang selama ini Kaluna alami , tapi ternyata dia tidak menepati janjinya sendiri , bukan hanya membuat perempuan yang dia cintai itu bersedih dia bahkan membuatnya pergi dari hidupnya.
Liam kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya sambil menghapus sesuatu yang keluar dari matanya .
***
" Apa semuanya sudah siapa ?" Liam melangkah turun dari jet pribadi miliknya dan langsung di sambut oleh beberapa anak buahnya .
__ADS_1
" Iya , semua sudah kami siapkan sesuai dengan permintaan anda ."
Liam terus berjalan menuju sebuah mobil yang sudah di siapkan untuknya .
Iya , saat ini Liam berada di negara dimana istri dan putrinya berada , dia juga sudah memerintahkan anak buahnya untuk mempersiapkan semua keperluannya selama berada di negara ini termasuk semua informasi yang ia butuhkan dan untuk perusahannya tentu saja Gio yang akan kembali menanganinya sama seperti saat dia tidak sadarkan diri .
" Apa perlu saya mengantar anda Tuan?"
" Tidak perlu saya yang akan membawa mobil ini sendiri ."
Liam masuk ke dalam mobil itu melajukan mobilnya ke sebuah tempat yang sudah menjadi tujuan utamanya. Saat tiba, Liam berdiam diri dalam mobil menunggu seseorang keluar dari gerbang yang sudah dia perhatikan saat sampai .
Tringggg
Bel berbunyi , seketika anak -anak keluar dari tempat itu , Liam langsung menegakan tubuhnya menunggu seseorang muncul di sana . senyumnya mengembang saat di sana Ia melihat anak yang memiliki wajah yang sama seperti yang memenuhi layar hp nya .
Dia begitu ingin menghampiri anak kecil itu memeluknya dengan erat dan mengatakan bahwa dia adalah ayahnya. Tapi itu tidak mungkin ia lakukan sekarang , Elif putrinya pasti akan kebingungan ketika dia tiba -tiba muncul .
Liam menatap Elif berlari, arah mata Liam mengikuti kemana Elif
Deg
Di sana dia melihat Kaluna istrinya yang begitu ia rindukan . Dia bisa melihat wajah bahagia Kaluna saat Elif datang menghampirinya .
Tiba -tiba Liam meraih hp miliknya dan menghubungi seseorang .
" Apa kau sudah melakukan apa yang aku inginkan ?" ucap Liam pada orang yang ada di sebarang sana
" Iya tuan , saya sudah melakukannya dan orang itu setuju."
__ADS_1
mendengar jawaban itu Liam lagsung mematikan hp miliknya dan bersamaan dengan itu dua orang yang begitu dia cintai juga meninggalkan tempat tersebut .