
Kaluna terbangun dari tidurnya saat mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi . Matanya berusaha menyesuaikan cahaya di kamar itu . pelan- pelan ia membuka matanya , dapat dia lihat jika matahari diluar sana sudah terlihat dan matanya mengitari ruangan di mana dia masih terbaring dan mulai tersadar jika dia sedang tidak di kamarnya . sontak membuatnya bangkit seketika . Dari arah samping Liam keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk melilit tubuhnya dan handuk kecil di tangannya yang Ia gunakan untuk mengerikan rambutnya , Hal itu lantas membuat Kaluna memalingkan wajahnya , ini pertama kalinya perempuan itu melihat Liam dalam keadaan sepeti sekarang ini .
" Aduh kak kenapa tidak pake baju dulu sih baru keluar."
Nada bicara Kaluna terdengar kesal .
Liam yang melihat tidak Kaluna hanya tersenyum dengan Santi Ia mendekati lemari pakaiannya dan tentu saja menggunakan nya di tempat di mana dia mengambilnya .
" Kenapa kamu kesal begitu , kita kan suami istri memang apa yang salah jika aku berpenampilan seperti itu tadi ."
Kaluna membuka sedikit matanya, karena mendengar suara Liam begitu dekat di pendengarannya . Liam sudah berpakaian sempurna saat ini .
" em . kenapa ?"
Kaluna tidak menjawab karena betul di katakan Liam bahwa seharusnya dia tidak perlu bersikap seperti itu .
karena tidak ada respon dari Kaluna, Liam beranjak dari hadapan Kaluna namun tiba tiba tangannya di tahan.
" Apa semalam kita tidur bersama? apa ada sesuatu yang terjadi?"
Liam kembali duduk di hadapan Kaluna .
" Tadi malam kamu bercerita sampai tertidur. aku ingin membawamu ke kamar mama tapi mama sudah tidur duluan. Jadi aku tidak punya pilihan lain selain membawamu ke kamar ini ."
" Aku sudah dua kali merepotkan kak Liam , pertama waktu di hotel dan sekarang. apa tubuhku tidak berat."
Liam hanya tersenyum mendengarkan keluhan Luna . " tubuhmu itu kecil jadi tidak mungkin berat.
Liam sudah ingin beranjak kembali tapi melihat ekspresi Kaluna sepetinya masih ada yang ingin perempuan ini tanyakan .
" Apa masih ada yang ingin kamu tanyakan?"
" Em , itu. apa tadi malam aku tidak menggangu. maksudku cara tidurku membuat kak Liam tidak nyaman."
" Sedikit. terkadang aku hampir terjatuh."
" benarkah?"
Kaluna sudah terlihat malu dengan dirinya sendiri . melihat itu Liam mengelus kepala Kaluna ." Tidak usah di pikirkan. mungkin itu karena kamu pertama kali tidur tidak sendiri."
__ADS_1
Liam kemudian berdiri hendak keluar dari kamar tapi sebelum itu dia berbalik .
" Oh ya mama tadi sudah sudah pulang dia tidak sempat pamit sama kamu."
" Apa? . mama sudah pulang ? kok Kaka Liam tidak bangunin aku ." entah apa yang di pikirkan oleh mertuanya tersebut saat dia pulang tapi dirinya masih tertidur .
" mama tadi perginya pagi-pagi sekali setelah papa telpon katanya sudah ada di perjalanan ke rumah makanya mama pulangnya cepat."
Kaluna membuang nafasnya kasar rasa tidak enak muncul di hatinya.
" tidak perlu di pikirkan , mending kamu mandi , aku tunggu di meja makan kebetulan mama juga sudah menyiapkan sarapan tadi." Liam kemudian keluar setelah menyelesaikan kalimatnya
Sebuah kenyataan bertambah , membuat Kaluna semakin tidak nyaman selain dia masih tertidur saat Riana pulang dan sekarang mertuanya juga sudah menyiapkan sarapan untuk mereka . bukan kah itu sesuatu yang sangat memalukan. meskipun Riana begitu menyayanginya. Biar bagaimana pun dia tetaplah istri orang yang memiliki tanggung jawab mengurus suaminya bukan malah merepotkan mertuanya begini . ingin rasanya Kaluna mengutuk dirinya sendiri. dengan langkah lemah Kaluna masuk kedalam kamar mandi, membersihkan dirinya .
Sedangkan itu Liam yang sudah berada di luar kamar saat menutup pintu tadi Terlihat jelas ujung bibirnya terangkat. karena sebenarnya ada banyak yang terjadi semalam , tapi dia tidak perlukan mengatakan pada Kaluna.
Kembali saat Liam sudah menyelimuti Kaluna dan juga ikut berbaring di samping istrinya tersebut .
Saat baru terlelap Liam Merasakan ada tangan yang memeluk tubuhnya , Liam terbangun dan melihat Kaluna sudah berada dekat dengannya , padahal tadi posisi tidur Kaluna jauh dari posisinya ,tapi sekarang tubuh gadis itu sudah menempel padanya. Liam diam sejenak karena Kaluna tidak berhenti menggerakkan tubuhnya dalam tidur, Ia terus memepet tubuh Liam sampai ke tepi tempat tidur dan membuat Liam hampir terjatuh.
