
Namanya Ryan Prayoga , laki-laki yang memiliki usia matang itu terkadang membuat orang beratnya-tanya apa yang melatar belakangi dirinya memilih profesi sebagai make up artis. Jika Ia mau laki-laki itu bisa saja menjadi seorang model profesional . Memiliki tubuh tinggi sempurna tak jarang setiap model perempuan yang Ia rias wajahnya akan langsung terpesona. Wajah dan kulit asli Indonesia sangat sempurna menjadi miliknya. Jangan mengulang pertanyaan tetang alasan memilih profesi tersebut karena Ryan Prayoga hanya akan memberikan senyuman yang akan membuat jantung berdetak tidak seperti biasanya.
Sinar matahari menerpa wajah sempurna itu yang lewat melalui cela tirai yang tidak tertutup rapat. Matanya berusaha terbuka secara perlahan untuk menyesuaikan terpaan sinar matahari . Saat telah terbuka sempurna Ia kemudian bangkit dari tempat tidur dan langsung melangkah menuju kamar mandi . Hari ini dirinya harus menemui seseorang yang berniat bekerja sama dengannya . Sesuai yang di sampaikan oleh Miss Clara waktu itu.
Ceklek
Pintu kamar tersebut terbuka setelah Ryan selesai. Sebuah handuk terlilit di pinggangnya dengan rambut yang masih basa sudah pasti tetesan air dari rambutnya tersebut jatuh menerpa tubuh sempurnanya. Setelah menyempurnakan penampilannya Ia kemudian melangkah keluar dan tak lupa meraih HP yang sebelumnya ia letakkan di atas nakas. Sejenak Ia menatap alat komunikasi itu, mengingat panggilan Kaluna saat dirinya sudah tertidur. Perempuan yang selalu ingin dia jaga dan selalu ingin berada di samping gadis tersebut.
"Aku akan pulang setelah urusanku disini selesai" Ucap Ryan lirih. Kemudian Ia melangkah meninggalkan hotel yang sudah beberapa hari ini ia tempati semenjak pergelaran show itu di mulai dan sekarang ia tertahan kembali ke negaranya karena tawaran dari Miss Clara. Andai saja tidak ada rencana kerja itu mungkin saat Kaluna berniat pulang Ia pun langsung memesan tiket untuk pulang kembali ke negara nya
***
Ryan memasukkan sebuah restoran tempat dimana pertemuan dengan seorang desainer akan dilakukan. Sesaat sebelum kakinya melewati pintu tersebut la sudah di sambut salah seorang pelayan dan seperti sudah mengetahui akan kedatangan nya tanpa bertanya pelayan itu langsung mengantarkan Ryan ke meja di mana orang yang sudah menunggunya berada.
" Maaf saya terlambat "
Orang tepat berada di depannya mengalihkan pandangan ya ke arah Ryan yang sebelumnya sibuk membaca menu makanan. Saat pandangan mereka bertemu
" Perempuan Indonesia. Batin Ryan
Perempuan yang duduk di depannya tersebut melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya
" Hanya lima menit. Saya rasa tidak masalah. "
"Elma Aliza. " Mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan . Ryan membalas uluran tangan tersebut .
" Ryan Prayoga"
__ADS_1
" Silahkan duduk "
Ryan duduk setelah di persilahkan oleh Elma. Karena rasa penasaran ya terhadap perempuan yang di depannya ini membuat Ryan mengajukan pertanyaan.
" Apa anda... "
" Orang Indonesia." Jawab Elma cepat sebelum Ryan menyelesaikan kalimat nya. Diiringi senyum yang begitu lembut di mata Ryan.
Jawaban yang di berikan Elma tentu saja membuat sedikit kelegaan bagi Ryan setidaknya orang yang di temani bekerja sama adalah orang yang satu negara dengannya jadi di merasa lebih nyaman . Bukan kah begitu ketika kita bekerja sama dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita akan lebih terasa nyaman.
Dan percakapan tentang kerja sama antar keduanya pun terjadi dengan sebuah kesepakatan kerjasama selama show yang di lakukan oleh perempuan pemilik rambut sebahu tersebut . Di lanjutkan dengan makan bersama.
