
Sebelum subuh Kaluna sudah harus meninggalkan apartemen, karena hari ini dia harus ke lokasi di mana orang yang akan menggunakan jasanya , karena akad pernikahan itu jam 9 dan dia membutuhkan waktu selam 4 sampai 5 jam untuk me makeup orang jadi dia harus berangkat cepat . Sebelum pergi Kaluna masih menyempatkan waktu untuk menyiapkan sarapan untuk Liam .
" Aku pergi dulu ya kak ." satu ke ****** di berikan Kaluna di pipi Liam yang masih terlelap.
Sebelum menuju ke lokasi Kaluna terlebih dahulu pergi ke ruko miliknya karena semua barang-barang yang akan dia gunakan ada di sana .
Sedangkan itu Liam yang baru bangun langsung beranjak dari tempat tidur . Ia sudah tau jika Kaluna akan pergi , dia bisa melihat pakaian kantornya yang sudah Kaluna siapkan tergantung di dekat lemari . Liam tersenyum , meskipun Kaluna sibuk dengan pekerjaannya dia tetap mengurus dirinya , Liam masuk ke kamar mandi melepas semua pakaiannya dan berdiri di bawah guyuran shower, Liam memejamkan matanya , kata-kata Gio kembali terngiang di ingatannya .
" Bagaiman jika Kaluna tau ."
Satu kalimat itu, jujur membuat Liam ketakutan, dia bahkan tidak mau membayangkan apa yang akan terjadi. Dia begitu mencintai istrinya. Dan dia tidak ingin sampai kaluna tau masalah ini .
Liam menempelkan satu telapak tangannya di di dinding , membiarkan air terus mengguyur tubuhnya . kepalanya menunduk
" Tunggu . tunggu sampai Elma melahirkan , kau bisa menuggu kan ." gumam Liam seolah berbicara dengan istrinya . " Aku akan mengatakan semuanya ."
Liam mematikan air itu dan meraih handuk kemudian keluar dari kamar mandi , lalu bersiap-siap untuk ke kantor , setelah selesai Liam keluar , berjalan menuju dapur . lagi Liam kembali tersenyum karena di sana Kaluna sudah menyiapkannya sarapan dan ada sebuah pesan di atas meja itu .
" Selamat pagi suamiku ☺️, maaf aku pergi tidak pamit , jangan lupa sarapannya di habiskan . love you "
__ADS_1
Liam duduk menikmati sarapan yang di buatkan Kaluna , kemudian meninggalkan apartemen miliknya , saat di dalam mobil sebelum menyalakan mobilnya Liam mendapat pesan dari Elma
" Li , kamu jadi kan temani aku hari ini ?"
" Iya . nanti aku jemput jam 9 ." balas Liam . setelah membalas pesan Elma, Liam mulai menyalakan mobilnya.
Elma yang mendapat balasan dari Liam yang akan menemaninya langsung bersiap -siap dia butuh waktu lama karena perutnya semakin membesar membuat pergerakannya semakin lambat .
Sedangkan itu di sebuah kamar hotel di mana sebuah pernikahan akan di adakan Kaluna masih di sibukkan dengan aktifitasnya , sibuk untuk mempercantik penampilan mempelai wanita, sudah 2 jam Kaluna memulai tapi belum juga selesai , semenjak menjadi MUA khusus pernikahan , Kaluna harus menghilangkan gaya make up yang selalu yang digunakan di luar negeri karena untuk mengikuti Selera orang Indonesia.
Setelah hampir 4 jam , akhirnya apa yang ia kerjakan selesai , sebelum pergi tidak lupa untuk mendokumentasikan hasil kerjanya . Kaluna kemudian keluar dari gedung hotel tersebut menuju tempat di mana dia memarkir mobilnya . Setelah masuk kedalam , Kaluna baru dan akan menyalakan mobi tapi tiba -tiba sebuah mobil baru saja melintas di depannya dengan kaca terbuka menampilkan wajah suaminya.
Kaluna menarik nafasnya pelan sambil memejamkan matanya, bebagai spekulasi bermunculan di kepalanya, ingatan tentang pembicaraan beberapa bulan yang lalu yang pernah dia dengar kembali terngiang di kepalanya, tentang cinta pertama suaminya dan tentang perempuan yang memeluk suaminya. Kaluna masih berusaha berfikir positif . Tangannya mulai gemetar karena takut apa yang di pikirkan di kepalanya adalah suatu kebenaran . Ia memutuskan untuk tidak meninggalkan hotel itu menunggu Liam dan perempuan itu keluar .
selama tiga puluh menit akhirnya ia kembali melihat Liam dan permainan itu keluar dan lagi-lagi dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah perempuan itu , karena berjalan sambil menundukkan kepala. Setelah mobil Liam meniggalkan area parkir Kaluna juga ikut meninggalkan area perkiraan untuk mengikuti kemana Liam pergi, dia ingin memastikan jika apa yang dia pikirkan salah, dengan pelan Kaluna mengendari mobilnya yang berada persis di belakang mobil Liam , ia melihat mobil itu masuk ke sebuah perumahan , Kaluna juga ikut masuk . Kaluna berhenti di sebuah tanah yang belum di bangun rumah dan dari sini ia bisa melihat mobil itu meskipun jaraknya cukup jauh, Liam suaminya berhenti di salah satu rumah , sesaat kemudian Liam turun di ikuti permisi itu .
