
Bagaimana sesungguhnya hubungan Kaluna dengan ayahnya Faisal? Mungkin yang orang lihat akan berfikir bahwa hubungan keduanya sangat hangat. Meskipun tanpa kehadiran seorang perempuan yang berstatus sebagi istri dan seorang ibu tapi keduanya sangatlah bahagia. Jika dilihat dari jauh mungkin itulah yang orang liat, tapi saat mendekat akan terlihat jauh berbeda. Hidup bersama berusaha menganggap peristiwa tersebut tidak pernah terjadi. Saat Faisal berusaha menahan rasa kecewa dan amarah pada putri yang juga begitu ia sayangi dan Kaluna yang di hantu rasa bersalah dan takut akan kebencian dari ayahnya. Mungkin Faisal tidak pernah tau jika putri kecilnya saat itu sering melihat dirinya menyendiri dan menangis akan kepergian ibu dari anaknya. Hal itu lah yang membuat Kaluna memilih sekolah yang mengharuskannya tinggal di asrama untuk menghindari seringnya Ia dan ayahnya berinteraksi. Kaluna akan menangis jika melihat ayahnya menangis. Selama tinggal di luar negeri Faisal tidak pernah mengungkit peristiwa menyakitkan tersebut begitupun Kaluna meskipun usianya masih di katakan kecil tapi anak itu sedikit paham.
Lambat laun hubungan keduanya hanya sebatas status anak dan ayah tanpa ikatan emosional antara kedutannya. Hingga pertemuan Kaluna dengan seorang laki-laki yang memiliki profesi yang sama membuat Kaluna memiliki tempat untuk berbagi dan bercerita tentang masalah yang Ia simpan rapat di dalam hatinya. Ryan Prayoga laki-laki yang memiliki hati hangat membuat Kaluna Jeinna merasa nyaman dengan keberadaannya meskipun berbedaan usia mereka cukup jauh. Kehadiran Ryan menjadi sosok Kakak Laki-laki bagi Kaluna.
***
Sebuah taksi online berhenti di sebuah gedung perkantoran yang cukup tinggi. Kemudian keluar seorang perempuan, Ia kemudian melangkahkan kakinya memasuki gedung tersebut menyelusuri lorong dan ketika melewati karyawan di kantor tersebut Perempuan tersebut akan mendapat sapaan hangat dan Ia membalasnya dengan senyuman sambil sedikit membungkukkan badannya. Kaluna kini berada di lantai tertinggi gedung perkantoran yang bergerak di bidang kuliner dan properti milik ayahnya, setelah keluar dari lift Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ruangan ayahnya.
"Kaluna yah? " Tanya Diana sekertaris Faisal setelah melihat putri bosnya itu melangkah mendekat .
" Iya." Jawab Kaluna diiringi senyuman.
Diana langsung mendekat kearah Kaluna dan mengulurkan tangannya.
" Saya Diana. Sekretaris pak Faisal.
" Kaluna " Jawab Kaluna membalas uluran tangan sekertaris ayahnya. "Ayah ada di dalam? " Tanya Kaluna
" Iya . Ayah Mba Kaluna sudah menunggu dari tadi. Saya antar masuk ke dalam ? "
" Tidak perduli Kak . Saya masuk sendiri saya. Tidak apa-apa kan kalau saya panggil kakak? " Melihat sekretaris ayahnya Kaluna yang terlihat masih mudah dan mungkin usianya tidak terpaut jauh panggilan Kakak mungkin lebih cocok dari pada Dia menggunakan panggilan ibu. Pikir Kaluna. Mendengar itu Diana tersenyum dan mengangguk.
" Kalau begitu saya masuk dulu ya kak." Kaluna kemudian kembali berjalan menuju ruangan ayahnya yang tinggal beberapa langkah dari tempatnya berdiri.
Tok.. Tok... Tok
" Masuk " Jawab pemilik ruangan tersebut
Ceklek
Faisal mengarahkan pandangannya ke pintu dan melihat putrinya memasuki ruangan miliknya .
" Sayang. Kamu sudah datang. " Faisal kemudian berdiri meninggalkan meja kerjanya dan melangkah mendekati putrinya dan mereka pun berpelukan.
" Ayah kangen sama kamu " Kata Faisal sambil mengelus rambut panjang Kaluna.
" Kaluna juga kangen sama ayah " . Kaluna semakin mengeratkan pelukan pada laki-laki yang sudah memasuki usia 60 han tersebut. Mereka berdua sudah seperti tidak bertemu bertahun-tahun, padahal Kaluna baru tiga bulan yang lalu di kunjungi ayahnya saat masih di berada luar negeri.
