
Sudah satu bulan lamanya Kaluna tinggal dengan mertuanya, sebenar nya Liam sudah ingin membawa istrinya kembali ke apartemen mereka tapi Riana menghalanginya dan Kaluna juga menolak, dia ingin lebih lama tinggal dengan mereka. apalagi Elif dia sungguh tidak ingin berpisah dengan Oma dan opanya . hal itu membuat Liam mengalah dan tetap memilih tinggal bersama kedua orang tuannya. Selama itu Kaluna tidak kemana -mana dia hanya menghabiskan waktu di rumah besar milik keluarga Hendar dan jika suaminya ada di rumah dia akan di kurung di dalam kamar sepanjang hari, Daddy Elif itu memiliki misi membuat istrinya segera hamil.
Seperti saat ini di akhir pekan pasangan suami istri itu hanya mengabiskan waktu di dalam kamar dan hanya keluar saat makan saja, Riana dan Hendra sedang tidak di rumah keduanya sibuk membawa cucu kesayangan mereka jalan-jalan menikmati akhir pekan.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, akhirnya Daddy dari Elif itu tertidur di atas dada istrinya begitupun dengan Kaluna rasanya badannya sakit semua harus memenuhi keinginan suaminya.
Hingga waktu menunjukkan sore hari Kaluna mulai membuka matanya dan melihat Liam masih tertidur dengan posisi yang sama.
"Kak." Kaluna berusaha membangunkan Liam dengan mengelus rambutnya. tapi laki-laki itu tidak ada tanda-tanda akan bangun sama sekali . Hingga kaluna mencoba menurunkan kepala Lima dari dadanya berpindah dibatas bantal, tapi gerakan kaluna seketika berhenti saat tangan Liam memeluknya erat seolah tidak mengijinkan kaluna untuk merubah posisinya.
" Kaka Liam susah bangun ?"
tidak ada jawaban, karena yang di tanya masih memejamkan matanya.
"Kak."
"Diam lah sayang, aku masih ingin tidur."
"Iya . Tapi aku harus ahhhh"
kaluna tidak mampu menahan de.sahannya saat Liam tiba-tiba menyesap bagian sensitif tubuhnya yang sudah berada dekat dengan wajah laki-laki itu di tambah lagi tangannya yang tidak berhenti menggoda bagian tubuhnya yang lain di bawah sana.
"Ka..k ss..top ahhh." ucap Kaluna terputus -putus sambil tangannya meremas kuat rambut suaminya. Tapi Liam tidak mempedulikannya dia masih dalam keadaan seperti itu sampai ia merasakan tubuh kaluna kembali bergetar. laki-laki itu sangat puas melihat wajah istrinya kembali lemah akibat ulahnya.
"Itu hukuman karena sudah menganggu suami yang masih ingin tidur." Liam sudah merubah posisinya. ke dua tanganya berada diantara wajah kaluna menatap wajah istrinya yang baru selesai dia kerjai.
"Masih mau mengulanginya lagi, em ?"
" Kakak yang salah, aku mau bergerak tapi ."
lagi- lagi ucapan Kaluna terpotong karena Liam sudah membungkam bibirnya. Sepertinya Liam akan mengulang aktifitas mereka yang baru beberapa jam yang lalu mereka lakukan.
__ADS_1
"Kak aku harus turun melihat Elif." kaluna masih berusaha menghentikan gerakan suaminya yang sudah berpisah menelusuri lehernya. Tapi Liam tidak menghiraukan permintaan istinya Liam malah membawa kedua tangan Kaluna ke atas kepada perempuan itu sambil terus menelusuri bagian yang menjadi ke kesukaannya
" Ada mama yang mengurusnya, jadi tidak perlu memikirkannya ."
" Tapi, aku juga harus membantu orang di bawah untuk menyiapkan makan malam ." masih berusaha menolak . meskipun percuma karena Dia sudah merasakan milik suaminya akan segara menyatu di bawah sana .
"Ahhh."
Suara de..Sahan kaluna kembali terdengar di telinga Liam saat laki-laki itu tengah berada di atas tubuhnya berhasil menyatukan di bawah sana. Liam diam sejenak sambil menatap wajah Kaluna .