Tanganya semakin bergetar hebat saat melihat bagaiman Liam mengelus perut perempuan itu dan berganti mengelus rambutnya. Kaluna lagsung membuang wajahnya ke samping saat dia melihat perempuan itu tiba -tiba mencium bibir Liam . sungguh dia tidak sanggup untuk kembali melihat, dia tau apa yang tejadi saat ini. Kaluna memegang dadanya . Sesak , air mata yang berusaha dia tahan akhirnya jatuh . Kaluna menangis sambil terus menundukkan kepalanya di tidak berani melihat ke depan .
Dengan tangan gemetar Kaluna kembali melajukan mobilnya dengan air mata yang tidak bisa dia hentikan sama sekali. sesekali dia menyentuh dadanya yang terasa nyeri . Apa selama ini dia sudah di bohongi oleh laki-laki yang selalu mengatakan cinta setiap saat padanya. Tapi lihat laki-laki itu Bahkan memiliki perempuan lain dan sementara mengandung anaknya . Tiba -tiba Kaluna tertawa , menertawakan dirinya sendiri yang begitu mudah percaya dengan perkataan laki-laki yang sudah dia cintai sepenuh hatinya , apa yang salah dengan dirinya Kaluna Bahkan tidak mampu menemukan jawabannya .
__ADS_1
Kaluna terus saja melajukan mobilnya entah sekarang dia akan kemana . tanganya tidak berhenti bergetar dadanya tidak berhenti merasakan sakit yang membuatnya harus memukul -mukul Bagain tubuhnya itu berharap rasa nyeri di dadanya bisa hilang , tapi sekuat apapun dia memukul tetap saja rasanya semakin sakit .
Sedangkan itu di mana Elma dan Liam berada saat Kaluna masih belum meninggalkan tempat itu, Liam terkejut dan lagsung memundurkan tubuhnya saat tiba tiba Elma mencium bibirnya .
"Kamu tidak Suka ?" terlihat raut wajah kecewa pada Elma dia merasa di tolak oleh suaminya sendiri.
" Bu-kan seperti itu El , hanya saja aku sedikit terkejut." ucap Liam dia tidak ingin Elma berfikiran buruk .
" Kalua begitu aku ke kantor dulu , masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan ." Liam berbalik dan membuka pintu mobil tapi tangan Elma lagsung menahannya .
" Malam ini , kamu menginap di sini ya ." wajah Elma memelas .
Liam mengangguk dan Elma langsung tersenyum bahagia . setelah itu Liam lagsung kembali ke kantor di perjalanan di mengirimkan pesan untuk Kaluna mengatakan jika dia ada urusan pekerjaan dan malam ini dia tidak bisa pulang .
Kaluna yang berhenti di pinggir jalan menatap layar hp miliknya , dia kembali tertawa saat membaca pesan dari suaminya . Dia baru sadar jika selama ini setiap Liam mengatakan ada urusan pekerjaan tenyata dia bersama perempuan itu .cukup lama kalian menepikan mobilnya di pinggir jalan dan saat melihat matahari mulai tenggelam Kaluna kembali menyalakan mobil menuju ruko.
Ceklek ...
Kaluna masuk kedalam ruko dan melangkah menuju ruangannya tanpa menyalakan lampu. Ia berbaring di sofa , Kaluna kembali menangis saat mengikat apa yang dia lihat hari ini. Seharusnya dari awal dia harus sadar jika hati Liam sudah milik orang lain, dan akan tetap seperti itu . Mungkin dia saja yang bodoh selama ini percaya dengan kata-kata laki-laki itu .
__ADS_1
" Mama Kaluna rindu ." lirih Kaluna berbicara dengan air mata yang tidak berhenti keluar dari matanya entah sudah berapa lama dia menangis matanya terpejam tapi suara tangisnya masih terdengar . kenapa setiap dia Merasakan kebahagian tidak pernah berlangsung lama , dulu saat masih kecil dia begitu bahagia memiliki mama yang begitu menyayanginya tapi harus pergi meninggalkan ya begitu cepat sehingga dia harus hidup dalam kesedihan dan sekarang saat seseorang yang dia harapkan dapat memberikannya bahagia tapi tenyata kebahagian yang selama ini yang dirasakannya ternyata semuanya kebohongan . Kaluna terus saja menangis sambil menyebut mamanya dalam tidurnya .