
Liam melajukan kendaraan roda empatnya kembali ke apartemen. di sampingnya Kaluna sudah tertidur, malam memang sudah sangat larut saat dirinya berpamitan pulang kepada mertuanya . Mereka tadi asyik mengobrol di taman belakang , saat sebuah permintaan yang di katakan Ryan padanya membuat Liam tidak lagi menganggap laki-laki itu sebagai seseorang yang spesial di hati Kaluna .
Tadi saat Ryan berpamitan pulang ,tidak lama kemudian dia dan Kaluna juga ikut berpamitan, karena jarak dari rumah mertuanya dengan apartemen miliknya cukup jauh membaut Kaluna tertidur .
" Dasar tukang tidur ." ujar Liam saat sudah sampai di basement apartemen miliknya , Ia menatap Kaluna yang begitu nyenyak tertidur di sampingnya . Liam keluar dan membuka pintu mobil di mana Kaluna duduk dan membuka seat belt Kaluna , kemudian menggendong tubuh istrinya itu , Liam sengaja tidak membangunkan Kaluna . karena dia tidak ingin menggangu tidur istrinya. untung saja sepanjang jalan menuju ke unit miliknya sudah tidak ada orang yang lalu lalang karena malam memang sudah sangat larut jadi apa yang di lakukan Liam tidak menjadi pusat perhatian .
Saat sudah memasuki apartemen Liam sebenarnya sedikit bingung antara membawa Kaluna ke kamarnya atau masuk ke kamar miliknya, setelah berperang dengan pikirannya sendiri Liam memutuskan untuk membawa Kaluna masuk ke kamar miliknya . Ia kemudian membaringkan Kaluna . setelah membaringkan Kaluna, Liam masuk ke kamar mandi membersihkan diri stelah beberapa menit Ia keluar dan ikut membaringkan diri di samping istrinya .
Liam tidak langsung memejamkan matanya , Ia masih teringat pesan yang di sampaikan Ryan padanya saat sebelum Kaluna kembali bergabung bersama mereka .
" Kaluna itu tidak pernah dekat dengan laki-laki selain aku sebagai teman kerjanya."
Ryan memulai , membaut Liam menatap serius laki-laki itu , menunggu kata apa selanjutnya yang akan ia dengar .
" Aku tidak tau apakah kamu tau tentang ini atau tidak. jika hubungan om Faisal dan Kaluna tidak sehangat yang orang lihat." lanjut Ryan membuat Liam bingung sebenarnya apa yang ingin di sampaikan Ryan padanya . Tapi dia tetap tidak ingin bertanya hanya mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh Ryan.
__ADS_1
" Dulu waktu Kaluna masih kecil, di melakukan sesuatu yang tidak dia sengaja , yang mengakibatkan kepergian mama dan calon adiknya , hal yang membuat om Faisal begitu marah pada Kaluna , tapi tidak langsung menunjukkan kemarahan . tapi Kaluna cukup tau itu , bagaiman ayahnya begitu marah dan mungkin saat itu sangat membencinya." lanjut Ryan lagi . Liam yang tetap menjadi pendengar itu membawanya pada kenangan beberapa tahun lalu saat peristiwa kematian ibu Kaluna . dia ingat waktu itu saat keluarganya pulang dari pemakaman kembali ke rumah , dia melihat mamanya begitu sedih tidak berhenti menangis di dalam pelukan papanya dan setelah itu ia menjadi sering mendengar mamanya mengatakan tentang Kaluna ,bagaiman jika anak sekecil itu tidak lagi mendapat perhatian dari ayahnya ,
"Kamu lihat sendiri kan saat di pemakaman tadi , bahkan Faisal tidak pernah menawarkan tatapannya ke Kaluna ." itu salah satu kalimat yang jelas terdengar oleh Liam waktu itu."
" Mungkin orang akan melihat jika hubungan keduanya baik-baik saja tapi Kaluna sangat tau jika ayahnya menyimpan amarah yang begitu besar padanya. Kaluna pernah bercerita denganku saat kematian mamanya bahkan ayahnya tidak pernah mengajaknya bicara."
"Apa kamu se terluka itu?" Liam menatap lekat wajah Kaluna yang tepat berada di sampingnya , karena wajah Kaluna mengarah ke posisi tidur Liam .
