
Kaluna melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya . di sana terlihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore . Ia jadi ingat pesan Liam yang menanyakan jam kepulangannya . saat keluar dari ruangannya terlihat Sarah ibu dari Gyan masih menata beberapa barang . Kaluna meminta Sarah untuk ikut membantu dirinya dalam pekerjaan ini , karena sebelumnya Sarah hanya bekerja menjual makanan ringan di rumahnya , semenjak kepergian suaminya dan keluarganya yang lain, Sarah hanya berjuang sendiri membesarkan Gyan .
Kaluna mendekati wanita itu .
"Kak Sarah belum pulang."
" Masih banyak yang harus aku selesaikan dulu"
" Besok saja di lanjutin kak . Gyan mana ?"
Kaluna mencari sosok anak kecil yang selalu membuatnya tertawa itu .
" Dia di sana."
Sarah menunjuk sofa panjang yang ada di sudut ruangan . Gyan sedang tertidur dengan begitu pulas . Kaluna mendekat dan duduk di dekat Gyan , Ia tersenyum melihat Gyan yang ternyata begitu menggemaskan saat tertidur , Gyan yang masih menggunakan seragam sekolah terlihat lelah karena saat pulang sekolah dia di jemput oleh Sarah dan di bawa ke tempat ini. Tidak lama kemudian terlihat Gyan menggeliat dan matanya secara perlahan terbuka dan langsung melihat Kaluna yang sudah duduk di dekatnya
" aunty." Suara Gyan terdengar serak karena baru bangun tidur .
" Hey sudah bangun?" Kaluna mengelus rambut Gyan yang sementara mengucek matanya .
" Bunda mana?"
" Itu di sana " Kaluna menunjuk Sarah yang melangkah mendekati mereka berdua .
" Sudah bangun?" tanya Sarah
" em"
" Ya sudah , waktunya kita pulang , aunty Luna juga sudah mau pulang "
Gyan bangkit dan merapikan beberapa perlengkapan sekolahnya yang tadi sempat ia keluarkan. kemudian ketiganya keluar menunggu pesanan taksi online masing - masing .
***
Kaluna memencet pin apartemen yang di berikan oleh Liam. dari dalam apartemen Liam yang sudah tiba duluan bisa mendengar saat pintu apartemen miliknya terbuka . Liam melihat Kaluna melangkah masuk .
" Sudah pulang "
kaluna yang mendengar suara itu berusaha mencari sumber suara itu .
" Loh , Kak Liam sudah pulang."
Kaluna mendekat dimana Liam yang tengah sibuk menyajikan beberapa makan di atas meja yang sudah dia masak .
" Kak Liam yang menyiapkan semua ini?"
" Iya . karena kamu tadi sudah menyiapkan sarapan sekarang gantian aku yang menyiapkan makan malam."
" Ya sudah .sekarang kamu ganti baju dulu baru kita makan malam bersama ."
"Ok .
__ADS_1
Liam tersenyum saat Kaluna beranjak untuk berganti pakaian apalagi cara Kaluna menjawab dengan mengangkat kedua jempol tangannya. terlihat seperti anak kecil di mata Liam .
Beberapa saat kemudian Kaluna sudah selesai berganti pakaian dan menarik kursi meja makan dan Liam menyajikan menu terkahir di meja tersebut .
" Aku tidak menyangka loh kalau kak Liam pintar masak . Aku bisa puas makan kalau seperti ini soalnya Kak Liam masaknya banyak."
" Aku kan tinggal sendiri di apartemen jadi harus bisa masak."
" Memangnya Kak Liam tidak menyewa jasa untuk membersihkan Apartemen ini dan juga untuk menyiapkan makanan ?"
Liam menggeleng .
" Wah Kak Liam hebat ya, jarang loh ada laki-laki yang masih menyempatkan waktunya membersihkan sendiri tempat tinggalnya
apa lagi Kak Liam juga pasti sibuk dengan urusan kantor."
" Sudah bicaranya , ayo makan . dari tadi kamu tidak berhenti bicara."
" Eh iya hehehe" .
Mereka berdua menikmati makan malam bersama . ini adalah kali pertama pasangan suami istri itu makan berdua di tempat tinggal mereka . Saat selesai Liam dan Kaluna memilih duduk di ruang tamu sambil menonton acara tv . Kaluna dan Liam sedang menonton acara komedi yang membuat mereka tertawa di selingi obrolan ringan .
" Mau kemana ?" tanya Liam yang melihat Kaluna berdiri .
" Ambil air minum"
Setelah mengambil air minum Kaluna kembali duduk di tempatnya semula yang berada di samping Liam, Sambil meneguk air mata Kaluna mengarah ke ponsel miliknya yang dia letakkan di atas meja tepat berada di depan. Sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselnya . Liam yang juga duduk di samping Kaluna juga menyadari itu matanya ikut melirik kearah ponsel itu dan dia melihat orang yang sama saat mereka liburan waktu itu . Kaluna kemudian meraih ponsel itu . Sama seperti waktu itu Kaluna terlihat tersenyum saat membaca pesan yang di kirimkan oleh orang tersebut.