" Ayo duduk. Kamu pasti belum makan." Faisal mengajak Kaluna duduk di sofa raungannya setelah pelukan keduanya terlepas. Saat kaki Kaluna melangkah Ia sedikit terkejut dengan apa yang berada di atas meja sofa tersebut. Berbagai jenis makanan tersaji di sana dan jumlahnya tidak sedikit. Kaluna mengalikan pandangan ke arah ayahnya.
" Ayah menyiapkan makanan ini? " Wajah terkejut Kaluna di sadari oleh ayahnya.
" Iya. Kenapa? Ayah kan hanya ingin membuat pesta penyambutan untuk putri ayah" .
__ADS_1
" Tapi ini terlalu banyak ayah " Jawab Kaluna sambil melangkah duduk di atas sofa begitu pun Faisal. " Siapa yang mau makan makanan sebanyak ini. " Kata Kaluna lagi yang masih tidak terima dengan makanan yang di siapkan ayahnya yang terlalu banyak. Meskipun Kaluna tau jika ayahnya memiliki beberapa restoran dan mudah bagi ayahnya menyiapkan makanan sebanyak ini. Tapi tetap saja apa yang di lakukan ayahnya sesuatu yang berlebihan. Apalagi mereka hanya berdua di ruangan ini dengan makanan sebanyak ini sudah pasti tidak akan habis .
" Kenapa diam?" Faisal melihat putrinya hanya memandangi makanan yang sudah Dia siapkan dengan bantuan Diana sekretarisnya. " Nanti jika makannya tidak habis semua ayah akan memberikan pada sekertaris ayah. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Pandangan Kaluna beralih ke ayahnya dan tersenyum Ia kemudian mengambil salah satu makanan yang tersaji di atas meja tersebut tanpa menyentuh yang lain.
" Ayah tidak ikut makan? "
" Ayah tidak lapar. Ayah hanya ingin melihatmu makan saja."
Kaluna melanjutkan makannya setelah mendengarkan perkataan ayahnya. Ia hanya makan satu jenis makanan dari banyaknya yang siapkan oleh ayahnya.
Setelah Kaluna selesai makan. Faisal kemudian menelpon sekertaris nya untuk mengambil makanan yang sama sekali tidak di sentuh oleh Kaluna dan meminta untuk membagikan makanan tersebut pada karyawannya.
" Oh iya Lun, nanti malam kita akan makan malam dengan Hendar dan Riana. Mereka kangen ketemu kamu. Mendengar itu Kaluna langsung tersenyum bahagian. Faisal memang mengabari kedua sahabatnya tersebut setelah putrinya mengabari kalau ada di negeri ini.
" Ayah serius. Om Hendar dan tante Riana akan makam malam bersama kita?. "
" Iya. Kamu senang? " Kaluna mengangguk dengan antusias. Sangat terlihat di wajahnya kalau Kaluna sangat senang akan bertemu dengan orang yang di rindukannya.
" Ya ampun . " Kaluna menepuk jidatnya setelah mengingat sesuatu.
" Ada apa sayang? " Tanya Faisal penasaran melihat putrinya seperti baru mengingat sesuatu.
" Aku lupa mengabari kak Ryan kalau aku sudah sampai. " Kaluna segera meraih HP yang tersimpan di dalam tas miliknya kemudian menghubungi Ryan melalui panggilan video. Faisal hanya menggelengkan kepalanya melihat ekspresi putrinya itu.
" Halo. " Jawab Ryan dengan suara khas orang bangun tidur.
" Lun. Kamu sudah sampai? .. Kenapa baru menelpon. "
" Lubang telinga kak Ryan ternyata besar yah, terus banyak kotornya lagi . Jawab Kaluna bohong di iringin gelak tawa.
Mendengar itu Ryan kemudian menjauhkan HP dari telinganya. Ternyata Kaluna menelponnya melalui panggilan video. Dia memang tidak memperhatikan panggilan tersebut saat hpnya berdering . Hanya mengangkat kemudian menempelkan ke telinganya.
" Kamu dimana sekarang? " Tanya Ryan yang sudah memperlihatkan wajahnya. Tapi masih dalam posisi berbaring
" Di kantor ayah " Jawab Kaluna sambil mengarahkan telpon tersebut ke arah ayahnya. Ryan langsung merubah posisinya yang semula berbaring menjadi duduk.
" Kamu kapan pulang?".Tanya Faisal
" Belum tau om. Karena masih ada pekerjaan yang harus saya selesai kan di sini." Faisal hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar perkataan laki-laki yang di panggil kakak oleh putrinya tersebut. Layar HP tersebut kemudian kembali menampilkan wajah Kaluna.
" Ya sudah kakak tidur kembali gih. Maaf aku sudah mengganggu. "
Kemudian Kaluna mematikan panggilan tersebut setelah mendapatkan anggukan dari Ryan. Kemudian menyimpan HP tersebut kembali ke tempatnya.