Mengetahui kenyataan bagaimana sebenarnya hubungan Kaluna dengan Faisal, membuat Liam faham , mungkin ini salah satu alasan Kaluna menerima pernikahan ini . kurangnya kasih sayang yang di peroleh Kaluna saat masih kanak-kanak hingga tumbuh dewasa dengan caranya sendiri , memilih hidup di sekolah asrama hanya untuk menghindari wajah sedih ayahnya dan rasa bersalah yang dia rasakan . melihat bagaimana kedua orang tuanya menyayangi Kaluna , Ia yakin Kaluna hanya butuh kasih sayang dan berada dekat dengan orang yang menyayanginya dan syukurnya , sikap Faisal sudah tidak seperti dulu lagi .
Tangan Liam terangkat merapikan anak rambut Kaluna yang menutup wajahnya.
Kaluna menggeliat, merubah posisi tidurnya mendekatkan tubuhnya pada Liam , wajah Kaluna sekarang menjadi begitu dekat dengan Liam, membuat laki-laki itu tersenyum mengingat bagaimana dia mencuri ciuman dari bibir istrinya . Tapi untuk sekarang, dia tidak akan melakukan hal itu lagi .
Mata Liam mulai mengantuk Ia menarik tubuh Kaluna masuk kedalam dekapannya . Ia masih ingat saat pertama melakukan hal itu dia begitu nyaman memeluk tubuh istrinya sambil tertidur aroma tubuh perempuan yang berada dalam dekapannya ini begitu menenangkan pikirannya. entah apa yang akan Kaluna pikirkan jika dia terbangun saat dirinya masih tertidur . Tapi Liam sudah memutuskan untuk menjadikan hubungan mereka seperti suami istri pada umumnya di mulai dengan mencoba tidur bersama tidak lagi di kamar masing-masing.
__ADS_1
Di luar malam semakin larut yang akan menuju pagi , setelah beberapa saat setelah Liam memejamkan mata dan Kaluna yang berada dalam dekapannya .
Mata Kaluna bergerak dan secara perlahan terbuka , berusaha mengenali di mana dia sekarang berada, karena seingatnya saat pulang dari rumah ayahnya dia tertidur di atas mobil setelah itu ia tak tau lagi . Secara perlahan Kaluna mulai sadar dan merasa ada sesuatu yang melingkar di perutnya nya . Liam memeluk Kaluna dari arah belakang .
Kaluna melirik ke arah belakang dan melihat Liam tidur, sontak membuat Kaluna kaget. memang ini bukan kali pertama mereka tidur bersama , dia dan Liam sudah pernah tidur bersama saat Riana datang mengunjungi mereka. tapi waktu itu Kaluna tidak tau jika waktu itu ia tertidur dalam pelukan suaminya. Kaluna berusaha melepaskan tangan Liam yang melingkar di perutnya , tapi semakin dia berusaha ,Liam justru semakin mengencangkan pelukannya , hingga pada akhirnya membaut Kaluna menyerah dan memilih tertidur kembali . Orang yang memeluk tubuhnya itu tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya menikmati aroma tubuh orang yang sementara berada dalam pelukannya .
Saat matahari sudah akan menuju pagi , Kaluna kembali terbangun dan melihat tangan Liam masih berada di posisi yang sama .
" Uhhh" Kaluna membuang kasar nafasnya dan kembali berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Liam , tapi tetap saja tidak bisa , dia menjadi bingung
" Apa tangannya memang seberat ini?" gumam Kaluna .
Kaluna melirik orang yang tidur di belakangnya dan melihat orang yang masih memeluknya itu tengah tersenyum ke arahnya .
Tatapan mereka bertemu Kaluna hanya diam, dia tidak tau apa yang harus dia katakan , sebenarnya dari semalam saat menyadari pelukan Liam di tubuhnya , ada debaran yang muncul di di dada Kaluna tapi masih bisa dia atasi karena menganggap Liam tidak sadar sedang memeluknya . Tapi sekarang laki-laki itu malah tersenyum ke arahnya dengan tangan masih erat memeluk tubuhnya .
__ADS_1
Kaluna semakin terkejut saat tiba tiba wajah Liam mendekat dan menyatukan bibir mereka .
Saat Kaluna terbangun dan membalikkan tubuhnya entah mengapa Liam hanya menatap bibir terbelah milik istrinya itu membuatnya tidak tahan .