Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Bukan orang sakit


__ADS_3

Liam masuk ke dalam kamar , di tangannya terdapat nampan yang berisi makanan , hari ini di sengaja tidak ke kantor karena akan menemani istrinya di apartemen, karena dia yakin perempuan yang masih terlelap di bawah selimuti itu tidak akan sanggup kemana-kaman setelah melewati malam yang begitu panjang , dia masih ingat beberapa jam yang lalu saat mereka bersama-sama melaksanakan kewajiban , dia harus membantu Kaluna untuk bersiap -siap melaksanakan kewajiban.


Liam meletakkan makanan yang sudah dia siapkan untuk istinya itu di atas meja dan melangkah ke tempat tidur .Kemudian duduk dan menurunkan sedikit selimut yang menutupi punggung Kaluna , Liam tersenyum melihat ada banyak karya yang sudah dia ciptkan di sana , tanganya mengelus tanda itu dan mengecupnya satu persatu . Jika mengingat kejadian semalam dia betul -betul menghukum Kaluna tanpa henti , meskipun Kaluna sudah memohon Ia menyelesaikannya , tapi itu tidak dia pedulikan sampai dia betul -betul merasa puas dan menyelesaikannya saat malam akan berganti, Tapi tidak sampai di situ dirinya kembali melanjutkannya saat pagi akan datang setelah mereka melaksanakan kewajiban.


Kaluna yang masih terlelap merasa terganggu dengan aktifitas Liam yang bukan hanya mengecup habunya tapi sesekali memberikan gigitan kecil di sana , Kaluna merubah posisinya menjadi terlentang matanya dengan perlahan terbuka , Ia bisa melihat wajah suaminya yang sementara tersenyum di atas .


Ia masih berusaha mengumpulkan kesadarannya , matanya mengarah keluar jendela, melihat ke luar di sana matahari sudah bersinar dengan terang .


" Selamat pagi ." satu kecupan mendarat di bibirnya . Kaluna tersenyum dengan perlakuan manis suaminya .


Liam membenarkan posisi duduknya karena melihat Kaluna berusaha untuk bangun


" Aww." Kaluna meringis kesakitan. Sungguh bagian bawah sana masih terasa perih , harga sangat mahal yang harus ia bayar atas kekesalan hati suaminya .


Dengan sigap laki-laki yang menyebabkan dia kesakitan membantunya untuk duduk dan menjadikan dadanya sebagi sandarannya


"Apa disini sangat sakit?" pertanyaan bodoh di keluarkan Liam . Dia sudah tau sendiri bagaian Dia menguasai istrinya semalam dan berlanjut hingga matahari akan terbit.


Kaluna yang mendengar pertanyaan suaminya yang berada tepat di belakangan hanya melirik dan menyikut suaminya ..


" Aww.." Liam pura-pura kesakitan dengan perbuatan Kaluna, tapi terlihat dia sementara tersenyum .


" Apa menurut kakak Liam di sini tidak sakit ." nada kesal Kaluna di tambah dengan wajahnya yang ditekuk . " Kak Liam harus bertanggung jawab , kalau seperti ini aku kesulitan jika ingin ke ruko."


" Justru karena aku akan bertanggung jawab makanya hari ini aku tidak ke kantor , jadi kamu tidak perlu berangkat ke ruko hari ini


Mendengar itu Kaluna melirik kembali ke samping karena sekarang wajah Liam tepat berada di sampingnya .

__ADS_1


" Benarkah?"


" Iya , aku tidak mungkin membiarkan kamu di apartemen sendiri dengan keadaan seperti ini ." Kaluna tersenyum mendengarnya .


" Aku bawakan sarapan untukmu ." Kaluna melirik kearah meja sopa di sana dia bisa melihat segelas susu dan beberapa potong roti dan buah.


" Tapi aku mau membersihkan diriku dulu ."


" Ya sudah aku akan membantumu ke kamar mandi ." Liam Kemudian berdiri


" Untuk apa menggunakan ini ." Liam menyingkirkan selimut yang membungkus tubuh Kaluna , padahal dengan susah paya selimut itu dia lilitkan di tubuhnya untuk menutupi tubuhnya yang tanpa kain sehelai pun , tapi suaminya melepasnya kembali, kemudian lagsung mengangkat tubunya ala bridal, membuat Kaluna protes dan malu.


" Kak."