Liam hanya mengangguk. Sebenarnya dia ingin bertanya tapi dia takut Kaluna akan merasa aneh jika dia betul -betul melakukannya. Pasangan suami istri yang normal pasti akan marah jika mendapati istrinya berbalas pesan dengan laki-laki lain , tapi hubungan mereka tidak bisa di katakan tidak normal , tinggal bersama tapi tidur terpisah dan sibuk dengan dunia masing -masing. Liam hanya menatap punggung Kaluna yang mulai menghilang seiring dengan pintu kamar itu tertutup .
Liam kembali menonton acara tv , tapi entah kenapa sudah terlihat tidak menarik lagi, saat Kaluna juga ikut menonton. tangannya tidak berhenti mengganti channel tv tersebut . tapi tetap saja tidak ada yang menarik di matanya . Liam kemudian memutuskan untuk masuk ke ke dalam kamarnya . sebenarnya tadi dia ingin memberi tahu Kaluna Jika mulai besok dia tidak perlu menggunakan taksi online lagi untuk berangkat ke tempat kerjanya , Karena di sudah membelikannya mobil yang sekarang berada di basemen apartemen ini , tapi belum juga sempat ia katakan sebuah pesan membatalkan semuanya .
Saat Liam sudah mau memutar ganggang pintu kamarnya terdengar gelak tawa dari Kaluna .
" Apa se menyenangkan itu? " nada bicara Liam sudah terdengar kesal . dia menutup pintu agak keras akibat hatinya yang sedang kesal .
***
Seperti biasa Kaluna akan bangun saat di luar masih terlihat gelap , beranjak dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi dan keluar kamar jika sudah siap dengan penampilannya .
" Astagfirullah."
Kaluna spontan beristighfar karena kaget pasalnya saat membuka pintu kamar dia langsung melihat Liam yang sedang duduk di sofa sambil menatap dirinya . Dia tidak menyangka orang tiba -tiba duduk di situ .
" Kak Liam sejak kapan disitu ?"
" Setelah salat subuh."
Liam berdiri mendekati Kaluna mengambil salah satu tangan istrinya itu dan meletakkan kunci mobil di tangannya kemudian melangkah menuju dapur . Kaluna terlihat kebingungan mengangkat benda yang baru saja di letakkan di tangannya .
" Kak ini apa ?"
__ADS_1
" Kamu tidak bisa lihat kalau itu kunci mobi" jawab Liam . sebenarnya dia tadinya ingin memberikan kejutan kecil untuk Kaluna tapi moodnya sudah buruk dari semalam .
" Iya . Luna juga tau ini kunci mobil tapi untuk apa?" tanya Kaluna sambil melangkah mendekati dapur .
" Itu untuk mu , anggap saja sebagai hadiah pernikahan."
" Tapi.."
" Sudah tidak perlu banyak bertanya. Kamu mau menyiapkan sarapan atau aku yang menyiapkannya ?"
" Biar aku saja Kak"
Dan sarapan pagi itu terlewatkan dengan tidak ada obrolan antara mereka berdua .
Saat di basement Liam menunjuk mobil yang sudah di belinya .
"Ini mobilnya ?"
"Em. ayo masuk . hari pertama ini aku mau kamu mengantarku ke kantor."
Liam memasuki mobil itu duluan dan di ikuti Kaluna yang duduk di belakang kemudi kemudian Kaluna menyalakan mesin mobil tersebut meninggalkan apartemen. Di perjalanan karena penasaran dengan orang yang di temani Kaluna berbalas pesan Liam akhirnya bertanya .
" Lun"
" Iya kak " jawab Kaluna sambil menatap Liam dan sesat kemudian kembali menatap jalan .
" Waktu kamu tinggal di luar negeri , kamu dekat sama seseorang ?"
" Dekat bagaiman maksudnya kak?"
" ya seperti memiliki hubungan . pacarnya , hubungan yang seperti itu ."
Kaluna tersenyum
" Aku terlalu sibuk mengejar mimpiku di sana . jadi tidak waktu untuk itu "
" Masa ? "
" Kak Liam tidak percaya ? . Tapi kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu ." tanya Kaluna balik .
" Em . tidak . tidak ada apa -apa ."
Kaluna mengentikan mobilnya karena perusahaan Liam tidak jauh dari tempat apartemen nya jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di sana .
" Kak terimah kasih ya." ucap Kaluna saat Liam sudah membuka pintu mobil .
" Untuk?"
" Untuk ini." kalian memukul -mukul setir mobil .
" Iya . sama-sama . ya sudah kamu hati-hati "
__ADS_1
Kaluna mengangguk dan kembali melajukan mobil tersebut .