***
Setelah pertemuannya dengan Elma. Ryan langsung kembali ke hotel . Melakukan beberapa pekerjaan yang mungkin sudah terlalu lama Ia tinggalkan. Setelah mengganti pakaiannya dengan pakainya lebih santai Ryan melangkah ke arah lemari pendingin dan meraih satu botol air mineral, meneguknya sampai habis setengah kemudian berjalan menuju sofa dan duduk meraih laptop, setelah meletakkan botol air minum tadi ke atas meja yang masih tersisa setengahnya lagi. Ryan mengecek beberapa email yang masuk dari orang kepercayaan nya yang berada di Indonesia. Setelah selesai mengecek Ia kemudian mengirim kembali laporan tersebut untuk meminta beberapa perbaikan. Sejenak Ryan menarik nafasnya kasar kemudian membuangnya secara perlahan, meletakkan kembali laptop tersebut ke atas menjadi dan mengganti mengambil botol air minum yang masih tersisa setengahnya dan meneguknya sampai habis. ia kemudian merebahkan tubuhnya dan menjadikan salah satu pegangan sofa panjang tersebut sebagai bantal. Kembali meraih HP miliknya dan membuka galeri di foto tersebut. Mengelus foto sambil mengajaknya bicara seolah olah orang yang berada di foto tersebut bisa membalas setiap kata yang Dia keluarkan dari bibirnya.
Lama waktu yang di perlukan laki-laki tersebut hanya mengajak foto tersebut untuk berbicara dan terlihat matanya sudah sedikit terpejam karena rasa kantuk memulai menyerangnya.
Ceklek
Sebuah pintu terbuka saat sorang laki -laki membukanya dari luar. Ruangan yang di dominasi warna putih. Seorang gadis kecil yang sedari tadi sibuk dengan buku bergambar yang ada di tangannya. Saat melihat pintu di buka oleh seseorang pandangan gadis kecil itu langsung teralihkan.
" Kak Ryan. " Pekiknya senang melihat laki -laki itu datang sambil membawa beberapa makanan di tangannya. Laki-laki yang di panggil nya Kak Ryan itu melangkah mendekati tempat tidurnya.
" Maaf kakak baru datang. Ada banyak pekerjaan yang harus kakak selesaikan." Ucapnya sambil meletakkan makanan di atas meja.
" Tidak masalah" Jawab gadis kecil tersebut sambil memperhatikan setiap gerakan dari Ryan.
__ADS_1
" Apa temanmu datang hari ini ?" Tanya Ryan sambil melangkah mendekati tempat tidur gadis tersebut. Kemudian duduk di sini kanannya. Tangannya terangkat mengelus rambut dan mengecup kepalanya.
" Tidak. Mungkin besok."
" Sudah minum obatnya? "
" Apa kak Ryan datang hanya untuk memberiku banyak pertanyaan? " Tangannya Ia di lipat ke dadanya dengan gaya seperti orang dewasa. Melihat itu Ryan tertawa melihat aksi protes adik kecilnya yang sudah mulai jengah dengan berbagai pertanyaan yang Dia lontarkan. Ryan mengacak rambut adiknya tersebut .
" Baiklah kak tidak akan memberimu pertanyaan lagi .Kata suster kamu belum makan"
" Suster itu berkata tidak jujur sama kak Ryan. Aku sudah makan kok. Tapi cuman buah. Hehehe . " Jawabnya sambil memperlihatkan deretan giginya yang tidak sempurna. " Dia sudah terlalu bosan mengonsumsi makanan rumah sakit.
" Sayang kamu harus mendengarkan apa yang suster katakan. Supaya kamu cepat sembuh. "
" Ok.. Ok.. Ok. " Jawabnya.
" Kakak membawakan makanan kesukaan mu" . Mata gadis kecil itu langsung berbinar bahagia dan langsung menatap tempat makanan yang masih berada di dalam plastik tersebut. " Mau makan sekarang ? " Gadis itu langsung mengangguk .
Ryan membereskan sisa makanan yang tidak di habiskan semua oleh adik kecilnya tersebut. Setelah selesai makan gadis kecil tersebut mengantuk akibat efek obat yang Ia minum setelah selesai makan. Ryan yang memperhatikan adiknya sudah terlelap langsung menutupi tubuhnya dengan selimut dan mengecup keningnya. Ryan melepas sepatunya dan ikut naik ke tempat tidur rumah sakit tersebut sambil memeluk tubuh kecil yang masih berusia 6 tahun tersebut.
Bersambung....
Hay kak! 😊
Novel MAAF AKU YANG HARUS PERGI on going yah
Jadi Author mengharapkan dukungan untuk kak semua ☺. Dan jangan lupa di like dan tinggalkan komen kalian pastinya tanda 💕💕💕💕 Author tunggu maaf ya permintaan Author banyak banget 😄😄😄
__ADS_1
Tambahkan ke rak novel favorit 😍💕 juga.
Terima kasih 😘💕