" Kenapa ?, kamu malu . bahkan aku sudah melihat semuanya ." dengan santai Liam melangkah menuju kamar mandi. sedangkan Kaluna yang berada dalam gendongannya menyembunyikan wajahnya di dada Liam . sungguh dia begitu malu , berada dalam gendongan suaminya tanpa mengenakan apa-apa , meskipun laki-laki ini sudah melihat semua bagian tubuhnya Bahkan yang belum pernah dirinya lihat sekalipun , tetap saja dia sangat malu . Kaluna tidak berani menatap wajah suaminya yang begitu dekat , wajahnya yang bersemu merah hanya terbenam di dada Liam suaminya.


" Kak Liam sudah menyiapkannya ." Kina Kaluna beralih menatap Liam . Laki-laki yang itu mengangguk dan tersenyum .


" Aku sengaja menyiapkannya tadi sebelum menyiapkan mu sarapan ." Liam kemudian meletakkan Kaluna ke dalam bathub yang sudah terisi air hangat, tubuh Kaluna langsung terasa nyaman .


" Terimah kasih ." ucap Kaluna


" Mau aku mandikan ?" Kaluna langsung menggeleng dengan tawaran suaminya, entah akan se malu apa dirinya jika Liam sampai memandikannya .


" Ya sudah, aku keluar, nanti Jika sudah selesai kamu bisa memanggilku ." Kaluna mengangguk . sebelum keluar Liam mendaratkan ciuman di rambut Kaluna dan melangkah keluar . Setelah pintu kamar mandi tertutup Kaluna mulai membersihkan dirinya .Dia bisa melihat dengan jelas ada banyak tanda yang sudah di ciptakan Liam di tubuhnya. Jika mengingat bagaimana dia menerima hukuman dari suaminya , Kaluna ingin berjanji pada dirinya sendiri , dia tidak akan pernah bersentuhan dengan laki-laki lagi , apalagi dengan Ryan , laki-laki yang membuat suaminya cemburu .


Setelah selesai membersihkan diri , dengan langkah begitu pelan Kaluna keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi . Liam langsung berdiri ketika melihat Kaluna keluar dari kamar mandi , Liam yang semula duduk di sofa dan tengah sibuk di dengan laptop miliknya langsung meninggalkan pekerjaannya itu, meskipun tidak datang ke kantor Liam tetap melakukan pekerjaannya .

__ADS_1


" Kenapa tidak memanggilku , kan tadi aku sudah bilang."


" Aku bisa jalan kak , jadi tidak perlu di gendong ." jawab Kaluna sambil terus berjalan yang sudah di bantu oleh Liam .


" Iya tapi , kamu susah jalannya ."


Liam membawa Kaluna duduk ke tempat tidur, kemudian membuka lemari untuk mengambilkan Kaluna pakaian .


" Salah siap yang membuatku seperti ini."


" Iya , itu salahku ." Liam duduk di depan Kaluna. " Tapi kamu juga tau kan penyebabnya apa, em." Kaluna tidak menjawab karena dia tau ini Menag karena dirinya .


Liam kemudian memakaikannya Kaluna pakaian , sebenarnya Kaluna sudah menolak dan ingin memakainya sendiri tapi , Liam menolak , dia ingin dia sendiri yang melakukannya sendiri . Kaluna pasrah dia merasa sudah seperti anak kecil yang dibantu oleh orang tuanya mengenakan pakaian .


Setelah memakaikan Kaluna pakaian Liam kemudian mengambil nampan yang berisi makan yang sudah dia siapkan untuk Kaluna. Menemani istrinya itu sampai selesai menghabiskan sarapannya.


" Sekarang kamu istirahat ." Liam meminta Kaluna untuk berbaring , tapi Kaluna menolak


" Aku bukan orang sakit , yang di suruh istirahat kak." Protes , karena Liam sudah memperlakukannya seperti orang yang sedang sakit . Dia tidak mungkin berada di kamar seharian, sekarang saja dia sudah bosan dan ingin keluar .


" Terus kamu mau apa ?"


" Aku ingin keluar kamar." dengan sigap Liam kembali mengangkat tubuh Kaluna, Kaluna sudah menolak dan minta diturunkan , tapi Liam tidak menghiraukannya dan tetap membawa Kaluna keluar kamar dan meletakkannya di sofa ruang tamu .


" Kau ingin menonton ? "


Kaluna mengangguk .

__ADS_1


__ADS_2