"Kamu tidak perlu memikirkan itu, ada banyak pelayan dirumah mama, tugas kamu sekarang adalah membantuku agar Elif cepat memiliki adik ." Ucap Liam sambil mulai menggerakkan miliknya, suara de..sahan keduanya kembali memenuhi setiap sudut kamar itu.
****
Pasangan suami istri itu akhirnya baru turun saat makan malam akan di lakukan. Kaluna sungguh malu, karena baru terlihat di jam seperti ini, entah apa yang di pikirkan oleh ke dua mertuanya .
"Hai sayang."
Liam mencium puncak kepala putrinya yang sudah berada di meja makan bersama kedua orang tuannya. Kaluna juga melakukan hal yang sama.
Liam tersenyum mendengarkan pertanyaan putrinya. sedangkan Kaluna bingung harus menjawab apa. Dia hanya melirik ke arah Liam dan menuggu laki-laki itu yang memberi kan jawaban .
" Dad sementara sibuk untuk membuatkanmu adik sayang." jawab Liam santai sambil menarik kursi untuk duduk.
Hendra dan Riana tidak bisa menawan
tawanya mendengar jawaban Putranya .
Bukk
sebuah pukulan mendarat di bahu Liam saat selesai memberikan jawaban pada putrinya .Elif yang melihat Daddy di pukul tentu saja marah.
__ADS_1
"Mommy kenapa memukul Daddy."
Kaluna langsung menatap putrinya yang sudah memperlihatkan wajah tidak suka padanya. berbeda dengan Liam, Ia begitu bahagia mendengarkan putrinya marah saat di pukul oleh Kaluna, Sepertinya dia ingin mengadu pada putrinya sebentar lagi.
" ah sayang . mommy itu suka sekali memukul Daddy jika kamu tua. bahkan dia bukan hanya itu, mommy mu juga sering menjambak rambut Daddy sayang dan mencakar tubuh Daddy." Liam memperlihatkan bekas cakaran kaluna yang masih membekas di beberapa bagian tubuhnya terutama di lengannya."
Mata Kaluna membulat sempurna saat mendengarkan kalimat yang di keluarkan oleh Liam.
Elif melihat itu semakin menatap mommy tidak suka. sementara itu Kaluna sungguh kesal dengan Liam. Tapi Liam tidak peduli dia malah melanjutkan keluhannya pada putrinya.
"Dan kau tau sayang, mommy juga sering berteriak di telinga daddy sampai telinga daddy sakit."
Berhasil . Liam berhasil membuat putrinya untuk menjadi sekutunya.
"Mommy kenapa melakukan itu pada Daddy."
" Bukan begitu sayang." Kaluna tidak tau harus menjelaskan bagaimana pada putrinya , laki-laki ini sudah berhasil membodohi putrinya saat ini.
"Aku akan membalas mu nanti kak , kau sudah memfitnahku di depan putriku sendiri ." Kaluna berbisik di telinga Liam, laki-laki itu hanya tersenyum dan balas berbisik di telinga Istrinya.
"Aku menunggu sayang, kau mau yang bagaimana, kau yang memimpin atau aku, tapi jujur suara teriakan mu sambil menyebut namaku sungguh membuatku semakin bersemangat. "
Kaluna mencubit perut Liam, berusaha tidak di lihat Putrinya dan Kaluna melakukannya tidak pelan, buktinya Liam sampai meringis karena kesakitan.
Sedangkan itu Hendar dan Riana hanya bisa terus tertawa melihat putrinya dan menantunya.
Hingga makan malam itu berakhir . Elif tidak mau mengajak sang mommy bicara dan itu di di sebabkan oleh suaminya sendiri dan sepanjang malam Kaluna harus membujuk sang putri untuk memaafkannya, Liam yang menyaksikan bagaimana Kaluna meminta maaf pada putrinya hanya tersenyum sambil terus menaik turunkan alisnya. Sungguh Kaluna yang melihat itu begitu ingin mencakar wajah Liam sekarang juga. ini pertama Kalinya putrinya tidak mau mengajak ya bicara dan itu karena Liam.
...Bocoran Visual...
Alyssa ( si pemilik mata biru)
__ADS_1
dan Elif di masa depan 🥰