Liam kemudian berpindah posisi di mengambil tempat Kaluna sebelumnya karena Kaluna sudah berada di tempatnya .
" Jadi begini caramu tidur? em" Liam mensejajarkan wajahnya dengan jajah Kaluna kemudian menopang kepalanya dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain sibuk menusuk-nusuk pipi Kaluna .
" Dulu waktu kamu masih bayi, aku paling kesal saat mama membawamu ke rumah , karena pasti aku yang di minta menjagamu harus mengajakmu bermain."
Liam mengelus pipi Kaluna. dan semakin mendekatkan wajahnya mengajak bicara orang sedang terlelap itu.
" Bisa kah kamu saat bercerita tentang laki-laki itu tidak memperlihatkan wajah yang begitu bahagian . aku tidak suka melihatnya ."
Mengingat saat Kaluna bercerita tentang dia dengan Ryan yang begitu antusias . membuat Liam yang mendengarkannya sangat tidak suka.
" Kamu ternyata tukang tidur ya." Liam tersenyum karena sudah dari tadi tangannya tidak diam menyentuh pipi Kaluna berbicara di depannya tapi Kaluna tetap saja tidak meras terganggu.
Liam kembali menata wajah itu , dia baru sadar jika Kaluna memiliki bulu mata yang lentik. Liam kemudian semakin mendekatkan wajahnya sampai tak berjarak . bibirnya menyentuh kening Kaluna kemudian beralih ke mata Kaluna, Liam mengecupnya satu persatu , satu tangannya masih berada di pipi Kaluna dan tatapannya tiba di bibir Kaluna yang terbelah itu dan sepersekian detik Liam menyatukan bibir itu. Tetap saja membuat Kaluna tidak terbangun membuat Liam begitu leluasa menikmati bibir istrinya dengan mata terpejam.
Kaluna melenguh saat merasa ada sesuatu yang mengganggunya yang membuat Liam tiba -tiba bangkit tersadar dengan apa yang baru dia lakukan .
" ****"
__ADS_1
Liam mengumpat sambil meremas rambutnya .bisa -bisanya di melakukan itu pada orang yang sedang tidur. Dia merasa akan memper*osa istrinya sendiri .
Dia laki-laki normal , berada satu ranjang dengan perempuan membuatnya ingin melakukannya apalagi yang tidur dengannya adalah istrinya sendiri . Tapi meskipun begitu dia tidak mungkin melakukannya sampai dia betul -betul yakin dengan dirinya sendiri apalagi Kaluna , perempuan ini tidak mungkin mau melakukannya dengan hubungannya yang yang entah seperti apa.
Mungkin sebaiknya memang mereka tidur terpisah sampai betul-betul yakin dengan perasaan masing-masing .
Liam kemudian mengambil bantal dan selimut di dalam lemari memutuskan untuk tidur di sofa . Dia bisa hilang kendali jika tidur di tempatnya kembali dengan Kaluna yang selalu menempel di tubuhnya .
Saat pagi datang Liam yang terbangun lebih dulu menatap ke arah tempat tidur , Ia melihat kaluna masih terlelap. Ia kemudian memutuskan keluar dari kamar dan di arah dapur dia bisa melihat mamanya tengah sibuk menyiapkan sarapan .
" Apa tidak terlalu pagi , mama menyiapkan sarapan ."
Bukan tanpa alasan Liam berkata seperti itu pasalnya di luar bahkan matahari belum terlihat .
Riana yang mendengar itu menatap Liam yang berjalan mendekat .
" Mama harus pulang pagi , soalnya papa mu tadi telpon , dia susah di perjalanan pulang ke rumah."
" Mau Liam antar?"
Liam menarik kursi dan duduk sambil menuangkan segelas air kedalam gelas dan meneguknya .
" Tidak perlu . mama akan di jemput sama supir. Luna mana ? tanya Riana sialnya dia tidak melihat menantunya itu .
" Masih tidur "
" Tuh , Kaluna masih tidur , jika kamu mengantar mama , dia akan kebingungan saat Bagun nanti melihat tidak ada siapa-siapa."
Setelah selesai menyiapkan sarapan Riana pulang . Liam hanya mengantar mamanya sampai di lobi apartemen.
Kaluna masih belum bangun saat Liam kembali dari mengantar Riana dia bisa melihat Kaluna tidur dengan begitu nyenyak, Kemudian laki-laki itu memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi .
***
Kaluna yang masih di tempat tidur menatap kepergian Liam , sebenarnya ada yang ingin dia tanyakan tapi dia malu . Entah mengapa saat di tertidur semalam dia bermimpi Liam menciumnya . Tapi tidak mungkinkan dia betul-betul menanyakan prihal mimpinya itu bisa-bisa dia akan di tertawa kan oleh Liam .
***
Hai untuk reader Maaf Aku yang harus pergi , Author ucapkan terimah kasih . Terimah kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca kisah Kaluna dan Liam . 🥰🥰🥰.
__ADS_1