Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Malam ulang tahun


__ADS_3

Kaluna mendengarkan penjelasan putrinya tentang bagaimana dia mengenal Liam, Dia cukup terkejut saat mengetahui fakta jika orang yang sering Elif panggil dengan sebut Uncle itu sudah menemuinya beberapa kali, Liam berhasil menemui Elif tanpa sepengetahuannya.


Setelah mendengarkan cerita putrinya , Kaluna turun , Dia akan meminta laki-laki itu untuk mengembalikan mereka, meskipun Ia tau itu tidak akan mudah karena iya yakin laki-laki itu pasti menolaknya .


" Aku ingin kembali ." pinta Kaluna saat sudah berada di dekat Liam yang masih berdiri di tempatnya tadi .


" Kamu tau sendiri kan kenapa aku membawa Kalian ke sini , jadi maaf aku tidak bisa memenuhi permintaanmu ."


Kaluna menatap kesal , karena permintaanya tidak di hiraukan .


" Tidak perlu melihatku seperti itu , aku tidak ingin berdebat di depan putriku ." Setelah mengatakan itu Liam kemudian berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Elif .


" Mau melihat hadiah nya sekarang ?"


" Iya Uncle." jawab Elif dengan semangat dia masih ingat jika dia akan mendapatkan hadiah hari ini."


Tanpa memperdulikan Kaluna yang berdiri di sampingnya . Liam menarik tangan Elif untuk mengikuti langkahnya , tapi langkah itu tertahan saat tangan Elif yang satunya masih di genggam oleh Kaluna , seolah tidak membicarakan Elif untuk mengikuti Liam .


Elif yang berada di antara kedua orang tuannya , menjadi bingung , Ia kemudian menatap mommy nya secara bergantian dengan laki-laki yang dia panggil Uncle . Kaluna juga menyadari tatapan bingung putrinya, Tidak punya pilihan akhirnya kaluna mengalah untuk membiarkan Elif, karena dia tidak ingin melihat putrinya kecewa , dia bisa melihat tadi bagaiman putrinya begitu bahagia akan mendapatkan hadiah.


Melihat Kaluna membiarkan Elif untuk ikut dengannya membaut Liam tersenyum kepada Kaluna , Ia tau jika Kaluna tidak akan bisa melihat wajah kecewa dari putri mereka .


Setelah mendapat persetujuan Kaluna , Liam langsung membawa putrinya kembali ke atas untuk memberikan apa yang di janjikan untuk Elif.


ceklek


Liam membuka kembali kamar yang Elif tempat tadi saat tidur kemudian membuka lemari yang ada di kamar itu . Di sana terdapat sebuah gaun cantik yang sengaja ia persiapan untuk di kenakan Elif di hari ulang tahunnya dan gaun itu akan di kenakan oleh Elif malam nanti .


" Ini untukmu ."

__ADS_1


Mata Elif berbinar bahagia saat melihat apa yang di berikan olehnya .


" Kamu suka ?"


Elif langsung mengangguk


" Iya Uncle, Elif suka . " Elif tersenyum bahagia


" Kalau begitu kamu harus mencobanya?"


Liam membatu Elif untuk mengenakannya , setelah gaun itu terpasang sempurna Elif langsung melangkah menuju sebuah cermin besar Elif berdiri di sana sambil melihat dirinya di pantulan cermin .


Liam yang masih di posisinya , begitu bahagia bisa melakukan sesuatu yang membaut putrinya bahagia.


" Elif, Daddy janji padamu mulai sekarang kamu akan selalu seperti itu, tersenyum bahagia dan daddy akan mengabulkan keinginanmu , mencoba mendapatkan maaf mommy untuk Kisa bisa bersama ."


" Tentu saja kamu memang akan menggunakan ini saat perayaan ulang tahunmu nanti malam ." Liam kini sudah berada di depan Elif mensejajarkan tingginya dengan tubuh Elif ." Malam ini kita akan merayakan pesta ulang tahun mu disini ." kalimat terkahir Liam lagi-lagi berhasil membaut putrinya bahagia dan dia menyukai nya .


***


Malam ulang tahun Elif sesuai yang dia inginkan, di persiapan begitu sempurna oleh anak buahnya sesuai keinginan nya , akan di adakan di taman vila ini yang berhadapan langsung dengan laut . Tidak akan ada siapapun yang akan ikut bergabung hanya Elif dan Ke dua orang tuannya , meskipun dia belum mengetahui jika laki-laki itu adalah Daddy.


