
"Aku tidak heran jika kamu bisa mencintai Kaluna , dia memiliki hati yang begitu lembut yang bisa membuat orang begitu menyayanginya dan nyaman di dekatnya ."
Elma berusaha meraih tangan Liam dia tau waktunya tidak akan lama , kerena ada Masalah saat proses operasinya tadi .
" Aku minta maaf , seharusnya aku tidak melakukan hal bodoh yang membuat kamu harus menikahi ku ." Elma tidak hentinya menangis mengutuk kebodohannya sehingga ada yang menjadi korban atas tindakannya itu .
***
Liam terus melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor , jika pekerjaannya tida banyak dan dia tidak terlalu sibuk di akhir pekan , dia memang akan selalu mengunjungi Alyssa. Alyssa sudah menjadi tanggung jawabnya karena anak itu susah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia . Setiap melihat anak itu Liam akan selalu mengingat pesan terakhir Elma padanya .
"Bukan dia yang harus pergi , tapi aku yang harus pergi , dia pasti akan sangat kecewa pada ku , karena dia sudah menganggap ku kakak saat pertemuan pertama kita , tapi apa yang aku lakukan , aku bahkan sudah mengambil yang seharusnya menjadi miliknya ."
Liam menghela nafasnya dengan kasar, saat kata-kata itu selalu berputar di memorinya . ini salahnya, dari awal dia yang tidak mengatakan pada Elma, andai saja saat pertemuan awal mereka dia dengan tegas mengatakan yang sebenarnya, semua ini tidak akan pernah terjadi . hingga masalah baru muncul tanpa menyelesaikan masalah sebelumnya dan sekarang dia harus mengembalikan semuanya pada tempatnya .
Di tengah pikirannya di penuhi dengan permasalahan hidupnya, Liam di sadarkan dengan sebuah panggilan telpon , ia kemudian memasang aerphone pada telinganya dan berusaha mengambil hpnya. saat Liam akan menggeser tombol warna hijau hp itu terjatuh di bawah kursi , Liam berusaha mencarinya dengan satu tanganya tetap pada kemudi , Karena kehilangan ke seimbangan Liam Tanpa sengaja menabrak pembatas jalan membuat mobilnya menembus jalur di sebelahnya bersamaan dengan datangnya mobil tangki .
Barkkkkk..
Duuuuurrr
Terdengar suara ledakkan dan seketika membakar kedua mobil tersebut.
****
Prakkk..
Kaluna tanpa sengaja menjatuhkan botol susu milik Elif, dia yang sementara di dapur menyiapkan susu untuk Elif dan Elif sementara berada di ruang tengah bersama Naina .
" Ya ampun Bu , kenapa bisa terjatuh . biar saya yang bereskan ." ucap salah seorang pelayannya . Kaluna hanya mematung entah apa yang sedang dia pikirkan, namun botol susu Elif langsung terlepas dari genggaman nya begitu saja. tangannya langsung menyentuh bagian dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri tanpa ada penyebabnya .
" Ibu tidak apa -apa ? " tanya pelayan tersebut karena melihat Kaluna menyentuh dadanya .
" Tidak apa-apa."
Tiba -tiba Naina muncul di depan pintu dapur .
__ADS_1
" Bu , nona Elif menangis ." ucap Naina . Kaluna yang mendengar itu langsung melangkah keluar meninggalkan dapur ,dengan langkah lebar Kaluna mendatangi Elif yang sementara di dalam troli.
" Kok Elif tiba-tiba nangis Nai ? " tanya Kaluna yang menaggakat Elif dari dalam troli , bayi itu terus saja menangis meski sudah berada dalam gendongannya .
" Tidak tau Bu , tadi Nona Elif saya ajak bicara tapi tiba -tiba wajah nona Elif berubah sedih dan lagsung menangis. " Naina berusaha menjelaskan .
Kaluna yang mendengarkan penjelasan Naina merasa bingung, apa ada yang seperti itu, tapi Kaluna tetap berusaha menenangkan Elif tanpa memusingkan penjelasan Naina .
Kaluna mengecek tubuh putrinya ia takut mungkin saja ada serangga yang tiba-tiba menggigit Elif , tapi setelah Ia cek tidak ada tanda-tanda jika Elif di gigit serangga , Kaluna bertambah bingung pasalnya ini untuk pertama kalinya Elif menangis dan tidak berhenti meskipun sudah berusaha Ia tenangkan , jika pun Elif menangis itu tidak lama dan akan tenang Kembali jika sudah berada dalam dekapannya.
Karena khawatir Kaluna langsung menelpon Ryan , yang tentu saja kaki-laki itu masih berada di kantor .