__ADS_1
" Ayah menyelesaikan pekerjaan dulu yah. " Faisal bangkit dan berjalan menuju meja kerjaan langkahnya berhenti saat Kaluna memanggil namanya.
" Ayah, Kaluna mau bicara . " Dengan suara lirih. Faisal tidak menoleh Dia sangat tau apa yang akan dibicarakan putrinya tersebut. Karena ayahnya tak kunjung berbalik memandanginya Kaluna kembali memanggil ayahnya.
" Ay..... "
" Kaluna pasti lelah kan, kamu sebaiknya pulang supir ayah yang akan mengantarkan mu pulang. " Tanpa menunggu perkataan putrinya Faisal langsung mengalihkan pembicaraan yang Kaluna akan bahas , Dia tidak mau membahas peristiwa tersebut yang akan membuat hatinya terluka begitupun putrinya. Biarlah peristiwa tersebut menjadi kenangan menyakitkan untuk mereka berdua tanpa perlu di ungkit kembali. Faisal tidak sadar dengan yang dia lakukan justru membuat batin putrinya tidak tenang karena rasa bersalah terpelihara di dalam hatinya. Kenangan saat masa kecil sesaat setelah kepergian mamanya perlakuan ayahnya sangat berubah. Selama 3 bulan ayahnya tidak pernah mengajaknya bicara. Setiap Kaluna mendekat dan mengajak ayahnya bicara Faisal selalu menghindar. Hingga membuat Kaluna kecil merasa di benci oleh ayahnya sendiri. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari ayahnya membuat Kaluna menjauh berusaha tidak pernah muncul di depan ayahnya dan hanya bicara pada pelayan yang bekerja dirumahnya.
Melihat sikap Faisal yang sepertu itu membuat Handra dan Riana sebagai sahabatnya geram.
" Jika kamu tidak bisa memberikan perhatian pada Kaluna sebaiknya Kaluna tinggal dengan ku. " Kata Hendra yang sudah tidak tahan melihat anak sekecil Kaluna di acuhkan oleh ayah kandungnya sendiri. Saat ini mereka berbicara di rumah Faisal tepatnya di ruangan kerjanya.
Faisal mendengarkan perkataan dari sahabatnya tesebut. Ia aku dirinya memang salah. Salah tidak mempedulikan putrinya sendiri. Tapi Ia tidak bisa melihat wajah Kaluna karena wajah tersebut sangat mirip dengan istrinya. Melihat Kaluna selalu mengingatkan dirinya dengan kesalahan yang di perbuat oleh putrinya tersebut.
" Mas Hendra betul. Sebaiknya Kaluna sementara waktu ini tinggal bersama kami dulu. Kasihan dia." Riana membenarkan perkataan Suaminya. Ia paham jika sahabatnya ini masih belum bisa mengikhlaskan kepergian istrinya sehingga membuat Faisal tidak mempedulikan putrinya.
" Aku akan tinggal di luar negeri bersama Kaluna. " Sontak perkataan Faisal membuat pasangan suami istri tersebut kaget. " Aku tau aku salah. Aku perlu waktu untuk menerima ini semua. Untuk itu aku sudah memutuskan untuk meninggalkan negara ini. "
" Apa kamu yakin?" Tanya Riana
" Iya. Aku sangat yakin. Aku ingin memulai hidup baru dengan putriku. Melupakan semua peristiwa itu. "
" Baiklah Semoga ini yang terbaik untuk kalian." Hendra menepuk bahu sahabatnya tersebut.
" Tapi aku membutuhkan bantuan kamu Hen"
"Apa? .. Selama aku bisa aku akan membantumu. "
" Aku ingin kamu yang memegang perusahaan ku disini selama aku pergi. "
" Baiklah ." Hendra menerima apapun itu asalkan sahabatnya ini kembali seperti dulu lagi. Hendra juga tidak akan bertanya sampai kapan Faisal akan tinggal di luar negeri. Yang terpenting saat ini adalah Faisal tidak mengacuhkan putrinya lagi.
***
Dan di tempat lain saat panggilan yang membangunkannya berakhir Ryan berucap lirih
" Semoga kamu bisa menyelesaikan nya Kaluna"
Bersambung.....
Hay kak! 😊
Novel MAAF AKU YANG HARUS PERGI on going yah
__ADS_1
Jadi Author mengharapkan dukungan untuk kak semua ☺. Dan jangan lupa di like dan tinggalkan komen kalian pastinya tanda 💕💕💕💕 Author tunggu maaf ya permintaan Author banyak banget 😄😄😄
Tambahkan ke rak novel favorit 😍💕 juga.