" Ayo kita mulai pesatnya ."


Liam membawa Elif ke taman yang sudah di hiasi begitu indah , penuh dengan lampu -lampu dan di sana terdapat sebuah meja berbentuk lingkaran yang tidak terlalu besar ukurannya memang hanya diperuntukkan untuk tiga orang , di atas meja itu sudah terhidang beberapa makanan dan yang paling penting adalah sebuah kue ulang tahun yang di dominasi warna putih juga sudah tersedia di atasnya itu terdapat miniatur manusia , menggambarkan sebuah keluar bahagia . sebuah harapan yang di ingin Liam , dia ingin di hari ulang tahun putrinya Kaluna bisa kembali padanya .


" Mommy ayo ."


Elif mengajak mommy nya dengan menggenggam tangannya dan tangnya yang lain di genggam oleh Liam . sebuah pemandangan yang sangat sempurnah jika ada yang melihat mereka .

__ADS_1


bejalan bertiga layaknya keluarga bahagia . Jika ada yang menanyakan apa yang di rasakan Kaluna saat ini jawabannya hanya dia dan tuhan yang tau ( jangan tanya Author 🤭)


Tapi saat Pertama kali melihat putrinya mengenakan gaun pesta sambil memamerkan padannya dia cukup bahagia dia bahagia melihat senyum putrinya hanya itu , dia juga sebenarnya tidak menyangka jika Liam sudah menyiapkan pesat ulang tahun untuk Elif .


Ketiganya kemudian duduk, Kaluna akhirnya mengikuti keinginan putrinya, dia tidak mungkin bisa menolak apapun yang di inginkan oleh Elif .


" Selamat ulang tahun sayang ." ucap Kaluna lalu mencium setiap inci wajah putrinya ."


" Thank you mommy" Elif membalas penciuman mommy, Liam yang berada di samping Elif rasanya ingin ikut melakukannya tapi , dia menahannya dia tidak ingin Kaluna akan bertambah kesal padannya .


" Selamat ulang tahun Elif ." akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari bibirnya sambil tanganya mengelus kepala Elif .


" Thank you Uncle " tanpa di duga oleh Liam tenyata Elif juga mencium pipinya sama seperti yang di lakukan pada Kaluna , hak itu jelas saja membaut dada Liam bergemuruh mendapat ciuman untuk Pertama kali dari putrinya , dia kemudian membuang pandangannya ke arah lain seperti nya cairan mening kembali keluar dari netrannya.


Elif kemudian meniup lili dan tidak lupa dia berdoa , agar keinginannya di tahunya ini akan di kabulkan oleh Tuhan .


" Kalau boleh Uncle tau , tadi Elif minta apa sama tuhan ?"


" Emmm. Elif minta sama tuhan supaya Daddy menemu Elif ."


baik Kaluna maupun Liam tidak terkejut dengan keinginan putrinya , karena sebelumnya Elif memang selalu mengatakan jika dia ingin bertemu dengan Daddy .


" Kamu pasti bertemu , tuhan akan segera mengabulkannya dan dia akan mengajakmu tinggal bersama ."


Liam kemudian menatap Kaluna ,Kaluna yang mendapat tatapan itu langsung mengarahkan pandangannya ketempat lain .


Mungkin ini adalah acara ulang tahun Elif yang paling sempurna andai saja dia tau jika laki-laki yang menyiapkan ulang tahun untuknya adalah Daddy nya sendiri . Tapi meskipun begitu, senyum dan raut wajah Elif sudah sangat bahagia dia bahkan sangat menikmati malam ini , memakan kue ulang tahun dan menyuapi Kaluna dan juga Liam secara bergantian . bukankah mereka bertiga sudah terlihat sangat bahagia ?


Hingga acara ulang tahun itu berakhir Liam tidak hentinya memberikan kejutan untuk Elif , dia Bahakan memberikan beberapa kado untuknya meminta Elif untuk membukanya satu persatu , Kaluna hanya jadi penonton menyaksikan Elif yang begitu antusias membuka kado -kado yang di berikan padannya .

__ADS_1


__ADS_2