" Halo kak . Kak Ryan masih di kantor ?" tanya Kaluna .
" Iya Luna aku masih di kantor .ada apa ? apa ada sesuatu . tunggu apa itu suara Elif , kenapa dia menangis ?" belum juga Kaluna menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Ryan , laki-laki itu sudah menanyakan tentang Elif yang suara tangisannya terdengar di dalam telpon
" Aku juga juga tidak tau kak , kata Naina Elif tiba-tiba saja menangis , apa kakak bisa kesini . aku takut, Elif sudah dari tadi menangis dan tidak mau berhenti ." suara kalian sudah terdengar khawatir, Ia sudah berusaha menenangkan Elif dengan cara memberikannya susu tapi Elif menolak dan tangisannya malah semakin kencang .
" Baiklah aku akan ke sana . kau tenang ya ."
" Iya kak ."
" Sayang kamu kenapa? . Elif ." Kaluna berusaha mengajak putrinya untuk bicara berharap Elif mendengarkannya dan mau berhenti menangis karena biasanya, Elif paling senang jika ada yang mengajaknya bicara , tapi cara itupun tidak berhasil untuk membuat Elif berhenti menangis, sampai Ryan datang dan membawa dokter untuk memeriksa Alif .
Saat tiba di mansion. Ryan langsung naik ke lantai atas bersama dokter Kaluna yang melihat kedatangan Ryan langsung menghampirinya dengan Elif masih berada di dalam gendongannya.
" kak ." Kaluna mendekati Ryan .
" Kamu tenang ya , biar dokter yang memeriksa Elif ." Ryan berusaha menenagkan Kaluna .
Kaluna kemudian meletakkan Elif di atas tempat tidur dan lagsung di periksa oleh dokter Kaluna tidak jauh dari Elif dia tetap duduk di sampingnya , raut wajahnya semakin ketakutan karena Elif Sampai sekarang tidak berhenti menangis saat sudah di perkasa oleh dokter.
" Bagaiman dokter ? anak saya kenapa ? tanya Kaluna setelah dokter selesai memeriksa Elif .
" Putri ibu baik-baik saya .tidak ada yang terjadi padanya ."
__ADS_1
" Terus kenapa putri saya tidak berhenti menangis dokter ?"
Dokter yang memeriksa Elif juga kebingungan dia tidak punya jawaban untuk menjawab pertanyaan Kaluna .
***
Sedangkan di lokasi kejadian terjadinya kecelakaan sudah terjadi kerumunan. mobil polisi sudah datang dan juga ambulans untuk membawa dua korban dari kecelakaan tersebut.
" Apa orang itu selamat ?" tanya salah seorang yang ada di sana .
" Aku tidak yakin lukanya sangat parah dan korban yang satu sepertinya mengalami luka bakar di sebagian tubuhnya, aku kasihan padahal usianya masih sangat mudah ." yang lain menimpali .
" Aku dengar salah satu dari korban adalah pemilih hotel terbesar di kota ini ? "
yang lain tiba-tiba mendapatkan informasi entah dari mana
" yeah ,aku juga dengar begitu saya bisa melihat wajah panik saat seorang laki-laki datang dengan berpakaian jas dengan logo hotel yang terkenal itu ."
" Semoga saja mereka bisa selamat ." doa yang di ucapakan beberapa orang yang tengah berada di kerumunan .
Tiba di rumah sakit beberapa dokter langsung berlari setelah kedatangan mobil ambulans yang membawa 2 korban kecelakaan dan langsung di masukkan di ruang UGD , dua tim dokter dengan cepat memeriksa keadaan kedua pasien itu di ruangan yang berbeda .
" Pasien merupakan korba tabrakan dan 40% tubuhnya mengalami luka bakar ." salah satu tim dokter menjelaskan .
" Siapa operasinya ."
" Dokter denyut jantung pasien melemah ." salah satu suster menginfokan. dokter langsung menatap layar monitor .
" Siapkan defribrilator nya kita tidak bisa mengoperasi pasien dengan keadaan seperti ini . "
Asisten dokter bergerak cepat menyiapkan alat yang di minta oleh dokter .
🌺🌺🌺🌺🌺
Hy kakak reader semua terimah kasi Author ucapkan , sudah meluangkan waktu untuk mengikuti kisah Kaluna . terus dukung Author yah dengan memberikan vote pada novel ini 🥰♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Ada yang kecewa karena Elma meninggal . heheheh maaf yah ☺️. Author punya halunya sendiri .
Ada yang penasaran dengan visual Alyssa dan Elif tidak ☺️